• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kancah Penelitian

Identitas Sekolah:

Nama Lembaga Penyelenggara : Lembaga Pendidikan “Bani Ahmad”

Alamat Lembaga : Jl. Tlogo Indah Gg. IV/30 Malang Nama Ketua Lembaga : Ir. Abdul Halim, MT

Nama Sekolah : Kelompok Bermain - Taman Kanak-Kanak Bani Ahmad

NIS : 100560

N.S.S : 102056105119

Kecamatan : Lowokwaru

Kelurahan : Tlogomas

Alamat Sekolah : Jl. Tlogo Indah No. 30 Malang

No. Telp. : 0341-570883

Daerah : Perkotaan

Status Sekolah : Swasta

Surat Keputusan/SK : Nomer : 4218/5326/3573 2. Sejarah Lembaga

a. Latar Belakang

Pendidikan untuk anak dalam kanak-kanaknya, masa pra sekolah (usia antar 3-6 tahun) menjadi sangat penting dan perlu penanganan

63

serius karena masa itu adalah masa untuk membentuk, mengasah dan mewarnai kepribadian dasar anak. Masa atau fase tersebut adalah masa dimana anak mulai belajar mengontrol tindakannya, selalu ingin bergerak/aktif, berusaha mengenal lingkungan sekitarnya, senantiasa ingin memiliki sesuatu dan egois, dan memulai pertumbuhannya, daya memori cukup tinggi, banyak bertanya karena rasa ingin tahu yang besar, mulai belajar membedakan mana yang benar dan salah dan mulai belajar dasar-dasar perilaku sosial yang dibutuhkan.

Melihat fenomena bahwa saat ini pendidikan sangat mahal baik dari tingkat Play Group sampai dengan Perguruan Tinggi, dan masyarakat yang tergolong menengah kebawah cukup kesulitan ketika harus menyekolahkan ke TK Plus Favorit karena umumnya membutuhkan finansial yang sulit terjangkau, maka lembaga pendidikan bani ahmad memberikan alternatif.

Taman Kanak-Kanak Bani Ahmad, dibawah naungan Lembaga Pendidikan “Bani Ahmad” yang merupakan salah satu lembaga Pendidikan ingin berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia pra sekolah dengan konsep dan pendekatan yang Islami. Karena itu tenaga pendidik yang disediakan juga tenaga pendidik yang cukup potensial karena sebagian besar tenaaga pendidik disini berbasis Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri.

64 b. Visi

Terbentuknya generasi yang memiliki rasa ketaqwaan kepada Allah, cerdas, terampil, disiplin, santun, mandiri, berakhlak mulia dan penuh tanggung jawab serta mampu berperan aktif dalam memajukan peradaban, sains, dan teknologi dan atau seni serta mampu memecahkan berbagai masalah masyarakat dimasa yang akan datang guna mencapai kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia dan keridhaan Allah swt.

c. Misi

1) Menyelenggarakan proses pendidikan untuk mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang berkualitas, bertaqwa kepada Allah swt, cerdas, terampil, disiplin, santun, mandiri, berakhlak mulia, dan penuh tanggung jawab.

2) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi pada segenap lingkungannya.

3) Mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki anak.

4) Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.

5) Mengenalkan anak pada dunia sekitar.

6) Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.

d. Tujuan Pendidikan

Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial,

65

emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar. Secara terperinci tujuan yang lebih diharapkan:

1) Membentuk Penanaman akidah dan keimanan.

2) Membentuk keilmuan dan pengetahuan anak.

3) Membentuk akhlak, perilaku dan sopan santun anak dari sisi kejiwaan.

4) Membentuk sisi sosial anak-anak dan sisi fisik dan kesehatan anak.

5) Membentuk jiwa berkompetensi, dan berkomunikasi.

6) Membangun sisi kejiwaan dan perasaan anak.

