• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report terhadap

Profitabilitas

Pengungkapan SR yang dilakukan oleh perusahaan dapat dipandang

sebagai taktik legitimasi karena SR dapat merubah persepsi stakeholder

terhadap perusahaan. Pengungkapan SR dipandang sebagai suatu usaha yang

dilakukan oleh perusahaan untuk menyesuaikan nilai-nilai perusahaan dengan

nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Usaha penyesuaian ini akan

mengurangi legitimacy gap dan dapat mempengaruhi persepsi masyarakat

terhadap perusahaan.

Masyarakat cenderung akan memberikan persepsi positif terhadap

perusahaan karena masyarakat menganggap bahwa perusahaan tidak hanya

berorientasi terhadap keuntungan, namun juga peduli dan tanggap terhadap

nilai, norma, dan isu sosial yang ada di masyarakat. Persepsi ini dapat

meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh

perusahaan. Loyalitas akan membuat konsumen untuk lebih memilih dan

membeli produk yang dihasilkan oleh perusahaan daripada produk sejenis

yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Pembelian yang dilakukan oleh

konsumen akan meningkatkan penjualan perusahaan. Jika besarnya biaya

diasumsikan tetap, maka laba akan meningkat dan dengan asumsi jumlah

total aset sama maka akan meningkatkan profitabilitas. Argumen ini sejalan

dengan hasil penelitian Soelistyoningrum (2011) yang menemukan adanya

SR dapat menjadi salah satu media promosional bagi publik yang nantinya

akan berdampak pada peningkatan kinerja dan kemampuan perusahaan dalam

mendapatkan laba.

Namun argumen tersebut tidak didukung hasil penelitian Wibowo dan

Faradiza (2014) yang menyatakan bahwa SR tidak berpengaruh terhadap

profitabilitas karena biaya yang muncul sebagai akibat tanggung jawab sosial

yang dilakukan dapat menempatkan perusahaan pada kondisi yang tidak

menguntungkan. Hasil penelitian Wibowo dan Faradiza (2014) didukung oleh

Sejati (2014) yang juga menyatakan bahwa tidak ada pengaruh pengungkapan

SR terhadap profitabilitas. Namun hasil penelitian keduanya tidak didukung

oleh penelitian Yuliana (2010) yang menemukan adanya pengaruh negatif

pengungkapan SR terhadap profitabilitas. Perbedaan hasil penelitian

dimungkinkan terjadi karena menurut Herremans et al. (1993) dalam

Widaryanti (2007:37) menyebutkan beberapa pokok pikiran yang

menggambarkan hubungan tanggung jawab sosial dan kinerja ekonomi,

antara lain:

a. Pokok pikiran yang menggambarkan kebijakan konvensional;

berpendapat bahwa terdapat biaya tambahan yang signifikan dan akan

menghilangkan peluang perolehan laba untuk melaksanakan tanggung

jawab sosial, sehingga akan menurunkan profitabilitas.

b. Biaya tambahan khusus untuk melaksanakan tanggung jawab sosial

ini disebabkan tambahan biaya yang dikeluarkan akan tertutupi oleh

keuntungan efisiensi yang ditimbulkan oleh pengeluaran biaya tersebut.

c. Pokok pikiran yang memprediksikan bahwa tanggung jawab sosial

berdampak positif terhadap profitabilitas; Bruyn (1987) dalam

Widaryanti (2007) mengamati bahwa seluruh investasi memiliki dasar

sosial, sehingga pencarian informasi mengenai faktor-faktor sosial akan

menambah kemampuan para investor untuk memprediksikan hasil-hasil

ekonomi (economic outcomes). Selain itu, kebijakan sosial yang proaktif

mensyaratkan manajemen yang terampil atau berkualitas, dan pada

akhirnya akan cenderung menghasilkan kinerja ekonomi yang lebih

baik.

