BAB I PENDAHULUAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.10. Pengembangan dan Perumusan Hipotesis
2.10.3. Pengaruh Profitability terhadap Konservatisme Akuntansi 57
Tingkat profitabilitas yang tinggi pada perusahaan akan meningkatkan daya saing antar perusahaan. Perusahaan yang memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi akan membuka lini atau cabang yang baru serta memperbesar investasi atau membuka investasi baru terkait dengan perusahaan induknya. Tingkat keuntungan yang tinggi menandakan pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang. Lestari (2004) menyatakan bahwa profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Perusahaan dengan profitabilitas yang lebih tinggi akan memiliki kesempatan bersaing lebih baik dengan jenis perusahaan yang sama.
Profitabilitas yang tinggi memberikan sinyal mengenai pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang. Profitabilitas yang tinggi akan membuat perusahaan memiliki laba ditahan yang banyak yang mengindikasikan adanya penerapan prinsip konservatisme akuntansi. Profitabilitas perusahaan digunakan sebagai variabel independen karena perusahaan yang memperoleh keuntungan lebih cenderung untuk menggunakan prinsip akuntansi konservatif (Wardhani, 2008). Hal ini disebabkan perusahaan yang menerapkan akuntansi konservatif
akan mengakui biaya lebih cepat sehingga membuat laba saat ini menjadi rendah (Paek,et al., 2007).
Perusahaan dengan profitabilitas yang lebih tinggi akan memiliki kesempatan bersaing lebih baik dengan jenis perusahaan yang sama. Profitabilitas perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan Return On Equiity(ROE).Jika ROE perusahaan tinggi, maka jumlah laba ditahan akan meningkat dan menyebabkan pula peningkatan konservatisme akuntansi. Perusahaan dengan tingkat ROE yang tinggi mengindikasikan bahwa kompensasi keuangan yang diberikan oleh perusahaan pada pemegang saham tinggi dan hal ini membawa kecenderungan yang tinggi bagi perusahaan untuk menerapkan prinsip konservatisme akuntansi Hipotesis 3
H3 :Variabel Profitability (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Konservatisme Akuntansi (Y).
2.10.4. Pengaruh Investment Opportunity Set (IOS) terhadap Konservatisme Akuntansi.
Roychowdhury and Watts (2006) memberikan gambaran tentang hubungan antara Investment Opportunity Set (IOS) dan konservatisme akuntansi. Akuntansi secara tradisional tidak merespon perubahan nilai pertumbuhan dan aktiva tak berwujud perusahaan. Akuisisi dan perubahan nilai akibat penurunan nilai dari aktiva biasanya tidak dicatat kecuali secara eksternal diperoleh dan dapat diverifikasi (seperti goodwill manajer dan akuisisi). Konsekuensinya apabila terjadi penurunan nilai aset yang tidak dicatat, maka perusahaan tidak dapat
mengakuinya. Hal ini mengarahkan perusahaan pada tingkat konservatisme yang rendah terutama ketika nilai perusahaan dipengaruhi oleh nilai pertumbuhan dan nilai aktiva tidak berwujud perusahaan.
Lafond dan Roychowdhury (2007) menyatakan bahwa investment opportunity set (IOS) merupakan faktor umum yang mempengaruhi hubungan antara kepemilikan manajerial dan assymetric timeliness dari laba sebagai proksi dari konservatisme. Konservatisme merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi adanya konflik keagenan antara manajer dan pemegang saham yang sangat potensial dipengaruhi oleh keputusan investasi. Peran manajer sebagai upaya untuk mengatasi masalah keagenan antara manajer dan pemegang saham akan dipengaruhi oleh variasi manajer dalam menetapkan investment opportunity set (IOS) secara konstan.
Semakin besar investment opportunity set maka akan semakin besar market to book ratio sebagai proksi konservatisme akuntansi. Sebaliknya semakin kecil investment opportunity set maka akan semakin kecil pula market to book ratio sebagai proksi konservatisme akuntansi. Hal ini terjadi karena pasar bereaksi positif terhadap pertumbuhan perusahaan, sehingga harga saham meningkat. Harga saham ini akan meningkatkan nilai IOS yang berarti akan semakin besar pula market to book ratioyang merupakan proksi dari konservatisme akuntansiperusahaan.
Hipotesis 4 :
H4 : Variabel Investment Opportunity Set (X4) berpengaruh Positif signifikan terhadap variabel Konservatisme Akuntansi (Y).
60
3.1. Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melaporkan laporan keuangan dan dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dua periode terakhir yaitu tahun 2009-2010. Untuk menjaga homogenitas data, maka penelitian ini hanya menggunakan perusahaan manufaktur. Data yang diambil dua periode untuk mengetahui perkembangan dari penerapan prinsip konservatisme akuntansi pada tahun 2009-2010. Data tersebut diperoleh dari Pojok Bursa Efek Indonesia Universitas Negeri Surakarta.
3.2. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melaporkan laporan keuangan yang lengkapdan dipublikasikan pada Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dengan sampel perusahaan manufaktur. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dua periode terakhir perusahaan manufaktur yaitu tahun 2009-2010 yang dipublikasikan melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Peneliti menggunakan laporan keuangan dengan periode 2009-2010 untuk mengetahui
pertumbuhan dari penerapan prinsip konservatisme akuntansi pada perusahaan manufaktur.
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakterisitik yang dimiliki oleh populasi dan sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar mewakili. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metodepurposivesampling, dengan kriteria sebagai berikut.
1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 2. Tidak de-listing selama tahun 2009-2010.
3. Menerbitkan laporan keuangan dalam mata uang Rupiah.
4. Menerbitkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember. 5. Perusahaan dengan nilai market to book ratio lebih dari 1
6. Memiliki data yang lengkap.
Sampel dibatasi hanya pada perusahaan manufaktur dengan maksud untuk mengendalikan variabilitassifat aset perusahaan yang disebabkan oleh karakteristik industri (Wulandini dan Zulaikha, 2012).
Tabel 3.1Prosedur Penentuan Sampel Penelitian
Kriteria Sampel Jumlah
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2009-2010
147 Perusahaan dengan nilai Market To Book Value
kurang dari 1 periode 2009-2010
(88) Perusahaan dengan data yang tidak lengkap (6)
Perusahaan yang dijadikan sampel 53
Berdasarkan tabel 3.1 diketahui bahwa jumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 147 perusahaan.Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka diperoleh sampel penelitian berjumlah 53 perusahaan dari total populasi. Adapun perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 1.
3.3. Variabel Dependen