7) Membangun rasa seni, keindahan dan kreativitas anak.

e. Metode Belajar

Taman kanak-kanak Bani Ahmad adalah taman kanak-kanak yang memiliki kurikulum yang berbasis Experience and Education (Pendidikan Berbasis Pengalaman) tanpa meninggalkan sains dan teknologi. Sehingga metode pembelajarannya juga lebih memanfaatkan tingkat keaktifan peserta didik dengan memperhatikan perkembangan diri sang anak. Maka metode pembelajaran yang akan dicoba untuk diterapkan adalah sebagai berikut:

1) Metode Karya Wisata yaitu anak belajar melalui praktek di lapangan dimana lingkungan alam dan lingkungan sekitar menjadi sumber belajar.

66

2) Learning by playing yaitu melalui aktifitas bermain yang menyenangkan seluruh aspek perkembangan anak yang diterapkan sesuai dengan usia anak.

3) Metode Eksperimen and Demonstrasi yaitu anak belajar secara bertahap dari yang sederhana sampai yang kompleks dengan langsung mencari dan mencoba terhadap segala permasalahan yang dihadapinya.

4) Metode bercerita yaitu kegiatan menyimak tuturan lisan yang mengisahkan suatu peristiwa.

5) Metode berkomunikasi yaitu kegiatan berkomunikasi yang tidak terikat pada tema tetapi pada kemampuan yang diajarkan.

6) Metode Sosiodrama atau bermain peran yaitu memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran.

f. Program Pendidikan

Taman kanak-kanak Bani Ahmad mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia pra sekolah.

Program-program diarahkan untuk mengembangkan pribadi anak agar menjadi anak yang cerdas, kreatif dan berakhlak islami. Maka program pendidikan yang diterapkan meliputi program harian dan penunjang sebagaimana dan berikut:

1) Program Harian (mulai pukul 07.30-11.30) a) Olahraga pagi

b) Kegiatan Motorik halus dan kasar

67

c) Kegiatan pengembangan kemampuan dasar d) Kegiatan kemandirian

e) Belajar baca Tulis Arab/latin f) Story telling

2) Program Penunjang a) Bahasa Arab b) Bahasa Inggris

c) Hafalan do’a, hadist pilihan, surat-surat pendek

Taman kanak-kanak Bani Ahmad mencoba untuk mengembangkan kurikulum TK Alternatif dengan basis dasar yang dilengkapi dengan kurikulum diknas pre school negara maju dengan berpedoman pada prinsip dasar pendidikan:

1) Sekolah adalah rumah (home) bagi anak 2) Guru adalah orangtua bagi anak disekolah

3) Anak itu unik (pelayanan pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan individu anak)

4) Kebahagiaan anak adalah landasan seluruh program

5) Kesabaran, keikhlasan, kurikulum dan metode adalah kunci keberhasilan pengembangan anak

3. Struktur Organisasi

Terlampir 4. Kondisi Sekolah

a. Gedung dan Ruangan

68

Status Kepemilikan : Milik sendiri Kondisi Gedung : Permanen Keadaan Gedung : Baik Luas Gedung : 11M2 Ruang kelas : 3 ruang Ruang Kepala Sekolah : 1 ruang

Ruang Guru : 1 ruang

Ruang Tata Usaha : 1 ruang

Ruang UKS : 1 ruang

RuangBP/BK : 1 ruang

Ruang Perpustakaan : 1 ruang Ruang Komputer : 1 ruang Kamar Mandi/WC Guru : 1 ruang Kamar Mandi/WC Siswa : 1 ruang

Gudang : 1 ruang

b. Lingkungan

Halaman : Luas 180 m2

Pagar : Permanen

Air : Pompa

Listrik : Jumlah Daya 900 Kw

Telepon : 1 buah

c. Keadaan Guru dan Murid

Jumlah Guru : 6 Orang

69 Jumlah Murid : 30 Siswa

Keterangan : -Playgroup 4 Siswa -TK A 13 Siswa -TK B 13 Siswa 5. Garis-Garis Besar Program Kegiatan Belajar

a. Pengertian.

GBPKB-TK merupakan seperangkat kegiatan belajar yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam rangka menyiapkan dan meletakkan dasar-dasar bagi pengembangan diri anak didik lebih lanjut.