Hasil penelitian terdahulu yang masih bervariasi dan tidak konsisten

serta didukung dengan pokok pikiran yang diungkapkan oleh Herremans et

al. (1993) dalam Widaryanti (2007:37) membuat peneliti ingin melakukan

pengujian hipotesis dua arah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh

SR terhadap perubahan profitabilitas sehingga hipotesis yang akan diuji

adalah:

H1 = Pengungkapan sustainability report berpengaruh terhadap perubahan

profitabilitas.

2. Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report terhadap Perubahan Harga

Saham.

Menurut Jogiyanto (2008), para pelaku pasar modal akan

hal tersebut akan menyebabkan beberapa perubahan pada transaksi

perdagangan saham, misalnya adanya perubahan pada volume perdagangan

saham dan perubahan pada harga saham.

Pengumuman mengenai terbitnya SR pasti akan mendapat respon dari

para pelaku pasar modal karena menurut Chariri (2008) pengungkapan

sosial dianggap sebagai bagian dari dialog antara perusahaan dengan

stakeholder. Para pelaku pasar modal cenderung akan memberikan respon

positif karena perusahaan dinilai telah berusaha untuk berdialog dengan

stakeholder. Dialog tersebut merupakan suatu bentuk komunikasi yang

dilakukan oleh perusahaan untuk menginformasikan kepada stakeholder

mengenai kinerja manajemen. Hal ini didukung dengan hasil penelitian

Finch (2005) yang menyatakan bahwa motivasi perusahaan untuk

mengadopsi kerangka pelaporan keberlanjutan dipengaruhi oleh usaha untuk

berkomunikasi dengan stakeholder mengenai kinerja manajemen dalam

mencapai manfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Perusahaan yang melakukan komunikasi dengan para stakeholder

cenderung akan diminati karena dinilai dapat memperhatikan dan memenuhi

hak stakeholder. Dalam teori stakeholder, hak stakeholder adalah

mengetahui semua informasi perusahaan baik itu informasi keuangan

maupun non keuangan (Purwanto, 2011) dan penerbitan SR merupakan

salah satu pemenuhan hak stakeholder yang dilakukan oleh perusahaan

untuk mengetahui informasi non keuangan perusaahaan. Investor pastinya

memenuhi hak stakeholder. Ketertarikan para investor akan berdampak

pada meningkatnya jumlah permintaan saham perusahaan. Jumlah

permintaan saham yang meningkat dapat menyebabkan kenaikan harga

saham perusahaan. Argumen ini sejalan dengan hasil penelitian Nurdin dan

Cahyandito (2006) yang menyatakan bahwa pengungkapan tema-tema

sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan perusahaan berpengaruh

terhadap perubahan harga saham karena investor di Indonesia sudah mulai

menggunakan informasi sosial dan lingkungan dalam melakukan keputusan

investasi. Hasil penelitian dan argumen yang disampaikan tidak didukung

oleh hasil penelitian Purnomo (2012) yang menyatakan bahwa

pengungkapan Corporate Social Responsibility yang dijelaskan oleh tiga indikator yaitu indikator kinerja ekonomi, indikator kinerja lingkungan, dan indikator kinerja sosial secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Hal ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran investor untuk menjadikan informasi sosial sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan investasi. Hasil penelitian Purnomo (2012) didukung dengan penelitian Ardiansyah (2013) yang juga tidak menemukan adanya pengaruh SR terhadap perubahan harga saham, meskipun disisi lain Ardiansyah (2013) mengungkapan adanya rata-rata perubahan harga saham sebelum dan sesudah pengungkapan SR. Namun hasil penelitian ini tidak didukung oleh Mawarani (2010) yang menyatakan bahwa semakin besar biaya CSR yang digunakan pada perusahaan tambang mengurangi return yang akan diterima oleh pemegang saham. Ketidakkonsistenan hasil penelitian membuat peneliti ingin melakukan pengujian dua arah untuk mengetahui ada atau

tidaknya pengaruh SR terhadap perubahan harga saham sehingga hipotesis

yang akan diuji adalah sebagai berikut:

H2 = Pengungkapan sustainability report berpengaruh terhadap perubahan

harga saham.

