• Tidak ada hasil yang ditemukan

VENTILASI TERHADAP KEKUATAN KEMASAN

Pemberian batang pengikat vertikal dan horizontal pada dinding ujung peti dapat berfungsi untuk menambah kekuatan peti. Wiraatmadja,et.al (1991) menyebutkan bahwa pada peti kayu jeungjing compression strength yang diberikan ditanggung terutama oleh pengikat vertikal pada dinding ujung, jika beban tekanan yang diberikan melampaui kemampuan pengikat vertikal tersebut, maka pengikat vertikal tersebut akan pecah, retak, atau patah. Hal yang sama dikemukakan Harvey (1986) bahwa pemberian pengikat vertikal dan horizontal adalah untuk menambah kekuatan peti dan mencegah papan yang membentuk dinding ujung pecah.

1. Ventilasi Kemasan

Pengujian dengan perlakuan perbedaan ventilasi pada kemasan bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh ventilasi terhadap kekuatan dan memilih luas ventilasi yang sesuai kebutuhan sekaligus aman untuk menjaga metabolisme produk. Hasil pengujian dapat digunakan sebagai data pada PDS 2 untuk melengkapi data kekuatan berdasarkan perbedaan ventilasi. Data yang telah tersedia pada program yaitu kemasan tanpa ventilasi, sehingga untuk melengkapinya diberikan perlakuan ventilasi sebesar 5%, 10%, dan 15%. Tipe peti kayu yang dipilih adalah Tipe II “end horizontal batten wooden box” berdasarkan tipe kemasan yang banyak digunakan di pasaran, ketebalan kayu 7.5 mm dan cara sambungan tiga paku. Gambar kemasan peti dengan perlakuan ventilasi terlihat pada Lampiran 3.

Perubahan nilai compression strength terhadap kekuatan kayu menunjukkan adanya trend penurunan yang digambarkan pada Gambar 3. Berdasarkan data-data tersebut diperoleh persamaan y = -159.4x + 2274 menyatakan hubungan luas ventilasi dengan besarnya compression strength

(kekuatan). Nilai R2 = 0.9908 menyatakan bahwa ada hubungan yang baik sehingga persamaan tersebut dapat digunakan untuk menentukan besarnya kekuatan kemasan bila diketahui luas ventilasi yang ingin digunakan. Data hasil pengujian peti kayu dengan perlakuan ventilasi terlihat pada Lampiran 5.

Dari hasil pengujian didapatkan data-data sebagai berikut, kemasan dengan ventilasi 0% menghasilkan rata-rata compression strength terkecil sebesar 2124 kg defleksi yang terjadi 15 mm, kemasan dengan ventilasi 15% menghasilkan rata-rata compression strength terkecil sebesar 1630.5 kg defleksi yang terjadi 15 mm.

1630.5 1817 2124 1930.5 y = -31.88x + 2114.6 R2 = 0.9908 0 500 1000 1500 2000 2500 0 5 10 15 20 Luas Ventilasi (%) Keku at an ( k g )

Gambar 4. Grafik hubungan antara ventilasi terhadap kekuatan kemasan

Dari data hasil uji yang diperoleh menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kekuatan kemasan terhadap besarnya ventilasi, artinya semakin besar ventilasi kemasan maka kekuatan kemasan semakin kecil. Kecenderungan penurunan kekuatan tersebut disebabkan karena luas ventilasi berpengaruh terhadap luas permukaan kemasan, semakin besar ventilasi yang diberikan, luas permukaan yang dimiliki oleh peti kayu tersebut semakin kecil.

Berdasarkan hasil pengujian adanya pengaruh ventilasi terhadap kekuatan kemasan sesuai yang dikemukakan Peleg (1985) yaitu lubang ventilasi yang diletakkan di dasar dan tutup kemasan tidak atau sedikit sekali mengurangi kekuatan kemasan dibanding lubang ventilasi yang diletakkan di dinding samping atau dinding ujung kemasan. New dkk. (1978) mengemukakan luas lubang ventilasi pada peti berikat kawat (wirebound wooden box) sekitar 8% dari luas permukaan peti. Besar kecilnya ventilasi

yang diletakkan dapat memberikan hasil yang baik dalam menyegarkan udara di dalam kemasan, karena aliran udara yang terjadi sesuai dengan pergerakan udara panas, hal ini dapat mengurangi jumlah buah yang dikemas busuk atau rusak.

