HASIL PENELITIAN
A. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pemilihan Produk Qardh pada
98
A. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pemilihan Produk Qardh pada
BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur Cabang Sembayat Gresik Melalui Persepsi Sebagai Variabel Intervening Pada Pedagang di Pasar Sembayat
Gresik
1. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pemilihan Produk Qardh Secara Langsung
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak berpengaruh secara signifikan secara langsung antara tingkat pendidikan terhadap pemilihan produk qardh
Hasil penghitungan dengan IBM SPSS 19 menunjukkan angka t penelitian 1,615 < t tabel sebesar 2,004, dengan demikian keputusannya adalah H0 diterima H1 ditolak. Artinya tidak ada hubungan langsung antara variabel exogenous tingkat pendidikan dengan variabel endogenous keputusan memilih, maka variabel exogeneous tingkat pendidikan tidak mempengaruhi variabel endogenous keputusan memilih.
Nilai koefisien Beta (dalam kolom Standardized Coefficient Beta) sebesar 0,217 atau jika dibuat persen menjadi sebesar 21,7% menunjukkan bahwa pengaruh sebesar ini tidak signifikan karena nilai signifikansi / probabilitas hasil perhitungan yang tertera dalam kolom Sig sebesar 0,112 > 0,05.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara langsung dari tingkat pendidikan
99
terhadap pemilihan produk diketahui besarnya Pengaruh variabel tingkat pendidikan terhadap keputusan memilih secara langsung sebesar 4,7% dan sisanya 95,3% mempunyai makna besarnya faktor lain dalam model di luar kedua variabel. Sehingga hipotesis pertama tidak teruji kebenarannya.
Hasil ini menunjukkan bahwa teori Philip Kotler yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi perilaku konsumen terhadap suatu produk tidak berlaku pada pemilihan produk qardh. Dari pengamatan yang dilakukan peneliti, hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan bukan merupakan alasan utama seseorang untuk memilih produk qardh. Selain itu, pendidikan di masa kini sangat berkembang dan tidak hanya di dapatkan melalui pendidikan formal saja akan tetapi juga melalui media-media lain yang juga memberikan informasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang juga. Selain itu hasil ini juga menunjukkan bahwa pemilihan produk qardh tidak hanya menjangkau kalangan yang berpendidikan rendah saja tetapi juga menjangkau hampir di semua kalangan pedagang dengan latar tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Terbukti dari hasil kuesioner menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan pedagang sangat beragam mulai dari orang yang berlatar pendidikan SD sampai arang yang berlatar belakang pendidikan sarjana.
Berdasarkan pengamatan, peneliti berpendapat bahwa kemungkinan tidak terbuktinya hipotesis bersumber dari :
100
Dalam dasar teori pada tinjauan pustaka disebutkan bahwa perilaku memilih konsumen dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain :
a. Faktor internal (perbedaan individu)
Faktor internal yang paling dominan dalam menentukan perilaku memilih konsumen adalah kepribadian, gaya hiup, demografi. Adapun pengertian tentang kepribadian adalah respon yang konsisten terhadap lingkungan. Gaya hidup dikatakan sebagai pola seseorang dalam menjalani hidup, menggunakan waktu dan uang, sedangkan demografi adalah pangsa konsumen yang diidentifikasi dari tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan.
b. Faktor eksternal (pengaruh lingkungan)
Dari hasil wawancara yang telah di lakukan peneliti, bahwa faktor yang turut mendominasi penentuan perilaku memilih pada produk qardh adalah budaya dan juga kelas sosial yang merujuk pada ragam perbedaan status ekonomi dan sosial yang menghasilkan perbedaan sikap dan perilaku konsumen.
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.1
1
101
Perilaku konsumen secara konvensional dalam memutuskan pembelian hanya didorong oleh keinginan semata tanpa berfikir panjang dengan mempertimbangkan rasionalitas dan pencapaian utility (kepuasan) dirinya. Menurut Adiwarman Karim perilaku rasional mempunyai dua makna, pertama, tindakan yang dipilih berdasarkan pikiran yang beralasan, bukan berdasarkan pada kebiasan, prasangka atau emosi. Kedua, tindakan yang benar-benar dapat mencapai tujuan yang ingin di capai.2
2. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pemilihan Produk Qardh Melalui Persepsi Sebagai Variabel Intervening Pada Pedagang di Pasar Sembayat Secara tidak Langsung
Berdasarkan hasil pengujian koefisien jalur pada bab 4 diperoleh bahwa tingkat pendidikan terhadap pemilihan produk qardh melalui persepsi pedagang secara tidak langsung tidak terdapat pengaruh yang signifikan.