Berdasarkan telaah pustaka dan penurunan hipotesis, maka kerangka

pemikirian penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

H1

H2

Gambar I: Kerangka Pemikiran Sumber: Data Diolah

Perubahan Harga Saham Perubahan Profitabilitas Pengungkapan Sustainability Report

25 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Hasil dari penelitian ini dapat

digeneralisasi pada populasi penelitian. Penelitian ini menggunakan informasi

berupa laporan keuangan dan sustainability report yang dikeluarkan oleh

perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2007-2014.

B. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah perusahaan yang telah terdaftar pada Bursa

Efek Indonesia selama periode 2007-2014 dan telah menerbitkan

sustainability report selama periode 2007-2013.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah laporan keuangan dan sustainability report

perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada periode 2007-

2014.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar pada Bursa

keuangan. Pengecualian ini dikarenakan terdapat perbedaan dalam

analisis kinerja keuangan yang dilakukan sehingga terindikasi memiliki

karakteristik yang berbeda dengan perusahaan lainnya.

2. Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar pada Bursa

Efek Indonesia selama periode 2007-2014. Perusahaan tersebut harus

menerbitkan laporan keuangan selama periode 2007-2014 dan SR selama

periode 2007-2013. Perbedaan periode laporan keuangan dan SR

dikarenakan data profitabilitas dan harga saham yang digunakan harus

mencerminkan perbandingan profitabilitas dan harga saham pada awal

tahun sebelum pengungkapan SR dan pada akhir tahun setelah

pengungkapan SR.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive

sampling dengan kriteria sebagai berikut :

1. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan non keuangan dan telah

terdaftar di BEI selama rentang tahun 2007-2014. Perusahaan tersebut

telah menerbitkan sustainability report selama rentang tahun 2007-2013

minimal satu laporan dan telah mempublikasikan laporan keuangan dari

tahun 2007-2014 dan semua variabel yang dibutuhkan ada.

2. SR yang diterbitkan menggunakan pedoman dari GRI, menginformasikan

3. SR yang diterbitkan dapat diakses melalui website perusahaan atau website

ISRA (isra.ncsr-id.org) untuk menunjukkan bahwa informasi SR perusahaan dapat diakses oleh publik.

E. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data

sekunder yang digunakan adalah laporan keuangan dan sustainability report yang

dapat diperoleh dari website perusahaan, website BEI (www.idx.co.id), dan website Indonesia Sustainability Report Awards (ISRA) (isra.ncsr-id.org). Data yang digunakan untuk variabel independen diperoleh dari sustainability report

perusahaan. Sementara data yang digunakan untuk variabel dependen yaitu

variabel perubahan profitabilitas dan perubahan harga saham diperoleh dari

laporan keuangan perusahaan yang diakses melalui website perusahaan atau

website BEI (www.idx.co.id).

F. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang akan dilakukan adalah dengan

menggunakanteknik dokumentasi. Pengumpulan data yang dilakukan pada

teknik ini adalah dengan mempelajari dokumen-dokumen yang berisi data-

data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan perusahaan

G. Variabel Penelitian

1. Variabel Dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perubahan profitabilitas

dan perubahan harga saham. Dalam penelitian ini, perubahan

profitabilitas akan diukur dengan rasio perubahan ROA. Menurut Sartono

(2010: 123) return on assets menunjukkan kemampuan perusahaan

menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. Rumus untuk menghitung

ROA adalah sebagai berikut (Sartono, 2010) :

� = � �

Rumus untuk menghitung perubahan ROA adalah sebagai berikut :

∆ � = ���− ���−

��−

Keterangan :

