BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.2 Analisis Deskriptif Persentase
4.1.2.3 Pengawasan Kerja (X 2 )
Pada variabel pengawasan kerja digunakan 12 butir pernyataan, yang masing-masing pernyataan skornya antara 1 sampai 5, sehingga skor minimal = 1 x 12 x 77= 924, dan skor maksimal = 5 x 12 x 77 = 4620. Rentang skor = 4620 - 924 = 3696. Interval kelas 3696 : 5 = 739,2. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut :
Tabel 4.13 Kategori Variabel Pengawasan Kerja
Interval Skor Interval Kriteria 3880,8 – 4620 84% ≤ % skor ≤ 100% Sangat Tinggi 3141,6 – 3880,8 68% ≤ % skor ≤ 84% Tinggi 2402,4 – 3141,6 52% ≤ % skor ≤ 68% Cukup 1663,2 – 2402,4 36% ≤ % skor ≤ 52% Rendah
924 – 1663,2 20% ≤ % skor ≤ 36% Sangat Rendah
Hasil penelitian tentang pengawasan kerja PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada lampiran diperoleh skor total sebesar 3600, berdasarkan kategori pengawasan kerja pada tabel 4.13 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, skor total = 3600, skor maksimal = 4620, jadi Deskriptif Persentase (DP) = skor total : skor maksimal x 100% = 3600 : 4620 x 100% = 77,92%. Hasil penelitian tentang pengawasan kerja PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada perhitungan di atas diperoleh hasil 77,92% dan berdasarkan kategori variabel pengawasan kerja pada tabel 4.13 termasuk kategori tinggi.
Pengawasan kerja dalam penelitian ini dilihat dari lima indikator yaitu : penetapan standar, penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan, pengukuran pelaksanaan pekerjaan, perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan, perbaikan atas penyimpangan. Secara lebih rinci deskripsi pengawasan kerja PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang ditinjau dari tiap-tiap indikator dapat disajikan sebagai berikut :
a. Penetapan Standar
Pada indikator penetapan standar digunakan 2 butir pernyataan, yang masing-masing pernyataan skornya antara 1 sampai 5, sehingga skor minimal = 1 x 2 x 77 = 154, dan skor maksimal = 5 x 2 x 77 = 770. Rentang skor = 770 - 154 = 616. Interval kelas 616 : 5 = 123,2. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut :
Tabel 4.14 Kategori Indikator Penetapan Standar
Interval Skor Interval Kriteria 646,8 – 770 84% ≤ % skor ≤ 100% Sangat Tinggi 523,6 – 646,8 68% ≤ % skor ≤ 84% Tinggi 400,4 – 523,6 52% ≤ % skor ≤ 68% Cukup
277,2 – 400,4 36% ≤ % skor ≤ 52% Rendah 154 – 277,2 20% ≤ % skor ≤ 36% Sangat Rendah
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Hasil penelitian tentang indikator penetapan standar PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada lampiran diperoleh skor total sebesar 595, berdasarkan kategori indikator penetapan standar pada tabel 4.14 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, skor total = 595, skor maksimal = 770, jadi DP = skor total : skor maksimal x 100% = 595 : 770 x 100% = 77,27%. Hasil penelitian tentang indikator penetapan standar PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada perhitungan di atas diperoleh hasil 77,27% dan berdasarkan kategori indikator penetapan standar pada tabel 4.14 termasuk kategori tinggi. b. Penentuan Pengukuran/Penilaian Pekerjaan
Pada indikator penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan digunakan 2 butir pernyataan, yang masing-masing pernyataan skornya antara 1 sampai 5, sehingga skor minimal = 1 x 2 x 77 = 154, dan skor maksimal = 5 x 2 x 77 = 770. Rentang skor = 770 - 154 = 616. Interval kelas 616 : 5 = 123,2. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut :
Tabel 4.15 Kategori Indikator Penentuan Pengukuran/Penilaian Pekerjaan
Interval Skor Interval Kriteria 646,8 – 770 84% ≤ % skor ≤ 100% Sangat Tinggi 523,6 – 646,8 68% ≤ % skor ≤ 84% Tinggi 400,4 – 523,6 52% ≤ % skor ≤ 68% Cukup 277,2 – 400,4 36% ≤ % skor ≤ 52% Rendah
154 – 277,2 20% ≤ % skor ≤ 36% Sangat Rendah
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Hasil penelitian tentang indikator penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada lampiran diperoleh skor
total sebesar 618, berdasarkan kategori indikator penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan pada tabel 4.15 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, skor total = 618, skor maksimal = 770, jadi DP = skor total : skor maksimal x 100% = 618 : 770 x 100% = 80,25%. Hasil penelitian tentang indikator penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada perhitungan di atas diperoleh hasil 80,25% dan berdasarkan kategori indikator penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan pada tabel 4.15 termasuk kategori tinggi.
