HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Pengaruh Arang Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kailan a. Tinggi Batang
47
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN STS Jambi
BAB IV
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
0 2 4 6 8 10 12 14 16
K0 (Kontrol)
K1 (10 gr) K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr)
ulangan 1 ulangan 2 ulangan 3 ulangan 4
Rata - rata Tinggi Tanaman kailan (cm)
K1 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 10 gram K2 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 15 gram K3 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 20 gram K4 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 25 gram
Berdasarkan tabel 4.1 maka dapat dijelaskan bahwa perlakuan penggunaan arang sekam padi dapat mempengaruhi tinggi tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada pemberian 0 gr diperoleh rata-rata 11,25, pada penambahan arang sekam padi 10 gr diperoleh rata-rata 14,125 pada penambahan arang sekam padi 15 gr diperoleh rata-rata 6.875, pada penambahan arang sekam padi 20 gr diperoleh rata-rata 5,55, pada penambahan arang sekam padi 25 gr diperoleh rata-rata 4,375.
Distribusi hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagai berikut.
Gambar 4.1 Grafik rata-rata tinggi tanaman kailan
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pada penambahan arang sekam padi tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) peningkatan tinggi tanaman yang pada penambahan arang sekam padi K2 (10 gr) pada ulangan ke 2 peningkatan yang signifikan yaitu sampai 15 cm dari keseluruhan pengurangan.
Hasil analisis data berdasarkan uji ANOVA pada tinggi tanaman kailan
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Data hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ANOVA. Hasil analisis dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 4.2.
Hasil Analisis Tinggi Tanaman Baby Kailan Selama 30 Hari Pengamatan.
SK Db JK KT FHitung FTabel
5%
Perlakuan 4 2157,35 431,47
3,39 3,06
Galat 15 -1.906,2 127,8
Total 19 - - -
-Keterangan:
SK : Sumber Keragaman DB : Derajat Bebas JK : Jumlah Kuadrat KT : Kuadrat Tengah
Berdasarkan hasil analisis variansi diperoleh nilai F Hitung > F Tabel pada taraf 5% yaitu 3,39 > 3,06. Ini berarti ada pengaruh pemberian arang sekam padi dengan konsentrasi yang berbeda terhadap tinggi kailan.
Hasil analisis perhitungan statistik diperoleh bahwa pemberian arang sekam padi sebanyak 10 gr menunjukkan perlakuan terbaik diantara perlakuan lainnya dan tanpa perlakuan (kontrol). Hal ini diduga batas konsentrasi arang sekam padi adalah 10 gr (K1). Setelah dianalisis menggunakan ANOVA diketahui terdapat pengaruh atau mengalami peningkatan yang signifikan terhadap tinggi tanaman baby kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) ini berarti Ha diterima Ho ditolak, maka analisis dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%.
Tabel 4.3
Hasil Uji BNT Tinggi Tanaman Baby Kailan Selama 30 Hari Pengamatan
Perlakuan Nilai Notasi
K0 17,1 a
K1 20 d
K2 12,7 b
K3 11,45 b
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
K4 10,27 bc
Pada perhitungan uji BNT pada taraf 5% perlakuan K0 (Kontrol), K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap tinggi batang kailan karena notasi pada perlakuan K0. K2. K3. dan K4 masih menunjukkan notasi yang tidak berbeda jauh. Namun berbeda nyata pada perlakuan K1 (10 gr). Karena pada perlakuan K1 notasi berbeda jauh dengan perlakuan lainnya dalam artian terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan K1 dengan perlakuan lainnya.
b. Jumlah Daun
Berdasarkan hasil pengamatan rataan pertumbuhan jumlah daun tanaman baby kailan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4.
Jumlah Daun Tanaman baby kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) Selama 30 Hari Pengamatan.
Keterangan :
K0 = Tanpa pemberian arang sekam padi
K1 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 10 gram K2 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 15 gram K3 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 20 gram K4 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 25 gram
Perlakuan Ulangan Jumlah Rata-rata
1 2 3 4
K0 (Kontrol) 6 6 7 6 25 6,25
K1 (10 gr) 7 8 8 7 30 7,5
K2 (15 gr) 4 6 7 5 22 5,5
K3 (20 gr) 5 6 5 0 16 4
K4 (25 gr) 2 4 0 7 13 3,25
Jumlah 22 30 27 25 104 27
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Berdasarkan tabel 4.4 Maka dapat dijelaskan bahwa perlakuan pemberian
penggunaan arang sekam padidapat mempengaruhi jumlah daun tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada penambahan arang
sekam padi 0 gr diperoleh rata-rata 6,25, pada penambahan arang sekam padi 10 gr diperoleh rata-rata 7,5 pada penambahan arang sekam padi 15 gr diperoleh rata-rata 55, pada penambahan arang sekam padi 20 gr diperoleh rata-rata 4, pada penambahan arang sekam padi 25 gr diperoleh rata-rata 27.
Distribusi hasil pengamatan terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagai berikut.
