METODE PENELITIAN
4.7 Pembahasan Penelitian
4.7.3 Pengaruh Kepercayaan terhadap keputusan pembelian
Kepercayaan pelanggan timbul dari suatu proses yang lama. Apabila kepercayaan pembeli sudah timbul antara pembeli dan penjual, maka usaha untuk
membina hubungan kerjasama akan lebih mudah. Kepercayaan pembeli timbul ditunjukkan oleh suatu kredibilitas yang diperoleh dari pihak lain karena memiliki keahlian yang dikehendaki untuk melakukan suatu tugas. Kepercayaan pembeli juga dapat diperoleh karena melakukan sesuatu hal yang terbaik kepada pihak lain melalui suatu hubungan (Kartajaya, 2011)
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel kepercayaan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai positif 0,205, dan nilai thitung (2,678) > ttabel (1,660) dengan Sig (0,009)
< α (0,05). Jika variabel Kepercayaan meningkat maka Variabel Keputusan Pembelian meningkat signifikan, demikian sebaliknya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan yang diciptakan oleh pedagang di pasar induk medan tuntungan mampu mempengaruhi keputusan pembelian responden. Dari jawaban responden dengan pernyataan mengenai kepercayaan mendapatkan respon setuju yang paling dominan adalah pernyataan ke limabelas yaitu “saya percaya kualitas produk yang ditawarkan tidak mengecewakan pembeli” sebanyak 69 persen responden Hal ini menunjukkan mayoritas responden setuju bahwa pasar induk menyediakan beragam jenis sayur-sayuran dan buah-buahan yang memiliki kualitas sesuai dengan yang diharapkan oleh pembeli sehingga menarik keputusan responden untuk melakukan pembelian.
Namun disisi lain responden yang paling sedikit menyatakan setuju adalah pernyataan ke empatbelas “saya percaya penjual di pasar induk memberikan pelayanan yang terbaik” sebanyak 45 persen responden. Hal ini menunjukkan
pedagang di pasar induk belum mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pembeli. Hal tersebut dapat dilihat dari kemampuan para pedagang yang belum mampu mengambil, menimbang, membungkus hingga pada proses pembayaran belum dilakukan dengan baik.
Kepercayaan mampu mempengaruhi keputusan pembelian responden di pasar induk medan tuntungan. Pembeli harus memiliki kepercayaan terhadap pedagang, pembeli yang merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan pedagang dalam melakukan transaksi akan menciptakan kepercayaan. Oleh karena itu, kepercayaan memegang peran penting dalam jalinan hubungan jangka panjang untuk mencapai loyalitas pembeli antara pembeli dengan pedagang terutama yang mencakup kepercayaan pembeli mengenai kualitas dan integritas pelayanan yang diberikan oleh pedagang.
Hasil penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ferdy dan Andi (2013) .
5.1 Kesimpulan
Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang sejauh mana pengaruh lokasi, fasilitas dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian di pasar Induk Medan Tuntungan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa :
1. Lokasi, fasilitas dan kepercayaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Pasar Induk Medan Tuntungan.
2. Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Pasar Induk Medan Tuntungan.
3. Fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Pasar Induk Medan Tuntungan.
4. Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Pasar Induk Medan Tuntungan.
5.2 Saran
Berdasarkan pembahasan, peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Berdasarkan variabel lokasi, indikator yang memiliki pengaruh terendah adalah
“Pasar Induk Medan tuntungan memiliki area parkir yang luas” yaitu sebanyak 46 persen responden. Hal ini menunjukkan bahwa area parkir di pasar induk medan tuntungan belum mampu menampung kendaraan pada saat pasar sedang ramai pembeli, sehingga menyebabkan pembeli harus memarkirkan kendaraan
mereka disembarang tempat. Dengan demikian PD Pasar Induk Medan Tuntungan diharapkan menyediakan area parkir yang lebih luas dan pengaturan parkir yang lebih tertata dengan rapi sehingga mampu menampung semua kendaraan para pembeli.
