Pengaruh Perlakuan PGPR terhadap Pertumbuhan Jarak Pagar di Tempat Terbuka
Berdasarkan Tabel 11 perlakuan PGPR berpengaruh nyata hanya terhadap indeks luas daun.
Indeks Luas Daun
Pada Tabel 12 menunjukkan bahwa perlakuan P0 tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1 namun berbeda nyata dengan perlakuan P2.
Tabel 12. Pengaruh Perlakuan PGPR terhadap Indeks Luas Daun Jarak Pagar Umur 8 MST di Tempat Terbuka
Perlakuan PGPR Parameter
Indeks Luas Daun
P0 (tanpa PGPR) 0.36a
P1 (PGPR) 0.36a
P2 (PGPR + PGPR 2 MST) 0.29b
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Perlakuan P2 MST terhadap indeks luas daun tidak memberikan respon yang baik karena perlakuan P0 dan P1 sebesar 0.36 nyata lebih baik dibanding dengan perlakuan P2 sebesar 0.29. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa tingginya konsentrasi IAA yang dihasilkan oleh PGPR yang diuji tidak selalu sejalan dengan peningkatan pertumbuhan tanaman. Oleh Sutariati (2006) dilaporkan tidak ada korelasi yang nyata antara jumlah IAA yang diproduksi PGPR dengan pertumbuhan bit gula. Lakitan (2004), berpendapat bahwa produktivitas meningkat dengan meningkatnya ILD karena lebih banyak cahaya yang ditangkap, tetapi nilai ILD yang terlalu tinggi tidak lagi meningkatkan produktivitas, karena sebagian daun yang ternaung tidak melakukan fotosintesis secara optimal, malah kadang lebih rendah dari laju respirasinya.
Pengaruh Perlakuan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Jarak Pagar di Tempat Terbuka
Berdasarkan Tabel 11, perlakuan media rata-rata berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter hingga akhir pengamatan dan nyata terhadap parameter panjang tangkai daun umur 5 MST.
Tinggi Tanaman
Dari Tabel 13, pengamatan umur 5 – 8 MST pengaruh pemberian media terhadap tinggi tanaman masing-masing umur pengamatan berkisar antara 4.30 – 14.96 cm (5 MST), 6.00 – 16.35 cm (6 MST), 7.10 – 17.29 cm (7 MST) dan 9.20 – 18.77 cm (8 MST).
Perlakuan media dengan komposisi pupuk kandang yang berbeda, perlakuan M7 berpengaruh sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman pada setiap minggu pengamatan. Hal ini berkaitan dengan unsur hara yang berasal dari tanah
31
dan pupuk kandang. Pada komposisi tersebut persentase tanah dalam media cukup tersedia, sehingga diduga kandungan unsur hara dalam tanah yang dicampur dengan pupuk kandang puyuh sudah cukup. Restyawati dan Saleh (2005) mengemukakan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang puyuh memberikan pertumbuhan bibit yang terbaik terhadap tinggi tanaman kacang tanah.
Tabel 13. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Tinggi Tanaman Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Terbuka
Perlakuan Media Parameter
TT5 (cm) TT6 (cm) TT7 (cm) TT8 (cm)
M0 (tanah) 12.15a 12.49cd 12.99c 13.33c
M1 (tanah : pukan ayam (3 : 1)) 13.43a 14.56a-c 15.48a-c 16.30ab M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 13.71a 14.99a-c 15.91ab 16.99ab M3 (tanah : pukan ayam (1 : 1)) 12.36a 13.76a-d 14.88a-c 16.48ab M4 (tanah + bubur pukan ayam) 14.31a 15.62ab 16.43ab 17.13ab M5 (tanah + air pukan ayam) 12.38a 13.24b-d 14.04bc 14.56bc M6 (tanah : pukan puyuh (3 : 1)) 9.67b 11.35d 12.75c 14.39bc M7 (tanah : pukan puyuh (2 : 1)) 14.96a 16.35a 17.29a 18.77a M8 (tanah : pukan puyuh (1 : 1)) 4.30c 6.00e 7.10d 9.20d M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 12.85a 13.58a-d 14.28bc 14.68bc M10 (tanah + air pukan puyuh) 12.94a 14.26a-d 14.49ac 14.81bc Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5% Jumlah Daun
Dari Tabel 14, pengamatan umur 5 – 8 MST pengaruh perlakuan media terhadap jumlah daun masing-masing pengamatan berkisar antara 3.67 – 7.98 helai daun (5 MST), 3.60 – 8.89 helai daun (6 MST), 4.04 – 10.18 helai daun (7 MST) dan 4.29 – 11.98 helai daun (8 MST).
Perlakuan media dengan komposisi pupuk kandang yang berbeda, M3 berpengaruh sangat nyata menghasilkan jumlah daun terbanyak pada setiap minggu pengamatan. Hal ini berkaitan dengan unsur hara yang berasal dari tanah dan pupuk kandang. Pada komposisi tersebut persentase tanah dengan pupuk kandang ayam dalam media seimbang, sehingga diduga kandungan unsur hara dalam tanah yang dicampur dengan pupuk kandang ayam cukup tersedia. Berdasarkan hasil penelitian Melati dan Andriyani (2005), perlakuan pemberian pupuk kandang ayam sebanyak 10 ton/ha berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai, rata-rata peningkatan tinggi tanaman dan jumlah daun kurang lebih 11%.
