• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Mia Nur Alia (4311418028)

KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan salah satu mata kuliah yang sangat aku nantikan, mengapa demikian?, karena dengan KKN ini kita dapat menyalurkan ilmu yang kita punya kepada masyarakat dan menjadikan ilmu ini sebagai ilmu yang bermfanfaat. Perkenalkan, namaku Mia. Seorang mahasiswa kimia semester 7 dan seorang introvert yang masih sangat minim pengalaman dibidang “pengabdian”. Mendengar cerita menarik dari kakak tingkat seberapa menyenangkannya KKN membuat aku tidak sabar untuk melakukannya. Namun sangat disayangkan dikarnakan masih dalam massa pandemik COVID-19 ini KKN dilakukan secara daring, namun hal ini tidak menjadi batasan untuk pengabdian kepada masyarakat. KKN dimasa pandemik ini juga dilakukan dengan metode luring tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu kami juga ditugaskan KKN di desa tempat kami tinggal, aku sangat bimbang dan gelisah pada saat itu, karena jujur saja aku jarang sekali bersosialisasi dengan orang-orang disekitar rumahku, namun dengan adanya KKN BMC ini aku mulai belajar dan menyingkirkan rasa takut ku, memulai dengan perlahan keluar dari zona nyaman ku. “Oh iya apasih KKN BMC itu?” KKN BMC merupakan Kuliah Kerja Nyata Bersama Melawan Covid-19. Program-program kerja yang disusun memiliki tujuan mahasiswa memberikan solusi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakan di era pandemik Covid-19 dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

Mulai KKN pada tanggal 3 Agustus 2021 dilakukan penerjunan semua mahasiswa yang ikut serta dalam KKN BMC, hal tersebut menandakan bahwa kami memulai pengabdian kepada masyarakat. Aku melakukan program KKN BMC ini di desa tempat tinggalku yaitu Desa Wanasari Kabupaten Bekasi.

Diawali dengan melakukan diskusi bersama DPL terkait program-program

39

yang akan kami laksanakan. Program wajib yang harus kami lakukan yang pertama adalah UNNES Mengajar, dimana kami wajib memberikan pelajaran atau membantu siswa-siswi baik pelajar SD, SMP dan SMA. Aku melakukan program UNNES Mengajar ini dengan hati yang sangat senang, membimbing dan memberikan pemahaman mata pelajaran yang mereka belum pahami.

Aku bertanya kepada beberapa murid SMA ku, “bagaimana guru kalian mengajar di massa pandemik ini?”. Beberapa dari mereka mejawab, terkadang guru mereka melakukan pembelajaran menggunakan aplikasi Zoom, Youtube dan Google classroom. Namun beberpa dari mereka ada yang berkata bahwa beberapa matapelajaran hanya diberikan tugas tampa penjelasan. Aku sangat memahami bagaimana sulitnya mencerna pelajaran dengan metode pengajaran online, dengan program ini aku membantu mereka menuliskan ringkasan yang memudahkan mereka belajar dengan konsep-konsep dasar. Antusias pelajar ini membuatku senang, dan mereka pun memberikan kesan dan pesan kepadaku yang membuatku terharu “Sejak adanya grup belajar,tugas jadi terbantu,dan membuat saya mengerti, terimakasih juga telah mengajar dan membantu dengan tulus, semangat menjalani kuliahnyaa ya ka,semoga selalu di gampilkan semua apa yg kakak mau” ucap salah satu muridku. Meskipun program UNNES mengajar ini hanya dilakukan saat aku KKN yakni dalam 45 hari, namun aku tetap terbuka kepada mereka yang masih mau belajar dan bertanya terkait dengan matapelajaran yang belum mereka pahami, meskipun program UUNES mengajar ini telah selesai dilaksanakan.

Beralih ke program wajib lainnya yaitu Sosialisasi Pentingnya Program Vaksinasi. Vaksinasi dilakukan dengan beberapa tujuan diantaranya yaitu merancang system kekebalan tubuh, menurunkan angka penerima dan kematian akibat Covid-19, dan mengurangi penularan Covid-19. Dengan dilakukannya vaksin diharapkan masyarakat Indonesia khususnya warga desa wanasari terbebas dari virus Covid-19. Melihat pejuangan tenaga kesehatan yang berjuang membantu para pasien Covid-19 untuk sembuh, bahkan beberapa dari mereka gugur setelah menjalankan tugasnya. Sudah

40

seharusnya kami membantu para tenaga kesehatan salah satunya ialah dengan vaksin dan tetap mematuhu 5M. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak warga Desa Wanasari mengikuti program vaksinasi yang telah diselanggarakan oleh pemerintah. Sosialisasi berjalan dengan lancar warga sangat antusias dilihat dari respon yang diberikan, dan juga dalam grup Whatsapp warga Desa Wanasari saling berbagi informasi mengenai program vaksinasi, seperti informasi terkait penyelenggaraan vaksinasi di Desa Wanasari, gejala yang dialami setelah vaksin, sehingga beberapa warga yang belum melakukan vaksinasi tidak termakan rumor-rumor vaksinasi yang telah beredar luas. Sosialisasi rumah layak huni dan adaptasi kebiasaan baru juga aku lakukan dengan menggunakan metode daring, beberapa informasi aku berikan kepada warga Desa Wanasari, adaptasi kebiasaan baru sangatlah perlu diperhatikan dikarnakan dalam masa pandemik ini kegiatan banyak dilakukan secara daring, meskipun demikian kita masih harus tetap produktif dalam menjalani keseharian, dan tetap memperhatikan 5M. Dengan menterapkan kebiasaan baru selama masa pandemic Covid-19 diharapkan masyarakat memiliki kondisi tubuh yang sehat sehingga kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19 meningkat. Terputusnya rantai penyebaran virus Covid-19 merupakan harapan seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Bersama dengan menerapkan dan ikuti anjuran pemerintah untuk melawa Covid-19 harapan tersebut pasti akan cepat terealisasikan. Salah satu upaya dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru adalah aku membagikan masker kepada warga Desa Wanasari khususnya RT02/RW17 dan pedagang yang berdagang di lingkungan RT02/RW17 Desa Wanasari dengan harapan warga akan lebih terus memperhatikan penggunaan masker ketika berpergian keluar rumah.

