V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Identitas Responden
5.1.5. Pengalaman Berusahatani
Pengalaman berusahatani antar responden berbeda-beda tergantung lamanya petani mengelolah atau bekerja pada usahataninya. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki oleh petani maka semakin tinggi rasa tanggung jawab terhadap usahataninya terutama dalam pengambilan keputusan tersebut. Untuk melihat pengalaman berusahatani responden dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Identitas Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Berusahatani di Desa Tanete Kecamatan tompobulu Kabupaten Gowa
No Pengalaman Berusaha Tani Jumlah Responden (Orang) Presentase % 1. 2. 3. 14-17 18-21 >22 6 10 9 24 40 36 Jumlah 25 100
Sumber: Data primer setelah diolah, 2015.
Tabel 6 menunjukkan bahwa tingkat pengalaman berusahatani petani dibagi menjadi tiga yaitu 14-17, 18-21, >22 tahun. Pengalaman berusahatani yang dimiliki oleh petani atau responden adalah 14-17 tahun yaitu sebanyak 6 orang dengan presentase 24% 18-21 tahun sebanyak 10 orang dengan presentase 40%, dan >22 tahun sebanyak 9 orang dengan presentase 36%. Jadi dapat diartikan bahwa pengalaman berusahatani responden di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa cukup lama.
5.2. Pengadaan Bibit Padi 5.2.1. Perencanaan
Dari hasil pengolahan data yang menyangkut partisipasi anggota kelompok tani Tanaman Padi dalam program penyuluhan pertanian di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. Khususnya di bidang perencanaan pengadaan bibit padi menunjukkan tingkat partisipasi perencanaan pengadaan bibit padi untuk mengetahui distribusi petani dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 7. Partisipasi perencanaan kegiatan pegadaan bibit padi dalam program penyuluhan di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa N0 Perencanaan Responden (Orang) Skor Kategori
1. 2. Merencanakan kegiatan Mengikuti program penyuluhan 15 10 45 20 Tinggi Sedang Jumlah 25 65 Rata-rata 2.6
Sumber Data: Data primer setelah diolah, 2015
Dapat lihat pada Tabel 7 sebagian besar yaitu 15 orang responden mengatakan partisipasi anggota kelompok tani dalam perencanaan kegiatan pegadaan bibit padi termasuk (tinggi) sedangkan keikutsertaan anggota kelompok tani (rendah) yaitu 10 orang responden. Dengan memiliki partisipasi yang tinggi diharapkan partisipasi yang baik dari program penyuluhan pertanian dalam pengembangan usaha tanaman padi semestinya akan tercapai. Rataan pencapaian skor partiipasi anggota kelompok tani dalam mengikuti program penyuluhan mengenai dalam usaha pengadaan bibit padi 2.6 dari skor maksimal 3,00 (termasuk dalam kategori tinggi). Dengan memiliki partisipasi yang tinggi diharapkan program penyuluhan berjalan lancar dari penyuluh pertanian dalam pengembangan usaha pertanian
liv
5.2.2. Peleksanaan
Bentuk pelaksanaan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam program penyuluhan di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. Dan indikator yang dinilai adalah bagaimana tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan dalam melakukan pelaksanaan kegiatan kelompok tani dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 8. Partisipasi pelaksanaan dalam program penyuluhan pertanian di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa
N0 Pelaksanaan Responden (Orang) Skor Kategori 1. 2. Melakukan secara bersama Mengikuti program penyuluhan 13 12 39 24 Tinggi Sedang Jumlah 25 63 Rata-rata 5.52
Sumber Data: Data primer setelah diolah, 2015
Dapat lihat pada Tabel 9 sebagian besar yaitu 13 orang responden mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan kelompok tani (tinggi) hal ini disebabkan karena banyaknya teknik penyampaian program penyuluhan di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa, sedang sisanya di katakan penyuluh pertanian (rendah). 12 orang responden Dengan memiliki partisipasi yang tinggi diharapkan anggota kelompok tani dapat memetik hasil yang berikan oleh penyuluh pertanian dalam pengembangan usaha pelaksanaan kegiatan kelompok tani. Rata-rata pencapaian skor partisipasi pelaksanaan kegiatan kelompok tani di bidang pertanian adalah 2,52 dari skor maksimal 3,00 (termasuk dalam kategori tinggi). Dengan demikian partisipasi yang tinggi diharapkan program penyuluhan pertanian dapat berjalan lancar dengan baik dari anggota kelompok tani dalam pengembangan usaha
pertanian. Program inilah bertujuan melatih dan membinah kelompok tani agar melakukan pelaksanaan sesuai dengan itenfikasi biaya tenaga dan teknis. Agar petani lebih memahami perlu adanya penghematan dalam berusahataninya.