Tabel 14. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Jumlah Daun Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Terbuka
Perlakuan Media Parameter
JD5 (helai) JD6 (helai) JD7 (helai) JD8 (helai)
M0 (tanah) 3.67d 3.60e 4.04e 4.29e
M1 (tanah : pukan ayam (3 : 1)) 6.26a-c 6.51b-d 7.19cd 8.86c M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 6.43ab 7.49ab 8.03bc 9.81bc M3 (tanah : pukan ayam (1 : 1)) 7.98a 8.89a 10.18a 11.98a M4 (tanah + bubur pukan ayam) 6.18a-c 6.44b-d 6.99cd 8.19cd M5 (tanah + air pukan ayam) 4.70b-d 5.22c-e 6.00c-e 7.53cd M6 (tanah : pukan puyuh (3 : 1)) 6.50ab 6.78bc 7.78bc 9.50bc M7 (tanah : pukan puyuh (2 : 1)) 7.82a 8.51ab 9.67ab 11.50ab M8 (tanah : pukan puyuh (1 : 1)) 4.00cd 5.00c-e 7.00cd 8.00cd M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 4.81b-d 4.53de 5.47de 6.34d M10 (tanah + air pukan puyuh) 4.25b-d 4.38de 5.34de 6.46d Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5% Panjang Tangkai Daun
Dari Tabel 15, pengamatan umur 5 – 8 MST pengaruh perlakuan media terhadap panjang tangkai daun masing-masing pengamatan berkisar antara 3.50 – 8.25 cm (5 MST), 3.72 – 8.52 cm (6 MST), 3.84 – 9.39 cm (7 MST) dan 4.14 – 11.14 cm (8 MST).
Tabel 15. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Panjang Tangkai Daun Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Terbuka
Perlakuan Media Parameter
PTD5 (cm) PTD6 (cm) PTD7 (cm) PTD8 (cm)
M0 (tanah) 3.57d 3.72d 3.84e 4.14e
M1 (tanah : pukan ayam (3 : 1)) 7.34ab 7.67ab 8.11ab 9.18c M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 7.13ab 7.93ab 8.43ab 9.65a-c M3 (tanah : pukan ayam (1 : 1)) 7.47a 8.08a 9.13a 11.14a M4 (tanah + bubur pukan ayam) 7.23ab 7.79ab 8.11ab 8.65c M5 (tanah + air pukan ayam) 5.36b-d 5.77c 6.20cd 6.93d M6 (tanah : pukan puyuh (3 : 1)) 6.69a-c 7.86ab 8.70a 10.10a-c M7 (tanah : pukan puyuh (2 : 1)) 8.25a 8.52a 9.39a 10.77ab M8 (tanah : pukan puyuh (1 : 1)) 3.50d 6.10bc 7.00bc 9.40bc M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 4.84cd 5.10cd 5.67cd 6.05d M10 (tanah + air pukan puyuh) 4.56d 5.03cd 5.36d 6.13d Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Perlakuan media dengan komposisi pupuk kandang yang berbeda, perlakuan M7 berpengaruh sangat nyata menghasilkan panjang tangkai daun terpanjang pada setiap minggu pengamatan dengan masing-masing sebesar
33
8.25 cm, 8.52 cm dan 9.39 cm, tetapi pada akhir pengamatan perlakuan M3 menghasilkan panjang tangkai daun terpanjang yaitu sebesar 11.14 cm.
Lebar Daun, Lingkar Batang, Lebar Tajuk dan Indeks Luas Daun
Berdasarkan perhitungan menggunakan data yang diamati (Tabel 16), perlakuan M6 berpengaruh sangat baik terhadap lebar daun dan perlakuan M7 berpengaruh sangat baik terhadap lingkar batang, lebar tajuk dan indeks luas daun.
