IV.1.5.10. Analisis Statistik Deskriptif Tentang Keandalan Kerja dalam Variabel Kinerja (Y)
4.2.3. Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai
Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima untuk variabel Kompensasi. Dengan demikian kompensasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai dengan hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan nilai koefisien kompensasi sebagai variabel X2 sebesar 0,254 dan
bertanda positif. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan kompensasi satu satuan maka variabel Kinerja pegawai (Y) akan naik sebesar 0,254 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain tidak mengalami perubahan. Dengan pemberian kompensasi yang cukup akan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja pegawai di PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai. Bila hasil pengujian dibandingkan dengan fenomena yang terjadi maka diharapkan adanya peningkatan kompensasi agar ada peningkatan kepuasan karyawan dari segi kompensasi yang diterimanya setiap bulan. Berdasarkan hasil kuesioner dari karyawan dapat disimpulkan bahwa kompensasi yang diterima dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tetapi masih ada keinginan dari karyawan agar adanya peningkatan nilai nominal kompensasi berdasarkan kenaikan pengeluaran karyawan dalam kehidupan sehari – harinya.
Mondy (2005) menyatakan bahwa kompensasi adalah keseluruhan dari semua hadiah yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas jasa mereka. Sedangkan Handoko (2003) menyatakan
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Permatasari (2010), meneliti dengan judul Pengaruh Kompensasi dan Iklim Organisasi Terhadap Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Jadi melalui kompensasi tersebut karyawan dapat meningkatkan kinerja serta meningkatkan kebutuhan hidupnya. Kompensasi penting karena pendorong utama seseorang menjadi karyawan dan berpengaruh terhadap semangat dan kinerja para karyawan. Maka penting bagi setiap perusahaan agar dapat menetapkan kompensasi yang paling tepat, agar mencapai tujuan perusahaan secara lebih efektif dan lebih efisien.
Kinerja Pelayanan Kependudukan di Kelurahan Petojo Utara Kecamatan Gambir Kota Administrasi, Jakarta Pusat. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kompensasi terhadap kinerja pelayanan di Kantor Kelurahan Petojo Utara direfleksikan oleh gaji, tunjangan, insentif, penghasilan tambahan, kecakapan, tanggung jawab, pertumbuhan pribadi, penghargaan, promosi, tantangan, sifat hasil kerja, dan cuti.
Muljani (2002) dalam jurnal yang berjudul Kompensasi Sebagai Motivator Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan menjelaskan bahwa jika program kompensasi dirasakan adil dan kompetitif oleh karyawan, maka perusahaan akan lebih mudah untuk menarik karyawan yang potensial, mempertahankannya dan memotivasi karyawan agar lebih meningkatkan kinerjanya, sehingga produktivitas meningkat dan perusahaan mampu menghasilkan produk dengan harga yang kompetitif. Ada dua hal yang perlu diingat oleh perusahaan dalam pemberian kompensasi. Pertama, kompensasi yang diberikan harus dapat dirasakan adil oleh karyawan dan kedua, besarnya kompensasi tidak jauh berbeda dengan yang diharapkan oleh karyawan. Apabila dua hal ini dapat dipenuhi, maka karyawan akan merasa puas. Kepuasan akan memicu karyawan untuk terus meningkatkan kinerjanya, sehingga tujuan perusahaan maupun kebutuhan karyawan akan tercapai secara bersama. Untuk mencapai keadilan sebagaimana diharapkan oleh karyawannya, maka perusahaan harus mempertimbangkan kondisi eksternal, kondisi internal dan kondisi individu. Kompensasi harus diusahakan sebanding dengan kondisi di luar perusahaan, khususnya perusahaan yang menjalankan bisnis sejenis, juga harus disesuaikan dengan kondisi pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan, seperti tanggung jawab, dan risiko. Kompensasi juga harus
memperhatikan kondisi individu, sehingga tidak memberikan kompensasi dengan pertimbangan subyektif dan diskriminatif.
