• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

C. Kualitas Emas

3. Pengaruh Kualitas Terhadap Perusahaan

Dalam kenyataannya kualitas adalah konsep yang cukup sulit untuk dipahami dan disepakati. Dewasa ini kata kualitas mempunyai beragam interpretasi, tidak dapat didefinisikan secara tunggal, dan sangat tergantung pada konteksnya. Beberapa definisi kualitas berdasarkan konteksnya perlu dibedakan atas dasar yaitu organisasi, kejadian, produk, pelayanan, proses, orang, hasil, kegiatan, dan komunikasi (Dale, 2003).

Render dan Herizer (2004) berpendapat bahwa kualitas terutama mempengaruhi perusahaan dalam empat hal, yaitu:

a. Biaya dan pangsa pasar

Kualitas yang ditingkatkan dapat mengarah kepada peningkatan pangsa pasar dan penghematan biaya, keduanya juga dapat mempengaruhi profitabilitas.

b. Reputasi perusahaan

Reputasi perusahaan mengikuti reputasi kualitas yang dihasilkan.

Kualitas akan muncul bersamaan dengan persepsi mengenai produk baru perusahaan, praktek-praktek penanganan pegawai, dan hubungannya dengan pemasok.

c. Pertanggung jawaban produk

Organisasi memiliki tanggung jawab yang besar atas segala akibat pemakaian barang maupun jasa.

d. Implikasi internasional dalam era teknologi, kualitas merupakan perhatian operasional dan internasional.

Pengusaha perlu memperhatikan harganya karena dalam persaingan usaha, harga yang ditawarkan oleh pesaing bisa lebih rendah dengan kualitas yang sama atau bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Sehingga dalam penentuan harga produk atau jasa yang dijual, baik perusahaan besar maupun usaha kecil sekalipun harus memperhatikan konsumen dan para pesaingnya.

Kualitas suatu barang mempengaruhi harga dari barang tersebut.

D. Keputusan Taksiran Emas 1. Pengertian Emas

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 skala Mohs, serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya.

Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya

>20%.

Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis

menghasilkan endapan letakan placer. Emas moneter sebagai jaminan mata uang yang pernah dipakai oleh Bank Indonesia.

Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika.

Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.

2. Taksiran Emas

Siamat (2005) mengemukakan bahwa, penaksiran dalam pemberian uang pinjaman atas dasar hukum gadai mewajibkan nasabah untuk menyerahkan barang berharga sebagai barang jaminan. Barang tersebut kemudian ditaksir oleh petugas Pegadaian, yang memiliki keahlian dalam hal tersebut untuk menentukan besarnya uang pinjaman yang dapat diberikan.

Menurut Triandaru & Budisantoso (2008), Pegadaian telah menetapkan pedoman dasar penaksiran, agar penaksiran suatu barang berharga sesuai dengan nilai riil barang tersebut.

Nilai taksiran emas adalah nilai emas yang diinginkan nasabah kepada perum pegadaian, yang besarnya tergantung dari kuantitas (berat) dan kualitas (karatase) barang jaminan serta harga dasar emas (Buku Pedoman Penaksir BSM). Menentukan nilai atau harga perkiraan tertentu yang akan dijadikan

jaminan yang didasarkan pada harga, jadi pasar dan peraturan yang berlaku untuk masa tertentu. Ketentuan yang diajukan sebagai taksiran sebagai berikut:

a. Tidak boleh sama atau di atas harga pasaran,

b. Tidak terlalu rendah dari harga pasar, kecuali ketentuan berlaku.

Agar barang gadai dapat dijual bilamana tidak dapat atau bersedia melunasi pinjaman, maka Perum pegadaian menentukan pedoman standar tertinggi yang dapat ditetapkan oleh kantor cabang Pegadaian yaitu:

a. Logam mulia sebesar 88% dari harga pasar b. Berlian sebesar 45% dari harga pasar

c. Tekstil (sandang) sebesar 83% dari harga pasar d. Barang elektronik sebesar 73%

e. Kendaraan bermotor sebesar 93% dari harga pasar f. Barang lain sebesar 63% - 83% dari harga pasar

Mengingat besarnya jumlah pinjaman sangat tergantung pada nilai barang yang akan digadaikan, maka barang yang diterima dari calon peminjam terlebih dahulu harus ditaksir nilainya oleh petugas penaksir.

Petugas penaksir adalah orang-orang yang sudah mendapatkan pelatihan khusus dan berpengalaman dalam melakukan penaksiran barang-barang yang akan digadaikan. Pedoman dasar penaksiran telah ditetapkan oleh Perum Pegadaian agar penaksiran atas suatu barang bergerak dapat sesuai dengan nilai sebenarnya. Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPS) dari

barang. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.