Tabel 16. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Lebar Daun, Lingkar Batang, Lebar Tajuk dan Indeks Luas Daun Jarak Pagar Umur 8 MST di Tempat Terbuka
Perlakuan Media Parameter
Lebar Daun (cm) Lingkar Batang (cm)2 Lebar Tajuk (cm) Indeks Luas Daun M0 (tanah) 5.28d 1.07d (0.65) 14.26c 0.10c
M1 (tanah :pukan ayam (3 : 1)) 9.04ab 1.21a-c (0.98) 28.76a 0.42a
M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 9.55a 1.21a-c (0.97) 30.23a 0.41a
M3 (tanah :pukan ayam (1 : 1)) 9.88a 1.20a-c (0.96) 29.37a 0.48a
M4 (tanah + bubur pukan ayam) 9.29ab 1.23ab (1.02) 28.26a 0.43a
M5 (tanah + air pukan ayam) 7.20c 1.10cd (0.69) 22.49b 0.23bc
M6 (tanah :pukan puyuh (3 : 1)) 10.09a 1.16b-d (0.86) 27.84a 0.42a
M7 (tanah :pukan puyuh (2 : 1)) 10.06a 1.29a (1.18) 31.41a 0.49a
M8 (tanah :pukan puyuh (1 : 1)) 8.33b 1.19a-d (0.91) 23.10b 0.27b
M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 7.04c 1.13b-d (0.79) 20.19b 0.19bc
M10 (tanah + air pukan puyuh) 6.83c 1.10cd (0.73) 20.07b 0.21bc
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
2
Data ditransformasi menggunakan (√x+0.5) diikuti nilai dalam kurung adalah data sebenarnya Perlakuan media dengan komposisi pupuk kandang yang berbeda, percobaan 2 pada perlakuan M7 berpengaruh sangat nyata meningkatkan lingkar batang, lebar tajuk dan indeks luas daun umur 8 MST dengan masing-masing sebesar 1.18 cm (berdasarkan data sebenarnya), 31.41 cm dan 0.49. Hal ini dikarenakan pada perlakuan pupuk kandang puyuh memiliki kandungan unsur N, P dan K cukup tersedia sehingga berpengaruh baik terhadap tinggi tanaman, panjang tangkai daun terpanjang, lingkar batang, lebar tajuk dan indeks luas daun karena pada fase ini termasuk fase pertumbuhan vegetatif aktif.
Persediaan unsur N, P dan K yang dibutuhkan oleh tanaman semakin bertambah sehingga memungkinkan tanaman menyerap unsur N, P dan K lebih banyak. Namun jika suplai kekurangan atau berlebihan atau tidak seimbang sangat merugikan terhadap pertumbuhan tanaman. Soepardi (1983) menyatakan daun
dari tanaman yang kekurangan unsur K akan terlihat kering dan terbakar pada sisi-sisinya dan permukaannya memperlihatkan gejala klorotik yang tidak merata. Sama halnya yang terjadi pada percobaan ini dengan adanya daun yang kekurangan unsur K, dapat dilihat pada Gambar 5d.
Bobot Basah Tajuk-Akar dan Bobot Kering Tajuk-Akar
Berdasarkan perhitungan menggunakan data yang diamati (Tabel 17), perlakuan M4 memberikan hasil yang terbaik terhadap bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar dan perlakuan M7 berpengaruh sangat nyata terhadap bobot basah tajuk.
Tabel 17. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Bobot Basah Tajuk-Akar dan Bobot Kering Tajuk-Akar Jarak Pagar di Tempat Terbuka
Perlakuan Media Parameter
Bobot Basah Tajuk (gram) Bobot Basah Akar (gram) Bobot Kering Tajuk (gram) Bobot Kering Akar (gram) M0 (tanah) 32.85de 3.90bc 12.24cd 1.19cd
M1 (tanah : pukan ayam (3 : 1)) 78.91a 11.58a 30.74ab 2.56a-c M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 68.52a-c 9.69ab 23.98a-c 2.34a-c M3 (tanah : pukan ayam (1 : 1)) 60.76a-d 7.39a-c 24.16a-c 1.73a-d M4 (tanah + bubur pukan ayam) 75.64ab 12.07a 37.38a 3.16a M5 (tanah + air pukan ayam) 31.17de 5.08bc 13.31b-d 1.42b-d M6 (tanah : pukan puyuh (3 : 1)) 43.88b-e 5.29bc 14.64b-d 1.54b-d M7 (tanah : pukan puyuh (2 : 1)) 80.69a 11.94a 34.54a 2.86ab M8 (tanah : pukan puyuh (1 : 1)) 19.18e 1.75c 2.06d 0.42d M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 34.21c-e 5.31bc 15.68b-d 1.33b-d M10 (tanah + air pukan puyuh) 39.61c-e 6.26a-c 19.66a-d 1.62b-d Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Tanaman jarak pagar dengan perlakuan pemberian bubur pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap peningkatan bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar masing-masing sebesar 15.04%, 13.74% dan 15.67%. Hal ini hampir sejalan dengan penelitian Melati dan Andriyani (2005), tanaman kedelai dengan perlakuan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap peningkatan bobot kering bintil akar dan bobot kering per tanaman masing-masing sebesar 16.2% dan 24.9%. Herman et al. (2005) mengemukakan bahwa dengan menggunakan pupuk kandang ayam pertumbuhan bibit pandan jaksi
35
mampu meningkatkan berat biomassa kering batang sebesar 14.31% dan berat biomassa total sebesar 85.17% jika dibanding tanpa pupuk kandang.
Pengaruh Interaksi antara Perlakuan PGPR dan Perlakuan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Jarak Pagar
Berdasarkan Tabel 11 interaksi perlakuan PGPR dengan perlakuan media tanam berpengaruh nyata hanya terhadap lingkar batang.
