TABEL IV.14 Uji Multikolinieritas
2. Uji F pengaruh secara simultan variabel-variabel independen terhadap kinerja akuntan publik
` Uji F ini digunakan untuk melihat ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen yaitu dengan cara membandingkan F hitung dengan F tabel. Jika F hitung > F tabel
maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam análisis regresi nilai F regresi sebesar 25,434 dengan signifikansi sebesar 0,000 sedangkan nilai F tabel
dengan (degree of freedom) df (3;57) adalah 2,769 pada taraf signifikansi 5%.
Hal ini berarti nilai F hitung > F tabel dan p-value kurang dari taraf
signifikansi 0,05. Ini menunjukkan Ho ditolak dan berarti Ha diterima yaitu pengaruh signifikan kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi dan kemampuan pemakai secara simultan terhadap kinerja
akuntan publik. Tinggi rendahnya kinerja akuntan publik dapat ditentukan oleh tinggi rendahnya tingkat kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi dan kemampuan pemakai dengan koefisien determinasinya (R2) sebesar 57,7 % dan Adjusted R2 sebesar 0,554 atau 55,4 %.
E. PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi dan kemampuan pemakai mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja akuntan publik baik secara parsial maupun simultan. Untuk variabel kinerja akuntan publik kostanta sebesar 0,142 dengan tanda positif yang berarti seorang akuntan publik dapat meningkatkan kinerjanya dengan baik sebesar konstanta tersebut dengan memiliki variabel independennya. Kinerja akuntan publik dapat ditingkatkan dengan dipengaruhi oleh kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi dan kemampuan pemakai, dimana kinerja akuntan publik akan semakin rendah apabila faktor-faktor tersebut rendah.
Koefisien R sebesar 0,554 ini menunjukkan bahwa pengaruh antara variabel dependen dengan variabel independen adalah kuat. Adjusted R2 sebesar 0,577 atau 57,7 %. Hal ini berarti variabel independen seperti kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi dan kemampuan pemakai, berpengaruh terhadap kinerja akuntan publik sebesar 57,7 %. Selisih (100%-57,7%=42,3%) dipengaruhi faktor lain diluar model. Dari nilai ini dapat dilihat besarnya pengaruh variabel-variabel independen terhadap kinerja akuantan publik mencapai lebih dari 50%. Berarti semakin tinggi kinerja akuntan publik harus diimbangi dengan kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi dan kemampuan pemakai yang tinggi pula. Nilai koefisien sebesar 0,148 dengan tanda positif yang berarti bahwa kompleksitas tugas mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja akuntan
publik atau dapat diartikan pula setiap pertambahan nilai kompleksitas tugas satu satuan akan meningkatkan nilai kinerja akuntan publik sebesar 0,148. Kompleksitas tugas yang positif dalam penelitian ini berarti dengan kompleksitas tugas yang tinggi diharapkan kinerja akuntan publik mendorong meningkatnya kemampuan akuntan publik. Hal ini tidak sesui dengan penelitian yang dilakukan oleh Tjhai (2003) dan Sagung (2008).
Nilai koefisien sebesar 0,170 dengan tanda positif yang berarti bahwa pemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja akuntan publik atau dapat diartikan pula setiap penerapan atau pelaksanaan pemanfaatan teknologi informasi akan meningkatkan kinerja akuntan publik sebesar 0,170. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat mempengaruhi kinerja akuntan publik.
Nilai koefisien sebesar 0,103 dengan tanda positif yang berarti bahwa kemampuan pemakai mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja akuntan publik atau dapat diartikan pula setiap keahlian yang dimiliki oleh indivudu dalam pemanfaatan teknologi informasi akan meningkatkan kinerja akuntan publik sebesar 0,103. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemakai dapat mempengaruhi kinerja akuntan publik.
Hasil ini sejalan dengan Sagung (2008), pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja akuntan publik. Semakin optimal pemanfaatan teknologi informasi maka akan semakin kinerja individu lebih optimal. Tetapi hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan Tjhai (2003) dan Jurnali (2002) yang menyatakan bahwa
pemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja akuntan publik. Dimana pemanfaatan teknologi informasi yang tepat dan didukung oleh keahlian individu yang mengoperasikannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan maupun kinerja individu yang bersangkutan.
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dalam bab 4 maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Secara parsial pemanfaatan teknologi informasi, kompleksitas tugas dan kemampuan pemakai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kinerja akuntan public.
2. Scara simultan faktor kompleksitas tugas, pemanfaatan teknologi informasi, dan kemampuan pemakai tidak berpengaruh terhadap kinerja akuntan publik pada Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta, Solo dan Semarang.
B. KETERBATASAN
Penulis menyadari bahwa terdapat keterbatasan yang dimiliki dalam penelitian ini. Berikut adalah keterbatasan dalam penelitian ini :
1. Adjusted R square hanya sebesar 55,4% sehingga kinerja akuntan publikmasih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain sebesar 44,6%.
2. Pengumpulan data responden melalui perantara (contact person) dalam penelitian ini kemungkinan dapat kemampuan generalisasi hasil penelitian.
3. keterbatasan jumlah responden yang hanya 34% ini dikarenakan tingkat pengembalian kuesioner.