c. Pengukuran Pelaksanaan Pekerjaan
Pada indikator pengukuran pelaksanaan pekerjaan digunakan 3 butir pernyataan, yang masing-masing pernyataan skornya antara 1 sampai 5, sehingga skor minimal = 1 x 3 x 77 = 231, dan skor maksimal = 5 x 3 x 77 = 1155. Rentang skor = 1155 - 231 = 924. Interval kelas 924 : 5 = 184,8. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut :
Tabel 4.16 Kategori Indikator Pengukuran Pelaksanaan Pekerjaan
Interval Skor Interval Kriteria 970,2 – 1155 84% ≤ % skor ≤ 100% Sangat Tinggi 785,4 – 970,2 68% ≤ % skor ≤ 84% Tinggi 600,6 – 785,4 52% ≤ % skor ≤ 68% Cukup 415,8 – 600,6 36% ≤ % skor ≤ 52% Rendah
231 – 415,8 20% ≤ % skor ≤ 36% Sangat Rendah
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Hasil penelitian tentang indikator pengukuran pelaksanaan pekerjaan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada lampiran diperoleh skor total sebesar 929, berdasarkan kategori indikator pengukuran pelaksanaan pekerjaan pada tabel 4.16 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, skor total
= 929, skor maksimal = 1155, jadi DP = skor total : skor maksimal x 100% = 929 : 1155 x 100% = 80,43%. Hasil penelitian tentang indikator pengukuran pelaksanaan pekerjaan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada perhitungan di atas diperoleh hasil 80,43% dan berdasarkan kategori indikator pengukuran pelaksanaan pekerjaan pada tabel 4.16 termasuk kategori tinggi. d. Perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan
Pada indikator perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan digunakan 2 butir pernyataan, yang masing-masing pernyataan skornya antara 1 sampai 5, sehingga skor minimal = 1 x 2 x 77 = 154, dan skor maksimal = 5 x 2 x 77 = 770. Rentang skor = 770 - 154 = 616. Interval kelas 616 : 5 = 123,2. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut :
Tabel 4.17 Kategori Indikator perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan
Interval Skor Interval Kriteria 646,8 – 770 84% ≤ % skor ≤ 100% Sangat Tinggi 523,6 – 646,8 68% ≤ % skor ≤ 84% Tinggi 400,4 – 523,6 52% ≤ % skor ≤ 68% Cukup 277,2 – 400,4 36% ≤ % skor ≤ 52% Rendah
154 – 277,2 20% ≤ % skor ≤ 36% Sangat Rendah
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Hasil penelitian tentang indikator perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada lampiran diperoleh skor total sebesar 581, berdasarkan kategori indikator perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan pada tabel 4.17 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, skor total
= 581, skor maksimal = 770, jadi DP = skor total : skor maksimal x 100% = 581 : 770 x 100% = 75,45%. Hasil penelitian tentang indikator perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada perhitungan di atas diperoleh hasil 75,45% dan berdasarkan kategori indikator perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan pada tabel 4.17 termasuk kategori tinggi.