5.2.3. Pemanfaatan
Pemanfaatan merupakan perolehan atau pemakaian untuk memanfaatkan menggunakan bibit unggul padi dalam program penyuluhan jadi, untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan dalam pemanfaatan penggunaan bibit unggul padi dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 10. Partisipasi pemanfaatan menggunakan bibit unggul padi dalam program penyuluhan pertanian di Desa tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa
N0 Pemanfaatan Responden (Orang) Skor Kategori 1. 2. 3. Menggunakan bibit unggul Jarang menggunakan Tidak pernah 12 11 2 36 22 2 Tinggi Sedang Rendah Jumlah 25 62 Rata-rata 2.4
Sumber Data: Data primer setelah diolah, 2015
Dapat lihat pada Tabel 10 sebagian besar yaitu 12 orang responden mengatakan bahwa partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan pemanfaatan penggunaan bibit unggul padi (tinggi) hal ini disebabkan oleh dalam satu Desa binaan adanya responden yang berhasil meningkatkan hasil pemanfaatan penggunaan pupuk kompos di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa, sedangkan 11 orang responden mengatakan penyuluh pertanian (sedang) dan sisanya lagi (rendah) yaitu 2 hal ini, disebabkan tidak meratanya dorongan partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan pertanian. Dengan memiliki
lvi
partisipasi yang (tinggi) diharapkan partisipasi anggota kelompok tani yang baik dari penyuluh pertanian dalam pengembangan usaha penggunaan bibit unggul padi adalah 2,4 dari skor maksimal 3,00 (termasuk dalam kategori tinggi.
5.2.4. Pembuatan pupuk kompos 5.2.5. Perencanaan
Pengenalan masalah teknologi dalam usaha perencanaan dalam pembuatan pupuk kompos merupakan salah satu tujuan program penyuluhan di Desa Tanete agar petani dilatih untuk pemanfaatan lingkungan dan limbah yang ada di lingkungan yang artinya petani tidak bergantung terhadap pupuk-pupuk kimia. Untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan perencanaan pembuatan pupuk kompos dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 11. Partisipasi dalam usaha perencanaan pembuatan pupuk kompos di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa
N0 Perencanaan Responden (Orang) Skor Kategori 1.
2.
Melakukan perencanaan Aktif mengajukan usul
20 5 60 10 Tinggi Sedang Jumlah 25 70 Rata-rata 2.8
Sumber Data: Data primer setelah diolah, 2015
Dapat di lihat pada Tabel 11 sebagian besar yaitu 20 orang responden mengatakan partisipasi perencanaan pembuatan pupuk kompos (tinggi) hal ini di sebabkan karena meratanya tingkat partisipasi aggota kelompok tani dalam program penyuluhan di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. Sedangkan sisanya mengatakan partisipasi anggota kelompok tani dalam perencanaan pembuatan pupuk kompos (sedang) yaitu 5 orang responden hal ini, disebabkan
tidak meratanya partisipasi anggota kelompok tani dalam perencanaan pembuatan pupuk kompos. Rata-rata pencapaian skor mengenai pengembangan pembuatan pupuk kompos di bidang pertanian adalah 2,8 dari skor maksimal 3,00 (termasuk dalam kategori tinggi). Dengan memiliki partisipasi yang tinggi di harapkan anggota kelompok tani untuk meningkatkan kejenjang lebih tinggi lagi dalam program penyuluhan pertanian untuk pengembangan usaha pertanian.
