• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji regresi linear berganda dalam penelititan ini menunjukkan bahwa p=0,002<0,05 yang artinya variabel disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja perawat di rumah sakit Sidikalang. Disiplin kerja perawat dalam melaksanakan pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu yang mempengaruhi produktivitas kerja perawat karena disiplin kerja sebagai salah satu syarat untuk dapat membantu pearawat bekerja secara produktif yang akan membantu peningkatan produktivitas kerja perawat.

95

Menurut responden pada disiplin kerja tentang masuk dinas tepat waktu sesuai aturan, mayoritas menyatakan setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Namun, masih ada responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 15 orang. Hal ini dikarenakan beberapa perawat ruang rawat inap di rumah sakit tersebut bertempat tinggal cukup jauh dari lokasi tempat bekerja (rumah sakit). Selain itu, ada pula perawat menyatakan bahwa terkadang ada urusan mendadak yang harus diutamakan. Tanggapan responden tentang apel tepat waktu sesuai aturan yang ada, mayoritas menyatakan tidak setuju sebanyak 15 orang (36,6%), hal ini dikarenakan perawat tersebut masih banyak terlambat karena perawat di rumah sakit tersebut mayoritas sudah berumah tangga dan memiliki anak sehingga pekerjaan mengurus keluarga di pagi hari membuat perawat tersebut terlambat. Tanggapan responden tentang sikap acuh terhadap pelaksanaan apel, mayoritas menyatakan setuju sebanyak 20 orang (48,8%). Sebanyak 14 orang responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena kurangnya teguran dari pimpinan maupun atasan kepada setiap perawat ruang rawat inap yang tidak acuh terhadap apel. Tanggapan responden tentang pulang kerja sesuai dengan waktu yang ditentukan , mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang perawat ruang rawat inap harus pulang lebih awal untuk mengikuti acara seperti pernikahan, acara anak di sekolah, melayat,dan lainnya. Namun, ada juga beberapa perawat ruang rawat inap pulang lebih lama karena adanya pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti melakukan pencatatan dan ada juga menunggu perawat ruang rawat inap lainnya untuk dinas berikutnya karena

96

akan dilaksanakan serah terima tugas pada saat penggantian dinas. Tanggapan responden tentang datang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang semestinya, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang perawat ruang rawat inap menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang terlambat bangun, lupa dengan jadwal kerja, dan juga tidak semua perawat ruang rawat inap memiliki kendaraan pribadi, sehingga menggunakan angkutan umum yang terkadang rusak atau mogok.

Sebanyak 17 orang (41,5%) menyatakan setuju tentang bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sebanyak 19 orang perawat ruang rawat inap menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang waktu yang direncanakan pihak perawat ruang rawat inap tidak sesuai dengan waktu yang dibutuhkan oleh pasien. Tanggapan responden terhadap mengisi daftar hadir setiap masuk dan pulang kerja, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 17 orang (41,5%). Sebanyak 17 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang sebagian perawat ruang rawat inap lupa untuk mengisi daftar hadir masuk bekerja, dan ada juga sebagian perawat ruang rawat inap terburu-buru untuk pulang sehingga mengabaikan daftar hadir pulang kerja. Tanggapan responden tentang jika tidak masuk kerja memberi kabar dan izin kepada atasan, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Sebanyak 15 orang responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat ruang rawat inap tersebut beranggapan bahwa atasan tidak akan marah, dan ada perawat ruang rawat inap memberitahukan setelah masuk kerja kepada atasan dengan alasan memiliki hubungan kekerabatan

97

dengan atasan. Tanggapan responden tentang memahami tata tertib yang ada di ruangan, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Sebanyak 15 orang tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat beranggapan bahwa tata tertib yang berlaku sering mengalami perubahan. Ada juga perawat yang acuh tak acuh terhadap tata tertib yang berlaku. Tanggapan responden tentang dalam bekerja mengikuti tata tertib yang berlaku, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Sebanyak 15 responden tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang perawat ruang rawat inap tersebut menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan yang lain, seperti makan di kantin, pergi ke luar tempat bekerja, dan lainnya. Tanggapan responden dalam mengenakan pakaian dinas dan rapi sesuai ketentuan, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang perawat ruang rawat inap tersebut lupa meyesuaikan pakaian dinas dengan jadwal pakaian dinas yang telah ditetapkan. Selain itu, mereka beralasan bahwa pakaian dinas yang semestinya digunakan kotor atau masih basah.

Menurut responden pada disiplin kerja tentang merasa tidak keberatan memenuhi tata tertib yang ada, mayoritas responden menjawab tidak setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Sebanyak 15 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena beberapa perawat ruang rawat inap merasa bahwa tata tertib yang ada hanya formalitas. Tanggapan responden tentang menggunakan atribut dinas perawat secara lengkap saat dinas, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena

98

perawat ruang rawat inap beralasan atribut yang digunakan telah rusak atau usang namun malas untuk mengganti yang baru. Ada juga perawat ruang rawat inap yang lupa untuk mengenakan atributnya. Tanggapan responden tentang hukuman yang diterapkan di ruangan sesuai dengan peraturan yang berlaku, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena adanya ketimpangan atasan dalam memberikan hukuman kepada perawat ruang rawat inap. Tanggapan responden tentang bekerja berdasarkan visi dan misi keperawatan, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Sebanyak 15 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat ruang rawat inap merasa sikap pasien terlalu arogan sehingga membuat perawat ruang inap tersebut tidak nyaman untuk melakukan pekerjaannya.