Gambar 4.2. Grafik rata-rata jumlah daun pada tanaman kailan
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pada penambahan arang sekam padi pada tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) terlihat peningkatan jumlah daun tanaman yang pada penambahan arang sekam padi K1 (10 gr) pada ulangan ke 2 peningkatan yang signifikan yaitu sampai 8 daun dari keseluruhan pengurangan.
Hasil analisis data berdasarkan uji ANOVA pada jumlah daun tanaman kailan.
Tabel 4.5.
Hasil Analisis Jumlah Daun Tanaman baby Kailan selama 30 Hari Pengamatan
0 1 2 3 4 5 6 7 8
K0 (Kontrol)
K1 (10 gr) K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr)
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4
Jumlah daun kailan (helai)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi SK
Db JK KT F hitung Ftabel
5%
Perlakuan 4 1893,2 473,3
3,816 3,06
Galat 15 1855 124
Total 19 - - - -
Keterangan:
SK : Sumber Keragaman DB : Derajat Bebas JK : Jumlah Kuadrat KT : Kuadrat Tengah
Berdasarkan hasil analisis variansi diperoleh nilai FHitung > FTabel pada taraf 5% yaitu 3,816> 3,06. Ini berarti ada pengaruh pemberian arang sekam padi dengan konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah daun tanaman kailan.
Tabel 4.6
Hasil Uji BNT Jumlah Daun Tanaman baby kailan Selama 30 Hari Pengamatan.
Perlakuan Nilai Notasi
K0 12,15 a
K1 14,4 b
K2 11,4 b
K3 9,9 c
K4 9,15 c
Pada perhitungan uji BNT pada taraf 5% perlakuan K0 (Kontrol), K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap jumlah daun baby kailan karena notasi pada perlakuan K0, K2, K3, dan K4 masih menunjukkan notasi yang tidak berbeda jauh. Namun berbeda nyata pada perlakuan K1 (10 gr). Karena pada perlakuan K1 notasi berbeda jauh dengan perlakuan lainnya dalam artian terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan K1 dengan perlakuan lainnya.
c. Luas daun
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Berdasarkan hasil pengamatan rataan luas daun kailan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.7
Luas daun Tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) Selama 30 Hari Pengamatan.
Perlakuan Ulangan Jumlah Rata-rata
1 2 3 4
K0 (Kontrol) 5 5,1 5,5 5,5 21,1 5,275
K1 (10 gr) 6,8 6,5 6,7 5,9 25,9 6,475
K2 (15 gr) 1,5 5,6 3 5 15,1 3,775
K3 (20 gr) 5,1 4 3 0 12,1 3,025
K4 (25 gr) 2,3 4,5 0 3,4 10,2 2,55
Jumlah 20,7 25,7 18,2 19,8 84,4 21,1
Keterangan :
K0 = Tanpa pemberian arang sekam padi
K1 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 10 gram K2 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 15 gram K3 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 20 gram K4 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 25 gram
Berdasarkan tabel 4.10 Maka dapat dijelaskan bahwa perlakuan
pemberian penggunaan arang sekam padidapat mempengaruhi luas daun tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada penambahan arang
sekam padi 0 gr diperoleh rata-rata 5,275, pada penambahan arang sekam padi 10 gr diperoleh rata-rata 6,475 pada penambahan arang sekam padi 15 gr diperoleh rata-rata 3,775, pada penambahan arang sekam padi 20 gr diperoleh rata-rata 3,025, pada penambahan arang sekam padi 25 gr diperoleh rata-rata 2,55.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Distribusi hasil pengamatan terhadap pertumbuhan luas daun tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagai berikut.
Gambar 4.3 Grafik rata-rata luas daun pada tanaman kailan
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pada penambahan arang sekam padi pada tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) terlihat peningkatan luas daun kailan tanaman pada penambahan arang sekam padi K1 (10 gr) pada ulangan ke 1 peningkatan yang signifikan yaitu 6,5 dari keseluruhan pengurangan.
Hasil analisis data berdasarkan uji ANOVA pada luas daun tanaman kailan Tabel 4.8
Hasil Analisis Luas Daun Tanaman Kailan Selama 30 Hari Pengamatan.
SK Db JK KT Fhitung Ftabel
5%
Perlakuan 4 -256,534 - 64,1335 8,155 3,06
Galat 15 -117,962 -7,8641
Total 19 - - -
-Keterangan:
SK : Sumber Keragaman DB : Derajat Bebas
0 1 2 3 4 5 6 7
K0 (Kontrol)
K1 (10 gr) K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr)
ulangan 1 ulangan 2 ulangan 3 ulangan 4
Luas daun tanaman kailan (cm)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi JK : Jumlah Kuadrat
KT : Kuadrat Tengah
Berdasarkan hasil analisis variansi diperoleh nilai F Hitung > F Tabel pada taraf 5% yaitu 8,155> 3,06. Ini berarti ada pengaruh pemberian arang sekam padi dengan konsentrasi yang berbeda terhadap luas daun pada kailan.