e. Perbaikan atas penyimpangan
Pada indikator perbaikan atas penyimpangan digunakan 3 butir pernyataan, yang masing-masing pernyataan skornya antara 1 sampai 5, sehingga skor minimal = 1 x 3 x 77 = 231, dan skor maksimal = 5 x 3 x 77 = 1155. Rentang skor = 1155 - 231 = 924. Interval kelas 924 : 5 = 184,8. Dari perhitungan tersebut dapat dibuat tabel kategori sebagai berikut :
Tabel 4.18 Kategori Perbaikan atas Penyimpangan
Interval Skor Interval Kriteria 970,2 – 1155 84% ≤ % skor ≤ 100% Sangat Tinggi 785,4 – 970,2 68% ≤ % skor ≤ 84% Tinggi 600,6 – 785,4 52% ≤ % skor ≤ 68% Cukup 415,8 – 600,6 36% ≤ % skor ≤ 52% Rendah
231 – 415,8 20% ≤ % skor ≤ 36% Sangat Rendah
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Hasil penelitian tentang indikator perbaikan atas penyimpangan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada lampiran diperoleh skor total sebesar 877, berdasarkan kategori indikator perbaikan atas penyimpangan pada tabel 4.18 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, skor total = 877, skor maksimal = 1155, jadi DP = skor total : skor maksimal x 100% = 877 : 1155 x 100% = 75,93%. Hasil penelitian tentang indikator perbaikan atas
penyimpangan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang pada perhitungan di atas diperoleh hasil 75,93% dan berdasarkan kategori indikator perbaikan atas penyimpangan pada tabel 4.18 termasuk kategori tinggi.
4.1.3 Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengkaji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2009:74). Pengujian normalitas dilakukan dengan uji kolmogrov-smirnov. Jika probabilitas > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas kolmogrov-smirnov dengan menggunakan program SPSS 16 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.19 Hasil output SPSS 16 Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
77 .0000000 3.68043780 .071 .071 -.049 .619 .839 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b
Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)
Unstandardiz ed Residual
Test distribution is Normal. a.
Calculated from data. b.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan uji normalitas kolmogrov-smirnov terlihat dari nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,839 atau probabilitas > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal, di samping menggunakan uji kolmogrov-smirnov, uji normalitas ini juga didukung dari hasil gambar grafik normal probability plot. Apabila variabel
berdistribusi normal maka penyebaran plot akan berada disekitar dan disepanjang garis 45 derajat. Hasil dari uji normalitas (grafik normal probability plot) dengan menggunakan program SPSS 16 adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1 Grafik Normal P Plot
Sumber : Data primer yang diolah, 2011 2. Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas adalah suatu keadaan dimana variabel-variabel independen dalam persamaan regresi memiliki hubungan yang kuat satu sama lain. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Cara untuk mendeteksi adanya multikolinieritas adalah dengan melihat besarnya Tolerance Value dan Variance
regresi yang bebas dari multikolinearitas adalah mempunyai nilai VIF di bawah “10” dan mempunyai angka Tolerance di bawah “1” (Imam Ghozali, 2009:73). Tabel 4.20 Hasil output SPSS 16 Uji Multikolinearitas
Coefficientsa .747 1.338 .747 1.338 Disiplin Kerja Pengawasan Kerja Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics
Dependent Variable: Kinerja Karyawan a.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas terlihat bahwa nilai VIF dari kedua variabel kurang dari 10 dan dan nilai toleransinya lebih dari 0.1 maka dapat disimpulkan bahwa regresi bebas dari multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Ghozali (2009:69) mengatakan menguji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian terhadap heteroskedastisitas dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap pola scatter plot yang dihasilkan melalui SPSS. Apabila pola scatter plot membentuk pola tertentu, maka model regresi memiliki gejala heteroskedastisitas. Munculnya gejala heteroskedastisitas menunjukkan bahwa penaksir dalam model regresi tidak efisien dalam sampel besar maupun kecil.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
4.1.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu antara variabel disiplin ( X1 ) dan pengawasan kerja ( X2 ) terhadap variabel kinerja karyawan ( Y ). Hasil dari analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16 adalah sebagai berikut :
Tabel. 4.21 Hasil output SPSS 16 Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa 8.592 4.112 2.089 .040 .244 .091 .210 2.680 .009 .678 .078 .685 8.727 .000 (Constant) Disiplin Kerja Pengawasan Kerja Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Kinerja Karyawan a.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 4.21 maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 8,592 + 0,244 + 0,678
Persamaan diatas mengandung makna :
1. Konstanta sebesar 8,592. Jika variabel disiplin dan pengawasan kerja sama dengan nol maka besarnya kinerja karyawan adalah 8,592.