Lingkar Batang
Besar lingkar batang pada percobaan 2 berkisar antara 0.30-1.22 cm (data sebenarnya) dapat dilihat pada Tabel 18. Interaksi antara perlakuan PGPR dan perlakuan media yang baik dimiliki oleh perlakuan P2M7, hasil tersebut memperlihatkan bahwa penambahan PGPR ke dalam tanah dan penggunaan tanah : pupuk kandang puyuh 2 : 1 terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan lingkar batang. Hal ini disebabkan pupuk kandang puyuh yang diberikan dapat menyediakan unsur hara N, P dan K dalam sebesar 1.67%, 0.17%, 0.70% yang berguna bagi pertumbuhan bibit jarak pagar yaitu lingkar batang. Tanaman akan tumbuh subur apabila kebutuhan unsur hara terpenuhi dengan cukup dan dalam bentuk yang tersedia bagi tanaman. Pada parameter lain juga dengan pemberian media M7 baik digunakan pada pertumbuhan tanaman jarak pagar seperti tinggi tanaman, panjang tangkai daun, lebar tajuk dan ILD.
Berbeda dengan lingkar batang, parameter pertumbuhan lainnya seperti tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tangkai daun, lebar daun, lebar tajuk, ILD bobot basah akar – tajuk dan bobot basah akar – tajuk tidak berpengaruh oleh perbedaan pemberian PGPR yang diuji. Hal ini berarti perlakuan PGPR dengan penambahan PGPR ke dalam tanah hanya berpengaruh dan sangat dibutuhkan tanaman jarak pagar untuk pertumbuhan batang. Noor (2003) menyatakan bahwa fosfat alam dan kombinasi bakteri pelarut fosfat dengan pupuk kandang mampu meningkatkan P tersedia tanah, jumlah dan bobot kering bintil akar, dan bobot kering tanaman kedelai.
Tabel 18. Pengaruh Interaksi Perlakuan PGPR dan Perlakuan Media terhadap Lingkar Batang Jarak Pagar di Tempat Terbuka Interaksi Perlakuan PGPR dengan
Perlakuan Media Parameter Lingkar Batang (cm)2 P0M0 1.10c-g (0.72) P0M1 1.28a-c (1.15) P0M2 1.17a-g (0.88) P0M3 1.23a-f (1.02) P0M4 1.22a-f (1.00) P0M5 1.10c-g (0.71) P0M6 1.21a-f (0.97) P0M7 1.33a (0.84a-f) P0M8 1.19a-g (0.30) P0M9 1.12a-g (0.76) P0M10 1.05e-g (0.61) P1M0 1.03hi (0.38) P1M1 1.24a-e (1.04) P1M2 1.29a-c (0.77) P1M3 1.19a-g (0.93) P1M4 1.31ab (0.41) P1M5 1.02f-g (0.55) P1M6 1.19a-f (0.31) P1M7 1.25a-d (1.07) P1M8 . P1M9 1.15a-g (0.84) P1M10 1.09c-g (0.69) P2M0 1.07d-g (0.64) P2M1 1.11b-g (0.74) P2M2 1.20a-f (0.95) P2M3 1.18a-g (0.93) P2M4 1.20a-f (0.63) P2M5 1.14a-g (0.81) P2M6 1.07d-g (0.44) P2M7 1.31ab (1.22) P2M8 . P2M9 0.99g (0.51) P2M10 1.17a-g (0.87)
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
2Data ditransformasi menggunakan (√x+0.5) diikuti nilai dalam kurung adalah data sebenarnya Percobaan 3: Pengaruh PGPR dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan
Bibit Tanaman Jarak Pagar di Tempat Ternaungi
Pengaruh Perlakuan PGPR terhadap Pertumbuhan Jarak Pagar di Tempat Ternaungi
37
Berdasarkan Tabel 11 di akhir pengamatan (8 MST) perlakuan PGPR berpengaruh nyata terhadap lingkar batang, indeks luas daun dan bobot kering tajuk dan berpengaruh sangat nyata terhadap bobot basah tajuk – akar dan bobot kering akar.
Lingkar Batang
Pada Tabel 19, perlakuan P2 tidak berbeda nyata dengan perlakuan P0, namun berbeda nyata dengan P1 terhadap lingkar batang. Perlakuan P2 memberikan hasil yang terbaik terhadap lingkar batang bibit jarak pagar di tempat ternaungi sebesar 0.93 cm (data sebenarnya). Pada lingkar batang bibit jarak pagar sejalan dengan kemampuan isolat PGPR melarutkan fosfat yang merupakan salah satu karakter fisiologi PGPR dengan perannya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman yaitu menghasilkan hormon tanaman seperti giberelin, auksin dan sitokinin.
Tabel 19. Pengaruh Perlakuan PGPR terhadap Lingkar Batang Jarak Pagar Umur 8 MST di Tempat Ternaungi
Perlakuan PGPR Parameter
Lingkar Batang (cm)2
P0 (tanpa PGPR) 1.17a (0.87)
P1 (PGPR) 1.12b (0.77)
P2 (PGPR + PGPR 2 MST) 1.19a (0.93)
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%.