Tabel 4.9
Hasil Uji BNT luas daun pada tanaman kailan
Perlakuan Nilai Notasi
K0 6,75 a
K1 7,95 a
K2 5,25 b
K3 4,50 b
K4 3,77 bc
Pada perhitungan uji BNT pada taraf 5% perlakuan K0 (Kontrol), K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap luasdaun baby kailan karena notasi pada perlakuan K0, K2, K3, dan K4 masih menunjukkan notasi yang tidak berbeda jauh. Namun berbeda nyata pada perlakuan K1 (10 gr) Karena pada perlakuan K1 notasi berbeda jauh dengan perlakuan lainnya dalam artian terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan K1 dengan perlakuan lainnya.
d. Berat basah
Berdasarkan hasil pengamatan rataan berat basah tanaman kailan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.10
Berat Basah Tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) Selama 30 Hari Pengamatan.
Perlakuan Ulangan Jumlah Rata-rata
1 2 3 4
K0 (Kontrol) 5 10 15 10 40 10
K1 (10 gr) 10 15 15 10 50 12,5
K2 (15 gr) 0,5 0,5 0 0 1 0,25
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
K3 (20 gr) 0,5 0,5 0 0 1 0,25
K4 (25 gr) 0 0,5 0 0,5 1 0,25
Jumlah 16 26,5 30 20,5 93 23,25
Keterangan :
K0 = Tanpa pemberian arang sekam padi
K1 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 10 gram K2 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 15 gram K3 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 20 gram K4 = Pemberian arang sekam padi sebanyak 25 gram
Berdasarkan tabel 4.10 Maka dapat dijelaskan bahwa perlakuan
pemberian penggunaan arang sekam padi dapat mempengaruhi berat basah tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada penambahan arang
sekam padi 0 gr diperoleh rata-rata 10, pada penambahan arang sekam padi 10 gr diperoleh rata 12,5 pada penambahan arang sekam padi 15 gr diperoleh rata-rata 0,25, pada penambahan arang sekam padi 20 gr diperoleh rata-rata-rata-rata 0,25, pada penambahan arang sekam padi 25 gr diperoleh rata-rata 0,25.
Distribusi hasil pengamatan terhadap berat basah tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) dapat digambarkan dalam bentuk grafik sebagai berikut.
Gambar 4.4. Grafik rata-rata berat basah tanaman kailan
0 2 4 6 8 10 12 14 16
K0 (Kontrol)
K1 (10 gr) K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr)
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4
Berat Basah Tanaman Kailan
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pada penambahan arang sekam padi pada tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) terlihat peningkatan lebar daun kailan tanaman pada penambahan arang sekam padi K1 (10 gr) pada ulangan ke1 peningkatan yang signifikan yaitu 16 dari keseluruhan pengurangan.
Hasil analisis data berdasarkan uji ANOVA pada berat basah tanaman kailan
Tabel 4.11.
Hasil Analisis Berat Basah Tanaman Kailan Selama 30 Hari Pengamatan.
SK Db JK KT Fhitung Ftabel
5%
Perlakuan 5 -366.35 91,5874
14,99 3,06
Galat 12 794,99 6,1083
Total 17 - - -
-Keterangan:
SK : Sumber Keragaman DB : Derajat Bebas JK : Jumlah Kuadrat KT : Kuadrat Tengah
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh FHitung = 14,99 dengan FTabel = 3,06 yang dilihat dari titik persentase distribusi F untuk probabilitas α = 0,05 dengan DB Perlakuan = 4 dan DB Galat = 15 , maka didapat F Tabel = 3,06 maka F Hitung
> F Tabel yang berarti berpengaruh nyata.
Tabel 4.12
Hasil Uji BNT Berat Basah Tanaman Kailan
Perlakuan Nilai Notasi
K0 11,52 a
K1 14 c
K2 1,77 b
K3 1,72 b
K4 1,77 b
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Pada perhitungan uji BNT pada taraf 5% perlakuan K0 (Kontrol), K2 (15 gr) K3 (20 gr) K4 (25 gr) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap jumlah daun baby kailan karena notasi pada perlakuan K0, K2, K3, dan K4 masih menunjukkan notasi yang tidak berbeda jauh. Namun berbeda nyata pada perlakuan K1 (10 gr). Karena pada perlakuan K1 notasi berbeda jauh dengan perlakuan lainnya dalam artian terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan K1 dengan perlakuan lainnya.
1) K1 mendapatkan hasil panen peringkat pertama bisa dilihat dari gambar dibawah ini
Gambar 4.6 Berat basah kailan K1
2) K0 mendapatkan hasil panen peringkat kedua, bisa dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 4.7 Berat basah kailan K0
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 3) K2 mendapatkan hasil panen peringkat ketiga, bisa dilihat pada gambar
dibawah ini
Gambar 4.8 Berat basah kailan K2
4) K4 mendapatkan hasil panen peringkat keempat, hasil nya sama dengan K2 bisa dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 4.9 Berat basah kailan K2
5) K4 mendapatkan hasil panen peringkat kelima atau terakhir, dimana tanaman kailan tidak tumbuh dengan subur.
Gambar 4.10 Berat basah kailan K3
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi B. Pembahasan
1. Pengaruh Arang Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kailan