4.5 Uji Koefisiensi Determinasi (R 2 )
4.7.2 Pengaruh Jaringan Bisnis Terhadap Keberhasilan Usaha
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jaringan bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Nilai koefisien jaringan bisnis adalah 0, 332, yakni bernilai positif dengan nilai thitung (3, 439) > ttabel (2, 04) dan signifikansi (0, 000) < 0, 05. Jika inovasi meningkat maka keberhasilan usaha meningkat signifikan, demikian sebaliknya.
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Klerk dan Kroon (2008) yang menyatakan bahwa jaringan bisnis berpengaruh positif signifikan terhadap keberhasilan usaha. Menurut Suryana dan Bayu (2013), seorang wirausaha tidak dapat hidup sendiri dalam menjalankan usahanya, namun ada keterkaitan dengan pihak luar baik sebagai pemasok, pelanggan, maupun pedagang perantara. Diperlukan suatu jaringan usaha agar usaha yang kita jalankan terus berkelanjutan. Dengan membentuk jaringan maka semua kesempatan bisnis, permasalahan modal kerja, teknologi produksi, informasi bisnis, investasi, perubahan kebijakan dan peraturan, dan lain-lain dapat dibagi sehingga usaha lebih efektif dan efisien dan mengurangi risiko usaha.
Dengan semakin luasnya jaringan bisnis yang dimiliki oleh para pemilik
bisnis maka bisnis tersebut bisa semakin berkembang. Adanya komunikasi yang baik dan sikap jujur antara mitra bisnis sehingga menciptakan hubungan saling percaya akan mitra bisnis. Hubungan para pebisnis dengan para pemasok juga menjadi hal utama dalam membangun bisnis dengan sikap saling percaya sehingga para pemasok juga tetap maut erus menerus bekerja sama dalam memasok bahan baku utama kepada para pemilik bisnis.
Hubungan yang baik dan sikap saling percaya tersebut akan menciptakan keberhasilan usaha bagi para pebisnis dan juga para mitranya, begitu juga dengan para pemasok yang akan terus percaya dan mengirimkan bahan baku berkualitas yang nantinya diolah menjadi makan dan minuman yang berkualitas juga sehingga para pelangan juga merasa puas dan akan datang berkunjung kembali dan juga menciptakan citra yang baik bagi para pemilik bisnis.
Berdasarkan dari hasil distribusi jawaban kepada 33 responden yang sudah disebar, menunjukkan bahwa kebanyakan responden yang merupakan pemilik usaha menjawab setuju dengan indikator-indikator yang ada, membangun hubungan yang baik dengan pemasok untuk mendapatkan informasi tentang biji kopi yang berkualitas, untuk mendukung kemajuan usaha, memiliki sikap yang jujur guna mendapatkan kepercayaan dari mitra bisnis.
Dengan demikian akan menguntungkan bagi pemilik kedai kopi, pemasok dan juga mitra bisnis dalam menjalankan usaha yang sedang berjalan. Pastinya para pemilik usaha kopi akan selalu menjalin komunikasi yang baik dengan para pemasok dan mitra bisnis agar hubungan lebih erat juga saling kepercayaan satu dengan yang lainnya yang memacu keberhasilan dari usaha yang dibangun.
65 5.1 Kesimpulan
1. Inovasi dan Jaringan Bisnis secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha UKM Kedai Kopi di Kota Medan.
2. Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha UKM Kedai Kopi di Kota Medan.
3. Jaringan Bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha UKM Kedai Kopi di Kota Medan.
5.2 Saran
1. Inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, dalam hal ini pemilik usaha bisnis kedai kopi di Kota Medan harus terus melakukan inovasi yang berkelanjutan hingga menumbuhkan suatu usaha yang lebih baik dan lebih berkembang. Salah satunya adalah penggunaan alat-alat modern yang dipakai untuk mengolah kopi yang tentunya akan berpengaruh terhadap kebehasilan usaha dari pemilik usaha yang akan menghemat waktu dalam penyajian kopi dan tentunya bisa lebih meningkatkan kreativitas dari pemilik usaha, pemanfaatan teknologi di era 4.0 tentunya akan lebih meningkatkan kreativitas dari pemilik usaha karena pemilik usaha akan banyak mendapatkan informasi-informasi mengenai penggunaan teknologi kopi dan aspek-aspek lain yang dapat menciptakan inovasi yang akan meraih keberhasilan dari usaha pemilik usaha UKM Bisnis Kedai Kopi.