2. Nilai koefisien disiplin sebesar 0,244 menyatakan bahwa setiap terjadi kenaikan 1 skor untuk disiplin akan diikuti terjadi kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,244 jika nilai dari variabel lain tetap.
3. Nilai koefisien pengawasan kerja menunjukkan angka sebesar 0,678 menyatakan bahwa apabila terjadi kenaikan 1 skor untuk pengawasan kerja akan diikuti dengan terjadi kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,678 jika nilai dari variabel lain tetap.
4.1.5Pengujian Hipotesis Penelitian 1. Uji t (Uji Parsial)
Uji ini digunakan untuk menguji apakah variabel independen (disiplin dan pengawasan kerja) secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen (kinerja
karyawan). Cara pengujiannya dengan bantuan SPSS 16. Kaidah dalam pengambilan keputusan dalam uji t adalah :
a. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka Ho diterima, jadi variabel bebas tidak dapat menjelaskan variabel terikat atau tidak ada pengaruh antara variabel yang diuji.
b. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak, jadi variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat atau ada pengaruh antara variabel yang diuji. Tabel 4.22 Coefficients Coefficientsa 8.592 4.112 2.089 .040 .244 .091 .210 2.680 .009 .678 .078 .685 8.727 .000 (Constant) Disiplin Kerja Pengawasan Kerja Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Kinerja Karyawan a.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) untuk variabel disiplin diperoleh t hitung sebesar 2,680 dengan nilai signifikansi 0,009 karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa yang berbunyi ada pengaruh disiplin terhadap kinerja karyawan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang diterima.
Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) untuk variabel pengawasan kerja diperoleh t hitung sebesar 8,727 dengan nilai signifikansi 0,000 karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa yang berbunyi ada pengaruh pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang diterima.
2. Uji F (Uji Simultan)
Uji simultan (uji F) ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel dependen (kinerja karyawan) terhadap variabel independen (disiplin dan pengawasan kerja) secara simultan dengan tingkat signifikan yang digunakan sebesar α = 5% dan df ( k:n-k-1 ). Kaidah pengambilan keputusan dalam uji F dengan menggunakan SPSS 16 adalah :
c. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka Ho diterima, jadi variabel bebas dari model regresi linier tidak mampu menjelaskan variabel terikat.
d. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak, jadi variabel bebas dari model regresi linier mampu menjelaskan variabel terikat.
Hasil analisis uji F dengan menggunakan program SPSS 16 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.23 Hasil output SPSS 16 Analisis Uji F
ANOVAb 1989.208 2 994.604 71.494 .000a 1029.467 74 13.912 3018.675 76 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Pengawasan Kerja, Disiplin Kerja a.
Dependent Variable: Kinerja Karyawan b.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan hasil uji simultan (uji F) diperoleh F hitung = 71,494 dengan nilai signifikansi 0,000 karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa yang berbunyi ada pengaruh disiplin
dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang diterima.
4.1.6 Koefisien Determinasi ( )
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui besarnya sumbangan efektif yang diberikan variabel independen (disiplin dan pengawasan kerja) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Semakin besar nilai determinasi maka semakin besar varian sumbangan terhadap variabel terikatnya. 1. Simultan
Untuk mengetahui besarnya pengaruh disiplin dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan, dapat diketahui berdasarkan nilai Adjusted R
Square. Hasil dari analisis uji koefisien determinasi dengan
menggunakan program SPSS 16 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.24 Hasil output SPSS 16 Analisis Uji Koefisien Determinasi Simultan
Model Summaryb .812a .659 .650 3.72984 .000 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of
the Estimate Sig. F Change Change Statistics
Predictors: (Constant), Pengawasan Kerja, Disiplin Kerja a.