Nilai taksiran terhadap suatu objek barang yang akan digadaikan tidak ditentukan sebesar harga pasar, melainkan setelah dikalikan dengan presentase tertentu. Sebagai contoh, emas yang menurut harga pasar adalah senilai Rp 100.000, nilai taksirannya tidak sebesar Rp 100.000. Nilai taksiran emas tersebut adalah sebesar Rp 88.000. angka pengali sebesar 88% ditentukan oleh Perum Pegadaian, dan angka ini bukanlah angka baku yang tetap sepanjang masa, dengan kata lain angka ini bisa mengalami perubahan. Perum pegadaian sudah menetapkan pengali untuk berlian adalah 45%, angka pengali untuk tekstil adalah 83%, dan seterusnya.

Nilai taksiran inilah yang dijadikan acuan untuk menentukan besarnya pinjaman yang akan diberikan kepada nasabah. Nilai taksiran atas barang yang akan digadaikan tidak sama dengan besarnya pinjaman yang diberikan.

Setelah itu ditentukan, maka petugas menentukan jumlah uang pinjaman yang dapat diberikan. Penentuan jumlah uang pinjaman ini juga berdasarkan persentase tertentu terhadap nilai taksiran, dan persentase ini juga telah ditentukan oleh Perum Pegadaian berdasarkan golongan yang besarnya berkisar antara 80-90%.

E. Kerangka Pikir

Gambar di bawah ini untuk merumuskan permasalahan sesuai dengan latar belakang masalah penelitian. Penulis menguraikan kerangka konseptual dalam permasalahan mengenai Pegadaian dalam hukum gadai adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang kegiatan utamanya menyediakan dana pembiayaan bagi masyarakat luas untuk tujuan konsumsi, produksi, maupun berbagai tujuan lainnya. Harga yaitu salah satu faktor penentu pada nasabah dalam menentukan suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa. Kualitas adalah totalitas bentuk dan karakteristik emas yang menunjukkan tingkat nilai taksiran dalam memuaskan kebutuhan. Keputusan taksiran emas yaitu menentukan nilai dari harga emas melalui tingkat kualitas yang menjadi acuan besarnya pinjaman nasabah. Untuk lebih jelasnya kerangka pikir dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir Pegadaian atas dasar

hukum gadai

Harga

Kualitas

Keputusan Taksiran Emas

F. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan landasan teori dan kerangka pikir hipotesis dapat dirumuskan bahwa diduga harga dan kualitas bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan taksiran emas pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

27

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menurut teori Sugiyono (2012), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar. Lokasi dipilih dengan pertimbangan bahwa lokasi ini memadai untuk diteliti sesuai dengan masalah yang diteliti, dan menghemat waktu dan biaya.

Penelitian ini mendapat fasilitas untuk meniliti dari pimpinan PT.

Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar. Penelitian ini direncanakan 2 bulan yang dilaksanakan di PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

B. Metode Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, maka penelitian menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

1. Penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang di lakukan dengan cara mengadakan peninjauan pada berbagai pustaka dengan membaca dan

mempelajari buku-buku manajemen pemasaran yang berhubungan dengan masalah yang di bahas guna memperoleh kerangka teori sekaligus sebagai alat dalam menganalisis data yang di peroleh.

2. Penelitian Lapangan a. Observasi

Observasi adalah suatu metode dalam megumpulkan data-data primer dengan cara mencari keterangan-keterangan kepada sasaran penelitian, yaitu karyawan di PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

b. Kuesioner / Angket

penelitian ini juga menggunakan angket yang bersifat tertutup dan digunakan untuk mendapatkan data tentang pengaruh harga dan kualitas terhadap keputusan taksiran emas pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar. Teknik penyusunan angket dalam penelitian ini menggunakan model skala likert yaitu responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan dengan 5 alternatif jawaban yaitu: SS (Sangat Setuju), S (Setuju), RR (ragu-ragu), KS (Kurang Setuju), dan TS (Tidak Setuju), dengan nilai pilihan jawaban seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.1

Pilihan alternative jawaban dan nilai untuk pernyataan

No Pernyataan Positif Negatif

1 SS (Sangat Setuju) 5 1

2 S (Setuju) 4 2

3 RR (ragu-ragu) 3 3

4 KS (Kurang Setuju) 2 4

5 TS (Tidak Setuju) 1 5

Jumlah butir pernyataan angket adalah 30 item yang terdiri dari 3 variabel yaitu Harga, Kualitas, dan Keputusan Taksiran Emas.