∆ROA : Perubahan ROA

ROAit : ROA sekarang

ROAit-1 : ROA periode sebelumnya

Perubahan harga saham akan diukur dengan return saham. Menurut

Fidhayatin dan Dewi (2012) untuk mengukur return saham perusahaan

maka digunakan nilai dari closing price pada tahun terkait. Return saham

pada periode t merupakan selisih antara closing price i pada periode t

dengan periode sebelumnya (t-1), dibagi dengan clossing price pada (t-1) :

�� = ��− ��−

Keterangan :

Rit : Return saham sekarang

Pit : Harga saham sekarang

Pit-1 : Harga saham periode sebelumnya

2. Variabel Independen

Variabel independen pada penelitian ini adalah pengungkapan

sustainability report yang telah dilakukan oleh perusahaan.

Pengungkapan sustainability report terdiri dari tiga kategori yaitu

ekonomi, lingkungan, dan sosial. Ketiga pengungkapan ini juga

merupakan variabel independen pada penelitian ini. Variabel ini diukur

dengan menggunakan Sustainability Reporting Disclosure Index (SRDI).

Perhitungan SDRI akan dilakukan dengan memberikan nilai 1 pada item

yang diungkap oleh perusahaan dan memberikan nilai 0 pada item yang

tidak diungkap oleh perusahaan. Selanjutnya nilai pengungkapan item

yang dilakukan oleh perusahaan akan ditotal dan dibagi dengan jumlah

item yang seharusnya diungkapkan.

Rumus untuk menghitung SDRI adalah (Soelistyoningrum,2011) :

� = �

Keterangan :

SDRI : Sustainability Reporting Disclosure Index

V : Jumlah item yang diungkap perusahaan

Sedangkan untuk menghitung indeks pada masing-masing kategori

pengungkapan digunakan rumus sebagai berikut :

Tabel 1. Rumus Indeks Pengungkapan Ekonomi, Lingkungan dan Sosial

Kategori Standar GRI 3 Standar GRI 3.1 Standar GRI 4 PE � =� � = � � =� PL � = � � = � � = � PS � = � � = � � = �

Sumber: Data Diolah

Keterangan :

PE : Pengungkapan Ekonomi

PL : Pengungkapan Lingkungan

PS : Pengungkapan Sosial

V : Jumlah item yang diungkap perusahaan

H. Teknik Analisis Data

Setelah mendapatkan nilai dari masing-masing variabel, tahapan yang

dilakukan selanjutnya adalah menganalisis data. Berikut ini adalah tahapan serta

langkah yang akan dilakukan untuk menganalisis data :

1. Uji Normalitas

Dalam penelitian ini uji normalitas data menggunakan analisis statistik.

Menurut Ghozali (2006) dasar pengambilan keputusan pada analisis Kolmogorov-Smirnov Z (1-Sample K-S) adalah sebagai berikut :

1) Apabila nilai Asymptotic Significance kurang dari 5%, berarti data

residual terdistribusi tidak normal.

2) Apabila nilai Asymptotic Significance lebih besar dari 5%, berarti

data residual terdistribusi normal.

2. Uji Korelasi Variabel Dependen

Uji korelasi variabel dependen dilakukan untuk mengetahui korelasi

antara variabel Y1 (∆ROA) dan Y2 (return saham). Hal ini diperlukan

karena hasil pengujian korelasi akan memberi kepastian bahwa

penggunaan dua model regresi linear sederhana dapat dilakukan. Jika

terdapat korelasi antara kedua variabel dependen tersebut, maka kedua

model regresi linier tersebut tidak dapat dilakukan dalam penelitian ini.

