• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Objek wisata Makam Papan Tinggi terhadap Lingkungan

BAB IV DAMPAK OBYEK WISATA MAKAM PAPAN TINGGI TERHADAP

4.3 Pengaruh Objek wisata Makam Papan Tinggi terhadap Lingkungan

diKabupaten Tapanauli Tengah

Wisatawan yang berkunjung di obyek wisata ini pasti membawa dampak positif maupun negatif. Dampak negatif yang terjadi ialah permasalahan sampah yang mempengaruhi lingkungan. ini terjadi karena kurang nya kesadaraan akan sadar wisata yaitu menjaga kebersihan.

Pengaruh lingkungan yang terjadi karena kurangnya fasilitas tempat sampah sepanjang jalan menuju obyek wisata ini. Sehingga banyak sampah bertebaran seperti botol bekas minuman, sampah bungkus makanan, dan kotak rokok disekitar jalan menuju obyek wisata ini yang mengganggu kebersihan lingkungan obyek wisata ini. Ini sangat mengganggu pemandangan serta lingkungan. karena

pemandangan dsini cukup indah dengan pemandangan laut lepas dan alam yang masih asri.

Dampak positif yang terlihat mempengaruhi lingkungan ialah wisatawan yang datang berkunjung untuk berziarah tidak segan untuk membersihkan areal makam. Wisatawan akan mengutip sampah, daun kering ,serta sampah lainnya untuk menjaga kebersihaan karena wisatawan menyadari tempat ini sakral.

Dengan adanya sadar wisata di objek ini Diharapkan pemerintah maupun pengelolah menyediakan tempat sampah supaya dampak lingkungan tidak merusak situs makam, tapi membuat tempat ini lebih rapi sehingga pemandangan laut dan alam yang asri tetap terjaga yang menjadi ciri khas objek wisata ini.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Melalui uraian diatas maka penulis menyimpulkan :

Pengaruh objek wisata Makam Papan Tinggi terhadap Masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah ini dapat membuat peningkatan ekonomi atau pemasukan pendapatan masyarakat di daerah objek. Wisatawan yang datang dapat mempengaruhi masyarakat lokal dengan budaya dan sifat masing-masing. Dampak sosial juga mempengaruhi masyarakat lokal yang dulunya tidak peduli menjadi peduli terhadap wisatawan yang maupun sesama masyarakat.

Pengaruh objek wisata Makam Papan Tinggi terhadap kunjungan wisata kepada masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah ini dapat di liat dengan data kunjungan wisatawan yang makin hari makin meningkat. Objek wisata Makam Papan Tinggi ini adalah wisata religi, oleh karena itu objek ini adalah objek favorit bagi pejiarah yang akan berziarah ke Makam yang disakralkan oleh umat muslim. Wisatawan biasanya datang setiap hari besar seperti hari Raya Idul Fitri, hari libur, Taun Baru dan lain sebagainya. Data menunjukan setiap hari libur tanggal merah sekitar 50-100 wisatawan lokal maupun mancanegara, hari Raya Idul Fitri sekitar 100-300 wisatawan berkunjung ke tempat ini. Wisatawan yang datang bukan saja umat muslim, tapi terbuka juga untuk umum.

Pengaruh objek wisata Makam Papan Tinggi terhadap lingkungan pasti akan membawa dampak yang positif maupun negatif. Dampak negatif yang terjadi ialah permasalahan sampah yang mempengaruhi lingkungan karena kurangnya kesadaran

wisata yaitu menjaga kebersihan. Pengaruh yang terjadi karena kurangnya fasilitas tempat sampah sepanjang jalan menuju objek ini. Dampak positif yang terlihat mempengaruhi lingkungan ialah wisatawan yang datang berkunjung untuk berziarah tidak segan membersihkan area makam. Dengan adanya sadar wisata di objek ini diharapkan pemerintah maupun pengelola tempat sampah supaya dampak lingkungan tidak merusak situs makam.

5.2 Saran

Menurut uraian diatas, maka penulis menyarankan :

1. Pemerintah sebagai fasilitator harus lebih meningkatkan pembangunan sarana infrastruktur, fasilitas-fasilitas yang ada di objek wisata khususnya fasilitas peristirahataan dan tempat sampah di sepanjang obyek ini.

