Daerah Penolakan Ho
1) Daya Tarik Visual
4.4 Analisis Verifikatif
4.4.2 Pengaruh Iklan Televisi dan Kemasan terhadap Keputusan Pembelian
secara Parsial
Pengujian secara parsial dilakukan untuk melihat lebih jelas variabel mana saja diantara kedua variabel independen, yaitu iklan televisi dan kemasan yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Untuk menguji koefisien korelasi dari masing-masing variabel independen tersebut digunakan uji t dengan menggunakan software SPSS 15.0 for windows, dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.56 Hasil Perhitungan Uji t
Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta B Std. Error
1 (Constant) 5,420 2,298 2,359 ,021
Iklan Televisi ,506 ,099 ,496 5,126 ,000
Kemasan ,349 ,088 ,384 3,966 ,000
a Dependent Variable: Keputusan Pembelian
a) Pengaruh Iklan Televisi terhadap Keputusan Pembelian
Hipotesis :
H01; ρ = 0, iklan televisi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Ha1; ρ ≠ 0, iklan televisi berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Pada tabel 4.56 diperoleh nilai statistik Uji t variabel Iklan Televisi sebesar 5,126. Untuk mengetahui besarnya t tabel, maka kita harus melihat pada tabel nilai-
nilai distribusi. Karena dalam tabel distribusi tidak terdapat df = 90, maka cara menghitung t tabel digunakan rumus interpolasi (Sugiyono,2003:214), dimana :
tingkat signifikansi (α) = 0,05 (5%) a : b = c : d (90 – 60) : (120 – 60) = (X – 2,660) : (2,617 – 2,660) 30 : 60 = (X – 2,660) : (-0,043) 60 (X – 2,660) = 30 (-0,043) 60X – 159,6 = - 1,29 60X = - 1,29 + 159,6
X = 60 31 , 158 = ± 2,6385 (t tabel Interpolasi)
Jadi harga ttabel untuk N = 90 , tingkat singnifikansi 5% adalah 2,638. Dari
perhitungan thitung = 5,126. Harga ini ternyata jauh lebih besar dari harga ttabel
(5,126 > 2,638) dengan demikian hipotesis nol yang menyatakan iklan televisi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian ditolak, dan hipotesisnya tidak berhasil ditolak. Sehingga iklan televisi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.
- t -2,638 +2,638 5,126t
Gambar 4.5
Kurva Penolakan dan Penerimaan H0
pada Uji Pengaruh Iklan Televisi terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan gambar 4.5, maka t hitung 5,126 > t tabel 2,638 mempunyai nilai
positif artinya iklan televisi berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada konsumen produk Adidas Body Spray di Supermarket Riau Junction Bandung.
b) Pengaruh Kemasan terhadap Keputusan Pembelian
Hipotesis:
H02; ρ = 0, kemasan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Pada tabel 4.56 diperoleh nilai statistik Uji t variabel Kemasan sebesar 3,966. Untuk mengetahui besarnya t tabel, maka kita harus melihat pada tabel nilai-
nilai distribusi. Karena dalam tabel distribusi tidak terdapat df = 90, maka cara menghitung t tabel digunakan rumus interpolasi yang telah dilakukan perhitungan
sebelumnya dimana tingkat signifikansi (α) = 0,05 (5%) yaitu ttabel interpolasi =
2,638. Dari perhitungan thitung = 3,966. Harga ini ternyata jauh lebih besar dari
harga ttabel (3,966> 2,638) dengan demikian hipotesis nol yang menyatakan
kemasan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian ditolak, dan hipotesisnya tidak berhasil ditolak. Sehingga kemasan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.
- t -2,638 +2,638 3,966t
Gambar 4.6
Kurva Penolakan dan Penerimaan H0
pada Uji Pengaruh Kemasan terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan gambar 4.6, maka t hitung 3,966 > t tabel 2,638 mempunyai nilai
positif artinya kemasan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada konsumen produk Adidas Body Spray di Supermarket Riau Junction Bandung.