2. Berdasarkan variabel fasilitas, indikator yang memiliki pengaruh terendah adalah
“kondisi fasilitas di Pasar Induk Medan Tuntungan bersih” yaitu sebanyak 48 persen responden. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas seperti kamar mandi, musholah, dan kantin yang terdapat di pasar induk medan tuntungan diketahui memiliki kondisi yang kurang bersih. Dengan demikian PD Pasar Induk Medan Tuntungan diharapkan untuk menyediakan tenaga kebersihan sehingga kondisi fasilitas tersebut dapat terjaga.
3. Berdasarkan variabel kepercayaan, indikator yang memiliki pengaruh terendah adalah “saya percaya penjual di pasar induk memberikan pelayanan yang terbaik” yaitu sebanyak 45 persen responden. Hal ini menunjukkan para pedagang di pasar induk belum mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pembeli. yaitu dapat dilihat dari kemampuan para pedagang yang belum mampu mengambil, menimbang, membungkus hingga pada proses pembayaran belum dilakukan dengan baik. Dengan demikian diharapkan para pedagang dapat melakukan pengemasan barang sesuai dengan yang diharapkan pembeli, menjadi pedagang yang tertib ukur (tidak mengurangi timbangan ) dan melakukan penimbangan di hadapan pembeli sehingga pembeli merasa puas dan mengakibatkan munculnya kepercayaan pembeli terhadap pedagang di pasar induk medan tuntungan.
4. Pasar Induk Medan Tuntungan sebagai pasar tradisional yang terbesar di pulau Sumatera ini diharapkan dapat berperan sebagai salah satu motor pengerak ekonomi kerakyatan di Kota Medan dan diharapkan dengan memiliki lahan seluas sekitar 12 hektar dapat menjadi salah satu model percontohan Pasar Induk Tradisional modern terbaik di Kota Medan yang mampu menampung semua kebutuhan masyarakat akan sayur dan buah.
5. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar dapat menambah variabel-variabel lain untuk mengukur keputusan pembelian sehingga dapat menyempurnakan penelitian ini.
Boyd, e. (2000). Manajemen Pemasaran . Jakarta: Erlangga.
Ferrinadewi, E. (2008). Merek dan Psikologi Konsumen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Fuad, M., & dkk. (2000). Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis dengan Program SPSS. Semarang:
Universitas Diponegoro.
Ginting, P. (2006). Pemasaran Produk Pertanian. Medan: USU Press.
Ginting, P., & Situmorang, S. (2008). Filsafat Ilmu dan Metode Riset. Medan : USU Press.
Hadiguna, R. A., & S, H. (2008). Tata Letak Pabrik. Yogyakarta: Andi.
Haming, M., & Nurnajamuddin, M. (2017). Manajemen Produksi Modern.
Jakarta: Bumi Aksara.
Jasfar, F. (2012). Manajemen Jasa. Bogor: Ehalia Franchise.
Kartajaya, H. (2011). Marketing Mix Seri 9 Elemen Marketing. Bandung: PT.
Mizan Pustaka.
Kartajaya, H. (2011). Marketing Mix Seri 9 Elemen Marketing. Bandung: PT.
Mizan Pustaka.
Kotler, P. (2005). Manajemen Pemasaran . Jakarta: PT. Indeks .
Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta:
Erlangga.
Lupiyoadi, R., & Hamdani. (2008). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta:
Salemba Empat.
Mankiw, G. N. (2007). Makro Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
ong, A. I., & Sugiharto, S. (2013). Analisis Pengaruh Strategi Deferensiasi, Citra Merek, Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keoutusan Pembelian Pelanggan di Cincau Station Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran, 1-11.
Simamora, B. (2011). Riset Pemasaran, Falsafah, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT.
Indeks Gramedia.
Situmorang , S., & Lufti, M. (2014). Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis. Medan: USU Press.
Situmorang , S., & Lufti, M. (2015). Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis. Medan : USU Press.
Situmorang, S. (2017). Riset Pemasaran. Medan: USU Press.
Sugiono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
PT Alfabeta.
Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Andi.
Sumayang, L. (2003). Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta:
Salemba Empat.
Tjiptono, F. (2004). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
Tjiptono, F. (2005). Pemasaran Jasa. Malang: Bayumedia.
Tjiptono, F. (2009). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
Zimmerer, T. W. (2008). Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta:
Salemba Empat.
Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian
PENGARUH LOKASI, FASILITAS, DAN KEPERCAYAAN