BAB V ANALISA DATA
5.5. Pengaruh kompensasi terhadap prestasi kerja pegawa
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan korelasi positif dan signifikan antara kompensasi dengan prestasi kerja pegawai sebesar 0,260, jadi hal itu berarti koefisien determinan = 6,76% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel kompensasi pegawai. Atau dapat dinyatakan bahwa pengaruh kompensasi terhadap tinggi rendahnya prestasi kerja pegawai sama dengan 6,8% sedangkan sisanya 93,2% ditentukan faktor di luar variabel kompensasi.
Hal ini sesuai Mukaram dan Mawarsyah, ( 2000:127) mendefinisikan Kompensasi adalah penghargaan/imbalan-langsung maupun tidak langsung, finansial maupun non-finansial yang adil dan layak kepada karyawan, sebagai balasan atas kontribusi mereka terhadap pencapaian tujuan organisasi. Milkovich dan Newman (2005:6) mendefinisikan kompensasi. mengacu pada semua wujud, dari imbalan keuangan serta jasa dan manfaat terukur yang karyawan terima sebagai bagian dari satu hubungan ketenagakerjaan.(http://all-about- theory.blogspot.com/2010/03/kompensasi.html tgl 5 juli 2013)jam 8.31pm)
Sehingga sebagian responden tidak terlalu menjadikan kompensasi sebagai acuan untuk setiap pekerjaan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, dari keempat faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi kerja pegawai di dapatkan faktor yang paling dominan adalah motivasi kerja pegawai sebesar 17
%. Hal ini sesuai teori Herzberg (teori model dua faktor ) Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor
hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam
organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana
yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik
Tabel 38. Hasil Perhitungan B Regresi Berganda
Untuk mengetahui pengaruh masing – masing variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dilihat dari hasil uji t untuk variabel motivasi, kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi . dapat dilihat dengan koefisien regresi sebesar 62,930 artinya apabila motivasi , kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi dapat ditingkatkan maka akan mengalami peningkatan. Motivasi nilai t = 1,000 atau t hitung =2,174. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung > t tabel = 0,309 > α 0,05. Artinya motivasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja dengan signifikan 5%, kemamapuan Kerja Nilai t tabel =1,000 t hitung = 1,558 hasil itu menunjukkan t hitung > t tabel =0,132 > 0,05 artinya kemampuan kerja Model Understandardized coefficients Standardiz ed Coeffisien T Sig Correlations B Std Error Beta Zero
order Partial Part
1 (Constanta) 62,930 13,632 4,617 ,000 Motivasi -,679 ,321 -,373 -2,174 ,039 -,409 -,399 -,364 Kemampuan Kerja -,534 ,343 -,267 -1,558 ,132 -,290 -,297 -,261 Kepuasan kerja ,083 ,258 ,056 ,321 ,751 -,010 ,064 ,0,54 Kompensasi -,357 ,229 - ,256 -1,561 ,131 -,260 -,298 -,261 a. dependen Variabel : Prestasi Kerja
berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja terhadap prestasi kerja dengan signifikan 5%, Kemampuan Nilai t tabel 1,000 t hitung = 0,0321 hasil itu menunjukkan bahwa t hitung < t tabel =751 > 0.05%. artinya kepuasan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja dengan signifikan 5%. Dan kompensasi Nilai t tabel =1,000 t hitung 1,561 hasil itu menunjukkan bahwa t hitung > t tabel = 0,131 > 0,05 artinya kompensasi berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai dengan uji signifikan 5%.
Model analisis regresi linear berganda dapat digunakan dengan baik untuk menganalisa pengaruh motivasi, kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi terhadap prestasi kerja pegawai. Hal ini juga dapat dilihat dari koefisien determinan (R2) menunjukkan variasi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 0,299 artiinya 29,9 dapat dijelaskan oleh variabel bebas 29,9 dan sisanya 70,1% dijelaskan dalam variabel lain diluar analisa variabel dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian motivasi, kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi hanya mempunyai pengaruh kecil terhadap prestasi kerja pegawai artinya motivasi, kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi memberikan kontribusi kecil yaitu sebesar 29,9 % terhadap prestasi kerja pegawai.