2. Pengelola obyek wisata yaitu masyarakat sekitar harus memiliki tarif resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah, sehingga tidak terjadi pengutipan liar di sekitar obyek wisata.

3. Pengelola dalam hal ini harus menjaga kelestarian Makam Papan Tinggi dengan menjaga sampah organik maupun sampah sintetis yang dibawa oleh wisatawan karena obyek ini sakral.

4. Pemerintah harus lebih mempromosikan Makam Papan Tinggi karena obyek ini memiliki potensi yang baik, dan juga membantu memperkenalkan Kota Barus dengan keanekaragaman alam dan budaya yang ada di Barus sebagai salah destinasi tujuan wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah dan juga salah satu kota tertua di Indonesia.

BAB II

TINJAUAN TEORETIS

2.1 Pengertian Umum dalam Sistem Kepariwisataan

Pariwisata bila ditinjau secara harfiah berasal dari asal kata wisata dengan kata kerjanya berwisata artinya bepergian atau melancong untuk bersenang-senang.Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara(UU RI No. 10 Tahun 2009).

Istilah pariwisata berasal dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata.Pari berarti banyak, berkali-kali atau berputar-putar, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pengertian pariwisata secara luas dapat dilihat dari beberapa definisi sebagai berikut :

1. Menurut Burkart, dkk pariwisata berarti perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan di luar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan – kegiatanmereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan tersebut(Soekadijo,2000:3).

2. Menurut Hunzieker,dkk, pariwisata dapat didefinisikan sebagai keseluruhan jaringan dan gejala – gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing di suatu tempat, dengan syarat bahwa mereka tidak tinggal di situ untuk

melakukan suatu pekerjaan yang penting yang memberikan keuntungan yang bersifat permanen maupun sementara (Soekadijo,2000:12).

3. Menurut Kuntowijoyo, pariwisata memiliki dua aspek, aspek kelembagaan dan aspek substansial, yaitu sebuah aktivitas manusia. Dilihat dari sisi kelembagaannya, pariwisata merupakan lembaga yang dibentuk sebagai upaya manusia memenuhi kebutuhan rekreatifnya. Sebagai sebuah lembaga, pariwisata dapat dilihat dari sisi manajemennya, yakni bagaimana perkembangannya, mulai dari direncanakan, dikelola, sampai dipasarkan pada pembeli yakni wisatawan(Wardiyanta, 2006 : 49).

4. Kepariwisataan adalah segala usaha, kegiatan dan macam lalu lintas wisata antar negara, atau dengan kata lain yang dilakukan dan diselenggarakan oleh wisatawan – wisatawandi luar negara asalnya (Darmadji, 2001 : 73).

2.2 Pengertian Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW)

Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) adalah suatu bentukan dan fasilitas yang berhubungan, yang dapat menarik minat wisatawan atau pengunjung untuk dating ke suatu daerah atau tempat tertentu.Obyek dan daya tarik wisata merupakan fokus utama penggerak pariwisata di sebuah destinasi. Dalam arti, obyek dan daya tarik wisata sebagai penggerak utama yang memotivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Contoh wisatawan akan mendatangi pesisir pantai yang memiliki ombak tinggi, pasir putih dan air biru sebagai daya tarik. Daya tarik wisata juga menjadi fokus orientasi bagi pembangunan wisata terpadu. Misalnya dengan ditemukannya situs sejarah purbakala, wisatawan yang tertarik akan datang

mengunjungi dan masyarakat setempat menyediakan berbagai fasilitas untuk kebutuhan wisatawan selama berlibur, seperti akomodasi, fasilitas makan minum, dan transportasi (Ismayanti , 2010 : 147).

Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan (Ismayanti, 2010).

2.3 Pengertian Industri Pariwisata dan Produk Wisata

Industri pariwisata memberikan kontibusi langsung terhadap devisa negara. Dalam perkembangannya pariwisata telah menjadi industri terbesar dan memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun, diketahui dari banyaknya produk wisata yang tercipta dan terhubung dalam industri ini.Dalam industri pariwisata keseluruhan rangkaian kegiatan tercipta dalam usaha menjual barang dan jasa yang diperlukan wisatawan.