Hasil perhitungan dengan IBM SPSS19 menunjukkan angka t penelitian sebesar 1,999 < t tabel sebesar 2,004, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya tidak ada hubungan langsung antara variabel exogeneous tingkat pendidikan dengan variabel moderating persepsi. Karena tidak ada hubungan langsung antara kedua variabel, maka variabel exogenous tingkat pendidikan tidak mempengaruhi variabel moderating persepsi. Begitu juga dengan Hasil perhitungan variabel
2
Blog Ikhsan, “Perilaku Konsumen dalam Ekonomi”, http://ikhsan-blogs.blogspot.co.id/2014/04/perilaku-konsumen-dalam-ekonomi.html, diakses pada 29 Juni 2016.
102
moderating persepsi terhadap variabel endogeneous keputusan memilih bahwa angka t penelitian sebesar 1,389 < t tabel sebesar 2,004, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya tidak ada hubungan langsung antara variabel moderating persepsi dengan variabel endogeneous keputusan memilih.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap pemilihan produk melalui persepsi diketahui besarnya Pengaruh variabel tingkat pendidikan terhadap keputusan memilih melalui persepsi sebesar 6,5% dan sisanya 93,5% mempunyai makna besarnya faktor lain dalam model di luar kedua variabel. Sehingga hipotesis kedua tidak teruji kebenarannya.
Keadaan di lapangan berbeda dengan kondisi teori-teori yang digunakan sebagai acuan penelitian, tinjauan pustaka menyebutkan bahwa persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.3 Hal ini di sebabkan kondisi lingkungan, pengalaman masa lalu. Bagaimana cara individu untuk menginterpretasikan atau bereaksi terhadap stimulus tergantung dari pengalaman masa lalu, Fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa persepsi yang di berikan memang timbul karena pengalaman masa lalu baik dari segi kualitas pelayanan maupun kenyamanan, dan juga tingkat akan kebutuhan maupun keinginan untuk memilih produk qardh
3
Febri Cahyadi, Imam, Skripsi Pengaruh persepsi harga, atribut produk dan persepsi risiko terhadap keputusan pembelian susu formula.
103
dikarenakan untuk menunjang ekonomi para pedagang. Subyek penelitian yang mempunyai tingkat pendidikan yang bervariatif dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam perilaku memilih produk, Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan yang berbeda tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap perilaku pemilihan produk sebab sebagian besar subyek penelitian telah memiliki pengetahuan khusus (spesifik) tentang produk qardh yang akan dipilih dari berbagai sumber, baik melalui informasi teman, maupun pengalaman merasakan sendiri.
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil dari pengaruh tingkat pendidikan terhadap pemilihan produk qardh di BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur melalui persepsi sebagai variabel intervening pada pedagang di pasar Sembayat Gresik sebagai berikut :
1. Tidak ada hubungan langsung antara variabel exogeneous tingkat pendidikan dengan variabel moderating persepsi. angka t penelitian sebesar 1,999 < t tabel sebesar 2,004, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Nilai koefisien beta sebesar 0,265 atau jika di buat persen menjadi sebesar 26,5% menunjukkan bahwa pengaruh sebesar ini tidak signifikan karena nilai signifikansi / probabilitas hasil penghitungan yang tertera dalam kolom Sig sebesar 0,051 > 0,05. Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa diduga tingkat pendidikan berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keputusan memilih tidak diterima.
2. Tidak ada hubungan langsung antara variabel moderating persepsi dengan variabel endogeneous keputusan memilih. Hasil perhitungan dengan IBM SPSS menujukkan angka t penelitian sebesar 1,389 < t tabel sebesar 2,004, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Karena tidak ada hubungan liniear antara kedua variabel, maka variabel variabel moderating persepsi tidak
105
mempengaruhi variabel endogeneous keputusan memilih. Nilai koefisien beta (sebesar 0,187 atau jika di buat persen menjadi sebesar 18,7% menunjukkan bahwa pengaruh sebesar ini tidak signifikan karena nilai signifikansi / probabilitas hasil penghitungan yang tertera dalam kolom Sig sebesar 0,171 > 0,05. Hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga tingkat pendidikan berpengaruh tidak langsung melalui persepsi pedagang secara signifikan terhadap keputusan memilih tidak diterima
B. SARAN
Adapun hal-hal yang dapat penulis sampaikan sebagai masukan yang bersifat konstruktif terhadap perkembangan produk qardh dalam penelitian ini adalah:
1. Bagi perusahaan
Untuk meningkatkan nasabah dalam memilih produk qardh, perusahaan di harapkan untuk sering memberikan edukasi tentang kewirausahaan kepada pedagang, memberikan pelayanan excellent, memperluas akses jaringan dan mangsa pasar agar tidak hanya di pasar Sembayat, melainkan melebar ke pasar-pasar tradisional lainnya, mengingat pentingnya peredaran uang di pasar yang mana menjadi pusat ekonomi pedagang sehari-hari. Agar nasabah yang memiliki pembiayaan dalam produk qardh bisa menjangkau produk-produk pembiayaan lainnya.
