• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3 Hasil Penelitian

4.3.1 Pengambilan keputsan kepala sekolah

Dalam mengambil sebuah ketetapan pada suatu keputusan ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan pertama adalah mengenai strategi maupun kebijakan sekolah, kedua dalam pengambilan keputusan kepala sekolah perlu mempertimbangkan secara mendalam, membutuhkan sebuah ketelitian dan kecermatan dalam mengatasi sebuah konflik disekolah. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah bertujuan untuk dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara ataupun teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya terlebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada, kewenangan yang dimiliki dalam tugas pokoknya, yaitu keterampilan mengajar. Perwujudan kemampuan tersebut adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai hasil belajar (Yuliandri dan Kristiawan,2017).

Kepala sekolah SD Nurul Khoir Jambi dalam mengambil sebuah keputusan yang dilakukan terlebih dahulu kepala sekolah melihat serta mempertimbangkan apa yang terjadi sebelum membuat keputusan seperti bagaimana permasalahannya, siapa yang terlibat hingga manfaat serta dampak dari keputusan yang diambil. Dalam pengambilan keputusan tentunya selalu dirapatkan agar keputusan yang ditetapkan dapat berjalan dengan maksimal dan tidak memberikan dampak negatif untuk sekolah kedepannya.

Menurut wawancara dengan kepala sekolah SD Nurul Khoir Jambi, mengatakan:

“ya.. kalau dalam pengambilan keputusan selalu dirapatkan secara bersama-sama dengan semua pihak yang ada disekolah yaitu guru dan staf TU serta juga kita sering rapat melibatkan komite sekolah juga, agar tidak memberikan masalah atau dampak untuk sekolah kedepannya dan keputusan yang diambil dapat berjalan dengan maksimal, keputusan itu sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam kegiatan atau proses KBM yang akan dijalankan nantinya yaa…sebagai kepala sekolah saya harus mengetahui bagaimana kondisi kemarin hari ini dan apa yang akan dilakukan besok.” (Wawancara dengan partisipan 1)

Hasil dari wawancara diatas menunjukkan bahwah kepala sekolah menyelesaikan suatu masalah dengan cara ataupun teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Hal ini ditunjukkan bahwah kepala sekolah melibatkan semua guru dan staf, dan komite sekolah juga jika itu diperlukan pendapat atau masukan dari banyak pihak.

“Ada dua hal penting yang dilakukan menyangkut kegiatan umum proses KBM itu selalu dibawa rapat terlebih dahulu, kecuali ada hal-hal yang urgen yang dari dinas langsung diambil keputusan dengan mengadakan rapat internal saja dengan wakil kurikulum, wakil kesiswaan dan sapras.

Dalam membuat suatu keputusan biasanya langkah yang diambil agar guru dan staf ikut serta diumumkan terlebih dahulu bahwa besok ada pertemuan atau rapat misalnya terkait dengan perkembangan siswa, maupun pelaksaanan ujian ataupun ada permasalahan yang terjadi. Tetapi disini ada rapat rutin yang dilaksanakan setiap bulanya yang dilakukan.

Nah rapat tersebut dipakai untuk saya menampung keluh kesah guru maupun staf serta melihat perkembangan kinerja dari semua pihakdan mencari solusinya.”

Hasil dari wawancara diatas menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan fungsi nya sebagai seorang pemimpin dan juga sebagai supervisor, hal ini dibuktikan dengan rutinitas kepala sekolah yang bukan hanya memantau guru tetapi juga mengoreksi serta mencari solusi jika ada permasalahan yang dialami guru. Sehingga kedepannya guru diharapkan dapat menjalankan proses KBM dengan baik dan staf dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan tupoksi yang sudah ditetapkan. Selanjutnya kepala sekolah memiliki gaya konseptual dalam membuat suatu keputusan, hal tersebut terlihat pada hasil wawancara bahwa kepala sekolah selalu melibatkan rekan-rekannya dalam membuat suatu keputusan meskipun dalam hal yang urgen dan keputusan diambil tidak perna secara sepihak saja selalu melibatkan wakil kurikulum, wakil kesiswaan dan wakil sarana dan prasarana. Dalam memecahkan masalah kepala sekolah berpandangan luas dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan dimasa mendatang. Kepala sekolah suka membahas sesuatu dengan wakil kurikulum maupun wakil kesiswaan untuk mendapat sejumlah informasi. Pembuatan keputusan konseptual, juga berani mengambil resiko dan cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah.