Kegiatan-kegiatan itu meliputi upaya pengembangan pembentukan ahklak/perilaku dan pengembangan kemampuan dasar yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

b. Fungsi.

Program kegiatan belajar TK berfungsi untuk:

1) Mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

2) Membentuk keimanan dan ketaqwaan anak (program IMTAQ).

3) Pembentukan ahklak/perilaku anak melalui pembiasaan yang terwujud dalam kegiatan sehari-hari.

4) Mengenalkan anak dengan dunia sekitar.

5) Mengembangkan sosialisasi anak.

6) Memberikan kesempatan kepada anak untuk menikmati masa bermainnya.

70 c. Tujuan.

Program kegiatan belajar TK bertujuan untuk: membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap dan kepribadian, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.

d. Ruang Lingkup.

Untuk menyederhanakan lingkup program dan menghindari tumpang tindih serta memudahkan guru dalam menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman mereka, maka isi program dipadukan dalam program kegiatan belajar yang utuh, yang mencakup:

1) Program kegiatan belajar untuk pembentukan akhlak/perilaku melalui pembiasaan yang terwujud dalam kegiatan sehari-hari di TK.

2) Program kegiatan belajar untuk pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru, meliputi:

a) Pengembangan Bahasa.

b) Pengembangan Fisik.

c) Pengembangan Kognitif.

d) Pengembangan Sosial-Emosional.

e) Pengembangan Seni.

Pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar tersebut dicapai melalui tema yang sesuai dengan lingkungan anak dan

71

kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan yang akan dikembangkan.

e. Batasan.

1) GPBKB-TK merupakan pegangan bagi guru berupa materi minimal yang perlu dipelajari oleh anak dan dilaksanakan oleh guru agar tujuan yang ditetapkan dapat dicapai. TK mempunyai kekhasan dalam memberikan substansi materi yang didasarkan pada:

a) Berorientasi pada kebutuhan anak.

b) Belajar melalui bermain.

c) Kreatif dan inovatif.

d) Lingkungan yang kondusif.

e) Menggunakan pembelajaran yang terpadu.

f) Mengembangkan keterampilan hidup.

g) Menggunakan berbagai media dan sumber belajar.

h) Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak.

2) GPBKB-TK ini hendaknya dipahami dan dilaksanakan sebagai satu kesatuan yang saling terkait.

3) Kemampuan yang diharapkan akan dicapai oleh anak didik hendaknya:

a) Dilaksanakan melalui tema-tema dan kegiatan lain yang menunjang kemampuan tersebut.

72

b) Dilaksanakan melalui kegiatan belajar sambil bermain dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan prinsip-prinsip belajar anak.

c) Dilakukan secara bertahap dan berulang sesuai dengan kemampuan anak.

4) Keseluruhan materi ditempuh dalam waktu dua tahun (empat semester) dengan susunan materi yang diprogram secara berjenjang dan berkelanjutan. Jumlah pertemuan yang terdapat pada tiap-tiap tema merupakan perkiraan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tema tersebut.

f. Metode Belajar Menggajar.

1) Metode karya wisata yaitu anak belajar melalui praktik di lapangan dimana lingkungan alam dan lingkungan sekitar menjadi sumber belajar.

2) Learning By Playing, yaitu melalui aktivitas bermain yang menyenangkan seluruh aspek perkembangan anak yang diterapkan sesuai dengan usia sang anak.

3) Metode Eskpirimen dan Demontrasi, yaitu anak belajar secara bertahap dari yang sederhana sampai yang kompleks dengan langsung mencari dan mencoba terhadap segala permasalahan yang dihadapinya.

4) Metode bercerita, yaitu kegiatan menyimak tuturan lisan yang mengisahkan suatu peristiwa.

73

5) Metode berkomunikasi, yaitu kegiatan berkomunikasi yang tidak terikat pada tema tetapi pada kemampuan yang diajarkan.

6) Metode Sosiodrama atau Bermain Peran, yaitu memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran.

B. Identitas Subyek

Dokumen terkait