2.3.1. Pengertian Industri Pariwisata

Pengertian kata industri disini bukanlah suatu tempat untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Namun pengertian kata industri disini lebih cenderung memberikan pengertian industri pariwisata yang artinya kumpulan dari berbagai macam perusahaan yang secara bersama – sama menghasilkan barang dan jasa (good and service) yang dibutuhkan wisatawan pada khususnya dan biro perjalanan wisata pada umumnya.Industri pariwisata adalah industri yang menyediakan jasa, daya tarik

dan sarana wisata. Industri yang merupakan unit – unit usaha atau bisnis di dalam kepariwisataan dan tersebar di ketiga area geografi, diantaranya adalah Daerah Asal Wisatawan (DAW), Daerah Transit (DT), Daerah Tujuan Wisata (DTW), sebagai contoh biro perjalanan wisata bisa ditemukan baik itu daerah asal wisatawan maupun daerah transit, dan akomodasi bisa ditemukan di daerah tujuan wisata (Ismayanti, 2010, 3).

Menurut Damardjati, industri pariwisata adalah rangkuman dari berbagai bidang usaha yang secara bersama – sama menghasilkan produk – produk dan pelayanan (service) yang nantinya secara langsung akan dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanan. Bila orang mendengar kata industri, gambaran dari kebanyakan orang adalah suatu bangunan pabrik dengan segala perlengkapannya yang mempunyai cerobong asap dengan menggunakan mesin dalam proses produksinya (Karyono 1997 : 24).

2.3.2. Pengertian Produk Wisata

Dalam hal pariwisata, produk yang dipasarkan itu adalah dalam arti jasa atau pelayanan (service). Produk pariwisata adalah sejumlah fasilitas dan pelayanan yang disediakan dan diperuntukkan bagi wisatawan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu sumber daya yang terdapat pada suatu daerah tujuan wisata, fasilitas, dan transportasi (Yoeti, 2002 : 128).

Menurut Burkart dan Medlik“The tourist product may be seen as a composite product, as an amalgam of attractions, transport, accommodation and of entertainment”. Dikatakan bahwa produk industri pariwisata merupakan suatu susunan produk yang terpadu, yang terdiri dari objek wisata, atraksi wisata, transportasi (angkutan), akomodasi dan hiburan, di mana tiap unsur dipersiapkan oleh setiap perusahaan dan ditawarkan secara terpisah. (Karyono, 1997 : 25).

Menurut batasan ini produk wisata adalah semua bentuk pelayanan yang dinikmati wisatawan dari mulai berangkat meninggalkan tempat tinggalnya hingga kembali pulang.

Adapun unsur – unsur dari produk wisata yang merupakan suatu paket yang tidak terpisah, yaitu :

1. Tourist Objects yang terdapat pada daerah daerah tujuan wisata yang menjadi daya tarik orang – orang untuk datang berkunjung ke daerah tersebut.

2. Fasilitas yang diperlukan ditempat tujuan tersebut, seperti akomodasi, restoran, bar, entertainment, dan rekreasi.

3. Transportsi yang menghubungkan negara asal wisatawan dengan daerah tujuan wisata seperti transportasi ditempat tujuan ke objek – objek wisata. Ciri – ciri produk pariwisata adalah sebagai berikut :

1. Hasil atau produk pariwisata tidak dapat dipisahkan

2. Calon konsumen tidak dapat mencicipi produk yang akan dibeli 3. Hasil atau produk wisata tidak dapat ditimbun

5. Hasil atau produk wisata tidak mempunyai standar atau ukuran yang objektif’

6. Peranan perantara tidak diperlukan kecuali biro perjalanan (travel agent) atau operator perjalanan (tour operator)

7. Dari segi kepemilikan usaha penyediaan produk wisata memerlukan biaya yang besar, resiko tinggi dan permintaan sangat peka

Produk pariwisata merupakan suatu susunan produk yang terpadu, terdiri dari objek wisata, atraksi wisata, transportasi, akomodasi dan hiburan dimana setiap unsure persiapkan oleh setiap perusahaan dan ditawarkan secara terpisah.Berdasarkan batasan – batasan industri pariwisata itu maka secara umum dapat disimpulkan bahwa industri pariwisata adalah kumpulan dari macam – macam perusahaan yang secara bersama – sama menghasilkan barang – barang dan jasa jasa (good and servis) yang dibutuhkan para wisatawan pada khususnya dan traveler pada umumnya, selama dalam perjalanan”.