C. SARAN
Berikut ini disampaikan beberapa saran yang mungkin dapat membantu penelitian sejenis dimasa yang akan datang.
1. menambah variable independent yang lain misalnya pengaruh partisipasi pemakai dan faktor sosial, dan masih banyak lagi.
2. Populasi yang diguunakan sebaiknya diperbesar lagi sebagai hasilnya dapat lebih tergeneralisasi.
D. IMPLIKASI
Faktor pemanfaatan teknologi informasi tetap harus dipertimbangkan dalam kinerja akuntan publik. Pemanfaatan TI ini dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kemampuan pemakai TI yaitu dengan melakukan pelatihan, kursus dan lain sebagainya. Kinerja akuntan publiktidak lepas dari beberapa tugas yang kompleks ( kompleksitas tugas ) sehingga perlu dilakukan atau dibuat struktur tugas, agar tugas-tugas dapat lebih jelas, sehingga kinerja akuntan publik dapat menjadi lebih baik.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan system informasi berbasis computer. Keterbatasan- keterbatasn yang terdapat dalam penelitian ini diharapkan dapat diperbaiki dalam penelitian dimasa yang akan datang.
Pengendalian Audit. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol 6. No.3.
Desi, Yustina Puriastuti. 2005. Pengaruh Keahlian dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Akuntan Publik. Surakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Ghozali, Imam.2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi 3.Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Guimaraes, Tor, Sandy D Staples., dan James D Mckeen. 2003. Empirically Testing Some Main-User Related Factors for System Development Quality. The Quality Management Journal. Hal 39 – 55.
Handayani, Astuti Siregar. 2009. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Individual pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat. Skripi. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
Hasibuan M.P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi revisi. Bumi Aksara.
Haryanto, Dedi. 2002. Pengaruh Faktor-Faktor Individual Dalam Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Komputer Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Vol.2.No.1. Hal.14-25
Irwansyah. 2003. Evaluasi Pemakai Terhadap Kecocokan Tugas-Teknologi yang Mempengaruhi Kinerja Individual. Yogyakarta : Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.
Jamilah, Siti.dkk.2007. Pengaruh Gender, Tekanan Ketaatan. Dan Kompleksitas Tugas terhadap Audit Judgment. Simposium Nasional Akuntansi X.
Jurnali dan Supomo. 2002. Pengaruh Faktor Kesesuaian Tugas-Teknologi dan Pemanfaaatan Teknologi Informasi terhadap kinerja Akuntan Publik. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 1 No 2.
Jogiyanto. 2005. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta. Edisi I. BPFE- Yogyakarta.
Kumorotomo dan Margono.1995.Pengaruh Computer Playfulness dan Personal Innovativeness terhadap Cognitive Absortion dalam Penggunaan Teknologi Informasi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis .Vol. XI.No.I.Hal.27-38.
Rapina.2007. Pengaruh Kompleksitas Tugas dan Pengalaman terhadap Ketaatan pada Standar Auditing. Jurnal Ilmiah Akuntansi. Vol.6. No.2. Hal.24-32
Restuningdiah, Nurika dan Nur Indriantoro. 2000. Pengaruh Partisipasi terhadap Kepuasan Pemakai dalam Pengembangan Sistem Informasi dengan Kompleksitas Tugas, Kompleksitas Sistem dan Pengaruh Pemakai sebagai Moderating Variable. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol.III. No.2. Hal.119-133.
Sagung Rai Darmini.2008. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruhnya pada Kinerja Individual pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Tabanan. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar.
Salman, Jumaili. 2005. Kepercayaan terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru dalam Evaluasi Kinerja Individual. Kumpulan Materi Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo, 15 – 16 September 2005
Santoso, Singgih. 2006. Seri Solusi Bisnis Berbasis TI : Menggunakan SPSS untuk Statistik Parametrik. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.
Sekaran, Uma. 2000. Research Method for Business. Edisi 4. Jakarta. Salemba Empat.
Setyarini, Yanti. 2004. Pengaruh Partisipasi Pemakai dan Kompleksitas Tugas terhadap Kepuasan Pemakai dalam Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Komputer. Surakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Tidak dipublikasikan.
Stuart, Iris. 2000. The Influence of Audit Structure on Auditors’ Performance in High and Low Complexity Task Setting. California State University.
Suryaningrum, Diah Hari. 2001. Hubungan Partisipasi Pemakai dan Keberhasilan Sisitem Informasi: Studi Terhadap Tiga Faktor Kontijensi Pada BUMN di Indonesia. Yogyakarta. Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.
Sylvia.2001. Pemanfaatan Teknologi Audit Untuk Mencapai Efektifitas Audit dan Efisiensi Biaya. Kompak. No.1. Januari : 28-39.
Tan dan Kao.1999. Accountability Effect on Auditors’ Performance : Influence Knowledge, Problem Solving Ability, and Task Complexity. Singapore. School of Accountancy and Business Nanyang Technological University.
Tjhai Fung Jin.2003. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Akuntan Publik. Tesis. Universitas Gajah Mada. Tidak dipublikasikan.
Widjajanto, Nugroho.2003. Sistem Informasi Akuntansi, Badan penerbitan UPP AMP STIE YO, Yogyakarta