4 ANALISIS
4.2. Analisis Sensitivitas
4.2.5 Pengaruh Perubahan 2 Komponen Terhadap Nilai NPV
Analisis sensitivitas selanjutnya dilakukan untuk melihat besar perubahan nilai NPV apabila ada perubahan nilai yang terjadi di lebih dari satu komponen dalam alur kas. Analisis ini dilakukan untuk mencari lebih lanjut hasil yang paling optimal pada kondisi yang terjadi dengan adanya dua jenis perubahan dalam komponen alur kas.
4.2.5.1 Pengaruh Perubahan 2 Komponen Terhadap Nilai NPV Untuk Sistem PLTS Menggunakan Baterai
Analisis sensitivitas berikut ini dilakukan untuk melihat perubahan nilai NPV yang terjadi akibat adanya perubahan biaya investasi awal dan perubahan biaya operasional dan pemeliharaan sistem PLTS. Perubahan yang dihitung ingin melihat nilai NPV sampai keadaan bila ada penurunan sebesar 100% untuk kedua jenis biaya ini. Sebenarnya penurunan sebesar 100% ini juga menyamakan dengan konsep perhitungan levelized cost of electricity (LCOE) (Ramadhan, 2011). Dari rumus perhitungan itu nantinya hasil LCOE menjadi cash-in karena menganggap bahwa biaya sistem PLTS harus diperoleh kembali dengan penggunaan seluruh energi yang diproduksi oleh sistem itu selama jangka waktunya. Rumus perhitungan LCOE adalah:
Annual Cost = (Installation Cost x CRF) + O&M LCCOE = Annual Cost / Annual Output kWh Keterangan: A = total daya yang dihasilkan selama umur proyek
CRF = capital recovery factor 𝑖 𝑥 (1+𝑖)
𝑛 [(1+𝑖)𝑛−1]
Gambar 4.9 NPV Versus Penggabungan Investasi dan O&M Rumah Kategori A Sistem PLTS dengan Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik pertama menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 100% dan penurunan nilai operasional dan pemeliharaan sistem sebesar 10% yaitu nilainya sebesar Rp.
9.794.090,-. Apabila mengikuti metode LCOE maka nilai NPV bisa mencapai Rp.
34.855.365,-.
Gambar 4.10 NPV Versus Penggabungan Investasi dan O&M Rumah Kategori B Sistem PLTS dengan Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik kedua menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 90% dan penurunan nilai
77
1.470.133,-. Apabila mengikuti metode LCOE maka nilai NPV bisa mencapai Rp.
40.424.374,-.
Gambar 4.11 NPV Versus Penggabungan Investasi dan O&M Rumah Kategori C Sistem PLTS dengan Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik ketiga menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 100% dan penurunan nilai operasional dan pemeliharaan sistem sebesar 10% yaitu nilainya sebesar Rp.
10.310.053,-. Apabila mengikuti metode LCOE maka nilai NPV bisa mencapai Rp. 35.371.328,-.
Gambar 4.12 NPV Versus Penggabungan Investasi dan O&M Rumah Kategori D Sistem PLTS dengan Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik ketiga menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat
terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 100% dan penurunan nilai operasional dan pemeliharaan sistem sebesar 10% yaitu nilainya sebesar Rp.
10.310.053,-. Apabila mengikuti metode LCOE maka nilai NPV bisa mencapai Rp. 35.371.328,-.
4.2.5.2 Pengaruh Perubahan 2 Komponen Terhadap Nilai NPV Untuk Sistem PLTS Tanpa Baterai
Analisis sensitivitas selanjutnya dilakukan untuk melihat perubahan nilai NPV untuk rancangan sistem PLTS tanpa baterai. Pada analisis sensitivitas ini, perubahan nilai NPV dihitung dari kombinasi penurunan harga investasi dan kenaikan harga jual listrik dari sistem PLTS ke PLN. Hal ini melihat dari kemiringan garis perubahan NPV karena perubahan kedua komponen ini pada gambar grafik 2 dimensi di subbab sebelumnya, maka hal itu berarti bahwa kedua komponen alur kas inilah yang paling sensitif atau mempengaruhi nilai NPV.
Gambar 4.13 NPV Versus Penggabungan Investasi dan Harga Jual Listrik Rumah Kategori A Sistem PLTS tanpa Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik pertama menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 100% dan kenaikan nilai harga jual listrik dari sistem PLTS ke PLN sebesar 50% yaitu nilainya sebesar Rp.
1.788.249,-. Nilai tertinggi NPV mencapai Rp. 18.686.722,- saat terjadi penurunan nilai investasi awal sebesar 100% dan kenaikan nilai harga jual listrik
79
Gambar 4.14 NPV Versus Penggabungan Investasi dan Harga Jual Listrik Rumah Kategori B Sistem PLTS tanpa Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik kedua menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 100% dan kenaikan nilai harga jual listrik dari sistem PLTS ke PLN sebesar 90% yaitu nilainya sebesar Rp.
1.524.517,-. Nilai tertinggi NPV mencapai Rp. 27.562.613,- saat terjadi penurunan nilai investasi awal sebesar 100% dan kenaikan nilai harga jual listrik dari sistem PLTS sebesar 100%.
Gambar 4.15 NPV Versus Penggabungan Investasi dan Harga Jual Listrik Rumah Kategori C Sistem PLTS tanpa Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik ketiga menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 90% dan kenaikan nilai harga
jual listrik dari sistem PLTS ke PLN sebesar 60% yaitu nilainya sebesar Rp.
1.503.634,-. Nilai tertinggi NPV mencapai Rp. 37.680.814,- saat terjadi penurunan nilai investasi awal sebesar 100% dan kenaikan nilai harga jual listrik dari sistem PLTS sebesar 100%.
Gambar 4.16 NPV Versus Penggabungan Investasi dan Harga Jual Listrik Rumah Kategori D Sistem PLTS tanpa Baterai
Untuk hasil analisis sensitivitas yang dilakukan pada grafik keempat menunjukkan hasil bahwa nilai optimal NPV mencapai titik kelayakan adalah saat terjadi penurunan nilai biaya investasi awal sebesar 90% dan kenaikan nilai harga jual listrik dari sistem PLTS ke PLN sebesar 70% yaitu nilainya sebesar Rp.
1.593.125,-. Nilai tertinggi NPV mencapai Rp. 31.010.916,- saat terjadi penurunan nilai investasi awal sebesar 100% dan kenaikan nilai harga jual listrik dari sistem PLTS sebesar 100%.
4.2.6 Pengaruh Perubahan Efisiensi Sistem PLTS Terhadap Nilai NPV