Kriteria untuk menentukan ada atau tidaknya korelasi antar variabel

dependen adalah sebagai berikut :

a. Jika nilai signifikansi pada tabel hasil pengujian korelasi < 0,05 maka

terdapat korelasi, sebaliknya jika nilai signifikansi >0,05 maka tidak

terdapat korelasi.

b. Jika terdapat tanda bintang (*) yang diberikan SPSS pada Pearson

Correlation maka antara variabel perubahan profitabilitas dan

perubahan harga saham terjadi korelasi, sebaliknya jika tidak terdapat

tanda bintang (*) pada Pearson Correlation maka antara variabel

3. Uji Pengaruh SR terhadap Perubahan Profitabilitas dan Uji Pengaruh SR

terhadap Perubahan Harga Saham dengan Regresi Sederhana

Uji Regresi Sederhana digunakan sebagai alat analisis untuk melihat

pengaruh pengungkapan SR terhadap perubahan profitabilitas dan juga

pengaruh SR terhadap perubahan harga saham perusahaan. Tahapan yang

dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan statistik yang menggambarkan

fenomena atau karakteristik data. Karakteristik data yang digambarkan

adalah karakteristik distribusinya (Jogiyanto, 2007: 163). Dari hasil

analisis ini akan diperoleh nilai minimum, nilai maksimum, dan rata-

rata dari variabel SR, perubahan ROA, dan return saham.

b. Menentukan Persamaan Regresi Sederhana

Model analisis pengaruh pengungkapan sustainability report terhadap

perubahan profitabilitas dan perubahan harga saham dijabarkan

sebagai berikut :

∆ROA = α1 + β1SRDI + e1 ... (1)

R(t+1) = α2 + β2SRDI + e2 ... (2)

Keterangan :

∆ROA : Perubahan Return On Assets R : Return Saham

SRDI : Sustainability Reporting Disclosure Index

β : koefisien regresi e : eror

t : tahun

c. Melakukan Pengujian Hipotesis

1) Merumuskan hipotesis penelitian

a) Hipotesis antara sustainability report dan perubahan

profitabilitas (∆ROA)

Ho1 : β1 = 0, pengungkapan SR tidak berpengaruh terhadap

perubahan profitabilitas.

Ha1 : β1≠ 0, pengungkapan SR berpengaruh terhadap perubahan profitabilitas.

b) Hipotesis antara sustainability report dan perubahan harga

saham (return saham)

Ho2 : β2= 0, pengungkapan SR tidak berpengaruh terhadap

perubahan harga saham.

Ha2 : β2≠ 0, pengungkapan SR berpengaruh terhadap perubahan harga saham.

2) Melakukan uji t

Pada penelitian ini belum diketahui arah dari pengujian hipotesis

sehingga dilakukan pengujian hipotesis dua arah. Taraf signifikan

yang digunakan untuk pengujian hipotesis dua arah adalah 0,025,

yang diperoleh dari (0,05/2). Penolakan dan penerimaan hipotesis

a) Pengaruh sustainability report terhadap profitabilitas (ROA)

i. Jika taraf signifikansi ≥ 0,025 maka Ho1 diterima dan Ha1

ditolak. Hal ini berarti bahwa SR tidak mempunyai

pengaruh signifikan terhadap perubahan profitabilitas.

ii. Jika taraf signifikansi < 0,025 maka Ho1 ditolak dan Ha1

diterima. Hal ini berarti bahwa SR mempunyai pengaruh

signifikan terhadap perubahan profitabilitas.

b) Pengaruh sustainability report terhadap perubahan harga saham

(return saham)

i. Jika taraf signifikansi ≥ 0,025 maka Ho2 diterima dan Ha2

ditolak. Ini berarti bahwa SR tidak mempunyai pengaruh

signifikan terhadap perubahan harga saham.

ii. Jika taraf signifikansi < 0,025 maka Ho2 ditolak dan Ha2

diterima. Ini berarti bahwa SR mempunyai pengaruh

signifikan terhadap perubahan harga saham.

d. Melakukan Perhitungan Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa

besar variasi variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel

dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Semakin

mendekati 0 maka semakin kecil pengaruh variabel SR terhadap

variabel perubahan profitabilitas/perubahan harga saham. Semakin

yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel perubahan

profitabilitas/perubahan harga saham.

