3. Dimensi Laporan Operasional Variabel Implementasi SAP Berbasis Akrual
4.3 Pengujian Hipotesis
4.4.3 Pengaruh Kompetensi terhadap Implementasi SAP Berbasis Akrual Pada hipotesis ketiga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi
terhadap implementasi SAP berbasis akrual di Kabupaten Bengkulu Tengah. Pada hasil penelitian ini mampu menunjukkan bahwa kompetensi memiliki hubungan yang positif terhadap penerapan SAP berbasis akrual di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,134 dengan nilai probabilitas sebesar 0,032. Nilai rata-rata jawaban responden terhadap indikator variabel kompetensi adalah sebesar 3,95 dengan kategori baik. Artinya bahwa kompetensi dari sumber daya manusia memiliki pengaruh yang positif dalam mendukung implementasi SAP berbasis akrual, sehingga semakin baik kompetensi maka implementasi SAP berbasis akrual juga akan semakin baik. Dapat juga diartikan bahwa kompetensi dari pegawai-pegawai yang terlibat langsung, yang memahami dan mempraktekkan akuntansi akrual yang memiliki kualifikasi sangat mendukung didalam keberhasilan implementasi SAP berbasis akrual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi di Kabupaten Bengkulu Tengah telah berkompeten. Hal ini terjadi karena pegawai di bagian keuangan pada setiap OPD di kabupaten Bengkulu Tengah telah memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan. Kompetensi pegawai di bagian keuangan yang sangat terlihat adalah pada dimensi kemampuan. Dimana bisa dikatakan berkompetensi karena terlihat dari dimensi kemampuan yang dimiliki oleh pegawai di bagian keuangan di Kabupaten Bengkulu Tengah antara lain: kemampuan untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri,
memiliki motivasi, etos kerja, kreativitas, inovasi, semangat dan profesionalisme dalam bekerja.
Selain memiliki pengetahuan yang memadai, pegawai di bagian keuangan juga harus memiliki keterampilan dan kemampuan. Terutama keterampilan menggunakan aplikasi simda yang digunakan dalam implementasi SAP berbasis akrual dan kecerdasan. Baik kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta kecerdasan sosial. Hal ini penting, karena dengan memiliki pengetahuan yang memadai, keterampilan dan kemampuan yang baik maka implementasi SAP berbasis akrual yang semakin baik pula. Dengan implementasi SAP berbasis akrual yang semakin baik akan menghasilkan LKPD yang semakin baik. Sejalan dengan penelitian Winidyaningrum & Rahmawati (2010) yang menunjukkan hasil bahwa SDM berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan pelaporan keuangan pemerintah daerah. Dimana SDM disini maksudnya adalah kompetensi yang merupakan karakteristik seseorang.
Hasil ini sejalan dengan Hevesi (2005) yang menyatakan bahwa kompetensi merupakan suatu karakteristik dari seseorang yang memiliki keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan kemampuan (ability) untuk melaksanakan pekerjaan. Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel kompetensi rata-ratanya adalah sebesar 3,95 yang berarti bahwa pegawai bagian keuangan di Kabupaten Bengkulu Tengah telah berkompetensi.
Kompetensi dari sumber daya manusia merupakan aset yang harus ditingkatkan baik produktivitas maupun efisiensinya. Oleh sebab itu, kompetensi pada pegawai di bagian keuangan harus memenuhi kualifikasi yang merupakan karakteristik dari seseorang. Kualifikasi tersebut adalah keterampilan,
pengetahuan dan kemampuan. Hal ini penting, karena implementasi SAP berbasis akrual merupakan suatu proses yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Jika kompetensi tidak dimiliki oleh pegawai di bagian keuangan maka akan muncul berbagai hambatan-hambatan dalam implementasi SAP berbasis akrual. Berbagai hambatan ini pastinya akan mengakibatkan pemborosan bahan, waktu, tenaga serta hasil yang diperoleh tidak akan maksimal. Seperti yang diutarakan oleh Mimba (2013) bahwa persyaratan untuk menggunakan basis akrual dalam penyusunan laporan keuangan menyebabkan beberapa komplikasi bagi pemerintah daerah. Penyebabnya dari faktor internal (kemampuan SDM yang terbatas dan faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi penghambat di sini adalah kemampuan yang terbatas mengenai akuntansi dan pengetahuan staf yang lemah.