5.2.6. Pelaksanaan
Pelaksanaan bertujuan mengembangkan minat petani dalam menggunakan pupuk kompos dengan tujuan menigkatkan hasil pertanian yang ada di Desa Tanete.Untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelomok tani dalam program penyuluhan pelaksanaan menggunakan pupuk kompos di lihat pada Tabel berikut:
Tabel 12. Partisipasi dalam pelaksanaan menggunakan pupuk kompos di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa
N0 Pelaksanaan Responden (Orang) Skor Kategori 1.
2.
Melaksanakan pelatihan Tidak sering mengikuti pelatiahan 12 13 36 26 Tinggi Sedang Jumlah 25 62 Rata-rata 2.48
Sumber Data: Data primer setelah diolah, 2015
Dapat di lihat pada Tabel 12 yaitu 12 orang responden mengatakan partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan pelaksanaan menggunakan pupuk kompos (tinggi) hal ini disebabkan partisipasi yang di berikan kepada anggota kelompok tani dapat bekerja sama dengan baik di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. Sedangkan sisanya mengatakan partisipasi anggota
lviii
kelompok tani dalam pelaksanaan menggunakan pupuk kompos (sedang) yaitu 13 orang responden dengan Hal ini disebabkan masih kurangnya partisipasi dalam penggunaan pembuatan kompos jadi yang tinggi diharapkan anggota kelompok tani dalam program penyuluhan pertanian untuk pengembangan usaha pelaksanaan penggunaan pembuatan pupuk kompos, rata-rata pencapaian. Skor dalam pelaksanaan pembuatan pupuk kompos mengenai pengembangan usaha pupuk kompos adalah 2,48 dari skor maksimal 3,00 (termasuk dalam kategori tinggi.
5.2.7. Pemanfaatan
Pemanfaatan menggunakan pupuk kompos dalam program penyuluhan untuk memberikan motivasi petani dengan tujuan meningkatkan hasil produksi petani utamanya dibidang pertanian, untuk mengetahui partisipasi anggota kelompok tani dalam memanfaatkan penggunaan pupuk kompos dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 12. Partisipasi dalam memanfaatkan menggunakan pupuk kompos program penyuluhan di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. N0 Pemanfaatan Responden (Orang) Skor Kategori 1. 2. Menggunakan kompos Mengalami kesulitan 8 17 27 32 Tinggi Sedang Jumlah 25 59 Rata-rata 2.36
Sumber Data: Data primer setelah diolah, 2015
Dapat lihat pada Tabel 12 yaitu 8 responden mengatakan partisipasi dalam memanfaatkan menggunakan pupuk kompos (tinggi) hal ini menunjukkan masih adanya kerja sama anggota kelompok tani dalam menjalankan program penyuluhan. Diharapkan yang memiliki partisipasi dalam memanfaatkan menggunakan pupuk kompos dapat tercapai seperti yang diinginkan (sedang) yaitu 17 responden hal ini
disebabkan masih kurangnya partisipasi program penyuluhan dalam memanfaatkan menggunakan pupuk kompos.
Hal ini bertujuan untuk bekerja sama aparatur Desa dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhan. Dimana upaya ini adalah supaya adanya kerja sama antara Desa dan aparatur PPL dalam menyusun program penyuluhan yang nantinya sebagai bahan acuan untuk menjalankan program penyuluhan untuk mengembangkan dan meninjau persoalan-persoalan yang dihadapi oleh kelompok tani yang ada di Desa Tanete Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. Program penyuluhan ini bertujuan untuk melatih para petani untuk menggunakan penggunaan pupuk kompos dan pengadaan bibit padi sesuai dengan anjuran serta memperkenalkan cara penerapan teknologi oleh petani untuk diterapkan. Program penyuluhan ini merupakan ajang untuk menilai kemajuan untuk menilaian kemajuan tiap-tiap kelompok tani yang telah mengikuti kegiatan pembinaan dan sebelum pembinaan dan salah satu harapan adalah untuk meningkatkan kelas kelompok ini untuk kejenjang kelas kelompok tani yang lebih tinggi lagi.
lx