4.4.3 Pengaruh Iklan Televisi dan Kemasan terhadap Keputusan Pembelian
secara Simultan
Hipotesis :
H0; ρ = 0, Secara simultan iklan televisi dan kemasan tidak berpengaruh
terhadap keputusan pembelian.
Ha ; ρ ≠ 0, Secara simultan iklan televisi dan kemasan berpengaruh terhadap
keputusan pembelian.
Pengujian secara simultan dilakukan untuk melihat lebih jelas secara bersama-sama pengaruh variabel independen, yaitu iklan televisi dan kemasan terhadap keputusan pembelian. Untuk menguji koefisien korelasi dari variabel independen tersebut digunakan uji F dengan menggunakan software SPSS 15.0 for windows, dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.57
Hasil Perhitungan Uji F
ANOVA(b)
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 215,520 2 107,760 99,275 ,000(a)
Residual 94,436 87 1,085
Total 309,956 89
a Predictors: (Constant), Kemasan, Iklan Televisi b Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Berdasarkan tabel pengujian diatas dapat dilihat nilai Fhitung sebesar 99,275
dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000. Sementara dari tabel F untuk tingkat signifikansi 0,05 dan derajat bebas (2;87) diperoleh nilai Ftabel = 3,44.
kekeliruan 5% ada alasan yang kuat untuk menolak Ho dan menerima hipotesis penelitian (Ha), sehingga dapat disimpulkan bahwa iklan televisi dan kemasan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk Adidas body spray di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung. Secara visual daerah penolakan dan penerimaan Ho pada uji pengaruh iklan televisi dan kemasan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian dapat dilihat pada grafik berikut.
Gambar 4.7
Kurva Penerimaan dan Penolakan Ho Pada UjiSimultan
Pada gambar 4.7 diatas dapat dilihat Fhitung sebesar 99,275 berada pada
daerah penolakan Ho, yang menunjukkan bahwa iklan televisi dan kemasan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk Adidas body spray di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung.
Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho F0,05(2;87)= 3,44 0 Fhitung= 99,275
145
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bab IV mengenai pengaruh pelaksanaan iklan televisi dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk Adidas Body Spray di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung, maka penulis membuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Tanggapan konsumen tentang iklan televisi produk Adidas Body Spray di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung sudah dinilai baik (rata-rata 79,85%). Indikator yang paling tidak sesuai menurut konsumen adalah pada struktur pesan iklan yaitu argumentasi pesan yang menarik. Indikator terkuat dari variabel iklan televisi adalah sumber pesan iklan, sedangkan indikator terlemah dari variabel iklan televisi adalah format pesan iklan.
2. Tanggapan konsumen tentang kemasan produk Adidas Body Spray di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung sudah dinilai baik (rata-rata 93,21%). Indikator terkuat dari variabel kemasan adalah daya tarik praktis, sedangkan indikator terlemah dari variabel kemasan adalah daya tarik visual. 3. Tanggapan konsumen tentang keputusan pembelian produk Adidas Body
Spray di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung sudah dinilai baik (rata- rata 92,31%). Indikator terkuat dari variabel keputusan pembelian adalah
kognitif (tahu/sadar), sedangkan indikator terlemah dari variabel keputusan pembelian adalah konotasi (maksud konsumen untuk membeli).
4. Secara parsial yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian yakni variabel iklan televisi dengan pengaruh yang tinggi serta kuat dengan besar pengaruh sebesar 55,68% dan diikuti variabel kemasan yang hanya memberikan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 29,84%. Sedangkan secara simultan dapat diketahui bahwa secara bersama-sama iklan televisi dan kemasan memberikan kontribusi (pengaruh) sebesar 69,5% terhadap keputusan pembelian. Sisanya sebesar 30,5% merupakan pengaruh faktor lain diluar kedua variabel yang sedang diteliti, diantaranya produk, harga dan distribusi.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada konsumen di Supermarket Yogya Riau Junction Bandung terhadap produk Adidas Body Spray. Maka penulis memberikan saran yang dapat dijadikan masukan mengenai produk Adidas Body Spray kepada distributor maupun pihak yang terkait dengan produk Adidas Body Spray yaitu :
1. Meskipun tanggapan konsumen terhadap iklan televisi sudah di nilai sudah baik, tetapi tidak ada salahnya apabila iklan produk Adidas Body Spray di televisi lebih di perbanyak lagi tayangannya agar masyarakat yang mengetahui cakupannya lebih luas lagi sehingga tingkat penjualan pun ikut naik, karena seperti yang telah diketahui tayangan iklan televisi Adidas Body
Spray hanya beberapa saat saja sehingga masyarakat kurang mengenal apa itu produk Adidas Body Spray.