Dependent Variable: Kinerja Karyawan b.
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Berdasarkan tabel 4.24 diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,650. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh disiplin dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang adalah sebesar 65% sedangkan sisanya yaitu sebesar 35%, menjelaskan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model sebesar 35%.
2. Parsial
Untuk mengetahui besarnya pengaruh disiplin dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial, dapat diketahui berdasarkan nilai kuadrat dari Correlations Partial.
Tabel 4.25 Hasil output SPSS 16 Analisis Uji Koefisien Determinasi Parsial Coefficientsa .555 .297 .182 .747 1.338 .791 .712 .592 .747 1.338 Disiplin Kerja Pengawasan Kerja Model 1
Zero-order Partial Part
Correlations
Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Kinerja Karyawan a.
Sumber : Data primer yang diolah,2011
Berdasarkan tabel 4.25 diketahui bahwa nilai Correlations Partial dari variabel disiplin sebesar 0,297 dan variabel pengawasan kerja sebesar 0,712, sehingga besarnya pengaruh disiplin terhadap kinerja karyawan adalah
= 0,088 atau 8,8%, sedangkan besarnya pengaruh pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan adalah = 0,5069 atau 50,69%.
4.2
Pembahasan
Kinerja yang baik adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin dan pengawasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dari persamaan hasil regresi sebagai berikut Y= 8,592 + 0,244X1 + 0,678X2.
pengawasan kerja sama dengan nol maka besarnya kinerja 8,592, sedangkan koefisien regresi variabel disiplin sebesar 0,244 bahwa setiap peningkatan disiplin sebesar satu skor akan diikuti kenaikan kinerja jika nilai variabel pengawasan kerja tetap dan koefisien regresi variabel pengawasan kerja sebesar 0,678 bahwa setiap peningkatan pengawasan kerja sebesar satu skor akan diikuti kenaikan kinerja jika variabel disiplin tetap. Hasil uji hipotesis dengan uji F regresi memperoleh F hitung sebesar 71,494 dengan nilai signifikasi 0,000, karena nilai signifikasi jauh lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak hal ini menunjukkan bahwa disiplin dan pengawasan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, variabel disiplin mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, ternyata terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel disiplin terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t hitung 2.680 dengan nilai signifikansi 0,009, dengan demikian signifikansi
(0,009) < (0,05), sehingga Ha diterima dan Ho di tolak. Berdasarkan hasil persentase yang digunakan pada disiplin berada dalam kriteria tinggi yaitu balas jasa sebesar 78,57%, keadilan sebesar 73,93%, sanksi hukuman sebesar 74,28% dan ketegasan sebesar 81,03% tetapi ada yang menunjukkan nilai rendah yaitu waskat (pengawasan melekat) sebesar 70,90% meskipun termasuk dalam kriteria tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang sebenarnya sudah melakukan penerapan kedisiplinan terhadap
karyawan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, misalnya dengan melakukan pengawasan yang ketat oleh pimpinan, memberikan hukuman kepada karyawan yang melakukan pelanggaran dan mengabsen setiap karyawan yang masuk kantor, namun kenyataannya masih banyak karyawan yang mangkir saat jam bekerja. Hal ini dapat dilihat dari tingkat absensi karyawan yang cukup tinggi. Kinerja karyawan juga dapat dipengaruhi oleh pengawasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengawasan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Agar mendapatkan suatu hasil pekerjaan yang baik dan bermutu tinggi maka diperlukan suatu pengawasan yang baik pula. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, ternyata terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t hitung
8.727 dengan nilai signifikansi 0,000, dengan demikian signifikansi (0,000) < (0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil persentase yang digunakan pada pengawasan kerja berada dalam kriteria tinggi yaitu penetapan standar sebesar 77,27%, penentuan pengukuran/penilaian pekerjaan sebesar 80,25%, pengukuran pelaksanaan pekerjaan sebesar 80,43% dan perbaikan atas penyimpangan sebesar 75,93% tetapi ada yang menunjukkan nilai rendah yaitu perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan sebesar 75,45% meskipun termasuk dalam kriteria tinggi.
