PERANAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DALAM INVESTASI BERBASIS SYARIAH
D. Pengawasan Dewan Pengawasan Syariah Terhadap Investasi Berbasis Syariah
Pengawasan dalam pandangan Islam dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah, dan membenarkan yang hak. Pengawasan dalam ajaran Islam (hukum Syariah), paling tidak terbagi menjadi dua hal.Pertama, kontrol yang bersasal dari diri sendiri yang bersumber dari tauhid dan keimanan kepada Allah SWT. Kedua sebuah pengawasan akan lebih efektif jika sistem pengawasan itu dapat terdiri atas mekanisme pengawasan dari pemimpin yang berkaitan dengan penyelesaian tugas yang telah didelegasikan, kesesuaian antara penyelesaian tugas dan perencanaan tugas, dan lain-lain. Takwa tidak mengenal tempat.128
Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam lembaga keuangan syariah menduduki posisi yang sangat kuat, menurut Pasal 109 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah selain mempunyai Dewan Komisaris wajib mempunyai DPS. Berdasarkan Pasal 1, Dewan Pengawas Syariah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas seorang ahli syariah atau lebih yang diangkat oleh RUPS atas rekomendasi MUI. Ketentuan Pasal 2, DPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertugas memberikan nasihat dan saran
128 Sri Dewi Anggadini, Mekanisme Pengawasan Dewan Pengawas Syariah Dan Bank Indonesia Terhadap Bank Syariah, Majalah Ilmiah UNIKOMVol.12 No. 1, tahun 2015, hlm 79
kepada Direksi serta mengawasi kegiatan Perseroan agar sesuai dengan prinsip syariah (Pasal 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas)129
Dalam praktiknya,DPS sebagai lembaga independen yang mengawasi operasional lembaga keuangan syariah menerima insentif maupun tunjangan dari entitas syariah yang di awasi dimana entitas tersebut masih memiliki hubungan adminstratif dalam struktur administrasi manajemen, yaitu bukan dari lembaga independen di luar administratif kepengurusan entitas yang tidak memiliki hubungan langsung secara adminstratif dalam strukstur organisasi yang mereka awasi, sehingga dari sinilah konflik kepentingan dapat saja terjadi dimana entitas syariah yang mereka awasi selalu ingin mendapatkan status pujian kesesuaian syariah namun disisi lain, DPS tidak ingin kehilangan jabatan dan insentifbulananya sehingga bisa jadi hanya melaporkan hal yang baik-baik saja terhadap entitas tersebut.
.
130
Pengawasan implementasi syariah bersifat tegas dan teliti meliputi berbagai alur operasional lembaga investasi baik dari sisi pengumpulan dana, penyaluran dana, (investasi). Hal tersebut dilakukan agar terjaminnya pelaksanaan prudential syariah di dalam lembaga ini. Pengawasan seperti ini dituntunkan oleh dalam surat Qaf ayat 17-18:”ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah
129Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah, (Jakarta: Alvabet, 2005), hlm.
106
130 Khotibul Umam, Urgensi Standarisasi Dewan Pengawas Syariah dalam Meningkatkan Kualitas Audit Kepatuhan Syariah, Jurnal Hukum Islam, Vol.1, No.2, Juni 2015, hlm 116
83
kiri. Tiada suatu pengucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
Sejalan dengan perkembangan lembaga–lembaga keuangan syariah, ulama semakin tertuntut untuk turut serta dalam memberikan masukan untuk turut serta dalam memberikan masukan untuk kemajuan lambaga tersebut. Dalam rangka mengantisipasi tuntutan tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk DSN yang dianggap sebagai langkah efisien untuk mengkoordinasi ulama dalam menanggapi isu–isu yang berhubungan dengan masalah ekonomi atau keuangan.
Di samping itu, Dewan Syariah Nasional diharapkan berfungsi sebagai pendorong penerapan ajaran Islam dalam kehidupan ekonomi. Oleh karena itu, DSN berperan serta secara proaktif dalam menanggapi perkembangan masyarakat Indonesia dalam bidang ekonomi dan keuangan.131
Untuk mendukung kinerja di investasi berbasis syariah dibutuhkan pengawasan darisuatu lembaga untuk menjalankan pedoman yang diterbitkan oleh DSN-MUI dan Bapepam-LK. Oleh karena itu, DSN membentuk DPS untuk mengawasi kegiatan investasi berbasis syariah agar senantiasa sejalan dengan prinsip syariah. Dalam keputusan DSN-MUI Nomor 03 Tahun 2000, DPS mempunyai tugas dan fungsi. Tugas utamanya adalah mengawasi kegiatan usaha lembaga keuangan syariah agar sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah yang telah difatwakan oleh DSN. Sedangkan fungsi utamanya adalah sebagai penasehat dan pemberi saran kepada direksi, pimpinan untuk usaha syariah dan pimpinan kantor cabang syariah mengenai hal-hal yang terkait dengan aspek syariah. Selain
131 Jaih Mubarok, Perkembangan Fatwa Ekonomi Syari’ah di Indonesia, (Bandung:Pustaka Bani Quraisy,2004), hlm.11.
itu, DPS juga berfungsi sebgai mediator antara lembaga keuangan syariah dengan DSN dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa dari lembaga keuangan syariah non bank yang memerlukan kajian dan fatwa dari DSN.132
1. Melakukan pengawasan secara periodik pada lembaga investasi syariah yang berada dibawah pengawasannya
Mekanisme kerja Dewan Pengawas Syariah adalah :
2. Berkewajiban mengajukan usul-usul pengembangan lembaga Investasi syariah kepada pimpinan lembaga yang bersangkutan dan kepada Dewan syariah Nasional
3. Melaporkan perkembangan produk dan operasional lembaga Investasi syariah yang diawasinya kepada Dewan Syariah nasional sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun anggaran
4. Merumuskan permasalahan-permasalahan yang memerlukan pembahasan Dewan syariah nasional. 133
Fungsi dan Tugas Dewan Pengawas Syariah sebagai mana diatur dalam Pedoman rumah tangga DSN sebagai berikut:
1. DPS memberikat nasihat, saran kepeda direksi,Manajer Investasi Perusahaan Investasi syariah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aspek syariah 2. Melakukan pengawasan, baik secara aktif maupun pasif terutama pelaksanaan
fatwa DSN serta memberikan pengawasan dan pengarahan atas produk jasa dan kegiatan usaha agar sesuai dengan prinsip syariah
132Ardian Sutedi, Pasar Modal Syariah., Op.Cit., hlm 245
133Rindaasytuti Syariah Compliance Dalam Reksadana Syariah (Optimalisasi Dewan Pengawas Syariah Di Perusahaan Investasi Berbasis Syariah), Loc.Cit
85
3. Sebagai mediator antara Lembaga Investasi syariah dengan DSN dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa dari lembaga keuangan syariah yang memerlukan kajian dan fatwa dari DSN.134
E. Penerapan Fungsi Kontrol Dewan Pengawas Syariah Terhadap Kegiatan