2. Kemasan produk Adidas Body Spray sudah cukup baik, tetapi alangkah lebih baik jika tidak sama dengan kemasan produk sejenis lainnya agar mempunyai ciri khas kemasan produk tersendiri.
3. Loyalitas konsumen produk Adidas Body Spray sudah baik dan lebih baik lagi jika pihak perusahaan meningkatkan lagi kualitas dan mutu adidas body spray. Sehingga konsumen merasa terpuasakan dengan pemakaian produk tersebut. Sehingga tidak menuntut kemungkinan konsumen itu akan merekomendasikan kepada konsumen lain, karena biasanya konsumen akan lebih percaya dengan apa yang sudah pernah dipakai oleh konsumen lainnya. 4. Diharapkan pihak distributor adidas body spray lebih memperluas
pendistribusiannya agar konsumen lebih mudah untuk memperoleh produk Adidas body spray karena sampai saat ini produk adidas hanya bisa diperoleh di supermarket belum mencapai pedagang eceran.
Aaker, David A. 2004. Managing Brand Equity : Capitalizing on the value of Brand Name. Edisi Indonesia Manajemen Ekuitas Merek. Spektrum . Mitra Utama Jakarta.
Belch, George E & Michael. A. Belch. 2006. Advertising and Promotion.. 10th Edition. New York : Mc. Grow-Hill.
Buchari Alma. 2007. Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa. Cetakan ke Tujuh. Bandung : CV Alvabeta
Danger, E.P. 2001. Memilih Warna Kemasan. Institute PPM. Jakarta: PT. Karya Unipress.
Kotler, Philip & G. Amstrong. 2004. Dasar-Dasar Pemasaran : Jilid 1. Penerjemah Alexander Sindoro. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip & G. Amstrong. 2004. Dasar-Dasar Pemasaran : Jilid 2. Penerjemah Alexander Sindoro. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Penerjemah Benyamin Molan. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid II. Penerjemah Benyamin Molan. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Kuncoro, Mudjarad. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta : Erlangga.
Narimawati, Umi., Anggadini, Sri Dewi., & Linna Ismawati. 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Bekasi : Genesis.
Nazir, Muhammad. 2003. Metode Penelitian, Edisi Kelima. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Shimp, Terence A. 2007. Periklanan dan Promosi, edisi Kelima, Jilid I. Jakarta : Erlangga.
Sutandang, Kusnadi. 2005. Periklanan Manajemen, Kiat dan Strategi. Jakarta : Nuansa.
Swasta, Basu. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta : Liberty.
Tjipto, Fandi. 2002. Stategi Pemasaran. Edisi Kedua. Yogyakarta; Andi.
Wirya, I. 2002. Kemasan yang Menjual : Menang bersaing melalui Kemasan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
ALAMAT
Alamat Jl. Caringin babakan ciparay RT 04 RW 03
Telephone (022)91914783 088802338452
Handphone 085722125969
e-Mail [email protected]
BlackBerry Messenger 3177E313
PENDIDIKAN
Pendidikan Nama Jurusan Dari - Sampai Ijasah Universitas Universitas Komputer Indonesia Manajemen 2008 - 2012 Ijasah
Sekolah Menengah Atas
SMA YWKA Bandung IPS 2003 - 2006 Ijasah
Sekolah Menengah Pertama
SLTP Negeri 36 Bandung - 2000 – 2003 Ijasah
Sekolah Dasar SD Negeri Babakan Ciparay 4 Bandung - 1994 - 2000 Ijasah