Pegawai di bagian keuangan di Kabupaten Bengkulu Tengah sudah berkompeten, namun pegawai bagian keuangan di Kabupaten Bengkulu Tengah masih perlu meningkatkan lagi kompetensinya. Pegawai bagian keuangan harus meningkatkan kompetensinya secara terus-menerus karena implementasi SAP berbasis akrual ini akan terus berkembang, sehingga kompetensi yang semakin baik sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan dari implementasi SAP berbasis akrual.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk terus meningkatkan kompetensi pegawai bagian keuangan di Kabupaten Bengkulu Tengah adalah dengan: (1) Terus melakukan pendampingan dari tim BPKP dalam hal rekonsiliasi kas triwulan, semesteran dan tahunan (2) Memberikan sosialisasi pelatihan-pelatihan, bimbingan teknis, trainning, maupun transfer knowledge. Contohnya
pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti oleh pegawai-pegawai yang terlibat dalam implementasi SAP di OPD Di Kabupaten Bengkulu Tengah seperti: pelatihan-pelatihan simda, rekonsiliasi kas, rekonsiliasi pendapatan, rekonsiliasi aset, pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis akrual, pelatihan sistem administrasi keuangan, dan lain-lain.
Pelatihan-pelatihan, bimbingan teknis, trainning, maupun transfer
knowledge diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Pelatihan yang
berkelanjutan dilakukan agar sistem akuntansi di entitas pelaporan dan entitas akuntansi dapat dijalankan, dipelihara dengan baik dan ditingkatkan sesuai dengan perkembangan PSAP. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap basis akuntansi yang masih terus diperbaharui sesuai dengan sistem akuntansi yang berbasis akrual. Dengan memperkuat dasar-dasar akuntansi sehingga pegawai bagian keuangan bisa memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan aplikasi simda yang digunakan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Hal ini penting karena simda hanya aplikasi yang digunakan untuk mempermudah dan mempercepat tersusunnya berbagai laporan keuangan yang berbasis akrual. Ilmu akuntansi sangat dibutuhkan terutama jika terjadi kesalahan pada laporan yang dihasilkan maka bisa ditelusuri dan diperbaiki kesalahannya.
Selanjutnya untuk meningkatkan kompetensi bisa dilakukan dengan cara membentuk tim gabungan dengan pihak-pihak yang menguasai pengelolaan keuangan seperti: BPKP, APIP, BKD, dan OPD (bagian keuangan) untuk bekerja sama melakukan pengelolaan keuangan. Dengan pola kerja ini akan terjadi tranfer
knowledge dari pihak yang menguasai pengelolaan keuangan daerah (BPKP)
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kardiasih, Sinarwati & Sulidawati (2016) yang menemukan pengaruh yang positif dari kompetensi terhadap penerapan SAP berbasis akrual. Semakin baik kompetensi dari pegawai-pegawai yang terlibat dalam implementasi SAP berbasis akrual maka implementasi SAP berbasis akrual akan semakin baik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil-hasil penilaian terhadap berbagai pelaporan keuangan yang dibuat.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa variabel implementasi SAP berbasis akrual di Kabupaten Bengkulu Tengah dipengaruhi oleh kompetensi pegawai bagian keuangan di setiap OPD di Kabupaten Bengkulu Tengah. Maka semakin berkompeten pegawai di bagian keuangan di Kabupaten Bengkulu Tengah, semakin baik pula implementasi SAP berbasis akrual di Kabupaten Bengkulu Tengah.
4.4.4 Pengaruh Ketersediaan Infrastruktur terhadap Implementasi SAP