4. Uji Perbedaan Tingkat Pengungkapan Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial.

Uji beda mean merupakan alat analisis yang akan digunakan untuk

mengetahui perbedaan tingkat pengungkapan pada pengungkapan

ekonomi, lingkungan, dan sosial yang merupakan tiga kategori

pengungkapan SR. Uji beda mean yang akan digunakan adalah uji

Kruskal Wallis. Hipotesis yang akan digunakan untuk menguji perbedaan

rata-rata ketiga jenis pengungkapan tersebut adalah:

Ho : Rata-rata indeks pengungkapan ekonomi, lingkungan, dan sosial

sama.

Ha : Rata-rata indeks pengungkapan ekonomi, lingkungan, dan sosial

berbeda.

Kriteria pengujian hipotesis :

Jika taraf signifkansi ≥ 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.

36 BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan

tahunan perusahaan non keuangan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI)

selama periode tahun 2007-2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode

purposive sampling yang didasarkan 3 kriteria. Atas dasar kriteria tersebut, maka

jumlah perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 perusahaan.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses pengambilan sampel :

Tabel 2. Pemilihan Perusahaan Sampel

Kriteria Sampel Jumlah 1. Perusahaan non keuangan yang telah menerbitkan

laporan keuangan selama rentang tahun 2007-2014 dan telah mengungkapkan sustainability report menimal satu kali selama rentang tahun 2007-2013.

2. SR yang diterbitkan menggunakan pedoman dari GRI, menginformasikan standar GRI yang digunakan, dan mencantumkan GRI Indeks.

3. SR yang diterbitkan dapat diakses oleh publik.

30

(6)

(0) Total perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian 24 Sumber: Data Diolah

Tabel 3. Daftar Perusahaan Sampel

No. Kode Nama Perusahaan Sektor Tanggal Pendaftaran 1 AALI Astra Agro

Lestari Tbk.

Agriculture 9 Desember 1997 2 ADRO Adaro Energy

Tbk.

Miscellaneous Industry

16 Juli 2008

3 ANTM Aneka Tambang Tbk. Mining 27 November 1997 4 ASII Astra International Tbk. Miscellaneous Industry 4 April 1990 5 ELTY Bakrieland Development Tbk. Property, Real Estate and Building Construction 30 Oktober 1995

6 INCO Vale Indonesia Tbk.

Mining 16 Mei 1990

7 INDY Indika Energy Tbk. Infrastructure, Utilities and Transportation 11 Juni 2008 8 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Basic Industry and Chemicals 5 Desember 1989 9 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk. Mining 18 Desember 2007

10 JSMR Jasa Marga Tbk. Infrastructure, Utilities and Transportation

12 November 2007

11 MEDC Medco Energi Internasional Tbk.

Mining 12 Oktober 1994 12 PGAS Perusahaan Gas

Negara (Persero) Tbk. Infrastructure, Utilities and Transportation 15 Desember 2003

13 PTBA Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk

Mining 23 Desember 2002

14 PTRO Petrosea Tbk. Infrastructure, Utilities and Transportation 21 Mei 1990 15 SMCB Holcim Indonesia Tbk. Basic Industry and Chemicals 10 Agustus 1997 16 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk. Basic Industry and Chemicals 8 Juli 1991

Tabel 3. Daftar Perusahaan Sampel (lanjutan):

No. Kode Nama Perusahaan Sektor Tanggal Pendaftaran 17 TAXI Express Transindo Utama Tbk. Infrastructure, Utilities and Transportation 2 November 2012

18 TINS Timah (Persero) Tbk. Mining 19 Oktober 1995 19 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Infrastructure, Utilities and Transportation 3 April 1990