Selanjutnya wawancara dengan wakil kurikulum SD Nurul Khoir Jambi, menyatakan:

“Kebijakan yang ada tetap berada dikewenangan kepsek, karna sekolah ini bernaung di yayasan maka semua keputusan tetap dalam pengawasan yayasan, dalam prosesnya keputusan yang diambil disini selalu dimusyawarahkan secara bersama-sama baik guru, staf dan wakil kesiswaan, kurikulum, maupun wakil sarana dan prasarana, yaa intinya semua diikutsertakan”(wawancara dengan partisipan 2)

Hasil dari wawancara diatas menunjukkan bahwa kepala sekolah dalam membuat suatu keputusan selalu melibatkan semua warga sekolah.

Tujuan dari pengambilan keputusan diperhitungkan serta dipertimbangkan dampak internal dan eksternal sekolah, namun keputusan yang diambil oleh kepala sekolah selalu berada dalam pengawasan Yayasan karna SD Nurul Khoir merupakan sekolah swasta yang bernaung di bawah Yayasan.

Ditambah dengan pernyataan Guru SD Nurul Khoir yang mengajar lebih dari 10 tahun, mengatakan:

“yaa pengambilan keputusan itu selalu kita musyawarahkan atau rapat agar program sekolah dapat berjalan dengan baik, pertama melihat suatu permasalahannya serta yang terlibat didalamnya. InsyaAllah keputusan yang diambil oleh kepala sekolah sudah sesuai dengan peraturan yang ada disini. Dengan begitu mempermudah kepala sekolah untuk mengambil sebuah langkah dan menganalisanya, guru disini seperti yang mbak ketahui selalu diikut sertakan dalam setiap musyawarah atau rapat sehingga program kerja sekolah semua guru dan staf mengetahui program kerja tersebut. Yaa keptusan itu sangat penting ya karna untuk menjalankan program-program sekolah yang telah direncanakan agar sekolah lebih maju sesuai dengan visi dan misi sekolah ini”. (Wawancara dengan partisipan 5)

Hasil dari wawancara diatas menunjukan bahwah kepala sekolah selalu mengikut sertakan guru dan staf dalam setiap musyawarah atau rapat tujuannya yaitu agar program sekolah berjalan dengan baik, dan mengetahui apa saja program sekolah yang telah direncanakan agar sekolah lebih maju sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.

Sedangkan hasil wawancara bersama wakil kesiswaan SD Nurul Khoir Jambi, menyatakan:

“iya dikut sertakan dan dimusyawarakan secara bersama, tetapi dalam pengambilan keputusan jika belum mendapat solusi dan alternatif langkah yang saya lakukan dalam membantu kepala sekolah yaitu berusyawarah kembali bersama para guru beserta staf tata usaha untuk

mendapatkan sebuah solusi dari permasalahan tersebut”. (Wawancara bersama partisipan 3)

Hasil dari wawancara diatas menunjukkan bahwah dalam membuat suatu keputusan kepala sekolah selalu melakukan musyawara dan melibatkan guru maupun staf tata usaha. Hal ini dibuktikan dari pernyatan wakil kesiswaan, sedangkan jika belum mendapat suatu solusi para guru dan staf maupun wakil kepala sekolah bermusyawara kembali unuk mencar sebuah alternatif maupun solusi atas permasalahan yang ada.

Berdasarkan hasil observasi peneliti menemukan bahwah dalam membuat suatu keputusan kepala skolah selalu mengikut sertakan guru dan staf sehingga keputusan yang diambil berjalan dengan baik dan kondusif antara seluruh elemen sekolah. Hal ini juga di dukung oleh peran serta fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin selalu bersikap peduli, humoris dan mengayomi seluruh elemen sekolah. Hal ini menyebabkan program-program sekolah yang akan dijalankan berjalan dengan baik, kepala sekolah dan seluruh elemen sekolah tampak seperti keluarga karena setiap harinya bekerja sama.

Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan bahwah dapat disimpulkan kepala sekolah dalam mengambil suatu keputusan dimusyawarahkan bersama serta berkoordinasi secara bersama-sama dengan staf dan guru-guru maupun yang terlibat didalam kepentingan sekolah, selalu memantau dan mengarahkan langsung pekerjaan ataupun program yang akan dijalankan sekolah.

4.3.2 Kepala sekolah memberikan perhatian terhadap guru dan staf dalam

Dokumen terkait