2Data ditransformasi menggunakan (√x+0.5) diikuti nilai dalam kurung adalah data sebenarnya Bobot Basah Tajuk-Akar dan Bobot Kering Tajuk-Akar
Berdasarkan perhitungan menggunakan data yang diamati (Tabel 20), perlakuan P0 memberikan hasil yang terbaik terhadap bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Perlakuan P0, P1 dan P2 tidak berbeda nyata pada bobot basah tajuk – akar dan bobot kering tajuk – akar.
Pemberian PGPR untuk jarak pagar memberikan pengaruh yang negatif terhadap perkembangan tajuk dan akar. Tanpa pemberian PGPR bibit jarak pagar mampu menghasilkan bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar masing-masing sebesar 70.46 gram, 8.73 gram, 22.83 gram dan 1.98 gram jauh berbeda nyata dengan perlakuan P1 bibit jarak pagar menghasilkan bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot
kering akar masing-masing sebesar 36.39 gram, 4.05 gram, 10.45 gram dan 0.88 gram dan perlakuan P2 bibit jarak pagar menghasilkan bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar masing-masing sebesar 50.05 gram, 6.30 gram, 16.34 gram dan 1.53 gram. Hal ini menunjukkan bahwa dengan perlakuan P0 pertumbuhan jarak pagar di tempat ternaungi mampu meningkatkan bobot basah tajuk – akar dan bobot kering tajuk – akar.
Tabel 20. Pengaruh Perlakuan PGPR terhadap Bobot Basah Tajuk-Akar dan Bobot Kering Tajuk-Akar Jarak Pagar Umur 8 MST di Tempat Ternaungi Perlakuan PGPR Parameter Bobot Basah Tajuk (gram) Bobot Basah Akar (gram) Bobot Kering Tajuk (gram) Bobot Kering Akar (gram)
P0 (tanpa PGPR) 70.46a 8.73a 22.83a 1.98a
P1 (PGPR) 36.39c 4.05c 10.45c 0.88c
P2 (PGPR + PGPR 2 MST) 50.05b 6.30b 16.34b 1.53b Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Menurut Lakitan (2004), unsur hara yang diserap akar tanaman, baik yang digunakan dalam sintesis senyawa organik maupun yang masih tetap dalam bentuk ionik dalam jaringan tanaman tetap akan memberikan kontribusi terhadap berat kering tanaman. Menurut Tjondronegoro et al. (1999), bobot kering lebih mencerminkan status nutrisi tumbuhan daripada bobot basah yang lebih banyak mengandung air dan dapat dipengaruhi kondisi iklim pada waktu pengambilan contoh.
Pengaruh Perlakuan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Jarak Pagar di Tempat Ternaungi
Berdasarkan Tabel 11 di akhir pengamatan (8 MST) perlakuan media tanam umumnya berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter hingga akhir pengamatan dan nyata terhadap parameter bobot kering tajuk pada umur 8 MST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 dan 6 MST.
39
Tinggi Tanaman
Berdasarkan perhitungan menggunakan data yang diamati (Tabel 21), pengamatan umur 7 dan 8 MST pengaruh perlakuan media terhadap tinggi tanaman di tempat ternaungi masing-masing pengamatan berkisar antara 12.94 – 17.42 cm (7 MST) dan 13.21 – 17.89 cm (8 MST). Pada akhir pengamatan perlakuan M4 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu setinggi 17.89 cm.
Tabel 21. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Tinggi Tanaman (TT) Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Ternaungi
Perlakuan Media Parameter
5 MST 6 MST 7 MST 8 MST
M0 (tanah) 12.29 12.72 13.11c 13.27d
M1 (tanah : pukan ayam (3 : 1)) 13.24 14.39 15.77a-c 16.79a-c M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 12.59 13.78 16.04a-c 17.39a-c M3 (tanah : pukan ayam (1 : 1)) 12.85 14.39 15.95a-c 17.22a-c M4 (tanah + bubur pukan ayam) 15.53 16.42 17.42a 17.89a M5 (tanah + air pukan ayam) 11.79 12.28 12.94c 13.21d M6 (tanah : pukan puyuh (3 : 1)) 12.41 13.82 16.43ab 17.84ab M7 (tanah : pukan puyuh (2 : 1)) 13.18 14.24 16.15a-c 17.25a-c M8 (tanah : pukan puyuh (1 : 1)) 11.20 12.40 13.35bc 14.40cd M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 13.59 14.03 14.34a-c 14.62b-d M10 (tanah + air pukan puyuh) 13.03 13.44 13.89bc 14.22cd Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5% Jumlah Daun
Dari Tabel 22, pengamatan umur 5 – 8 MST, pengaruh perlakuan media terhadap jumlah daun di tempat ternaungi masing-masing pengamatan berkisar antara 3.65 – 7.61 helai daun (5 MST), 4.14 – 9.15 helai daun (6 MST), 4.36 – 10.67 helai daun (7 MST) dan 3.87 – 11.74 helai daun (8 MST).
Perlakuan media dengan komposisi pupuk kandang yang berbeda, perlakuan M3 berpengaruh sangat nyata menghasilkan jumlah daun terbanyak pada setiap minggu pengamatan. Hasil penelitian Endriani (2006) menyatakan bahwa pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan kontrol, pupuk kandang domba dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan tanaman lidah buaya karena kandungan hara lebih tinggi dan laju dekomposisi pupuk kandang ayam lebih cepat dibanding pupuk lainnya, dapat dilihat pada Tabel Lampiran 56.
