BAB III : TOPIK PENELITIAN
G. Penetapan Pendapatan dan Beban
Untuk menetapkan pendapatan dan beban merupakan kebijaksanaan dari pimpinan perusahaan, saat kapan pendapatan itu diakui atau ditetapkan dan saat kapan pula beban yang dikeluarkan iti juga diakui atau ditetapkan sebagai beban oleh pihak perusahaan. Pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan, seperti yang telah diuraikan di atas, penetapan pendapatan usaha yang paling utama adalah
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
pendapatan premi, pendapatan hasil investasi, pendapatan underwriting, dan pendapatan lainnya. Penetapan beban yang dilakukan oleh PT. Asuransi Indo Trisaka Medan adalah pada saat terjadi yaitu apabila pengeluaran kas terjadi bersamaan dengan saat diakuinya beban, yang berarti terjadi pembayaran tunai untuk membebani kegiatan perusahaan tersebut.
PT. Asuransi Indo Trisaka Medan menetapkan bahwa pendapatan dan beban menggunakan metode akrual (Accrual Basis) yang dikaitkan dengan pendapatan dan beban pada saat terjadi, bukan didasarkan pada penerimaan dan pengeluaran uang. Pendapatan diakui berdasarkan kontrak efektif atau yang diperhitungkan sesuai dengan masa manfaatnya. Pengakuan pendapatan dari hasil penjualan asuransi ini nantinya diakui secara sah setelah pada periode ketika kegiatan utama yang dilakukan dari jasa tersebut telah selesai.pendapatan dari hasil penjualan jasa dapat dikatakan telah diakui jika telah terjadinya transaksi dan perusahaan akan menerima sejumlah kas dan disertai bukti-bukti pendukung dan objektif dan akurat, karena kekuatan bukti-bukti tersebut akan menekankan pada pembuatan sistem akuntansi dan kebijaksanaan sestem penjualan jasa yang berpengaruh terhadap sejumlah tagihan.
Pengumpulan bukti-bukti yang terjadi dari hasil penjualan jasa asuransi memiliki hubungan antra kantor cabang dengan kantor pusat. Pengumpulan tersebut dilakukan secara desentralisasi, transaksi antara kantor cabang dengan kantor pusat dibukukan dalam perkiraan rekening koran, dimana semua kegiatan pada kantor-kantor cabang yang berupa transaksi dikirim ke kantor pusat beserta semua bukti pendukungnya secara berkala setiap periode akuntansi. Pembebanan
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
beban sedapat mungkin dihubungkan dengan pendapatan dan dilaporkan dalam periode diakuinya pendapatan, sedangkan beban sudah harus diakui pada saat terjadi meskipun belum belum dibayar tunai. Namun, untuk beban tertentu pelaporan dilakukan dalam periode terjadinya beban, karena beban tersebut dapat memberikan manfaat di masa mendatang.
Dalam pelaporan pendapatan periodik dan dalam upaya untuk membandingkan secara layak beban yang terjadi dan pendapatan periode berjalan, maka harus digunakan pertimbangan secara berlanjut sehingga dibutuhkan informasi terbaik dan bukti pendukung yang lengkap yang ada pada tanggal laporan. Apabila pencatatan jumlah pendapatan dilaporkan terlalu tinggi dan pencatatan beban terlalu rendah maka akan mengakibatkan laba yang terlalu tinggi. Sebaliknya pencatatan pendapatan yang terlalu rendah dan pencatatan beban yang terlalu tinggi akan mengakibatkan laba terlalu rendah. Jika jumlah pendapatan atau beban mengalami perubahan, maka perhitungan laba-rugi akan terpengaruh dan akan mempengaruhi kelangsungan aktivitas dalam laporan keuangan perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapat mengatakan bahwa penetapan pendapatan pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan dapat dikategorikan memenuhi syarat dan cukup baik, begitu pula mengenai pengeluaran yang ditetapkan sebagai beban pada saat dana dikeluarkan juga telah memenuhi syarat prosedur akuntansi dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku saat sekarang ini.
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang dilakukan pada pada bab sebelumnya, maka penulis dapat mengambil keputusan sesuai dengan penelitian pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan sebagai berikut :
1. Strukur organisasi yang ada pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan menurut penulis sudah dapat dikatakan memenuhi syarat untuk sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, karena antara pimpinan dengan bawahan sudah mengetahui kepada siapa dia harus memberikan perintah dan kepada siapa dia harus bertanggung jawab.
2. Sumber-sumber pendapatan pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan adalah berasal dari pendapatan premi, hasil investasi, hasil underwriting dan pendapatan lainnya di luar kegiatan utama perusahaan.
3. Penggunaan beban pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan terdiri dari beban operasional, beban administrasi dan umum, beban pemasaran, dan beban klaim.