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel X1 (Pendidikan dan Pelatihan) mempengaruhi kinerja sebesar 0,729 sedangkan variabel X2 (Kompensasi) hanya sebesar 0,254 untuk setiap satu satuan peningkatan variabel bebas. Dengan demikian yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai adalah Pendidikan dan Pelatihan.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Hasil pengujian hipotesis pertama, disimpulkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dengan tingkat pengaruh sebesar 0,729. Setiap kenaikan satu satuan dari Diklat maka kinerja akan naik sebesar 0,729.
2.Hasil pengujian hipotesis kedua, disimpulkan bahwa Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dengan tingkat pengaruh sebesar 0,254. Setiap kenaikan satu satuan dari kompensasi maka kinerja akan naik sebesar 0,254.
3.Hasil pengujian hipotesis ketiga, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan serta Kompensasi (Variabel X1 dan X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai. Berdasarkan pengujian secara parsial diketahui bahwa Pendidikan dan Pelatihan adalah variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai.
5.2. Saran
1. Pendidikan dan Pelatihan merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dan Jenis kompensasi yang diterima karyawan PDAM Tirtanadi dan karyawan PDAM Tirtamusi adalah gaji bulanan, beberapa bentuk insentif seperti insentif biaya
perumahan, pendidikan, cuti tahunan, Tunjangan Hari Raya (THR), Bantuan Akhir Tahun (BAT) dan insentif tahunan. Keseluruhan insentif tersebut dibayarkan kepada seluruh pegawai setiap tahunnya dengan waktu pemberian ditetapkan oleh perusahaan. Di samping pemberian insentif tersebut di atas, PDAM juga memberikan beberapa insentif tambahan kepada seluruh pegawai. Bentuk pemberiannya dan jumlah yang dibayarkan juga berbeda sesuai aturan perusahaan yang ditetapkan. Insentif tambahan ini antara lain jasa produksi, sisa hasil usaha (SHU), uang kerajinan, uang transport, uang pakaian seragam dinas dan batik, uang sepatu serta uang extra fooding. Keseluruhan insentif ini diberikan dalam bentuk uang yang mana besarnya pemberian insentif ini bervariasi dan berbeda kepada masing-masing pegawai. merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja dibandingkan dengan variabel lainnya (kompensasi), oleh karena itu disarankan kepada PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara agar Diklat yang diajukan dan diprogramkan PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dapat dilaksanakan keseluruhannya pada tahun-tahun mendatang tanpa mengabaikan kesiapan peserta, kehandalan pelatih/instruktur, kelengkapan, kesesuaian materi diklat dan dalam penyelenggaraannya lebih memperbanyak praktek kerja dengan mengambil contoh-contoh permasalahan yang sering terjadi daripada pembahasan-pembahasan yang bersifat teoritis mengingat mayoritas pekerjaan di PDAM lebih mengarah pada terapan.
2. Kompensasi merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai, Maka penting bagi perusahaan agar dapat menetapkan kompensasi yang paling tepat untuk
mencapai tujuan perusahaan secara lebih efektif dan lebih efisien. Apabila kompensasi yang diberikan kepada para karyawan terlalu kecil dibandingkan dengan perusahaan lain maka hal ini dapat menyebabkan karyawan pindah ke perusahaan yang lain. O
3. Dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dimasa yang akan datang disarankan agar Kualitas, kehandalan dan kuantitas kerja dapat ditingkatkan melalui pengembangan pengetahuan, kemapuan dan peningkatan keterampilan pegawai serta peningkatan kompensasi yang diberikan kepada karyawan.
leh karena itu PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara disarankan agar dapat meningkatkan Kompensasi Finansial Langsung maupun tidak Langsung berupa gaji, uang makan, jasa produksi, biaya kesehatan, jaminan hari tua dan lain-lain, jika memungkinkan dapat menyamai besaran kompensasi yang diterima oleh pegawai PDAM Tirtamusi Palembang.
4. Bagi PDAM dan pihak lain yang akan melakukan penelitian selanjutnya diharapkan agar dapat menambahkan variabel dan faktor lain yang lebih besar pengaruhnya terhadap kinerja pegawai seperti etos kerja, kepeminpinan, motivasi dan lain-lain dengan populasi atau sampel yang lebih besar.