106
2. Bagi peneliti selanjutnya
Apabila ada peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengangkat keputusan memilih maka disarankan untuk memperhatikan variabel-variabel bebas lain yang berpengaruh dengan keputusan pembelian, seperti lokasi/tempat.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Islam sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan, (Semarang: Aditya Media, 1992) Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlar, al-‘Ashri ; Kamus Kontemporer Arab Indonesia
(Yogyakarta : Multi Karya Grafika, 1996)
Basri, Djapri, Persepsi Guru Terhadap Implementasi Program Pendidikan Sistem Ganda Di Kotamadya Banjarmasin. (Pusat Data dan Informasi Pendidikan, Balitbang –
Depdiknas, 2001)
Chapman,Joe dan Wahlers, Russ, Journal of Marketing Theory and Practice (Jakarta,1999) Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2007)
Daien , Amier Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan (Malang: Usaha Nasional 1993) Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,1991) Frederick J. Mc. Donald, Educational Psychology, (Tokyo: Wadsworth Publishing
Company, Inc. San Fransisco, 1959)
Http://gresikkab.bps.go.id/ di akses 9 november 2015 17:02
Ilmi, Makhalul, Teori dan Praktek Lembaga Mikro Keuangan Syariah (Yogyakarta: UII Press,2002)
Jalaludin, Rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 2000) John Dewey,Democracy And Education: An introduction to the philosophy of
Edycation(NewYork:Mc Graw Hill Book Company)
John C.Mowen,Consumer Behaviour, edisi kelima jilid 1,Lina salim,(Jakarta : Erlangga, 2001)
J. Supranto, Metode Penelitian Hukum dan Statistik, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003) J.R.Raco, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta : Grafindo.2010)
Kotler, Philip, Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, (Jakarta : Erlangga Edisi Keenam, Jilid 1)
Kotler,Philip, Marketing Management (Pearson Custom Publishing,2000)
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran (Edisi Ketiga Belas), (Jakarta : PT. Indeks, 2008)
Marvin K Lewis dan Lativa M Agloud, Perbankan Syari’ah: Prinsip, Praktek dan Prospek,
Diterjemahkan dari “Islamic Bangking” (Jakarta :Serambi, 2007)
Morissan, Metode Penelitian Survey, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2012)
Muhadjir, Noeng, Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial: Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif (Yogyakarta:Rake Sarasin, 2002)
Ndratuzzaman, Muhammad Perbankan Syariah, (Jakarta : Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah, 2005)
Perkembangan perbankan syari’ah. http://www.islamic-center.or.id/berita-mainmenu-26/islamindonesia-mainmenu-33/823-perkembangan-perbankan-syariah-di-indonesia P. Siagian Sondang, Teori Motivai dan Aplikasinya, (Jakarta, 1995. Rineka Cipta)
Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Marketing Management, edisi 13 jilid 1, Bob Sabrana,(Jakarta: Erlangga, 2008)
Pitus A Partanto, M. Dahlan Al Barry, kamus ilmiah populer (Surabaya: 2001 Arkola)
Setiadi J, Nugroho, Perilaku Konsumen : Konsep dan Implikasi Untuk Strartegi dan Penelitian Pemasaran, (Jakarta : Prenada Media Group, 2003)
Sumitro, Warkum, Azas-Azas Perbankan Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait (Jakarta : PT.Grafindo Persada, 1996)
Sudarsono, Heri, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah(Yogyakarta: Ekonisia,2005) Sulaeman, Jajang, Persepsi mengenai suasana religius dalam keluarga
Suyanto dan Djihad Hisyam, Refleksi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium III, (Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2000)
Soenarjo, dkk., Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Semarang: Toha Putra, 1989) Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Psikologi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1976) Singarimbun, et al, metode penelitian observasi (jakarta LP3S, 1989)
Suharno dan Yudi Sutarso, marketing in practice, (yogyakarta : Graha Ilmu , 2010)
Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002)
Suwarman, Ujang, Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran Edisi Kedua,(Bogor:Ghalia Indonesia, 2011)
Syafi’i Antonio, Muhammad, Bank Syariah dari Teori ke Praktek, cet 1(Jakarta : Gema Insani, 2001)
Thoha, Miftah, Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, (Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada, 2007)
Tim Pengembangan MKDK, Dasar-dasar Kependidikan ,(Semarang: IKIP Semarang Press, 1991)
Windyarti, Yanti, Skripsi Persepsi Pedagang Keci di Pasar Kanjengan Terhadap Pembiayaan Mudharabah BMT Bina Umat Sejahtera Semarang (Universitas Negeri Semarang, 2007)