BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Pengujian Pengaruh Gender dan Gaya Kepemimpinan
4.4.2. Pengaruh Gender Secara Parsial Terhadap Kinerja
Ho: YX1 = 0 Gender secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja
karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung Ha:YX1≠ 0 Gender secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan
pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung
Berdasarkan hasil pengolahan seperti terlihat pada gambar 4.9 diperoleh nilai koefisien jalur dari variabel gender terhadap kinerja karyawan sebesar 0,338 (YX1 = 0,338). Karena nilai koefisien jalur lebih besar dari nol maka
disimpulkan bahwa gender secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung. Secara langsung gender memberikan kontribusi/pengaruh sebesar 11,4% terhadap kinerja karyawan, dan secara tidak langsung karena keterkaitannya dengan gaya kepemimpinan transformasional sebesar 7,7 persen. Jadi secara total kontribusi (pengaruh) gender dalam meningkatkan kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung sebesar 19,1 persen.
Kecilnya persentase yang didapatkan berarti menunjukan kecilnya pengaruh gender terhadap kinerja karyawan, serupa dengan hasil penelitian Alwan Sri Kustono (2011) yang menyatakan bahwa gender bukanlah faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan.
4.4.3 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
Hipotesis:
Ho: YX2 = 0 Gaya kepemimpinan transformasional secara parsial tidak
berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung
Ha: YX2≠ 0 Gaya kepemimpinan transformasional secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung
Berdasarkan hasil pengolahan seperti terlihat pada gambar 4.9 diperoleh nilai koefisien jalur dari variabel gender terhadap kinerja karyawan sebesar 0,499 (YX2 = 0,499). Karena nilai koefisien jalur lebih besar dari nol maka
disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung. Secara langsung gaya kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi/pengaruh sebesar 24,9% terhadap kinerja karyawan, dan secara tidak langsung karena keterkaitannya dengan gender sebesar 7,7 persen. Jadi secara total kontribusi (pengaruh) gaya kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung sebesar 32,6 persen. Hasil yang diperoleh membuktikan perlunya pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dalam peningkatan kinerja, bahkan dapat menimbulkan loyalitas serta adanya kepercayaan bawahan terhadap pemimpin seperti pemaparan Bass (1985) dalam Natsir (2004).
4.4.4 Pengaruh Gender dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan.
Hipotesis Statistik:
Ho: YX1 = YX2 = 0 Gender dan gaya kepemimpinan transformasional secara
bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung.
Ha: YX1YX2 0
Gender dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung.
Dari hasil pengolahan dapat dilihat bahwa koefisien jalur dari kedua variabel bebas lebih besar dari nol. Karena koefisien jalur dari kedua variabel bebas lebih besar dari nol maka disimpulkan bahwa gender dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung.
Melalui penjumlahan besar pengaruh kedua variabel bebas secara parsial akan diperoleh total pengaruh gender dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung = 19,1% + 32,6% = 51,7%, artinya 51,7% tinggi rendahnya kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung disebabkan oleh gender dan gaya kepemimpinan transformasional. Sementara 48,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar kedua variabel tersebut.
Hasil pengujian hipotesis secara simultan ini menunjukkan bahwa faktor gender dan gaya kepemimpinan tranformasional memainkan peranan yang sangat penting dalam keseluruhan upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Hasil ini konsisten dengan penelitian Afolabi et al. yang membuktikan bahwa gender dan gaya kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, artinya kinerja seorang karyawan dipicu oleh adanya sikap tauladan serta kharisma yang dimiliki seorang pimpinan atau dengan cara menstimulus para bawahannya, serta adanya perbedaan karakteristik, sifat, sikap dan perilaku masing-masing individu melalui perbedaan gender dalam penyelesaian pekerjaan demi pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan itu sendiri.
152 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh gender dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Persepsi kesamaan gender pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung secara umum berada dalam kategori positif. Selanjutnya bila dilihat berdasarkan tim manager, dapat disimpilkan sebagai berikut:
Perilaku manajer perempuan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung sudah cukup baik, namun tim yang dikepalai manajer laki-laki masih banyak yang merasa manajer cenderung acuh tak acuh dalam membina bawahannya
Peran gender pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung sudah seimbang karena pada umumnya karyawan merasa peran pria dan wanita memang cukup setara sebagai pemimpin di perusahaan pada umumnya karyawan bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung. Mengenai penanganan nasabah memang sudah dilakukan secara silang, namun tidak semua nasabah merasa nyaman dan percaya secara langsung melalui penanganan silang ini, kondisi ini dapat disesuaikan dengan golongan usia serta situasi nasabah itu sendiri.