Tabel 22. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Jumlah Daun (JD) Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Ternaungi
Perlakuan Media Parameter
JD5 (helai) JD6 (helai) JD7 (helai) JD8 (helai)
M0 (tanah) 3.72c 4.14d 4.36d 3.87d
M1 (tanah :pukan ayam (3 : 1)) 6.29a-c 7.40ab 8.50ab 8.60b
M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 5.94a-c 7.54ab 9.33ab 9.83ab
M3 (tanah :pukan ayam (1 : 1)) 7.61a 9.15a 10.67a 11.74a
M4 (tanah + bubur pukan ayam) 7.55ab 6.88a-c 7.64bc 6.87bc
M5 (tanah + air pukan ayam) 4.19c 4.81cd 5.36cd 4.98cd
M6 (tanah :pukan puyuh (3 : 1)) 7.24ab 8.09a 10.02ab 9.60ab
M7 (tanah :pukan puyuh (2 : 1)) 5.62a-c 7.20a-c 8.82ab 8.97ab
M8 (tanah :pukan puyuh (1 : 1)) 5.50a-c 5.50b-d 6.00cd 8.50b
M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 4.87bc 5.44b-d 5.91cd 4.84cd
M10 (tanah + air pukan puyuh) 3.65c 4.40d 5.33cd 5.04cd
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Panjang Tangkai Daun
Dari Tabel 23, pengamatan umur 5 – 8 MST perlakuan media dengan komposisi pupuk kandang yang berbeda, umur 5 MST perlakuan M1 memberikan hasil panjang tangkai daun terpanjang yaitu 7.84 cm. Umur 6 MST perlakuan M6 memberikan hasil panjang tangkai daun terpanjang yaitu 9.23 cm. Perlakuan M2 memberikan hasil lebih panjang daripada M0 umur 7 dan 8 MST. Perlakuan M2 masing-masing umur pengamatan menghasilkan panjang tangkai daun 11.89 cm dan 13.89 cm sedangkan M0 4.83 cm dan 5.35 cm.
Tabel 23. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Panjang Tangkai Daun (PTD) Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Ternaungi
Perlakuan Media Parameter
PTD5 (cm) PTD6 (cm) PTD7 (cm) PTD8 (cm)
M0 (tanah) 3.82e 4.19c 4.83c 5.35e
M1 (tanah :pukan ayam (3 : 1)) 7.84a 8.91a 11.12a 12.83ab
M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 6.81a-d 9.03a 11.89a 13.88a
M3 (tanah :pukan ayam (1 : 1)) 6.70a-d 8.49a 10.56a 12.26ab
M4 (tanah + bubur pukan ayam) 7.82a 8.86a 10.31a 11.25bc
M5 (tanah + air pukan ayam) 5.61b-e 6.06bc 7.43b 8.55d
M6 (tanah :pukan puyuh (3 : 1)) 7.53ab 9.23a 11.82a 13.31a
M7 (tanah :pukan puyuh (2 : 1)) 6.59a-d 8.87a 11.38a 13.27a
M8 (tanah :pukan puyuh (1 : 1)) 7.10a-c 5.85bc 7.45b 9.25d
M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 5.20c-e 6.20b 7.22b 8.82d
M10 (tanah + air pukan puyuh) 4.89de 5.68bc 7.52b 9.73cd
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
41
Lebar Daun, Lingkar Batang, Lebar Tajuk dan Indeks Luas Daun
Berdasarkan perhitungan menggunakan data yang diamati (Tabel 24), perlakuan M6 merupakan yang terbaik pengaruhnya terhadap lebar daun, lingkar batang, lebar tajuk dengan masing-masing sebesar 12.97 cm, 1.07 cm (data sebenarnya) dan 35.55 cm dan perlakuan M7 berpengaruh terbaik terhadap indeks luas daun sebesar 0.58.