2. Jaringan Bisnis berpengaruh secara positif dan siginifikan terhadap keberhasilan usaha, membentuk jaringan bisnis diartikan sebagai proses dua arah di mana antara dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi dan sumber daya untuk saling mendukung kegiatan masing-masing. Dalam dunia bisnis harus bekerjasama (keterkaitan) serta berkomunikasi dengan pihak luar baik sebagai pemasok, pelanggan, maupun pedagang perantara membuat jaringan bisnis agar bisnis yang dikelola terus berkelanjutan. Sebagai contoh dengan adanya jaringan bisnis antara para pemilik bisnis dan para pemasok biji kopi maka akan bisa saling menguntungkan satu sama lainnya seperti kualitas biji kopi yang bisa terus konsisten terjaga dan para pemasok pun tidak perlu bingung lagi dalam menjual hasil dari pertanian mereka karena sudah ada yang siap menampun. Bagi para pebisnis lainnya adanya jaringan bisnis ini bisa menjadi bahan evaluasi dan kerjasama untuk saling bertukar informasi agar bisnis yang mereka bangun bisa berkembang pesat.
3. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya, sebaiknya meneliti faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti kreativitas, strategi bisnis dan lain-lain sehingga dapat menyempurnakan penelitian ini.
67
Aima, H. (2014). Enterpreneurship dan Peluang Usaha. Jakarta: In Media.
Alifuddin, M., & Razak, M. (2015). Kewirausahaan Strategi Membangun Kerajaan Bisnis. Jakarta: MagnaScript Publishing.
Alma, B. (2013). Kewirausahaan. Jakarta: Alfabeta.
Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society. Chichester: Wiley-Blackwell.
Dewi, R., & Dhona, S. R. (2018). The Effect of Entrepreneurship and Innovation Towards Business Success in Bread Industry in Sub-district East Baturaja Ogan Komering Ulu District. UNPAL, 1-17.
Dharmawati, D. M. (2016). Kewirausahaan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Escher, S. (2002). Journal of Development Entrepreneurship.
Flynn, N. (2010). Mencapai Sukses dengan Networking Seni Membangun Kontak Personal. Jakarta: Indeks.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Hendro. (2011). Dasar-Dasar Manajemen Kewirausahaan. Jakarta: Erlangga.
Hua, T. X., Kabia, A. B., & Arkady, D. (2015). Creativity and Innovation a Road Map to Business Success and Growth in Sierra Leone: From Intuition to Process Management. Double Blind Peer Reviewed International Research Journal, 1-15.
Islam, Khan, Obaidullah, & Alam. (2011). Effect of Entrepreneur and Firm Characteristics on the Business Success of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Bangladesh. International Journal of Business and Management, VI(3).
Kasali, R. (2010). Change. Jakarta: Gramedia.
Klerk, S., & Kroon, J. (2008). Business Networking Relationship for Business Success.
Kotler, & Armstrong. (2012). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Noor, H. F. (2013). Ekonomi Manajerial Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.
Rosli, M., & Sidek, S. (2013). The Impact of Innovation on the Performance of Small and Medium Manufacturing Enterprises: Evidence From Malaysia.
Journal of Innovation Management in Small & Medium Enterprise, 1-16.
Saiman, L. (2014). Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Soegoto, E. S. (2017). Tren Kepemimpinan Kewirausahaan Dan Manajemen Inovatif Di Era Bisnis Modern. Yogyakarta: Andi Offset.
Sudaryono. (2015). Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Andi.
Sudjatmoko, A. (2009). Cara Cerdas Menjadi Pengusaha Hebat. Jakarta: Visi Media.
Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R & D). Bandung: Alfabeta.
Suryana. (2013). Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Suryana, Y., & Bayu, K. (2013). Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Jakarta: Kencana.
Suryana, Y., & Bayu, K. (2013). Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses.
Jakarta: Prenadamia Group.
Taormina, R. J., & Lao, K. M. (2010). Measuring Chinese Entrepreneurial Motivation: Personality and Environtmenatl Influence. International Journal Entrepreneur Behaviour and Research, 200-221.
Thrikawala, S. (2011). World Journal of Social Sciences , 108-109.
Winardi, J. (2014). Entrepreneur dan Entrepreneurship. Jakarta: Kencana.
Wiratmo, M. (2011). Pengantar Kewiraswastaan Kerangka Dasar Memasuki Dunia Bisnis. Yogyakarta: BPFE.
Zampetakis, L. A., & Kanelakis, G. (2010). Opportunity entrepreneurship in the rural sectorμ evidence from Greece. Journal of Research in Marketing and Entrepreneurship , 122-142.
69 Lampiran 1
Kuesioner Penelitian
PENGARUH INOVASI (INNOVATION) DAN JARINGAN BISNIS