Penerapan pengawasan kerja pada PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang sebenarnya sudah cukup baik, dibuktikan dengan rutin memonitor dan mengontrol hasil kerja karyawan yang dilakukan oleh pimpinan dan kepala bagian tiap-tiap
unit kerja namun kenyataannya banyak karyawan yang belum mampu memenuhi standar kerja yang ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari masih belum terpenuhinya target produksi karet setiap tahunnya.
Adapun pengaruh disiplin dan pengawasan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang bisa dilihat dari nilai Adjusted R Square dan didapat nilai sebesar 0,650. Hal ini menujukan bahwa disiplin dan pengawasan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan sebesar 65% dan 35% lainya dipengaruhi oleh faktor yang lain selain variabel disiplin dan pengawasan kerja.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa disiplin dan pengawasan kerja terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang. Mencermati dari hasil penelitian ini dimana kinerja dari karyawan yang ditentukan oleh adanya disiplin dan pengawasan kerja, maka manajemen harus memonitor kinerja karyawan, karena hal itu mempengaruhi tingkat absensi, semangat kerja, hasil produksi, rendahnya kinerja karyawan dan masalah karyawan lainnya.
Biasanya orang yang kinerjanya tinggi disebut sebagai orang yang produktif, tetapi sebaliknya orang yang kinerjanya tidak mencapai standar dikatakan sebagai tidak produktif atau berperformance rendah. Jadi kinerja karyawan merupakan salah satu faktor yang menentukan kinerja organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama, jika kinerja karyawan di dalam sebuah organisasi tersebut tergolong kurang baik maka untuk mencapai kinerja organisasi yang optimal akan terasa sangat sulit, terlebih lagi untuk mencapai
tujuan bersama. Hal ini perlu mendapat perhatian dari organisasi agar karyawan mampu menghasilkan kinerja yang seoptimal mungkin. Hal-hal yang mempengaruhi kinerja seperti disiplin dan pengawasan kerja dapat ditempuh untuk mengoptimalkan kinerja karyawan.
78
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1. Terdapat pengaruh secara parsial antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang. Besarnya pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 8,8%.
2. Terdapat pengaruh secara parsial antara pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang. Besarnya pengaruh pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 50,69%.
3. Terdapat pengaruh secara simultan antara disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Karyadeka Alam Lestari sebesar 65% sedangkan sisanya 35% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut :
1. Pimpinan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang diharapkan dapat menerapkan waskat (pengawasan melekat) yang lebih baik dengan menciptakan suatu mekanisme pengawasan yang lebih ketat dan dapat dipantau dengan mudah sehingga secara otomatis gejala timbulnya penyimpangan atau kesalahan dapat dilihat dengan segera yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap para karyawannya.
2. Pimpinan PT. Karyadeka Alam Lestari Semarang diharapkan dapat selalu mengontrol dan membandingkan antara pelaksanaan pekerjaan dengan standar kerja yang telah ditetapkan dengan menerapkan program kerja yang terorganisir, dengan cara menentukan standar pelaksanaan dan tujuan perencanaan perusahaan, hal ini bertujuan untuk menganalisis apabila terjadi penyimpangan.
3. Bagi penelitian selanjutnya yang mengambil tema sejenis, diharapkan dapat menggunakan alat ukur yang lebih baik dan menggunakan variabel lain seperti kompensasi, budaya organisasi, kepemimpinan, motivasi sehingga kinerja karyawan yang diharapkan dapat mencapai titik optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Alexander, Mark. Employee Performance and Discipline Problems : A New Approach. Industrial Relations Centre Queen’s University Kingston. Ontario Canada. 2002
Ali, Muhammad. 1987. Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung : Angkasa Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta : PT Rineka Cipta
Aritonang, Keke T. Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan Kinerja Guru SMP Kristen BPK PENABURAN Jakarta. Jurnal Pendidikan Penabur,