Tabel 24. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Lebar Daun, Lingkar Batang, Lebar Tajuk dan Indeks Luas Daun Jarak Pagar Umur 8 MST di Tempat Ternaungi
Perlakuan Media Parameter
Lebar Daun (cm) Lingkar Batang (cm)2 Lebar Tajuk (cm) Indeks Luas Daun
M0 (tanah) 6.01e 1.087e (0.68) 15.53e 0.13e
M1 (tanah :pukan ayam (3 : 1)) 12.01ab 1.20ab (0.95) 34.63ab 0.50ab
M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 12.28a 1.17a-c (0.87) 35.28a 0.49ab
M3 (tanah :pukan ayam (1 : 1)) 11.52ab 1.21ab (0.97) 32.98ab 0.54a
M4 (tanah + bubur pukan ayam) 10.45bc 1.21ab (0.98) 31.88ab 0.31cd
M5 (tanah + air pukan ayam) 8.45d 1.09c (0.70) 24.57cd 0.26cd
M6 (tanah :pukan puyuh (3 : 1)) 12.97a 1.25a (1.07) 35.55a 0.53a
M7 (tanah :pukan puyuh (2 : 1)) 12.45a 1.18a-c (0.90) 35.16a 0.58a
M8 (tanah :pukan puyuh (1 : 1)) 9.66cd 1.08c (0.68) 28.75bc 0.38bc
M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 8.36d 1.14bc (0.81) 22.64d 0.22de
M10 (tanah + air pukan puyuh) 8.66d 1.11bc (0.72) 25.69cd 0.31cd
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
2
Data ditransformasi menggunakan (√x+0.5) diikuti nilai dalam kurung adalah data sebenarnya Bobot Basah Tajuk-Akar dan Bobot Kering Tajuk-Akar
Berdasarkan perhitungan menggunakan data yang diamati (Tabel 25), perlakuan M1 memberikan hasil yang terbaik terhadap bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar masing-masing sebesar 81.49 gram, 9.91 gram, 24.44 gram dan 2.11 gram. Perlakuan M8 memberikan hasil yang terendah terhadap bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar di tempat ternaungi masing-masing sebesar 20.68 gram, 1.41 gram, 4.11 gram dan 0.53 gram.
Tabel 25. Pengaruh Perlakuan Media terhadap Bobot Basah Tajuk-Akar dan Bobot Kering Tajuk-Akar Jarak Pagar di Tempat Ternaungi
Perlakuan Media Parameter
Bobot Basah Tajuk (gram) Bobot Basah Akar (gram) Bobot Kering Tajuk (gram) Bobot Kering Akar (gram)
M0 (tanah) 33.28de 3.91cd 13.35ab 0.93bc
M1 (tanah : pukan ayam (3 : 1)) 81.49a 9.91a 24.44a 2.11a M2 (tanah : pukan ayam (2 : 1)) 65.15a-c 7.18a-c 19.90a 1.61ab M3 (tanah : pukan ayam (1 : 1)) 60.72a-d 5.50bc 15.55a 1.40ab M4 (tanah + bubur pukan ayam) 47.92b-e 7.68a-c 18.77a 1.77ab M5 (tanah + air pukan ayam) 39.81c-e 5.80bc 13.00ab 1.27a-c M6 (tanah : pukan puyuh (3 : 1)) 54.98a-d 5.46bc 13.20ab 1.24a-c M7 (tanah : pukan puyuh (2 : 1)) 70.79ab 8.31ab 19.54a 1.88a M8 (tanah : pukan puyuh (1 : 1)) 20.68e 1.41d 4.11b 0.53c M9 (tanah + bubur pukan puyuh) 37.62c-e 5.66bc 16.62a 1.27a-c M10 (tanah + air pukan puyuh) 39.77c-e 5.29bc 13.84ab 1.35a-c Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata
menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Percobaan 3 pada pengamatan bobot basah tajuk-akar dan bobot kering tajuk-akar perlakuan M1 (pupuk kandang ayam) merupakan perlakuan yang terbaik. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh persamaan penggunaan pupuk kandang ayam sebagai media tanam baik terhadap bobot basah tajuk-akar dan bobot kering tajuk-akar di tempat terbuka maupun di tempat ternaungi.
Menurut hasil penelitian Irwan (2000), kombinasi terbaik dan ekonomis untuk meningkatkan komponen hasil (jumlah buah per tanaman, panjang buah per tanaman, diameter buah per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot kering 1000 biji per tanaman), hasil (bobot buah per tanaman), viabilitas (daya berkecambah benih), dan vigor benih (kecepatan berkecambah, kerikil bata, klasifikasi vigor kecambah, penuaan dipercepat) benih cabai galur LV-2319 dicapai pada penggunaan pupuk kandang ayam dengan dosis 20 ton/ha yang dikombinasikan dengan EM4(Efektif Mikroorganisme) konsentrasi 1.
Pengaruh Interaksi antara Perlakuan PGPR dan Perlakuan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Jarak Pagar
Berdasarkan Tabel 11 interaksi perlakuan PGPR dengan perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap panjang tangkai daun, lebar tajuk dan ILD.
43
Panjang Tangkai Daun
Dari Tabel 26, interaksi antara perlakuan PGPR dengan media tanam berpengaruh nyata terhadap panjang tangkai daun umur 6 – 8 MST. Pada akhir pengamatan P1M2 adalah perlakuan terbaik pada parameter panjang tangkai daun dengan panjang 15.22 cm.