Sebanyak 19 orang (46,3%) menyatakan setuju tentang melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan SOP yang tersedia di ruangan. Sebanyak 15 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena mereka masih minim pengalaman. Selain itu, perawat ruang rawat inap karena SDM perawat ruang rawat inap tersebut masih perlu harus ditingkatkan. Tanggapan responden tentang memberikan asuhan keperawatan berdasarkan SAK yang tersedia di ruangan, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat ruang rawat inap tersebut kurang mengetahui SAK yang ada. Tanggapan responden tentang SOP di ruangan ada, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 19 orang (46,3%).

99

Sebanyak 15 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena SOP yang ada hanya asal jadi saja dan SOP yang ada hanya sebagai rutinitas. Tanggapan responden tentang SAK di ruangan ada, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena sering terjadi perubahan pada SAK, sehingga perawat ruang rawat inap mengganggap SAK itu tidak ada. Tanggapan responden tentang diberi wewenang atau tanggung jawab penuh dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan SOP dan SAK, mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 15 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat ruang rawat inap merasa dirinya tidak memiliki kemampuan yang lebih, sehingga membutuhkan bantuan dari rekan kerja yang lain.

Tanggapan responden tentang merasa atasan memberikan contoh disiplin, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 20 orang (48,8%). Sebanyak 14 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena atasan masih sering terlambat, tidak fokus kepada tugas pokok dan fungsinya. Tanggapan responden tentang mengikuti perilaku atasan dalam hal disiplin kerja, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 19 orang (46,3%). Sebanyak 17 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena atasan tidak memberikan contoh disiplin dengan baik kepada perawat ruang rawat inap. Tanggapan responden tentang patuh kepada atasan dalam bekerja, mayoritas responden menjawab setuju sebanyk 20 orang (48,8%). Sebanyak 14 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena terkadang atasan masih salah dalam mengambil tindakan maupun keputusan.

100

Tanggapan responden tentang selalu meminta izin pada atasan apabila ada kegiatan di luar kantor, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 20 orang (48,8%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat ruang rawat inap lupa untuk meminta izin. Tanggapan responden tentang ketegasan atasan dalam memberikan sanksi atau hukuman menyebabkan perawat disiplin, mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 18 orang (43,9%). Sebanyak 16 orang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju karena perawat ruang rawat inap merasa sanksi atau hukuman yang ada tidak dijalankan, merasa atasan tidak tegas dalam memberikan hukuman.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 17 responden menyatakan disiplin kerja yang kurang baik. Kedisiplinan perawat dapat dilihat dalam ketepatan waktu dan kehadiran yang masih rendah yang mengakibatkan hasil kerja dan produktivitas kerja yang tidak baik.

Kualitas perawat dapat dilihat dari disiplin kerja yang dilakukan sehari-hari. Dengan memacu disiplin kerja yang tinggi, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit yang menguntungkan bagi pihak rumah sakit dan penerima pelayanan rumah sakit. Pendisiplinan pada perawat merupakan suatu bentuk usaha untuk memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat, sehingga perawat-perawat tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dengan para perawat yang lain serta meningkatkan prestasi kerjanya. Disiplin kerja yang tinggi dapat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja perawat dan sebaliknya apabila tingkat disiplin rendah maka akan berdampak produktivitas kerja

101

menurun, sehingga dengan adanya disiplin kerja yang baik diharapkan perawat dapat mampu meningkatkan hasil kerjanya sehingga tujuan rumah sakit dapat tercapai.

Disiplin kerja adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai peraturan dan organisasi dalam bentuk tertulis maupun tidak. Oleh karena itu, dalam praktiknya bila suatu organisasi telah mengupayakan sebagian besar peraturan- peraturan yang ditaati sebagian besar karyawan, maka kedisiplinan telah dapat ditegakkan. (Nitisemito, 2004)

Disiplin kerja merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja perawat. Disiplin kerja yang tinggi harus selalu dijaga bahkan harus ditingkatkan agar lebih baik. Disiplin kerja yang memiliki sub variabel antara lain disiplin waktu, disiplin peraturan, disiplin terhadap standard, kepatuhan terhadap atasan. Diantara sub variabel disiplin kerja tersebut yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja adalah sub variabel disiplin peraturan yang dilihat dari besarnya nilai B dalam analisis regresi linear berganda yaitu 9,801 (p=0,000).

Hasil dari penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan

oleh Usman (2016) yang telah melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Allo Jaya di Bontang” yang

menyatakan bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Indriyani

(2015) yang telah melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pelatihan Kerja dan

102

Furniture” yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan.

Dokumen terkait