(Lampiran)

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis data

a. Data Kualitatif

Data yang berupa latar belakang, gambaran umum, struktur organisasi, uraian tugas dan wewenang PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

b. Data Kuantitatif

Data kuantitatif yaitu hasil pengamatan atas suatu hal yang bisa dinyatakan dalam angka, misalnya harga, usia, pendapatan, dan sebagainya.

2. Sumber data a. Data primer

Data yang di peroleh langsung dari sumber objek penelitian.

Sumber data primer adalah wawancara kepada responden tentang pengaruh harga dan kualitas terhadap keputusan taksiran emas.

b. Data sekunder

Data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media cetak seperti buku, dan keterangan lain yang berhubungan dengan pokok penelitian, seperti gambaran umum perusahaan. Sumber data sekunder adalah studi pustaka yang berhubungan dengan harga dan kualitas terhadap keputusan taksiran emas.

D. Populasi dan Sampel a. populasi

Santjaka (2009) mendefinikan populasi yaitu keseluruhan subjek dimana sebagian daripadanya akan diambil untuk dilakukan pengukuran.

Dengan kata lain populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek - subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik yang

dimiliki oleh subyek-obyek itu. Populasi dalam penelitian ini adalah 74 karyawan pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

b. Sampel

Santoso (2001) sampel dapat dideinisikan sebagai sekumpulan data yang diambil atau dipilih dari suatu populasi. Pengertian lain, Ferdinand (2006) sampel adalah subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota populasi. Subset ini diambil karena dalam banyak kasus tidak mungkin kita mewakili seluruh anggota populasi, oleh karena itu kita membentuk sebuah perwakilan populasi. Adapun pemgambilan sampel dalam penelitian ini adalah 30 karyawan pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

E. Definisi Operasional Variabel

1. Harga memiliki beberapa indikator yaitu harga emas yang terjangkau, penyesuaian harga pasar dengan harga perusahaan, jual beli emas, dan emas menjadi patokan utama alat investasi.

2. Kualitas memiliki indikator yaitu kualitas emas mempenagruhi harga, jumlah pinjaman bergantung pada kualitas emas, pemahaman dalam menentukan kualitas emas yang baik, reputasi kualitas emas, dan totalitas bentuk emas.

3. Keputusan taksiran emas memiliki indikator yaitu nilai taksiran menjadi acuan besarnya pinjaman, penentuan jumlah pinjaman, persentase nilai

taksiran, nilai taksiran ditentukan berdasarkan harga pasar, ketentuan dalam taksiran emas, dan penaksiran uang pinjaman atas dasar hokum gadai.

F. Metode Analisis Data

1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

a. Uji Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument penelitian. Suharsimi (2002), suatu instrument yang valid atau sah memiliki validitas yang tinggi.

Sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki tingkat validitas yang rendah. Untuk menguji validitas suatu instrument penelitian, digunakan persamaan koreksi product moment sebagai berikut:

= Dimana:

: koefisien korelasi antar nilai setiap butir pernyataan dan nilai total pernyataan.

N : jumlah sampel

: jumlah hasil perkalian antara x dan y : jumlah nilai setiap butir pernyataan : jumlah total setiap pernyataan : jumlah skor kuadrat butir item : kuadrat skor total butir item

b. Uji Reliabilitas

Suharsimi (2002), menyatakan bahwa uji reliabilitas menunjukkan suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument digunakan rumus koefisien Alpha Cronbach dengan bentuk persamaan sebagai berikut:

= [][ 1- ]

=

=

Dimana:

: reliabilitas instrument

k : banyaknya butir pernyataan

:

jumlah varians butir

: jumlah nilai setiap butir pernyataan : jumlah total setiap pernyataan

2: jumlah skor kuadrat butir item

2: kuadrat skor total butir item

Berdasarkan uji reliabilitas yang dilakukan pada test penelitian dengan menggunakan program sofwhere SPSS 20.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah pengembangan analisis regresi sederhana terhadap aplikasi yang terdiri dari dua atau lebih variabel independen untuk menduga nilai dari variabel dependen (Kasmir, 2005).

Analisis regresi linier berganda dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel bebas yaitu harga () dan kualitas () terhadap keputusan taksiran emas (Y) pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Makassar.

Persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y = a + + + + + + e + e + e + e Dimana: a = kosntanta

Y = Keputusan Taksiran Emas

= Koefisien Regresi Variabel Harga ()

= Koefisien Regresi Variabel Kualitas ()

= Harga

= Kualitas

e = Standard Error 3. Teknik Penelitian Hipotesis

a. Koefisien Determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²) ialah untuk mengetahui tingkat ketepatan paling baik dalam analisis regresi, dimana hal yang ditunjukkan oleh besarnya koefisiensi determinasi (R²) antara nol dan satu. Koefisien determinasi (R²) nol variabel independent sama sekali tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila koefisien determinasi semakin mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi

dipergunakan untuk mengetahui presentase perubahan variabel terikat (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X).

b. Uji F (simultan)

Uji F digunakan untuk menguji koefisien regresi secara simultan/bersama-sama dari variabel bebas terhadap variabel dependennya. Untuk menghitung nilai , digunakan rumus sebagai berikut:

F =

Dimana :

R² = koefisien determinasi k-1 = Derajat bebas pembilang n-k = Derajat bebas penyebut k = variabel bebas

n = jumlah sampel

Selanjutnya uji F dilakukan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:

= Hal ini berarti bahwa variabel-variabel independen secara serentak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

= Hal ini berarti bahwa variabel-variabel independen secara serentak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

c. Uji t (pengujian secara persial / individu)

Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial atau individu dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut suharsimi Arikunto (2005) nilai diperoleh dengan rumus sebagai berikut :

t =

Dimana : r : hasil koefisien korelasi Product Moment t : deviasi harga kritis yang dicari

n : jumlah sampel

Selanjutnya uji t dilakukan dengan menggunakan hipotesa sebagai berikut:

: ini berarti bahwa variabel independen berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen.

: ini berarti bahwa variabel independen tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen.

Untuk mengetahui nilai dapat dilihat pada hasil regresi. ditolak diterima, apabila >, sedangkan apabila ≤maka diterima atau ditolak.

36 A. Gambaran Umum PT Pegadaian

Lembaga kredit dengan sisten gadai pertama kali hadir di bumi nusantara pada saat VOC berkuasa, adapun institusi yang menjalankan usaha ini adalah Banh Van Leching. Bank ini didirikan melalui surat keputusan Gubernur Jendral Van Imhoff tanggal 28 agustus 1746 dengan modal sebesar (f 7.500.000) yang terdiri dari modal VOC 2/3 dan sisanya milik swasta. Tahun 1800 POC bubar dan kekuasaan di Indonesia diambil alih oleh Belanda, semasa pemerintahan Deandels dikeluarkan peraturan tentang macam barang yang dapat diterima sebagai jaminan gadai seperti perhiasan, kain, dan lain-lain.

Pada saat Belanda berkuasa kembali dikeluarkan Staatsblad (Stbl) nomor 131 tanggal 12 Maret 1901, yang mengatur bahwa usaha pegadaian merupakan monopoli pemerintah. Pada tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara (PN) pertama di sukabumi, Jawa Barat. Sejak awal kemerdekaan, pegadaian dikelola oleh pemerintah dan telah beberapa kali berubah status. Yaitu sebagai Perusahaan Negara sejak 1 Januari 1961, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 Tahun 1969 menjadi perusahaan Jawatan (PERJAN) sampai tahun 1990.

Untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya, maka perjan diubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PERUM) berdasarkan PP nomor 10 Tahun 1990 (lalu diperbaharui lagi dengan PP nomor 103 Tahun 2000) hingga sekarang. Sejak

perubahan status menjadi perum ini dimulailah tahap baru sebagai salah satu alat pemerintah dengan tugas pokok meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat. Dengan status perum, pegadaian diharapkan akan lebih mampu mengelola usahanya secara profesional, berorientasi bisnis tanpa meninggalkan fungsi sosialnya.

Kredit dengan sistem gadai sampai saat ini masih sangat sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Karena prosedur pemberian kreditnya sederhana, mudah, aman dan cepat terutama bagi golongan ekonomi menengah kebawah.

Guna menunjukkan pelayanan perum pegadaian mempunyai jaringan pelayanan yang cukup luas, terdapat hampir di setiap kota di Indonesia. Sampai dengan tahun 2010, perum pegadaian telah memiliki 4.920 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

B. Visi, Misi, dan Tujuan PT Pegadaian

Guna untuk memberikan inspirasi dan membangkitkan semangat seluruh karyawan perusahaan maka Pegadaian merumuskan visi ke depan yaitu : Pada tahun 2013 pegadaian menjadi “champion” dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan fiducia bagi masyarakat menengah ke bawah. Sejalan dengan tujuan Pegadaian, maka disusunlah rumusan misi sebagai berikut :

1. Membantu Program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keungan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hokum gadai dan fidusia.

2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.

3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya.