Menurut Damardjati (Karyono, 1997 : 24), industri pariwisata merupakan rangkuman dari berbagai macam bidang usaha yang secara bersama – sama menghasilkan produk – produk maupun jasa – jasa, yang nantinya baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan dibutuhkan oleh para wisatawan selama perlawatannya. Usaha – usaha pariwisata, dapat dikelompokkan menjadi empat golongan, sebagai berikut :

1. Transportasi i. Dengan kapal ii. Dengan kereta api iii. Dengan mobil dan hus iv. Pesawat terbang

2. Akomodasi dan perusahaan pangan

1. Jenis akomodasi yaitu Hotel, Apartemen, Sanatorium, Bungalow, Pondok, Perkemahan, Pusat peristirahatan dan sebagainya

2. Jenis perusahaan pangan yaitu Restoran, Rumah Makan, Cafe, Warung, Kantin, Bar, Pub dan sebaginya

3. Perusahaan jasa khusus

Dapat berupa birp perjalanan, agen perjalanan, pelayanan wisata, pramuwisata, pelayanan angkutan barang atau (porter), perusahaan hiburan, penukaran uang, asuransi wisata dan lain sebagainya

4. Penyediaan barang

Barang disini adalah sesuatu benda ataupun hasil bumi yang dapat ditawarkan yang mempunyai keterkaitan dengan lokasi daerah tujuan wisata.Barang tersebut berupa souvenir, kerajinan tangan, patung seni dari kayu dan batu, soseki, papan selancar, buah – buahan dan sebagainya.

Jadi produk yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dalam bentuk jasa yang diperlukan oleh wisatawan dapat merupakan paket wisata yang perjalanannya dapat

dilaksanakan oleh Biro Perjalan Wisata (BPW).Dalam uraian diatas, maka jelas bahwa komitmen (pemakai) adalah wisatawan, sedangkan produsennya adalah Kantor Pariwisata untuk daerah dan Direktorat Jenderal Pariwisata untuk seluruh Indonesia.

2.4 Wisata Religi

Menurut Sidi Gazalba dalam (Toib dan Sugianto 2002 : 4) menjelaskan pengertian wisata religi yaitu:

“Religi adalah kepercayaan kepada hubungan manusia dengan yang kudus, dihayati sebagai hakikat yang gaib, hubungan yang menyatakan diri dalam bentuk serta sistem kultus dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu. Wisata religi adalah kegiatan yang di lakukan oleh orang-orang yang percaya adanya roh-roh nenek moyang atau pendahulu- pendahulunya. Dalam membahas mengenai religi perlu membicarakan keterkaitan antara keberagamaan tradisi, kemajemukan dan perbedaan budaya”.

Happy Marpaung (2002 : 93), menyebutkan bahwa, …’’ wisata keagamaan etnis dan nostalgia adalah jenis wisata yang erat kaitannya dengan wisatawan atau pengunjung yang memiliki latar budaya, agama, etnis dan sejarah yang sama atau hal-hal pernah berhubungan dengan masalalunya”.

Menurut Nyoman S.Pendit (2002:42), menyatakan, …”wisata ziarah adalah jenis wisata yang sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah dapat dilakukan perorangan atau rombongan ketempat suci, kemakam-makam orang besar, pemimpin yang di agungkan, kebukit atau gunung yang dianggap keramat, pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda”.

2.4.1. Fungsi Wisata Religi

Wisata religi dilakukan dalam rangka mengambil ibrahatau pelajaran dan ciptaan Allah atau sejarah peradaban manusia untuk membuka hati sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa hidup di dunia ini tidak kekal.Wisata pada hakikatnya adalah perjalanan untuk menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah, implementasinya dalam wisata kaitannya dengan proses dakwah dengan menanamkan kepercayaan akan adanya

tanda-tanda kebesaran Allah sebagai bukti ditunjukkan berupa ayat-ayat dalam Al qur’an.