20 TOTL Total Bangun Persada Tbk. Property, Real Estate and Building Construction 25 Juli 2006

21 UNSP Bakrie Sumatra Plantation Tbk.

Agriculture 6 Maret 1990

22 UNTR United Tractors Tbk. Trade, Services & Investment 19 September 1989 23 UNVR Unilever Indonesia Tbk. Consumer Goods Industry 11 Januari 1982

24 WIKA Wijaya Karya Tbk. Property, Real Estate and Building Construction 29 Oktober 2007 Sumber: www.idx.co.id B. Pengukuran Data

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengukur variabel yang

digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :

1. Perubahan Profitabilitas

Perubahan profitabilitas diukur dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

∆ � = ���− ���−

Keterangan :

∆ROA : Perubahan ROA ROAit : ROA sekarang

ROAit-1 : ROA periode sebelumnya

Contoh perhitungan perubahan profitabilitas PT Astra International

Tbk. tahun 2008, jika diketahui nilai ROA tahun 2007 sebesar0,1031

dan nilai ROA tahun 2008 sebesar 0,1138 adalah:

∆ � = , , − , = ,

Hal ini berarti bahwa perubahan profitabilitas PT Astra International

tahun 2008 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah

0,1038.

2. Perubahan Harga Saham

Perubahan harga saham diukur dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

�� = ��− ��−

��−

Keterangan :

Rit = Return saham sekarang

Pit = Harga saham sekarang

Pit-1 = Harga saham periode sebelumnya

Contoh perhitungan perubahan harga saham PT Astra International

Tbk. tahun 2008, jika diketahui closing price 2007 sebesar

8 = . , −. , . , = − ,

Hal ini berarti bahwa perubahan harga saham PT Astra International

Tbk. 2008 adalah sebesar -0,6136.

3. SRDI, Indeks Pengungkapan Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial

Variabel SR akan diukur dengan menggunakan SRDI. Perhitungan

SDRI akan dilakukan dengan memberikan nilai 1 pada item yang

diungkap oleh perusahaan dan memberikan nilai 0 pada item yang

tidak diungkap oleh perusahaan. Contoh perhitungan SRDI pada

perusahaan Astra International Tbk. 2007 yang mengungkapkan SR

dengan menggunakan standar GRI 3 adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Contoh Daftar Penilaian Pengungkapan SR

Kode Item Item Pengungkapan Sustainability Report Ya Tidak Skor PENGUNGKAPAN EKONOMI

EC1 Mengungkapkan perolehan dan distribusi nilai ekonomi langsung, meliputi pendapatan, biaya operasi, imbal jasa karyawan, donasi, dan investasi komunitas lainnya, laba ditahan, dan pembayaran kepada penyandang dana serta pemerintah.

√ 1

EC2 Mengungkapkan implikasi finansial dan risiko lainnya akibat perubahan iklim serta peluangnya bagi aktivitas organisasi.

√ 1

EC3 Mengungkapkan jaminan kewajiban organisasi terhadap program imbalan pasti.

√ 0

EC4 Mengungkapkan bantuan finansial yang signifikan dari pemerintah.

√ 0

EC5 Mengungkapkan rentang rasio standar upah terendah dibandingkan dengan upah minimum setempat pada lokasi operasi yang signifikan.

Kode Item

Item Pengungkapan Sustainability Report

Ya Tidak Skor

EC6 Mengungkapkan kebijakan, praktek, dan proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal pada lokasi operasi yang signifikan.

√ 1

EC7 Mengungkapkan prosedur

penerimaan pegawai lokal dan proporsi manajemen senior lokal yang dipekerjakan pada lokasi operasi yang signifikan.

√ 1

EC8 Mengungkapkan pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur serta jasa yang diberikan untuk kepentingan publik secara komersial, natura, atau pro bono.

√ 1

EC9 Mengungkapkan pemahaman dan penjelasan dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk seberapa luas dampaknya.

√ 0

Skor Pengungkapan Ekonomi 5

Dokumen terkait