• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Kegiatan Pengusahaan

5.1.1 Pengadaan Bibit

Nursery yang terdapat di Estate Teso ini disebut Satelit Teso. Satelit Teso ini meiliki luas sebesar 5 Ha dimana jumlah produksi bibitnya adalah 869.493 bibit/bulan. Jenis tanaman yang dikembangkan pada tahun 2009 ini adalah Acacia mangium. Biasanya Satelit Teso ini juga mengembangkan bibit Eucalyptus dan Acacia crassicarva, namun sekarang ini bibit tersebut diperoleh dari Baserah Central Nursery (BCN).

Benih diperoleh dari Departemen R&D di Head Office (HO). Pengadaan bibit di Satelit Teso ini dilakukan dengan cara penanaman biji (direct seedling).

Benih Acacia mangium yang akan ditanam ini sebelumnya mengalami beberapa perlakuan, antara lain direndam dulu dalam air panas ±15 menit kemudian benih ini direndam dalam air dingin selama 12 jam. Setelah direndam, benih tersebut akan siap untuk ditanam di media tanam. Media yang digunakan adalah campuran serbuk kelapa (50%) dan tanah gambut (50%) yang biasanya disebut cocopeat.

Kegiatan direct seedling ini terdiri atas sterilisasi media, penanaman, dan pemeliharaan di seed area selama 12-14 hari, kemudian dikeluarkan ke open area sampai umur 10 minggu (siap tanam). Penyiraman dilakukan 2x sehari. Bibit mulai diberi pupuk pada saat berumur 21 hari sebanyak 3x seminggu. Kemudian, penjarangan mulai dilakukan ketika bibit berumur 6 minggu. Dari semua benih yang ditanam menjadi bibit, hanya 50% saja yang akan ditanam di HTI karena yang lainnya mati dan tidak layak untuk ditanam.

Pupuk yang digunakan untuk pembibitan ini adalah NPK Blue dan NPK mutiara. Hama tanaman yang sering dijumpai antara lain, ulat daun, kepik, tikus, dll. Cara pemberantasan hama ini dengan menggunakan pestisida yang disemprotkan 2x seminggu atau tergantung kondisi bibit tersebut. Bibit yang siap

untuk ditanam di HTI dimasukkan ke kardus atau wadah plastik. Kardus dapat memuat 100 bibit sedangkan wadah plastik hanya dapat memuat 50 bibit.

Tabel 6 Prestasi kerja kegiatan pengadaan bibit

Kegiatan Besar Prestasi kerja

(HOK/th) Tabung (kumpul dan susun dalam tray)

Buang media bekas

Transfer tube dan tray ke gudang produksi media Produksi media

Utility (bed maintenance, loading, unloading media bekas)

Prestasi kerja total kegiatan pengadaan bibit adalah 23711,76 HOK/th.

5.1.2 Penanaman

Komponen kegiatan utama yang dilakukan di penanaman antara lain, persiapan lahan (preplant sprying), penanaman bibit (planting) dan pemupukan, penyiangan tanaman yang telah mati/sisip (blanking), dan weeding chemical round 1-4 (pemeliharaan). Kegiatan penanaman di PT. RAPP ini merupakan kerjasama antara PT. RAPP dengan contractor.

Persiapan lahan (preplant sprying) merupakan kegiatan penebasan dan penyemprotan gulma yang dilakukan secara manual sebelum tanam. Kegiatan ini dilakukan ±2 minggu sebelum waktu penanaman. Hal ini dilakukan agar diperoleh kualitas lahan yang baik.

Kemudian dilakukan kegiatan penanaman (planting), yaitu menanam sebagian besar bibit Acacia mangium dan sisanya adalah bibit Eucalyptus. Ada beberapa jarak tanam yang digunakan di PT. RAPP ini yaitu 3m x 3m; 3m x 2,5m;

3m x 2m; 3m x 1,5m; dan 3m x 1m. jarak tanam yang sekarang digunakan untuk Acacia mangium adalah 3m x 2,5m. Ukuran lubang tanam adalah 20cm x 20 cm dengan kedalaman 20 cm untuk normal soil dan 30cm x 30cm dengan kedalaman 40cm untuk compact soil (tanah padat). Compact soil pada setiap kompartemen biasanya sebesar 8% dimana tanah ini akan membutuhkan pupuk yang lebih banyak dibandingkan dengan normal soil. Sistem penanaman menggunakan 15 orang, dimana pembagiannya 10 orang membuat lubang dan memberi pupuk, 2 orang operator sling, 2 orang untuk menanam dan 1 orang untuk distribusi bibit dan pupuk. Dalam kegiatan penanaman dibantu dengan pembuatan ajir (base line) dan menggunakan sling. Peralatan lain yang digunakan adalah dodos untuk membuat lubang tanam.