2. Tipe Kemasan

Penambahan perlakuan tipe kemasan yang dilakukan pada pengujian ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan data pada program PDS 2, dimana hanya menggunakan satu tipe kemasan yaitu Tipe I “end vertical batten wooden box” . Dari kelima tipe berdasarkan Japanese Standards Association atau JSA (1984), dipilih tiga tipe kemasan yang umum digunakan di pasaran, yaitu Tipe I “end vertical batten wooden box”, Tipe II “end horizontal batten wooden box”, dan Tipe III “butt-joint full cleat wooden box”. Ventilasi kemasan yang digunakan pada pengujian ini adalah 8% dari luas permukaan peti. Berdasarkan New dkk. (1978), luas lubang ventilasi pada peti berikat kawat (wirebound wooden box) sekitar 8% dari luas permukaan peti. Pemberian ventilasi ini dimaksudkan agar kemasan yang diuji dapat mewakili tipe kemasan berventilasi yang terdapat dipasaran. Dari ketiga tipe kemasan diuji nilai compression strengthnya dengan beberapa kali ulangan untuk melihat pengaruh dari tipe kemasan terhadap kekuatan. Gambar ketiga tipe yang digunakan pada pengujian ini dapat dilihat pada Lampiran 1. Perbandingan nilai compression strength dari hasil perhitungan teoritis dengan hasil pengujian terdapat pada Tabel 5.

Dari data-data tersebut, terlihat adanya perbedaan nilai compression strength secara teoritis dengan hasil pengujian. Berdasarkan perhitungan teoritis compression strength kemasan sebesar 3940.247 kg, sedangkan nilai compression strength hasil pengujian pada ketiga tipe kemasan masing- masing lebih kecil dari hasil teoritis. Perbedaan disebabkan karena faktor perhitungan teoritis hanya dipengaruhi oleh ketebalan kayu dan keliling peti, sedangkan kemasan peti kayu yang diuji dipengaruhi oleh cara penyambungan dan ventilasi. Berdasarkan hasil uji tersebut diperlukan faktor koreksi bila compression strength dihitung berdasarkan persamaan 2.

Tabel 5. Faktor koreksi terhadap kekuatan kemasan dengan perlakuan tipe kemasan

Tipe Kemasan

Keterangan Hasil

Teoritis

Tipe I Tipe II Tipe III

Compression

Strength (kg) 3940.247 1693.5 1732 2327.5

Faktor Koreksi - 0.4298 0.4396 0.5967

Nilai faktor koreksi merupakan perbandingan antara hasil pengujian dari satu tipe terhadap nilai teoritisnya. Pengurangan nilai compression strength yang terjadi pada ketiga kemasan yang diuji berdasarkan tipe kemasan sebesar 57.02%, 56.04%, 40.13% dan faktor koreksinya adalah 0.4298, 0.4396, 0.5967 masing-masing untuk Tipe I, Tipe II, dan Tipe III. Nilai faktor koreksi pada tabel 4 dapat digunakan sebagai data masukan untuk memperbaiki program PDS 2.

Adapun faktor koreksi yang mempengaruhi kekuatan kemasan pada pengujian ini, diantaranya adalah :

a) Tipe Kemasan

Peti kayu dibuat dengan menggunakan tiga tipe kemasan yang berbeda, yaitu tipe “end vertical batten wooden box” (Tipe I), tipe “end horizontal batten wooden box” (Tipe II), dan tipe “butt-joint full cleat wooden box” (Tipe III).

b) Pengaruh penambahan ventilasi

Pemberian lubang ventilasi pada kemasan peti kayu, akan mengurangi luas permukaan peti. Jika semakin besar ventilasi pada suatu kemasan, maka akan semakin besar pula pengurangan kekuatan untuk menahan beban tekan (New dkk, 1978). Dari hasil pengujian Andreas (2005), pengurangan nilai compression strength terhadap nilai teoritisnya pada kemasan tak berventilasi (0%) sebesar 46.10%. Sedangkan pada saat pengujian dengan diberi perlakuan penggunaan ventilasi 8 % pengurangan kekuatan terjadi sebesar 57.02 %.

Pada peti kayu berventilasi kekuatan kemasan perlu diperhatikan, karena compression strength memiliki nilai yang mendekati compression force hasil simulasi. Dari ketiga tipe kemasan yang diuji, masing-masing

memiliki nilai compression strength yang lebih besar dari nilai compression force hasil simulasi program PDS 2. Ini berarti ketiga tipe kemasan yang diujikan sesuai untuk digunakan sebagai kemasan distribusi.

Berdasarkan hasil pengujian maka dapat disimpulkan tipe kemasan yang mempunyai pengaruh besar terhadap kekuatan adalah Tipe III dengan nilai compression strength 2327.5 kg dan defleksi 14 mm, batang pengikat vertikal dan horizontal yang dimiliki tipe ini membuat konstruksi kemasan menjadi kokoh dan kuat.

Dokumen terkait