Program kerja selanjutnya ialah sosialisasi pembuatan hansanitizer dan sosialisasi pelatihan bijak bermediasosial bagi remaja. Kami melakukan sosialisasi ini dengan senang hati, anak-anak remaja yang sangat antusias mendengarkan kami memberikan sosialisasi,dan respon baik yang mereka berikan, membuat lelah kami seketika menjadi hilang. Kedua sosialisasi ini

41

dilakukan secara luring dan tetap mematuhi protocol kesehatan. Sosialisasi ini memberikan pandang diriku terhadap pertumbuhan remaja yang sangat bergantung dengan media social. Bahkan saat kami akan melakukan sosialisasi semua darimereka menggenggam handphone, tidak aneh karna seiring berkembangnya teknologi handphone bukan lagi barang mewah tetapi telah masuk kebutuhan. Terlebih disaat masa pandemik ini komunikasi dilakukan dengan mengunakan handphone, saat sosialisasi aku bertanya kepada mereka “social media apa yang paling kalian sering gunakan?” beberapa dari mereka menjawab “instagram dan twitter”. Dari beberapa data yang telah kami telusuri remaja Indonesia banyak menggunakan media social yakni instagram, dan youtube, oleh karena itu kami memberikan sosialisasi pentingnya etika bermedia social, dengan tujuan remaja Indnesia khususnya warga Desa Wanasari tidak melakukan bullying dimedia social. Memposting hal-hal yang bermanfaat, serta memanfaatkan media social secara total, diantaranya ialah media social sebagai media promosi usaha.Generasi milenial sudah seharusnya terus peka terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat dan memanfaatkan teknologi tersebut secara maksimal.

KKN ini berdekatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia, dimana bulan ini warga Desa Wanasari sangat antusias mengibarkan bendera Indonesia di depan rumah dan sepanjang jalan. Tradisi ini dilakukan sudah lebih dari bertahun-tahun lamanya, kegiatan ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme bagi masyarakat Indonesia. Warga Desa Wanasari khususnya RT02 melakukan gotong royong membuat gapura yang bertemakan hari kemerdekaan, dan malam 17 agustus 2021 dilakukan syukuran makan-makan bersama, hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan antar warga dan kegiatan ini tetap memperhatikan protocol kesehatan.

Disinalah aku memaksimalkan bersosialisasi kepada tetangga-tetangga ku.

Banyak sekali pelajaran-pelajaran yang aku dapat dari cerita-cerita mereka, diantaranya ialah perjuangan teangga ku dimasa pandemik ini, dimana ia adalah seorang suster yang berkerja disalah satu rumah sakit yang menerima

42

pasien Covid-19, ia setiap hari merawat pasien Covid-19, dan menggunakan baju APD yang sangat panas. Pada suatu hari anak pertama beliau sedang mencari perkuliahan, tes masuk universitas yang meharuskan keluar rumah.

Tidak lama satu keluarga beliau terkena Covid-19, kedua anaknya dirawat di rumah sakit setempat, dan membuat keluarga beliau selama 2 minggu melakukan isolasi secara terpisah. Dikarnakan kondisi yang tidak memungkinkan anak pertama beliau membatalkan untuk ujian masuk universitas. Banyaknya pengorbanan seorang tenaga kesehatan seharusnya menyedarkan kita untuk lebih lagi dalam melindungi sesama, menjaga kesehta hal yang paling utama, dan tetapmenaati protocol kesehatan.

Banyak pelajaran selama pengabdian di desa sendiri, cerita-cerita dari warga setempat yang dapat dijadikan pelajara, membuatku lebih peka terhadap lingkungan. Program kerja sosialisasi bukan hanya untuk mengedukasi warga Desa Wanasari saja tetapi sosialisasi juga untuk mengedukasi diriku sendiri, dan membuatku mengevaluasi diriku, apakah aku sudah melakukan semua ini dan menjadikan diriku yang lebih baik.

Gotong royong, membantu sesame, saling berbagi, dan hidup rukun bertetangga merupakan hal yang sangat indah. Segala tantangan dimasa pandemic ini bukan menjadi penghalang untuk mengabdi kepada masyarakat, mengabdi di desa sendiri tidak semenegangkan apa yang aku pikirkan, melainkan sangat menyenangkan dan membuatku banyak bersyukur atas semua hal.

43

DUA ANAK BERSAHABAT IKUT OLIMPIADE DIMASA PANDEMI COVID-19