Karaktersitik emosional karyawan pada kedua tim di bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung secara umum sudah stabil dan memiliki mental yang kuat.
2. Pelaksanaan gaya kepemimpinan transformasional pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung secara umum berada dalam kategori cukup baik. Selanjutnya bila dilihat berdasarkan tim manager, dapat disimpilkan sebagai berikut:
Kharisma yang dimiliki pimpinan cukup baik namun mayoritas responden dari tim manajer laki-laki setuju bahwa manajer kurang pantas menjadi panutan bagi bawahannya. Selain itu karyawan bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung merasa kepemimpinan yang dijalankan sudah cukup baik meskipun masih memiliki kelemahan dimana keselarasan memimpin dan dipimpin dari tim manajer perempuan lebih tinggi daripada tim manajer laki-laki.
Kemampuan pimpinan dalam memberikan inspirasi kepada bawahan sudah baik namun masih cukup banyak karyawan dari tim manajer laki-laki merasa manajer masih tidak mampu menarik simpati bawahannya.
Pimpinan cukup baik dalam memberikan stimulasi intelektual kepada timnya masing-masing namun tim manajer laki-laki masih merasa bahwa atasannya tidak mampu merangsang kreatifitas bawahannya.
Konsiderasi individual yang ditunjukkan pimpinan terhadap bawahan cukup tinggi baik pada tim manajer laki-laki maupun perempuan.
3. Kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung secara umum berada dalam kategori tinggi. Kuantitas hasil kerja yang dapat diselesaikan karyawan cukup tinggi dengan kualitas hasil kerja yang tinggi. Karyawan juga mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan efektif dalam penggunaan biaya. Kemudian kebutuhan karyawan akan pengarahan termasuk tinggi dan dampak interpersonal yang dirasakan karyawan atas pelaksanaan pekerjaan juga termasuk tinggi.
4. Terdapat pengaruh antara gender terhadap gaya kepemimpinan transformasional dengan dengan arah hubungan positif dan tingkat pengaruh cukup kuat atau cukup erat. Hal ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan sikap, sifat dan perilaku antara wanita dan pria.
5. Secara simultan variabel gender dan gaya kepemimpinan transformasional memberikan kontibusi yang relatif besar dan kuat terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung. Diantara variabel independen, gaya kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja karyawan pada bagian pemasaran PT.Agrodana Futures Bandung yang termasuk dalam kategori kuat dengan arah positif, hal ini dipengaruhi oleh kebijaksanaan seorang manajer dalam pengambilan keputusan, serta dapat memunculkan ide-ide baru. Sedangkan gender termasuk dalam kategori cukup kuat atau sedang dengan arah positif, hal ini disebabkan perbedaan kinerja antara laki-laki dan perempuan tidak terlalu mencolok karena tergantung pada
ketepatan penempatan jabatan dan disesuaikan dengan kemampuan serta keahlian yang dimiliki setiap inidividu.
5.2 Saran
Setelah dilakukan penelitian yang dilakukan penulis mengenai pengaruh gender dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan, penulis mencoba memberikan saran kepada perusahaan. Adapun saran yang disampaikan penulis adalah sebagai berikut :
1. Dari hasil kuesioner mengenai gender, didapatkan hasil yang menyoroti tentang kurangnya kepedulian manajer dalam membina bawahannya, dan mayoritas responden dari tim manajer laki-laki menjawab setuju bahwa manajer cenderung acuh tak acuh dalam membina bawahannya. Pihak HRD seharusnya lebih memprioritaskan wanita untuk menempati posisi marketing manajer, karena dari sikap dan perilaku wanita cenderung lebih sabar dalam mengayomi bawahannya. Sedangkan pria lebih cocok untuk pekerjaan yang bersifat teknis atau back office seperti trader, atau juga pria bisa menempati posisi trainer yang dapat memberikan knowledge dan berita mengenai pasar dunia sekaligus sebagai motivator, karena seorang trainer bersifat sementara dalam membimbing tanpa harus memantau secara terus menerus.
2. Dalam gaya kepemimpinan transformasional tentunya diperlukan sosok pemimpin yang mampu merangsang kreatifitas bawahannya. Ketidakmampuan seorang manajer dalam menstimulus bawahannya dapat menimbulkan kelesuan dalam bekerja, hal ini dapat disikapi dengan
memperbaiki cara manajer dalam berkomunikasi dengan bawahannya, komunikasi dua arah dapat meningkatkan semangat dan rasa percaya seorang karyawan terhadap atasanya, jika seorang karyawan merasa diperhatikan dan didengarkan ide-idenya maka dengan sendirinya keinginan untuk terus mengeksplorasi dalam cara bekerja akan terus meningkat dan secara otomatis konsiderasi individu menjadi semakin tinggi.
