Mekar I Mangunrejo dan TK Budi Lestari I Megonten
4. Pengawasan Biaya Pendidikan Anak Usia Dini
“TK Kuncup Mekar I Mangunrejo dan TK Budi Lestari I Megonten”
Kegiatan pengawasan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang, kebocoran dan pemborosan keuangan negara, pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya. (Depdiknas, 2007:22). Pengawasan anggaran pada dasarnya merupakan aktivitas menilai, baik catatan, dan menentukan prosedur-prosedur dalam mengimplementasikan anggaran, apakah sesuai dengan peraturan, kebijakan, dan standar-standar yang berlaku.
66 Pengawasan dapat dipahami sebagai kegiatan memberi petunjuk kepada pelaksana suatu kegiatan agar bertindak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan adanya pengawasan, maka dapat dilakukan umpan balik serta perbaikan kekurangan-kekurangan yang dialami oleh suatu lembaga. Model pembiayaan disusun dan dibuat dengan melibatkan dari berbagai unsur dan sumber yang semuanya diadministrasikan, keterlibatan warga masyarkat khususnya orang tua / wali selalu menjadi bagian dari bentuk pengawasan manajemen pengelolaan keuangan sekolah dan menjadi hal yang perlu dilakukan.
Nanang Fattah (2006:67) mengungkapkan bahwa proses pengawasan dapat melihat ada tidaknya penyimpangan, yaitu; (1) Pemeriksaan yang ditujukan pada bukti-bukti dokumen asli, penerimaan, dan pengeluaran serta saldo akhir yang dicocokkan dengan temuan hasil audit. (2) Bila terdapat penyimpangan, dapat dilanjutkan dengan penyusutan. Bila tidak ada penyimpangan, dilakukan pembinaan ke arah yang lebih baik.
Pengawasan pembiayaan pendidikan dapat dilakukan secara internal yang dilakukan oleh kepala sekolah beserta warga sekolah lainnya dengan pihak penyelenggara sekolah. Di samping itu pengawasan dapat dilakukan oleh pengawas fungsional, seperti pengawas sekolah, inspektorat wilayah/ Badan Pengawas Daerah, BPIC, BPKP, dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, pengawasan dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak
67 dalam bidang pendidikan atau akuntan publik. (Depdiknas, 2007:29).
Hasil penelitian menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan terhadap pembiayaan pendidikan di TK Kuncup Mekar I dan TK Budi Lestari I dilakukan secara internal dan eksternal. Secara internal pengawasan dalam hal ini adalah supervisi dilakukan oleh Kepala sekolah beserta ketua yayasan dan komite sekolah. Untuk pengawasan secara eksternal dilakukan oleh Penilik PAUD yang berasal dari dinas terkait. Penulis berpendapat bahwa hasil supervisi yang dilaksanakan oleh pihak yang terkait sehingga memberikan suatu data yang tepat, cepat, dan transparan kepada masyarakat khususnya orang tua / wali sehingga informasi tersebut dapat diterima oleh semua pihak, maka disini peran serta masyarakat tercipta dalam lingkup pengawasan biaya pendidikan di TK Kuncup Mekar I dan TK Budi Lestari I tersebut.
5. Bentuk Peran Serta Masyarakat dalam
Pembiayaan Pendidikan Anak Usia Dini “TK
Kuncup Mekar I Mangunrejo dan TK Budi Lestari
I Megonten”
Secara singkat pendidikan merupakan produk dari masyarakat. Pendidikan tidak lain merupakan proses transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek perilaku lainnya kepada generasi ke generasi. Dengan pengertian seperti itu, sebenarnya upaya tersebut sudah dilakukan sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatan masyarakat.
68 Hampir segala sesuatu yang kita pelajari adalah sebagai hasil dari hubungan kita dengan orang lain, baik di rumah, sekolah, tempat permainan, pekerjaan dan sebagainya. Segala sesuatu yang kita ketahui ternyata adalah hasil hubungan timbal balik yang telah sedemikian rupa dibentuk oleh masyarakat di sekitar kita.
Bagi masyarakat sebagai salah satu stakeholder dalam dunia pendidikan, hakikat pendidikan diharapkan mampu berfungsi menunjang bagi kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agar masyarakat itu dapat melanjutkan eksistensinya, maka diteruskan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan dan bentuk tata perilaku lainnya kepada generasi mudanya. Tiap masyarakat selalu berupaya meneruskan kebudayaannya dengan proses adaptasi tertentu sesuai corak masing-masing periode zamannya kepada generasi muda melalui pendidikan, atau secara khusus melalui interaksi sosial. Dengan demikian fungsi pendidikan tidak lain adalah sebagai proses sosialisasi.
Pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, orangtua, dan masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Sekarang hampir semua sekolah telah mempunyai komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah, sebab masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah sadar betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah.
69 Orang tua/wali sebagaoi salah satu bagian dari masyarakat adalah salah satu mitra sekolah dimana peranan orangtua adalah mempercayakan anaknya untuk lebih baik dan menjadi pribadi yang mampu membawa perubahan positif baik dalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah, disini pula pihak orang tua mendistribusikan dana untuk keberlangsungan suatu pendidikan anaknya supaya dalamproses pendidikannya berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan anak-anak yang berkualitas, dan hubungan orang tua dalam perencanaan pengembangan sekolah dapat ditempuh dengan banyak cara seperti orang tua dapat datang ke sekolah tanpa/dengan undangan sekolah yang mengundang, dan sekelompok orang tua mengadakan pertemuan di luar sekolah untuk bersama-sama menampung berbagai permasalahan yang dihadapi dan dari jumlah permasalahan tersebut dipilih sejumlah permasalahan paling penting yang akan dipecahkan, serta dalam memecahkan masalah, harus memperhitungkan pula kemungkinan tersedianya sumber dana, tenaga, sarana, dan lain-lain, serta kesempatan untuk mengatasi masalah tersebut sehingga setelah orang tua membahas dan memberikan masukan untuk peningkatan mutu sekolah, hasil dari pertemuan tersebut kemudian diserahkan kepada sekolah.
Penyelenggaraan layanan Pendidikan Anak Usia Dini di TK Kuncup Mekar I dan TK Budi Lestari I menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam memberikan dukungan kepada sekolah.
70 Secara pribadi, masing-masing orang tua / wali memberikan kontribusi baik dalam bentuk uang (SPP), sarana dan prasarana, tenaga maupun pikiran berupa saran dan pendapat.
Sejalan dengan kebijakan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (2008:97), menyatakan bahwa penyelenggaraan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, yang mana peran serta masyarakat dalam pembiayaan pendidikan mutlak diperlukan. Peran serta juga berarti memberikan dukungan kepada masyarakat, memberi kebebasan dalam membuat pilihan, menegmbangkan kualitas sarana, pelayanan kebutuhan perencanaan dalam memberikan pelayanan. Semua itu hanya dapat dicapai dengan keterlibatan anggota masyarakat dalam perencanaan sehari-hari dan pelayanan kepada anggota masyarakat terkait dengan peran serta masyarakat di TK Kuncup Mekar I dan TK Budi Lestari I.
Hasil penelitian menunjukkan setidaknya ada 3 hal yang disumbangkan oleh masyarakat sekitar terutama orang tua / wali untuk pembiayaan pendidikan di TK Kuncup Mekar I dan TK Budi Lestari I. Secara umum bentuk peran serta masyarakat tersebut tercermin dalam 3 hal yaitu; materi / uang, tenaga, dan pikiran atau pendapat. Selanjutnya ketiga hal tersebut dituangkan dalam aspek-aspek pembiayaan pendidikan di kedua lembaga TK tersebut. Keterlibatan masyarakat terutama orang tua wali dalam hal sumbangan uang / materi jelas sangat membantu
71 lembaga sekolah menjaga kontinuitas program layanan pendidikan yang telah direncanakan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah sumbangan berupa tenaga dan pikiran yang diberikan oleh masyarakat seperti pembangunan WC / kamar mandi dan pembuatan
paving block di halaman sekolah.
Sesuai dengan hasil penelitian Sitti Roskina Mas (2013) menjelaskan bahwa peran serta masyarakat melalui komite dan dewan pendidikan memiliki posisi yang amat strategis dalam mengembangkan tanggung jawab masyarakat. Iklim demokratis dalam pengelolaan sekolah dicerminkan dalam peran masyarakat pada hal-hal: (1) membangun sikap kepemilikan sekolah, (2) merumuskan kebijakan sekolah, (3) membangun kesadaran mutu, (4) perhatian terhadap kehidupan akademik, dan (5) membangun tata kerja kelembagaan sekolah.
Dari uraian di atas menunjukkan adanya kebermanfaatan orang tua/wali terlibat dalam proses pembelajaran yang dalam penelitian ini difokuskan dalam hal pembiayaan. Keterlibatan masyarakat tidak serta merta menjadi pengganti guru yang mengajar, akan tetapi lebih dari itu yang sifatnya memberikan dukungan, bantuan, dan sumbangan dalam berbagai hal yang sifatnya memperlancar kegiatan pembelajaran di sekolah.