BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
4. Pengaruh Struktur Aktiva terhadap Struktur Modal
Struktur aktiva adalah penentuan berupa besar alokasi untuk masing- masing komponen aktiva, baik dalam aktiva lancar maupun dalam aktiva tetap (Riyanto, 1997). Perusahaan yang memiliki struktur aktiva yang tinggi berarti memiliki aktiva tetap yang besar. Secara umum, perusahaan yang memiliki jaminan terhadap hutang akan lebih mudah mendapatkan hutang daripada perusahaan yang tidak memiliki jaminan terhadap hutang.
Weston dan Copeland (1997) menyatakan bahwa perusahaan yang mempunyai aktiva tetap jangka panjang lebih besar maka perusahaan tersebut cenderung menggunakan hutang jangka panjang, dengan harapan aktiva tersebut dapat digunakan untuk menutup tagihannya. Selain itu perusahaan yang memiliki struktur aktiva yang lebih tinggi kecenderungan juga akan lebih mapan dalam industri, memiliki risiko lebih kecil dan akan menghasilkan
tingkat leverage yang besar (Chen dan Hammes, 2002). Aset dalam perusahaan digunakan untuk membiayai operasi perusahaan. Besar kecilnya aset dalam suatu perusahaan akan berdampak pada penggunaan modalnya. Perusahaan dengan aset yang besar dapat membiayai modalnya dengan laba perusahaan, namun apabila dana internal tidak mencukupi perusahaan dapat menggunakan pembiayaan yang berasal dari dana eksternal yaitu salah satunya hutang.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel struktur aktiva berpengaruh positif terhadap struktur modal. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Mas’ud (2008) dan Mayangsari (2001) yang memberikan hasil bahwa struktur aktiva berpengaruh positif terhadap struktur modal D. Paradigma Penelitian U t1 t2 t3 t4
Gambar 1. Paradigma Penelitian Ukuran Perusahaan
Likuiditas
Struktur Aktiva Profitabilitas
Keterangan:
t1, t2, t3, t4 : Uji t hitung (pengujian parsial)
E. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut :
�a1 : Terdapat pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap struktur
modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. �a2 : Terdapat pengaruh negatif likuiditas terhadap struktur modal pada
perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
�a3 : Terdapat pengaruh negatif profitabilitas terhadap struktur modal
pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
�a4 : Terdapat pengaruh positif struktur aktiva terhadap struktur modal
pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini berdasarkan tingkat eksplanasinya tergolong sebagai penelitian assosiatif kausal, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan (korelasi) sebab akibat antara 2 variabel atau lebih yaitu variabel independen atau bebas terhadap variabel dependen atau terikat (Gujarati, 2003). Sedangkan berdasarkan jenis datanya, penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif yaitu penellitian untuk menggambarkan keadaan perusahaan yang dilakukan dengan analisis berdasarkan data yang didapatkan. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah Struktur Modal, sedangkan variabel independennya adalah Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas, dan Struktur Aktiva.
B. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain (variabel independen) pada suatu model. Dalam penelitian ini variabel dependen yang digunakan yaitu struktur modal. Struktur modal (DER) merupakan ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengembalikan biaya hutang melalui modal sendiri yang dimilikinya yang diukur melalui hutang dan total modal (equity) (Brigham dan Houston,2001).
Struktur modal dapat diproksikan kedalam beberapa rumus salah satunya adalah menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) yang dapat dihitung dengan rumus :
x 100%
Sumber: Brigham dan Houston (2011) 2. Variabel Independen
Variabel independen yaitu variabel yang tidak bergantung pada
variabel lain. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Ukuran Perusahaan
Menurut Brigham dan Houston (2011), ukuran perusahaan (size) adalah gambaran besar kecilnya suatu perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dapat ditinjau dari lapangan usaha yang dijalankan. Menurut Nadeem dan Wang (2011) dalam Lusangaji (2013) ukuran perusahaan dapat dihitung dengan rumus:
Ukuran perusahaan = Ln (total aktiva) b. Likuiditas
Likuiditas merupakan rasio guna mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Rasio ini diukur dengan melihat current ratio. Rasio likuiditas yang utama adalah current ratio yang dapat dihitung dengan rumus :
x 100%
Sumber: Brigham dan Houston (2011) c. Profitabilitas
Profitabilitas bisa dilihat melalui tingkat rasio. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Asset (ROA) yang membandingkan antara laba bersih dengan total aktiva, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Sumber: Brigham dan Houston (2011) d. Struktur Aktiva
Struktur aktiva merupakan sebagian jumlah asset yang dapat dijadikan jaminan yang diukur dengan membandingkan antara aktiva tetap dan total aktiva.
x 100% C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi merupakan kumpulan individu atau objek penelitian yang memiliki kualitas-kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Berdasarkan kualitas dan ciri tersebut, populasi dapat dipahami sebagai sekelompok
individu atau objek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik (Cooper dan Emory, 1995). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2006). Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014 yang memenuhi persyaratan kriteria sampling. 3. Teknik Pengambilan Sampel
Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan purposive sampling yang membatasi pemilihan sampel berdasarkan kriteria
tertentu. Kriteria perusahaan yang menjadi sampel penelitian ini adalah : a. Perusahaan manufaktur yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2012-2014.
b. Perusahaan manufaktur yang mempublikasikan laporan keuangan selama periode 2012-2014.
c. Perusahaan yang memiliki laba positif selama periode 2012-2014.
d. Perusahaan yang memiliki data keuangan lengkap untuk menghitung variabel-variabel dalam penelitian ini selama periode 2012-2014.
D. Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan yang memenuhi kriteria sampling yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang diperoleh antara lain berasal dari kantor Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Yogyakarta ataupun website BEI di
(www.idx.co.id) dan Indonesian Capital Market Directory.
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Model analisis regresi linier berganda digunakan untuk menjelaskan hubungan dan seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel dependen. Analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, dan struktur aktiva terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. Untuk dapat melakukan analisis regresi linier berganda diperlukan uji asumsi klasik. Langkah-langkah uji asumsi klasik pada penelitian ini sebagai berikut:
1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2009). Dasar pengambilan keputusan yaitu jika
probabilitas lebih besar dari 0,05; maka Ho diterima yang berarti variabel berdistribusi normal, jika probabilitas kurang dari 0,05; maka Ho ditolak yang berarti variabel tidak berdistribusi normal. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (uji K-S) dengan menggunakan bantuan program statistik.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, 2011). Jika varians residual pada setiap pengamatan tetap, maka disebut homoskedastisitas dan sebaliknya jika varians residual pada setiap pengamatan berubah-ubah disebut heteroskedastisitas. Cara untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas menggunakan uji glejser, yakni dengan meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen. Jika probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%, maka tidak mengandung heteroskedastisitas. c. Uji Autokorelasi
Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah korelasi. Pengujian gejala autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin-Watson, dengan pedoman (dalam Algifari,2000) :
1. Angka D-W dibawah 1,10 berarti ada autokorelasi.
2. Angka D-W di antara 1,10 sampai 1,54 berarti tidak ada kesimpulan.