Tabel 26. Pengaruh Interaksi Perlakuan PGPR dan Perlakuan Media terhadap Panjang Tangkai Daun (PTD) Jarak Pagar Umur 5 – 8 MST di Tempat Ternaungi
Interaksi Perlakuan PGPR dengan Perlakuan Media
Parameter
5 MST 6 MST 7 MST 8 MST
P0M0 4.05 4.45h-j 5.30jk 5.69jk
P0M1 8.32 9.27a-d 11.39a-e 12.85a-d
P0M2 6.68 8.59a-e 11.70a-d 13.53a-c
P0M3 8.59 9.81ab 11.16a-f 12.41b-e
P0M4 8.29 9.50a-c 11.99a-c 13.13a-d
P0M5 6.21 6.66c-h 8.13g-i 9.14fg
P0M6 7.57 9.55a-c 12.29ab 14.35ab
P0M7 6.95 8.91a-d 11.21a-f 13.42a-c
P0M8 5.30 2.50j 4.90jk 6.10i-k
P0M9 5.08 6.37d-h 6.98ij 7.97g-j
P0M10 4.13 5.06g-j 6.68ij 9.28fg
P1M0 3.05 3.12ij 3.77k 4.83k
P1M1 7.61 8.54a-e 11.02a-f 12.80a-d
P1M2 7.85 10.37a 13.37a 15.22a
P1M3 4.62 6.78b-h 9.28c-i 10.98c-f
P1M4 6.57 7.80a-g 8.50f-i 8.57f-i
P1M5 3.70 3.92h-j 5.20jk 6.55h-k
P1M6 8.45 9.47a-c 11.22a-f 12.35b-e
P1M7 6.93 9.17a-d 11.47a-d 12.95a-d
P1M8 8.90 9.20a-d 10.00b-h 12.40b-e
P1M9 4.73 5.67e-i 7.22ij 8.92f-h
P1M10 4.99 5.46f-i 7.28h-j 9.29fg
P2M0 4.35 5.02g-j 5.41jk 5.52jk
P2M1 7.60 8.93a-d 11.08a-f 12.85a-d
P2M2 5.90 8.20a-f 10.59a-g 12.88a-d
P2M3 6.88 8.88a-d 11.23a-f 13.38a-c
P2M4 8.62 9.27a-d 10.45b-g 12.05b-e
P2M5 6.92 7.59a-g 8.95d-i 9.96e-g
P2M6 6.55 8.50a-e 11.70 a-d 12.70a-d
P2M7 5.88 8.53a-e 11.47 a-d 13.43a-c
P2M8 . . . .
P2M9 6.10 6.75c-h 7.60h-j 9.95e-g
P2M10 5.55 6.52c-h 8.60e-i 10.62d-g
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
Lebar Tajuk
Dari Tabel 19, interaksi antara perlakuan PGPR dengan media tanam berpengaruh nyata terhadap lebar tajuk. Perlakuan P1M2 adalah perlakuan terbaik pada parameter lebar tajuk umur 8 MST sebesar 40.58 cm dibanding P0M0 (15.55 cm) dan P1M0 (13.88 cm).
Tabel 27. Pengaruh Interaksi Perlakuan PGPR dan Perlakuan Media Tanam terhadap Lebar Tajuk Jarak Pagar Umur 8 MST di Tempat Ternaungi
Interaksi Perlakuan PGPR dengan Perlakuan Media
Parameter Lebar Tajuk (cm) P0M0 15.55lm P0M1 36.48ab P0M2 33.11a-f P0M3 36.37a-c P0M4 36.14a-c P0M5 24.70f-l P0M6 39.01ab P0M7 35.39a-d P0M8 20.50j-m P0M9 21.14i-m P0M10 21.29i-m P1M0 13.88m P1M1 32.67a-f P1M2 40.58a P1M3 30.67b-i P1M4 25.00e-l P1M5 22.42h-m P1M6 32.25a-g P1M7 35.45a-d P1M8 37.00ab P1M9 22.73g-m P1M10 25.81d-k P2M0 17.15k-m P2M1 34.74a-e P2M2 32.15a-g P2M3 31.90a-h P2M4 34.50a-e P2M5 26.60c-k P2M6 33.65a-f P2M7 34.64a-e P2M8 . P2M9 24.75f-l P2M10 29.97c-j
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut Uji DMRT pada taraf 5%
45
Perlakuan PGPR yang diberikan kepada benih hanya berpengaruh dan sangat dibutuhkan tanaman jarak pagar untuk pertumbuhan panjang tangkai daun dan lebar tajuk. Kondisi tajuk yang terbaik terjadi pada tanaman jarak pagar yang ditanam yaitu terhadap benih (P1). Begitu juga dengan media M2 hanya berpengaruh dan sangat dibutuhkan tanaman jarak pagar untuk pertumbuhan panjang tangkai daun dan lebar tajuk. Pada media tersebut kadar N, P dan K sebesar 1.65%, 0.14%, 0.36% mendukung pertumbuhan tanaman jarak pagar terhadap lebar tajuk.
Pembahasan Umum
Perkecambahan benih jarak pagar yang direndam dalam larutan PGPR sebelum ditanam menunjukkan berpengaruh negatif dibandingkan dengan benih jarak pagar tanpa perlakuan PGPR. Peningkatan viabilitas dan vigor benih serta pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar oleh PGPR diduga akibat kemampuan PGPR dalam memproduksi hormon tumbuh. Tetapi dalam penelitian ini, peningkatan perkecambahan dan pertumbuhan bibit tidak selalu sejalan dengan tingginya konsentrasi auksin, giberelin dan sitokinin.
Pada penelitian ini, perlakuan benih dengan PGPR baik secara tunggal maupun interaksi PGPR dengan media tanam secara umum berpengaruh tidak