2.4.2. Bentuk-bentuk Wisata Religi

Wisata religi dimaknai sebagai kegiatanwisata ke tempat yang memiliki makna khusus, biasanya berupa tempat yang memiliki makna khusus.

1. Masjid sebagai tempat pusat keagamaan dimana masjid digunakan untuk beribadah sholat, i‟tikaf, adzan dan iqomah.

2. Makam dalam tradisi Jawa, tempat yang mengandung kesakralan. Makam dalam bahasa Jawa merupakan penyebutan yang lebih tinggi (hormat) pesarean, sebuah kata benda yang berasal dan sare (tidur) (Suryono Agus, 2004: 7).

3. Candi sebagai unsur pada jaman purba yang kemudian kedudukannya digantikan oleh makam.

Situs memiliki berbagai pengertian yang berbeda karena selain dalam duniacomputer dan internet, didalam dunia sejarah juga terdapat istilah situs. Bila dalam duniacomputer dan internet situs merupakan website, sebuah alamat yang bisa kita kunjungidan berisi informasi tertentu tentang pemilik website, maka kata situs dalam dunia sejarahberhubungan dengan tempat atau area atau wilayah.

Menurut William Haviland (dalam Warsito 2012 : 25) mengatakan bahwa “tempat-tempat dimana ditemukan peninggalan-peninggalan arkeologi dikediaman makhluk manusia pada zaman dahulu dikenal dengan nama situs. Situs biasanya ditentukan berdasarkan survey suatu daerah”.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Marpaung (2002:13), “Pariwisata adalah perpindahan sementara yang dilakukan manusia dengan tujuan keluar dari pekerjaan-pekerjaan rutin, keluar dari tempat kediamannya. Aktivitas dilakukan selama mereka tinggal ditempat yang dituju dan fasilitas dibuat untuk memenuhi kebutuhan meraka”.

Pariwisata merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kehidupan sosial dan ekonomi. Diawali dari kegiatan yang semula hanya dinikmati oleh segelintir orang0orang yang relative kaya pada abad ke-20, kemudian dengan seiiring berjalannya waktu pariwisata menjadi kebutuhan orang banyak untuk melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari dan sekarang kegiatan ini telah menjadi hak azasi manusia. Melalui berbagai kegiatan kepariwisataan, seseorang yang melakukan dapat memperoleh kepuasan secara jasmani maupun rohani (Berutu, 2008:1).

Ada banyak jenis wisata diantaranya wisata alam yang merupakan obyek dan daya tarik wisata alam seperti Danau Toba, wisata bahari merupakan penyelenggaraan wisata dan olahraga air dengan penyediaan sarana dan prasarana serta jasa lainnya yang dikelola secara komersial diperairan laut seperti snorkling dan diving, wisata budaya merupakan atraksi wisata yang menyajikan kebudayaan seperti tari-tarian dan adat istiadat yang berlaku di daerah wisata, wisata sejarah merupan obyek wisata yang terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah, dan wisata religi

merupakan wisata ynag menyajikan kegiatan kerohanian suatu agama seperti Makam Tua, Mesjid Raya dan lainlain.

Upaya pengembangan pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang berimplikasi pada perencanaan dan pengembangan suatu wilayah. Dengan mempromosikan pariwisata dan memanfaatkan keadaan alam, budaya, adat istiadat, sejarah dan lain sebagainya yang menajdi kan pariwisata lebih berkembang dan dikenal oleh wisatawan mancanegara (Berutu, 2008:3).

Provinsi Sumatera Utara yang beribukotakan Medan, merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia. Kepariwisataan Sumatera Utara tidak hanya mengandalkan alam sebagai daya tariknya, tetapi juga budaya, religi, sejarah, dan lain-lain. Beberapa daerah di Sumatera Utara yang sudah mengembangkan daerahnya sebagi obyek wisata adalah Berastagi yang berbasis wisata alam dan budayanya, Bukit Lawang yang berbasis wisata alam dengan adanya monyet-monyet lepas yang menjadi pusat perhatian wisatawan, Prapat ynag berbasis wisata alam dengan danau yang besar dan luas dikenal dengan nama Danau Toba.