Dari tabel diperoleh :
X1 = 756 X2 = 753 X3 = 764 X2 =729 X1Y = 19812 X2Y = 19114 X3 Y =19405 4 Y=18499
X12
= 19180 X22 = 18912 X33 = 1921 X44 =17765
X1X22 =19002 X1. X2. X3= 482750 X1 X2 X3 X4 = 11749109 xy = 76174 y2=19446 y = 762
Sehingga untuk menghitung harga – harga a, b1,b2,b3. b4 dapat menggunakan persamaan berikut :
Xy = an + b1 X12 + b2X2 + b3X3 + b4X4
X1Y = a X1 + b1 X1 + b2X1. X2 + b3 X3 + b4X4
2 Y = a b2X2 + b1 X1.X2 + b2X22 + b3X32 + b4X42 3 Y = a X3 + b1X12 + b222 + b3 X1 . X2 . X3
X4 Y = a X4 + b1X1 . X2. X3. X4
Bila harga – harga dari data diatas dimasukkan dalam persamaan tersebut maka :
762 = 30a + 756 b1 + 753 b2 (1)
19182 = 756a + 19180 b1 + 19002b2 (2)
19114 = 753a + 19002 b1 + 18912 b2 (3)
Dari persamaan di atas dapat dibuat tabbel di bawah ini :
NP* A b1 b2 Yn Ket
1. 30 756 753 762 Persamaan 1/Per (1)
2. 756 571536 756 19182 Persamaan 1/Per (2) 3. 19114 19002 18912 19114 Persamaan 1/Per (3)
NP* = Nomor Persamaan
Persamaan (1) dikalikan dengan 756 (2) dikalikan dengan 30 maka didapatkan persamaan (4) seperti berikut :
Tabel 40. Persamaan NP* A b1 b2 Yn Ket 1. 22680 571536 569268 576072 = Per .(1) x 756 2. 22680 17146080 22680 575460 = Per .(2) x 44 3. 0 -16574544 -546588 -612 NP* = Nomor Persamaan
Persamaan (1) dikalikan dengan 19114 dan (3) dikalikan dengan 30 maka didapatkan persamaan(5) seperti berikut ini:
Tabel 41. Persamaan
NP* A b1 b2 Yn Ket
1. 573420 571536 14450184 14564868 = Per (1) x 756
2. 57342 570060 567360 573420 = Per (3) x 30 3. 0 -1476 13882824 -13991448 -
NP* = Nomor Persamaan
Persamaan (4) dikalikan dengan -1467 dan (5) dikalikan dengan
-16574544 maka didapatkan persamaan (6) seperti berikut :
Tabel 42. Persamaan NP* A b1 b2 Yn Ket 1. - 16573068 806763888 903312 = per(4) x -1476 2. - 165573068 2.301014714 2.319018714 = per(5) x (- 16574544 3. - 0 494250826 -2318115402 - NP* = Nilai Persamaan
Dari persamaan (6) didapatkan sebagai berikut :
-1494250826 b2 = - 2318115402
b2 = (- 2318115402 - -1494250826)
= 1,55
Dari persamaan (5) didapatkan :
-1476 b1 -13882824 = - 13991448
b1 = - 13991448 + ( -13882824 x 1,55) / -1476 = 240
a = 762 – 756 b1 – 753 b2 30 a = 762 – 756. (240) – 753 (1,55) = 30 a = 762 -181440 – 1167.15 30 = -9913,1 a = -9913,1 b1 = 1,55 b2 = 240
jadi persamaan regresi linear ganda untuk dua predictor ( Motivasi dan Kemampuan Kerja Pegawai) adalah :
Y = -9913,1 +1,55 + 240 X2
Dari persamaan itu berarti Prestasi Kerja akan naik,bila motivasi dan kemampuan ditingkatkan . tetapi koefesien regresi untuk kemampuan kerja (240) lebih besar dari koefisien regresi untuk motivasi kerja (1,55), jadi bila motivasi ditingkatkan menjadi 72, dan kemampuan kerja ditingkatkan 72, maka prestasi kerja
Y = -9913,1 + 1,55. (72) + 240 (72)
Y = -9913,1 + 111,6 +17280
Diperkirakan Prestasi Kerja Pegawai Sebesar = 2730 (27,30)
Y 762 = 30a + 764 b3 + 729b4 X1. X2 = 19182 =764 + 19291 b3 + 19002 X2 Y = 19114 = 729 + 19002 + 177665 Tabel 43. Persamaan NP* A b1 b2 Yn Ket 1. 30 764 729 762 Persamaan 1 /Per (1) 2. 764 19291 19002 19812 Persamaan 1 /Per (2) 3. 19114 19002 17765 19114 Persamaan 1 /Per (3) NP* = Nilai Persamaan