Tujuan pegadaian adalah untuk mendukung terwujudnya Visi dan Misi perusahaan, maka ditetapkan budaya perusahaan yang harus di pelajari, dipahami, dihayati, dan dilaksanakan oleh seluruh insan Pegadaian. Budaya Perusahaan diilhami oleh jiwa si”INTAN” yang bersikap dalam me-now-kan pelanggan dan di implementasikan. Jiwa Si “INTAN” dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Inovatif : Penuh gagasan, kreatif, aktif, dan menyukai tantangan.

b. Nilai moral tinggi : Taqwa, jujur, berbudi luhur, loyal.

c. Terampil : Menguasai bidang pekerjaan, tanggap, cepat, akurat.

d. Adi layanan : Sopan, ramah, berkepribadian simpatik.

e. Nuansa Citra : Business Oriented, costumers satisfaction, selalu berusaha mengembangkan diri.

C. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi merupakan pembagian fungsi dalam suatu organisasi, pembagian tersebut akan memisahkan secara formal masing-masing komponen yang ada sesuai dengan tugas dan tanggung jawab serta menunjukan hubungan komponen yang satu dengan yang lainya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

39

40

kontinyunitas usaha yang baik pula yang memungkinkan organisasi tersebut tetap berlangsung walaupun anggotanya silih berganti.

PT Pegadaian Kantor Wilayah Makassar mempunyai struktur perusahaan yang memiliki jabatan, fungsi dan tugasnya masing-masing yaitu sebagai berikut:

1. Pemimpin Wilayah

Kantor Wilayah dipimpin oleh seorang Pemimpin Wilayah yang mempunyai fungsi melakukan perencanaan, penyelenggaraan, monitoring, pengawasan, evaluasi atas seluruh rencana kerja Perusahaan di wilayah, terutama bidang operasional, serta membantu fungsi-fungsi Kantor Pusat sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan Direksi untuk mencapai tujuan Perusahaan. Pemimpin Wilayah mempunyai tugas :

a. Meyakini/memastikan bahwa bidang yang menjadi tanggung jawabnya telah memiliki rencana kerja tahunan yang berpedoman pada RJP Perusahaan atau ketentuan lain yang telah ditetapkan Direksi.

b. Meyakini/memastikan tersusunnya kebijakan di wilayah;

c. Meyakini/memastikan bahwa pengelolaan bidang yang menjadi tanggung jawabnya telah dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan Perusahaan.

d. Meyakini/memastikan terselenggara dan terkendalinya pelaksanaan fungsi-fungsi kantor pusat di wilayah dalam bidang operasional, keuangan, umum, SDM, dan pelaksanaan kegiatan Perusahaan lainnya, sesuai dengan

kewenangan yang dilimpahkan Direksi.

e. Meyakini/memastikan terselenggara dan terkendalinya pengamanan kekayaan Perusahaan yang ada di Kantor Wilayah, Kantor Cabang beserta Unit Pelayanan Cabang;

f. Meyakini/memastikan terselenggara dan terkendalinya strategi bisnis yang menjadi acuan bagi para Pemimpin Cabang, kegiatan evaluasi berkala terhadap kinerja para Pemimpin Cabang, dan strategi pemecahan masalah teknis operasional Kantor Cabang;

g. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pekerjaan seluruh Bagian di Kantor Wilayah, Manajer Area, serta tenaga Fungsional lainnya;

h. Meyakini/memastikan bahwa target kerja kantor wilayah yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik oleh seluruh unit kerja operasional.

i. Mewakili kepentingan Perusahaan di Kantor Wilayah dan Kantor Cabang, baik ke dalam maupun ke luar berdasarkan kewenangan yang dilimpahkan Direksi.

j. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pekerjaan bawahan;

k. Membimbing bawahan dalam rangka pembinaan karyawan;

l. Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pekerjaan.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Pemimpin Wilayah dibantu oleh : a. Manajer Bisnis;

b. Manajer Keuangan;

c. Manajer SDM;

d. Manajer Logistik;

e. Manajer Area.

f. Fungsional Ahli Taksir;

g. Fungsional PKBL & CSR;

h. Fungsional Pranata TI;

i. Fungsional Hubungan Masyarakat j. Fungsional Legal Officer;

2. Manajer Bisnis

Manajer Bisnis mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional dan pembinaan bisnis gadai, bisnis fidusia dan jasa lain, bisnis syariah, dan bisnis emas serta melakukan pemasaran setiap bidang bisnis. Manajer Bisnis mempunyai tugas :

a. Merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan penyusunan rencana kerja dan anggaran Bagian Bisnis;

b. Merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengawasi kegiatan operasional dan pembinaan bisnis gadai, bisnis fidusia dan jasa

b. Merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengawasi kegiatan operasional dan pembinaan bisnis gadai, bisnis fidusia dan jasa

Dokumen terkait