3. Hampir separuh dari populasi karyawan bagian marketing merasa tidak mampu memenuhi target tepat waktu, penyebab utama ketidakproduktivan karyawan dalam pencapaian target adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki dalam memasarkan dan juga kurangnya perusahaan dalam memperhatikan bonus bagi karyawan. Jadi sebaiknya karyawan dibekali
news setiap pagi (morning briefing) sebelum dilepas keluar area kantor, kemudian kantor memberikan motivasi dengan bonus-bonus yang akan didapatkan jika mereka dapat mencapai target tepat waktu.
4. Walaupun pengaruh yang ditimbulkan gender terhadap gaya kepemimpinan transformasional tidak terlalu besar, namun hal ini tetap harus mendapat perhatian dari perusahaan sebagai acuan dalam menempatkan seseorang pada jabatan yang tepat.
5. Pengaruh variabel gaya kepemimpinan transformasional secara parsial memiliki pengaruh cukup besar artinya kemampuan seorang pemimpin dalam menciptakan kondisi yang baik dalam mempengaruhi bahawahannya sehingga mau bekeja keras bisa dilakukan oleh siapapun
asalkan ia benar-benar kompeten dan memiliki konsiderasi atau kepedulian yang tinggi untuk memajukan perusahaan, maka sebaiknya perusahaan lebih ketat menyeleksi seorang manajer dan lebih ketat dalam menerapkan standart serta target perusahaan. Selain itu, walaupun gender memiliki pengaruh yang lebih kecil, perusahaan harus tetap memberikan perhatian pada hal ini sebagai bahan pertimbangan di tim mana ia cocok untuk memimpin.
DAFTAR PUSTAKA
Baihaqi, M.F. (2010). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening. Skripsi. Universitas Diponogoro, Semarang.
Barker, C., Pistrang, N., & Elliot, R. (2002). Research Methods in Clinical Psychology.(2th ed.). Jhon Wiley & Sons, LTD. Chichester England. Catarina, D. (2010). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kecerdasan
Emosional Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Proyek Konversi Energi Batubara PT. Petrokimia Gresik. Tesis. Universitas Brawijaya, Malang.
Cooper, D. R, & Schindler, P. S. (2006). Business Research Methods.(9th ed.). International edition. Mc Graw Hill.
Fahmi, L. (2009). Pengaruh Karakteristik Indivdu dan Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan Pada KUD “Sumber Makmur” Ngantang. Skripsi. Universitas Islam Negri, Malang.
Khoirusmadi, A.S. (2011). Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Budaya Organisasi Sebagai Variabel Intervening. Skripsi. Universitas Diponogoro, Semarang. Komariah, A. ,& Triatna, C. (2006). Visionary Leadership; Menuju Sekolah
Eektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Lucia, L. (2010). Analaisis Perbedaan Kepuasan Kerja Karyawan Ditinjau Dari gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Pada Kantor Divisi Regional I PT. TELKOM Medan. Draft Skripsi. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Mangkunegara, P. (2007). Evaluasi kinerja SDM. Bandung : PT. Refika Aditama Mangkuprawira, S. (2007). Kinerja. Diakses 15 Maret 2012, dari World Wide
Web:http://ronawajah.wordpress.com.
Mukhyi, A. (2009). Gaya Kepemimpinan Lelaki dan Wanita. Makalah tidak diterbitkan.
Mulia, S.M. (2004). Islam Menggugat Poligami. Jakarta: Gradedia Pustaka Utama. Cet. I.
Narimawati, U., Anggadini, S.D., & Ismawati, L. (2010). Penulisan Karya Ilmiah. Bekasi: Genesis.
Nasution, M.A. (2009). Pengaruh Motivasai dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan. Tesis. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Natsir, S. (2004). Ringkasan Disertasi: Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Perilaku Kerja dan Kinerja Karyawan Perbankan di Sulawesi Tengah. Disertasi. Universitas Airlangga, Surabaya.
Norlim, J. (2011). Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Maxima Cipta Bandung. Skripsi. Universitas komputer Indonesia, Bandung.
Pattiasina, V., Sudarma, M., Sutrisno, (2011). Tesis: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pelayanan Dengan Budaya Kerja dan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi.
Qamariah, I. (2005). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai Pada Kesekertariatan Daerah provinsi Sumatra Utara. Skripsi. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Reza, R.A. (2010). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Sinar Santosa Perkasa. Skripsi. Universitas Diponogoro, Semarang.
Robbins, S.P. (1998). Organizational Behavior: Concepts, Controversiess, Application, 8th ed, Prentice-Hall International, Inc., New Jersey. Sasongko, S.S. (2009). Konsep dan Teori Gender. Modul 2.