Persamaan (1) dikalikan dengan 764 dan (2) dikalikan dengan 30 maka didapatkan persamaan (4). Persamaan(1) dikalikan dengan 19291 dan persamaan (1)729 dikalikan dengan 764 maka di dapatkan persamaan(4) maka diperoleh 575460. Dan persamaan 762(1) dikalikan dengan764(2) maka dapat persamaan 5821168(4). Tabel 44. Persamaan NP* A b1 b2 Yn Ket 1. 22920 5583696 556956 5821168 = Per (1) x 764 2. 22920 578730 570060 575460 = Per.(2) x 30 3. 0 -5004966 13104 -5245708 -
NP* = Nilai Persamaan
Persmaan (1) dikalikan dengan 19114 dan (3) dikalikan dengan 30 maka di dapatkan persamaan (5). Dan persamaan (3) 19002 dikalikan dengan 30 maka didapatkan persamaan(5) 14603096. Dan persamaan (3) (17765) dikalikan dengan 30 (1) maka dihasilkan persamaan 532950(5). Persamaan(1) 729 dikalikan dengan
19114 maka didapatkan persamaan(5)13934106, Dan persamaan(1) 762 dikalikan dengan 19114(2) maka didapatkan Persamaan(5) – 13991448.
Tabel 45. Persamaan NP* A b1 b2 Yn Ket 1. 573420 14603096 13934106 14564868 = per (1) x 764 2. 573420 570060 532950 573420 = Per (2) x 30 3. 0 -14033036 -13401156 -13991448 NP * = Nilai Persamaan
Persamaan (4) dikalikan – 14033036 dan (5) dikalikan dengan -5004966 maka didapatkan persamaan (4) -5004965 maka didapatkan persamaan (6). Dan persamaan (5) dikalikan dengan persamaan (4)13104 maka didapatkan persamaan(6). Persamaan (5) dikalikan dengan-13991448(4) maka didapatkan persamaan (6).
Tabel 46. Persamaan
NP* A b1 b2 Yn Ket
2. - 190028002 6,707233 7,0026707 = Per (5) x -14033036
3. 4,829973 -0,3586502
NP* = Nilai Persamaan
Dari persamaan(6) didapatkan sebagai berikut
4,829973 b4 = - 0,3586502
b4 = (0,3586502) / (4,829973)
= 0,074
Dari persamaan(5) didapatkan :
-14033036 b1 - -13401156 = - 13991448
b1= - 13991448 + (-13401156 x 0,074)/14033036 = 1,080
dari persamaan(1) didapatkan :
30 a + 764 b3 + 729 b4 = 19182 a = 19182 – 764 b3 – 729 b4 30 a = 19182 – 764.(1,080) – 729.(0,074) 30 a = 19182 – 825.12 – 53.946 30 = 610.0
b3=1,080 b4=0,074
Jadi persamaan regresi ganda linear untuk dua predictor kepuasan kerja dan Kompensasi) adalah :
Y = 610,0 + 1,080 + 0,074X4
Dari persamaan ini persamaan prestasi kerja pegawai akan naik, bila kepuasan kerja dan kompensasi ditingkatkan. Tetapi koefisien regresi untuk kepuasan kerja(1,080), jadi bila kepuasan kerja ditingkatkan menjadi 72, dan kompensasi juga ditingkatkan menjadi 72, maka prestasi kerja pegawai adalah :
Y = 610,0 + 1,080.(72) + 0,074.(72) Y = 610,0 + 77,76 + 5,328
Diperkirakan prestasi kerja organisasi sebesar = 693,0
Jadi bila a = -9913,1 + 610,0 = -9903,1 b1= 240 b2= 1,55 b3= 1,080 b4= 0,074 jadi Y = 9303,1 + 1,55X1 + 240 X2 +1,080X3 + 0,074X4
Dari persamaan itu berarti prestasi kerja akan baik, bila motivasi, kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi ditingkatkan. Tetapi koefisien regresi untuk motivasi kerja (240) lebih besar dibandingkan dari koefisien regresi
BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa korelasi positif dan signifikan antara motivasi dan prestasi kerja pegawai sebesar ,- 4092, hal itu berarti koefisien determinan = 17% jadi dapat disimpulkan bahwa varians yang terjadi pada variabel prestasi kerja pegawai 17% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel motivasi. atau dapat dinyatakan bahwa pengaruh motivasi terhadap tingginya rendahnya prestasi kerja pegawai sama dengan 17%, dan sisanya 83 % ditentukan oleh faktor diluar variabel motivasi. itu artinya makin tinggi motivasi, maka akan semakin tinggi prestasi kerja pegawai.