Kabupaten Tapanuli Tengah adalah suatu daerah di Sumatera Utara yang terletak di Pantai Barat Sumatera Utara yang beribukota Pandan. Jarak tempuh kedaerah ini kurang lebih 333km dari Medan. Daerah ini mulai mengembangkan daerahnya sebagai salah satu daerah wisata di Sumatera Utara. Karena memiliki keunikan dan keindahan alam, keanekaragaman budaya serta peninggalan-peninggalan sejarah yanjg dapat dijadikan daya tarik wisata.

Kota Barus terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kota Barus setelah dikenal ke seluruh Indonesia bahkan keseluruh dunia, jarak tempuh ke Kota Barus kurang lebih 64km dari Kota Pandan. Pada umumnya orang mengetahui bahwa Kota Barusadalah Kota Tua, Bahkan tertua di Sumatera Utara.

Akan tetapi yang dimaksud dengan Kota tua itu bukan Kota Barus yang sekarang. Kota Barus yang sekarang baru berumur kira-kira 3 abad. Sedangkan Kota Tua yang dimaksud dalam Risalah ini adalah sumber tempat pengambilan Kapur Barus yang telah dikenal Dunia luar lebih dari 3.000 tahun yang lalu ialah negeri yang dahulu terletak di atas bukit-bukit yang ada disebelah Utara Kota Barus sekarang ( Batubara, 2001 : 2).

Pada umumnya, di Kota Barus dahulu terdapat peninggalan-peninggalan sejarah yakni berupa Makam-makam Tua. Makam-makam tua di Barus ini umumnya disebut penduduk, terutama orang-orang tua dengan kuburan Aulia 44 ( empat puluh empat) Negeri Barus. Makam-makam tua ini berada disekitar Kota Barus dan paling banyak di lereng-lereng gunung atau bukit-bukit sejak dari Bukit Patupangan sampai ke Barat. Adapun makam-makam tua tersebut yakni Makam Papan Tinggi Raja, Makam Mahligai, dan Tuan Batu Badan (Batubara,2001:2).

Makam Papan Tinggi Raja terletak di Kota Barus, Jarak Tempuhnya sekitar kurang lebih 5km dari Pusat Kota Barus. Makam Papan Tinggi Raja terletak di puncak gunung yang tinginya kurang lebih 200m dari permukaan air. Namanya “Papan Tinggi” disebabkan di gunung itu dahulunya orang mengambil papan, jadi mengambil papan ke Gunung Tinggi yang lama kelamaan berubah menjadi Papan Tinggi.

Makam Papan Tinggi Raja sering di kunjungi oleh masyarakat di Kota Barus, diluar Kota Barus juga wisatawan lokal dan wisatawan asing. Biasanya wisatawan yang berkunjung kesini untuk berziarah dan berdoa di Makam Syeh Mahmud berasal dari Handral Maut (Jazirah Arab), maka wisata yang berada di Makam Papan Tinggi tersebut adalah Wisata Religi (Batubara,2001:3).

Destinasi wisata ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar obyek wisata terutama dampak ekonomi, dampak lingkungan, dan dampak sosial. Arus wisatawan yang cukup tinggi membuat masyarakat terdorong untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti membuat area istirahat dan menjual keperluan makanan dan minuman sehingga wisatawan berbelanja sebelum naik menuju obyek wisata Makam Papan Tinggi.

Berdasarkan uraian diatas, makapenulis tertarik untuk meneliti obyek wisata di Kota Barus Kabupaten Tapanuli Tengah ini dengan judul “Dampak Obyek Wisata Makam Papan Tinggi Terhadap Masyarakat Di Kabupaten Tapanuli Tengah”.

1.2 Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini tidak terlalu luas maka penulis membatasi masalah penelitian ini hanya membatasi ruang lingkup permasalahan pada Makam Papan Tinggi Raja yang terkait dengan dampak bagi masyarakat di Kota Barus.

1.3 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di uraikan di atas, maka rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Dokumen terkait