• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Identitas Responden

5.1.4. Pengalaman Berusahatani

Pengalaman dalam berusahatani erat kaitannya dengan tingkat keterampilan seorang petani dalam berusaha karena biasanya petani yang berpengalaman ditunjang oleh pendidikan yang cukup akan lebih terampil dalam mengelola usahataninya.

Pengalaman berusahatani responden didaerah penelitian berkisar antara 2 – 35 tahun yang nampak jelas pengalaman berushatani responden dilihat pada Tabel 8 .

Tabel 8. Klasifikasi Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Berusahatani di Desa Kampala Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto

No. Pengalaman Usahatani

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2016

Tabel 8 menunjukkan bahwa jumlah responden yang terbanyak adalah jumlah pengalaman usahatani 14 – 35 tahun sebanyak 17 jiwa dan yang paling sedikit adalah jumlah pengalaman usahatani antara 2 – 7 yaitu sebanyak 7 jiwa .Hal ini berarti bahwa pada umumnya responden sudah berpengalaman dalam berusahatani.

35 5.2. Keadaan Infrastruktur Desa Kampala Kecamatan Arungkeke

Kabupaten Jeneponto

Konsep dasar program peningkatan infrastruktur pedesaan adalah program yang ditjukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarat desa melalui perbaikan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur pedesaan. Desa kampala merupakan desa yang terpilih sebagai desa yang mendapatkan program peningkatan infrastruktur pedesaan. Adapun program perbaikan infrastruktur yang ada di desa kampala kecamatan arungkeke kabupaten jeneponto terdiri dari : a. Jalan Desa

Jalan Desa merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan atau antar pemukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

Infrastruktur yang dibangun di desa kampala berupa jalan desa utama sepanjang 14 kilo meter, jalan tani sepanjang 3 kilo meter, serta irigasi.

Infrastruktur itu bertujuan untuk mendukung kegiatan usahatani, perekonomian dan kegiatan sosial. keberadaan jalan tersebut menghubungkan antara desa kampala dengan desa bulo-bulo. keberadaan infrastruktur tersebut sangat membantu kegiatan masyarakat baik dalam kegiatan perekonomian maupun kegiatan sosial.

Jalan merupakan sarana transportasi yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat karena berperan dalam seluruh kegiatan masyarakat baik kegiatan perekonomian, pertanian ataupun kegiatan sosial.

Infrastruktur jalan yang ada di Kecamatan Arungkeke terdiri dari jalan tani dan jalan desa. Jalan desa sepanjang 14 kilo meter, kondisi jalan yang ada 10 kilo meter jalan aspal yang biasanya di jadikan sebagai jalan penghubung anatar

36 kecamatan, sedangkan untuk jalan penghubung antar desa sebanyak 4 kilo meter.

Infrastruktur jalan yang ada belum cukup memadai dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi, masih banyaknya jalan-jalan antar desa yang rusak masyarakat merasa cukup menghambat kegiatan masyarakat baik dalam kegiatan perekonomian terutama dalam kegiatan pertanian. Adanya program-program pemerintah terkait dengan penyediaan infrastruktur khususnya di wilayah perdesaan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan aksebilitas sarana sosial dapat berjalan dengan lancar dan secara tidak langsung telah meningkatkan kegiatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Keadaan jalan desa di Desa Kampala sebelum adanya program infrastruktur pedesaan sangat memperhatinkan kaerna banyaknya jalan-jalan yang berlubang sehingga sangat menghambat sarana transportasi dalam kegiatan perekonomian dan kegiatan pertanian. Dengan adanya program infrastruktur pedesaan jalan desa yang ada di Desa Kampala mendapat pengaspalan jalan sehingga sarana transportasi dapat berjalan dengan lancar.

Manfaat di bangunnya jalan desa untuk masyarakat pedesaan antara lain : 1. Memperlancar hubungan dan komunikasi dengan tempat lain.

2. Mempermudah pengiriman sarana produksi ke desa.

3. Mempermudah hasil pengiriman produksi ke pasar, baik yang di desa maupun di luar.

4. Meningkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk kesehatan, pendidikan dan penyuluhan.

37 b. Jalan Tani

Jalan tani merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian yang ada di Desa Kampala Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto.

Jalan tani yang ada di Desa Kampala sebelum adanya Program Peningkatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP), sangat tidak memadai dan banyak masyarakat petani merasa resah karena pada saat musim tanam tiba petani hanya melewati pematang sawah yang sangat sempit sehingga merasa menghambat kegiatan mereka. Dan pada saat musim panen masyarakat petani merasa terlalu lama dalam melakukan pengangkutan gabah karena tidak adanya jalan tani yang bisa dilewati oleh transportasi sehingga masyarakat petani di Desa Kampala hanya menggunakan tenaga kuda untuk mengangkut hasil panen tersebut.

Dengan adanya Program Peningkatan Infrastruktur (PPIP) ini akan sangat membantu masyarakat petani yang ada di Desa Kampala, sehingga keadaan setelah adanya peningkatan infrastruktur jalan tani di Desa Kampala masyarakat petani merasa program ini sangat membantu dalam melekukan kegiatan pertanian, dengan jalan tani ini maka petani sangat mudah dalam melakukan pengangkutan hasil pertanian pada saat musim panen tiba, karena adanya jalan tani sehingga hasil panen mereka bisa diangkut dengan sarana transportasi seperti mobil, dan juga motor sehingga lebih mudah dan cepat.

38 c. Irigasi

Irigasi merupakan suatu sistem untuk mengaliri suatu lahan dengan cara membendung sumber air penyediaan air jadi skala prioritas di Desa Kampala.

Pembangunan jaringan saluran irigasinya belum memadai. Masyarakat petani yang ada di Desa Kampala sangat menginginkan adanya perbaikan ataupun pembangunan irigasi namun, untuk tahun ini desa Kampala tidak mendapatkan perbaikan saluran irigasi sehingga banyak masyarakat merasa resah karena saluran irigasi yang sekarang ini sudah tidak sangat memadai. Petani yang ada di Desa Kampala sudah tidak terlalu mengandalakan air irigasi. Karena banyaknya saluran irigasi yang bocor bahkan sudah rusak parah yang tidak pernah di perbaiki sehingga masyarakat tidak terlalu mengandalkannya, sekarang ini masyarakat hanya mengandalkan air hujan dan air sumur, namun petani yang memakai air sumur hanya petani yang memiliki lahan yang berdekatan dengan perkebunan.

5.3 Respon Petani terhadap Program Peningkatan Infrastruktur Pedesaan di

Dokumen terkait