2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan korelasi positif dan signifikan antara kemampuan kerja denga prestasi kerja sebesar – ,2902 hal itu berarti koefisien determinannya = 8,41 %, jadi dapat disimpulkan bahwa varians yang terjadi pada varians prestasi kerja pegawai 8,41% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel kemampuan kerja. Atau dapat dinyatakan bahwa pengaruh kemampuan kerja terhadap tinggi rendahnya prestasi kerja pegawai sama dengan 8,41%, sedangkan sisanya 91,59%, artinya makin tinggi kemampuan kerja pegawai maka semakin tinggi prestasi pegawai.
3. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan korelasi positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan prestasi kerja pegawai sebesar -,102 %. Hal itu berarti koefisien determinannya = 1%. jadi dapat disimpulkan varians yang terjadi pada variabel prestasi kerja 1% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel kepuasan kerja pegawai. Atau dapat dinyatakan bahwa pengaruh kepuasan kerja terhadap tinggi rendahnya prestasi kerja pegawai sama dengan 1 %. Sedangkan sisanya 99% ditentukan oleh faktor diliuar variabel kepuasan kerja.
4. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan korelasi positif dan signifikan antara kompensasi dengan prestasi kerja pegawai sebesar -,2602, jadi hal itu berarti koefisien determinannya = 6,76% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel kompensasi pegawai. Atau dapat dinyatakan bahwa pengaruh kompensasi terhadap tinggi rendahnya prestasi kerja pegawai sama dengan 6,8%, sedangkan sisanya 93,2% ditentukan faktor diluar variabel kompensasi.
5. Dari hasil perhitungan motivasi, kemampuan kerja, kepuasan kerja, kompensasi, (X) dan Prestasi (Y) ditunjukkan bahwa ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Ini berarti makin banyak faktor – faktor yang mendukung maka makin tinggi juga tingkat prestasi yang ditunjukkan oleh pegawai kantor pelayanan perizinan terpadu kabupaten Mandailing Natal.
6. Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh faktor yang paling dominan yang mempengaruhi prestasi kerja pegawai Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kab. Mandailing Natal. Yaitu motivasi Kerja sebesar 17%.
6.2. Saran
1. Kantor Pelayanan perizinan terpadu dituntut untuk tetap menjaga komitmennya sesuai dengan visi dan misinya untuk selalu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
2. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu ditunjukkan seharusnya memberikan penghargaan kepada para pegawainya, yang memiliki prestasi yang baik tanpa memandang status atau jabatan tersendiri.
3. Dibentuknya Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu ditunjukkan kepada masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan izin. Dari penelitian ini penulis menyarankan supaya pensosialisasiannya lebih di tingkatkan supaya masyarakat dapat memahami dan mengerti apa sesungguhnya peran Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. Dengan demikian masyarakat tidak enggan lagi untuk membuat surat izin dari berbagai izin yang menjadi tanggungjawab Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kab. Mandailing Natal.
4. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu diharapkan menjadi panutan atau contoh bagi instansi lainnya. Dengan penghargaan yang diberikan kepada pegawai yang berprestasi dan dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
5. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Menjadi instansi yang dapat di banggakan oleh masyarakat di kawasan Kab. Mandailing Natal.dan khususnya untuk Provinsi Sumatera Utara.