Sembiring, B.F. (2008). Posisi, Peran dan Aspirasi Karyawan Perempuan. Skripsi. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Sudarmo, (2010). Gaya Kepemimpinan Perempuan Bagi Efektifitas Organisasi Modul tidak diterbitkan.
Sugiyono, (2009). Metodologi Penelitian Bisnis.Bandung: Alfabeta.
Udiati. 2005. Pengaruh Kompensasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Malang
Utama, A.R. (2011). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Medan Iskandar Muda. Skripsi. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Wibowo, U.B. (2011). Makalah: Teori Kepemimpinan.
Yenny & Wisanggeni. (2012). Situational Leadership. Diakses 13 Maret 2012, dariWorld Wide Web: http://yennywisang.wordpress.com.
Yuliawanti, T.N. ,et al (2008). Makalah : Kepemimpinan dalam MBS melalui Kepemimpinan Transformasional. Tidak diterbitkan.
Jurnal :
Afolabi O. A., Obude O. J., Okediji A. A. & Ezeh L. N. (2008). Influence of Gender and Leadership Style on Career Commitment and Job Performance of Subordinaates. Journal of Humanities, 7(1&2), 1-8. Bene, D.M. (2004). Persepsi Karyawan Laki-laki terhadap Pemimpin Perempuan :
Apakah Pemimpin Perempuan Lebih Bersifat Asuh Daripada Pemimpin Laki-laki. Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi, 4( 3).
Fatokun, J.O., Salaam, M.O., & Ajegbomogun, F.O. (2010). The Influence of Leadership on The Performance of Subordinates in Nigerian Libraries.
Journal of Library Philosophy and Practice, 1-8.
Heru, T. (2003). Pengaruh Kepemimpinan Transaksional dan Tansformasional terhadap Keefektifan Pemimpin, Kepuasan Bawahan, dan Upaya Ekstra Bawahan: Pengujian Augmentation Hypothesis. Jurnal Akuntansi & Manajemen,14(1), 13-30.
Indrawan, M.I. (2009). Pengaruh Kompetensi Komunikasi dan Gaya Kepemimpinan SDM Terhadap Kinerja SDM. Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu, 2(1), 76-83.
Kustono, A.S. (2011). Pengaruh Jender dan Lokus Kendali terhadap Kinerja Karyawan Perguruan Tinggi. Jurnal Media Riset Akuntansi, 1(1), 5-18. Masitoh, N., & Karmila, M. (2009). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya
Organisasi dan Pendidikan Terhadap Peningkatan Kesetaraan dan Keadilan Gender Pada lembaga Eksekutif, Legislatip Pemerintah Kota Tasikmalaya. Jurnal Magister Manajemen 1(2), 91-104.
Muslimin (2006). Perbedaan Gaya Kepemimpinan dan Kinerja antara Auditor Pria dan Auditor Wanita pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Surabaya Timur. Jurnal Ilmu-ilmu Ekonomi, 6(2), 86-93
Simorangkir, D.N. (2010). Gender Theories on Leadership: An Overview of The Glass Ceiling Theory and The Role Congruity Theory. Journal Communique, 6(1), 33-50.
Soetjipto, (2007). Pengaruh Faktor Pendidikan, Pelatihan, Motivasi dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Kepala Desa. Jurnal Aplikasi Manajemen 5(1), 159-165.
Tampubolon, B.D. (2007). Analisis Faktor Gaya Kepemimpinan dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Oerganisasi yang Telah Menerapkan SNI 19-9001-2001. Jurnal Standardisasi, 9(3), 106-115.
Tschannen-Moran, M (2003). Fostering Organizational Citizenship in School: Transformasional Leadership and Trust. Journal of Educational Administration,6, 1-36.
A r i f a K h a i r u n n i s a
Jl. Kebon Kem b an g 3 2 Band ung 08 13 21 83 93 96 fha_cant abile@hot m ail. com .
Nama : Arifa Khairunnisa
Panggilan : Ifha
Tempat dan Tanggal Lahir : Bandung, 14 Desember 1986
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Kebon Kembang 32 RT 07/11 Bandung 40116
Status Perkawinan : Belum Menikah
Nomor Telepon Pribadi : 081321839396
E-mail : [email protected]
2008 - 2012 : Program S1, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi UNIKOM
2002 - 2005 : SMUN 20 Bandung
1999 - 2002 : SLTPN 7 Bandung
1993 - 1999 : SD Pertiwi Bandung
2005 – 2006 : Pelatih Vocal Group SMA 20
2006 : Shop Keeper Recold In The Sun
2007 : Front Office Koran Harian Pikiran Rakyat
2007 – 2009 : Supervisor Burner Distro and Rock Merchandise
2009 – 2010 : Freelance Tour and Travel
2010 – Sekarang : Public Relation PT Agrodana Future Bandung
P E N D I D I K A N