TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru BKBK
Tenaga kependidikan, terutama guru merupkan jiwa dari sekolah. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja, sampai pada timbal jasa merupakan garapan penting bagi seorang kepala sekolah. Peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan ini harus dilakukanng secara terus menerus mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat. Untuk itu kepala sekolah profesional merupakan tuntutan bagi setiap sekolah yang dipimpinnya.
Kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi yang baik sebagai pemimpin sekolah, kemampuan kepala sekolah dalam melakukan supervisi merupakan salah satunya. Supervisi kepala sekolah yang dilaksanakan dengan efektif dan efisien
akan membantu guru dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan kinerja guru. Kompetensi ini mutlak harus dimiliki supervisor seperti yang tertulis dalam Permendiknas No.13 tahun 2007 yaitu meliputi kegiatan-kegiatan: “(1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru; (2) Melakukan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik yang tepat; (3) Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan Profesionalisme guru.”
Jika kepala sekolah sudah mempunyai syarat yang mumpuni sebagai supervisor, maka guru bimbingan dan konseling sebagai patner bekerja juga harus mengimbanginya. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memberikan dedikasi yang terbaik untuk peserta didiknya. Walaupun terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah, Kurnia (2011) menyimpulkan bahwa ada tiga hal yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja guru, yaitu motivasi; manajemen kepala sekolah; dan supervisi kepala sekolah. Supervisi yang dilakukan dengan efektif dan efisien akan menimbulkan adanya peningkatan kinerja yang baik juga. Penelitian ini juga didukung dengan adanya penelitian sebelumnya oleh Alimi (2012) bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Ditambahkan pula oleh Teta (2011) tentang pengaruh supervisi kepala sekolah dan fasilitas mengajar terhadap kinerja guru di SMAN 2 Sukoharjo, menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan baik dari
supervisi kepala sekolah maupun fasilitas mengajar terhadap kinerja guru secara parsial dan simultan.
Supervisi bimbingan konseling oleh kepala sekolah bertujuan untuk mem- bantu guru bimbingan dan konseling dalam memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling di sekolah agar dapat berjalan dengan baik. Sedangkan tugas guru bimbingan dan konseling adalah membantu siswa agar dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Oleh sebab itu agar guru bimbingan dan konseling dapat melaksanakan tugasnya dengan baik maka segala aktivitas pelayanan guru bimbingan dan konseling perlu memperoleh pengawasan dari kepala sekolah artinya kepala sekolah memberikan bantuan, bimbingan dan pembinaan kepada guru bimbingan dan konseling agar mampu mengembangkan pelayanan bimbingan konseling di sekolah yang menjadi tugasnya. Jika pelaksanaan kepengawasan atau supervisi bimbingan konseling dapat dilaksanakan dengan baik, terencana dan berkesinambungan maka guru bimbingan dan konseling merasa diperhatikan sehingga akan berpengaruh pada peningkatan kinerjanya.
Supervisi adalah suatu usaha kepala sekolah dalam menstimulasi secara kontinu perkembangan guru-guru di sekolah, baik secara individual maupun secara kolehtif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. Dengan demikian, mereka dapat menstimulasi dan membimbing pertubuhan setiap murid secara kontinu serta mampu lebih cakap berpartisipasi dalam interaksi belajar-mengajar. Supervisi kepala sekolah
dilakukan dalam rangka mengarahkan dan memperbaiki kinerja guru secara keseluruhan.
Supervisi bukanlah suatu penemuan “kesalahan” juga bukan usaha perbaikan kesalahan, tetapi mengarahkan guru secara konstruktif. Permulaan yang baik bagi supervisi guru sendiri meninjau segala masalah yang dialaminya, tidak ada guru yang tidak mempunyai kesalahan. Dari kesalahan-kesalahan inilah mereka dapat memperbaiki diri dan memperoleh kecakapan dan kesanggupan. Dalam konteks kinerja guru, upaya-upaya meningkatkan kinerja sangatlah tergantung dari semua elemen sekolah terutama kepala sekolah untuk memberikan informasi, menciptakan hubungan, dan memberikan solusi yang tepat. Dalam konteks ini maka dapat diduga bahwa terdapat pengaruh positif antara supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru (Syarif, 2011: 134-135).
Kemudian diperkuat lagi dengan adanya hasil peneltian Direktorat Jendral Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan departemen pendidikan nasional tahun 2008 menemukan bahwa kepala sekolah masih lemah dalam kompetensi manajerial dan supervisi. Hal ini dilansir dalam Tempo interaktif.com bahwa: “hampir semua kepala sekolah lemah dibidang kompetensi manajerial dan supervisi. Padahal dua kompetensi itu merupakan kekuatan kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik”.
Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian yang akan dilakukan kali ini diharapkan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan bahwa adanya supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah akan berpengaruh terhadap kinerja
guru BK di sekolah. Dalam hal ini kepala sekolah memiliki andil yang cukup besar dalam meningkatkan kinerja guru. Karena dengan fungsinya sebagai seorang supervisor, kepala sekolah mampu membantu dan membimbing guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Semakin sering kepala sekolah melakukan supervisi terhadap guru, maka akan semakin baik pula kinerja guru tersebut. Guru akan merasa setiap gerak-geriknya diamati sehingga akan berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan tugasnya sebagai seorang guru. Di sisi lain, supervisi kepala sekolah juga mampu menjadi bahan evaluasi bagi guru. Hal ini juga diperkuat dengan adanya pendapat Syarif (2011) bahwa dalam konteks kinerja guru, upaya-upaya meningkatkan kinerja sangatlah tergantung dari semua elemen sekolah terutama kepala sekolah untuk memberikan informasi, menciptakan hubungan, dan memberikan solusi yang tepat. Semakin sering supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah, maka semakin baik pula kinerja guru bimbingan dan konseling. Sebaliknya, apabila kepala sekolah lebih bersifat acuh terhadap guru bimbingan dan konseling, maka kinerja guru bimbingan dan konseling juga terasa tidak terarah dan tidak terkontrol dengan baik sudah sejauh mana pengembangan layanan dan pelayanan yang mereka lakukan.