4. PT. Asuransi Indo Trisaka Medan melakukan penetapan pendapatan pada saat terjadi yaitu sebelum penerimaan kas maupun sesudah penerimaan kas dilakukan. Sementara penetapan beban ditetapkan pada saat terjadi yaitu saat
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
adanya pengeluaran kas dalam hal pembayaran tunai untuk membebani kegiatan perusahaan itu.
5. Pengakuan pendapatan dan beban pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan menggunakan metode accrual basis yaitu pendapatan diakui berdasarkan kontrak efektif yang telah diperhitungkan sesuai masa manfaatnya. Dalam hal ini pengakuan pendapatan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. 6. Pengakuan beban pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan menggunakan
metode accural basis yaitu beban diakui berdasarkan kontrak efektif yang diperhitungkan sesuai dengan masa manfaatnya. Dalam hal ini telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
B. Saran
Di sini penulis akan memberikan saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengadakan perbaikan pada PT. Asuransi Indo Trisaka Medan sesuai dengan apa yang telah penulis uraikan dalam tugas akhir ini sebagai berikut :
1. Dewasa ini perkembangan dunia usaha terutama dalam perasuransian di Sumatera Utara pada khususnya telah mengalami tingkat perkembangan yang cukup pesat seiring kebutuhan konsumen akan jaminan hidup. Oleh karena itu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa asuransi harus menciptakan inovasi jasa yang lebih bermutu baik dibanding perusahaan sejenisnya untuk mendapatkan keuntungan (pendapatan) yang banyak. Dengan kata lain
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
pelayanan jasa asuransi harus sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan konsumen.
2. Dalam penetapan pendapatan dan beban harus diberikan pengawasan agar target yang diinginkan dapat tercapai.
3. Untuk pembebanan atau beban yang dikeluarkan perusahaan sudah dialokasikan dengan baik. Hanya perlu dilakukan bebarapa analisa dan evaluasi terhadap beban yang telah dikeluarkan agar dapat lebih menguntungkan perusahaan dengan kecil beban yang dikeluarkan.
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
DAFTAR PUSTAKA
Erlina, Srimulyani. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan
manajemen, Penerbit USU Press : Medan. 2007
Ikatan Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan No. 23. Salemba Empat: Jakarta. 2007
Hansen, Don R, Maryanna W, Mowen. Manajemen Biaya, Edisi 1. Terjemahan Benyamin Molan. Salemba Empat. Buku II : Jakarta. 2001
Kholmi, Masiyah, dan Yuningsih. Akuntansi Biaya. Jilid 1. Edisi 4. Penerbit UMM Pers.: Malang. 2004
Kieso, Donale, Jerry J, Weigandt dan Terry D, Warfield. Akuntansi Intermediate, Edisi Kesepuluh. Jilid Dua. Alih Bahasa : Gina Gania dan Ichsan Setiyo Budi. Penerbit Erlangga : Jakarta. 2002
Warren, Carl, S, Reeve, Philip, E, Fees, Prinsip-prinsip Akuntansi, Ahli Bahasa Alfonsus dan Helda Gunaawan, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2005
Warren, Carl S James M, Reeve and Philip E. Fees Skousen, 2005, Accounting, Edisi Ke-21, Cetakan Pertama, Diterjemahkan Oleh Palupi Wariati, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
Lampiran 1
STUKTUR ORGANISASI PT. ASURANSI INDO TRISAKA
MANAJER TEHNIK / KLAIM MANAJER PEMASARAN ACCOUNTING KLAIM TEHNIK MARKETING PIMPINAN MANAJER FINANCE MANAJER ACCOUNTING FINANCE MARKETING
Digdo Hakiki : Penetapan Pendapatan Dan Beban Menurut Standar, 2010.
PT. ASURANSI INDO TRISAKA CABANG MEDAN Laporan Laba Rugi
Periode yang berakhir 31 Juli 2008
Uraian Catt Tahun 2008
Pendapatan 13
Pendapatan Usaha 5,397,378,500.00
Beban Pokok Usaha 14
Harga Pokok Usaha 3,581,242,942.00
Jumlah Harga Pokok Penjualan 3,581,242,942.00
Laba Kotor 1,816,135,558.00
Biaya Umum & Administrasi 717,143,709.00
Total Biaya 15 717,143,709.00
Laba Operasional 1,098,991,849.00
Pendapatan / Biaya Lain-lain 16
Pendapatan Jasa Giro 557,921.87 Keuntungan Pengalihan Premi 15,399,412.00 Pengembalian Dana Koreksi Penerimaan Premi (41,780,792.00)
Jasa Giro (111,574.37)
Total Pendapatan / Biaya Lain Lain (25,935,032.50)