Setelah kegiatan penanaman akan dilakukan blanking (penyiangan tanaman yang sudah mati) tapi sebelumnya dilakukan dahulu weeding chemical round 1 yaitu untuk memberantas gulma di sekitar tanaman akasia. Weeding chemical round 1 dan blanking ini sama-sama dilakukan 1 bulan setelah tanam.

Tabel 7 Prestasi kerja kegiatan penanaman

Kegiatan Besar Prestasi Kerja

(HOK/Ha) Sourvey boundary

Pre plant spraying Operator sling/ajir

Pembuatan lubang dan pemupukan (Planting) Distribusi bibit dan pupuk

Total prestasi kerja untuk kegiatan penanaman adalah 17,55 HOK/Ha.

5.1.3 Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dilakukan pada HTI PT. RAPP merupakan pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman (weeding chemical round 1) dilakukan pada saat 1 bulan setelah tanam. Weeding chemical untuk akasia dilakukan mulai round 1-4 sedangkan untuk eucalyptus dilakukan mulai dari round 1-7 kecuali pada kondisi tertentu. Weeding chemical round 2 dilakukan 3 bulan setelah tanam, Weeding chemical round 3 dilakukan 6 bulan setelah tanam, dan Weeding chemical round 4 dilakukan 10 bulan setelah tanam. Setelah Weeding chemical round 3 & Weeding chemical round 4 dilakukan PQA (Plantation Quality Assesment) kemudian dilakukan singling (pemotongan cabang yang bukan batang utama) dimana kegiatan ini dilakukan ketika tanaman mencapai tinggi 1,5m - 2,5m.

Berdasarkan SMU (Soil Managemen Unit) pupuk yang digunakan pada kegiatan penanaman adalah TSP (Triple Sulfur Phospate), MOP/KCL (Muriate of Phospate), dan ZA (Zwavelzure Amoniak). Pupuk MOP dan ZA dicampur dan ditaburkan di samping tanaman, sedangkan pupuk TSP diaduk dengan tanah yang digunakan sebagai media tanam.

Tabel 8 Prestasi kerja kegiatan pemeliharaan

Kegiatan Besar Prestasi Kerja

(HOK/Ha) Weeding chemical round 1

Weeding chemical round 2 Weeding chemical round 3

PQA 1 (Plantation Quality Assesment) Weeding chemical round 4

PQA 2 (Plantation Quality Assesment) Singling

2,75 2,75 2,50 7,00 2,50 7,00 1,50

Total 26,00

Total prestasi kerja untuk kegiatan pemeliharaan adalah 26,00 HOK/Ha.

5.1.4 Perlindungan Hutan

Luas areal tanaman yang dilindungi sampai pada tahun 2009 di sektor Tesso adalah 7.694 Ha. Kegiatan yang paling diutamakan pada perlindungan hutan adalah pencegahan kebakaran hutan. Pencegahan kebakaran yang dilakukan bersifat preventif yaitu dengan cara sosialisasi kepada masyarakat dan patroli. Ada beberapa lokasi yang menjadi tanggung jawab sektor Tesso antara lain, areal yang ada tanaman (HTI/akasia); areal non tanaman (jalan sarad); areal masyarakat (konsesi); areal masyarakat di luar konsesi; dan areal konservasi termasuk hutan alam. Adanya kawasan konservasi juga merupakan salah satu dari kegiatan perlindungan hutan, tetapi pada areal konservasi ini tidak diperlukan adanya tenaga kerja. Berikut adalah besar prestasi kerja perlindungan hutan.

Tabel 9 Prestasi kerja kegiatan perlindungan hutan

Kegiatan Besar Prestasi Kerja

(HOK/Ha) Pencegahan kebakaran dan hama

penyakit

Pemeliharaan hutan lindung

1,00

0,10

Total 1,10

Kegiatan yang dilakukan untuk perlindungan hutan di sektor Tesso adalah pencegahan kebakaran dan hama penyakit serta pemeliharaan hutan lindung. Total prestasi kerja kegiatan perlindungan hutan adalah 1,10 HOK/Ha.

Dokumen terkait