Kriteria-kriteria tersebut dalam penelitian ini terangkum dalam tahap pengecekan keabsahan data yang merupakan bagian yang sangat penting dan
22Sugiyono, Metode Penelitian... hlm. 249
23Sugiyono, Metode Penelitian... hlm. 252
tidak terpisahkan dari penelitian ini didasarkan empat kriteria yaitu: derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferbility), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1. Kepercayaan (credibility)
Untuk mencapai derajat kepercayaan maka yang dilakukan oleh peneliti adalah:
a. Perpanjangan Observasi
waktu observasi di SMP Islam Bani Hasyim Singosari Kabupaten Malang yang menjadi lokasi peneliti. Dengan demikian, hubungan antara peneliti dan narasumber atau informan akan semakin akrab, terbuka sehingga saling percaya dan tidak ada informasi yang disembunyikan. b. Peningkatan Ketekunan
Peneliti mengamati dengan tekun. Segala yang terkait dengan fokus penelitian di lokasi penelitian secara teliti dan mendalam dalam mencari jawaban dari fokus penelitian. Dengan peningkatan ketekunan, peneliti dapat melakukan pengecekan kebenaran data, dan juga dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.
c. Menggunakan teknik triangulasi sumber data.
Triangulasi diartikan sebagai pengecekan keabsahan data dari berbagai sumber, dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Triangulasi
meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu.25
Jenis traingulasi yang dgunakan dapa penelitian ini adalh triangulasi teknik, dimana peneliti menggunakan berbagai teknik dalam mengumpulkan data untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Data yang diperoleh melalui wawancara kemudian dicek dengan observasi dan dokumentasi.26 Misalnya menyesuaikan antara pernyataan Kepala Sekolah. Wakasek, Guru, staf, dan Murid di SMP Islam Singosari Kabupaten Malang..
Uji kredibelitas data dimaksudkan untuk membuktikan data yang diamati dan berhasil dikumpulkan sesuai fakta yang terjadi di lapangan atau lokasi penelitian.
2. Keteralihan (transferbility)
Keteralihan dalam penelitian kualitatif dapat dicapai dengan cara thick description (uraian rinci). Peneliti menggali data sampai tahap kejenuhan
data yaitu apa yang dikatakan oleh informan tetap sama dari jawaban-jawaban sebelumnya. Untuk kepentingan ini peneliti berusaha melaporkan hasil penelitian di SMP Islam Singosari secara rinci dan dapat dipahami oleh pembaca secara holistik dan komprehensif.
3. Ketergantungan (dependability)
Kriteria ini digunakan untuk mengetahui apakah penelitian ini bermutu dari segi prosesnya atau tidak. Di samping itu juga untuk menjaga
25Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif... hlm. 127
kehati-hatian akan terjadinya kemungkinan kesalahan dalam konseptualisasi rencana penelitian, pengumpulan data, interpretasi temuan dan pelaporan hasil penelitian sehingga semuanya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.oleh karena itu dibutuhkan dependent auditor sebagai konsultan ahli daam penelitian ini, adalah para pembimbing, Prof. Dr. H. Mulyadi, M. Pd.I (Pembimbing I), Dr. Rahmat Aziz, M. Si (pembimbing II)
4. Kepastian (confirmability)
Kriteria ini digunakan untuk menentukan hasil penelitian bermutu atau tidak. Untuk menentukan kepastian data, peneliti mengkonfirmasi data dengan para informan dan/atau informan lain yang berkompeten. Konfirmabilitas ini dilakukan bersamaan dengan pengauditan dependabilitas. Perbedaannya terletak pada orientasi penilaiannya.
Konfirmabilitas tertuju untuk menilai hasil penelitian yang didukung oleh-bahan-bahan yang tersedia, terutama berkaitan dengan deskripsi, temuan penelitian, dan pembahasan temuan pemuan penelitian. Demi konfirmabilitas penelitian ini, peneliti dibimbing oleh para pembimbing, Prof. Dr. H. Mulyadi, M. Pd.I (Pembimbing I), Dr. H. Rahmat Aziz, M. Si (pembimbing II)
102
1. Profil SMP Islam Bani Hasyim Singosari Malang1
Nama sekolah : SMP Islam Bani Hasyim
Status sekolah : Swasta terakreditasi A no. SK 250/BAP-SM/SK/X/2014
NSS : 202051805780
NPSN : 20573175
Alamat sekolah : Perum Persada Bhayangkara Singhasari Blok LK Pagentan Singosasri Malang
Status Sekolah : Swasta Kode Pos : 65153 Kelurahan : Pagentan Kecamatan : Singosari Kabupaten : Malang Telepon/Fax : (0341) 456005 / (0341) 458485 Email : [email protected] Website : banihasyim.org
Tahun Berdiri : 1 Juni 2010 Luas Tanah : 3390 m2
Status Tanah dan Bangunan : Milik Yayasan Bani Hasyim Nama Kepala Sekolah : Ari Dwi Haryono, M.Pd
2. Sejarah Singkat SMP Islam Bani Hasyim2
SMP Islam Bani Hasyim merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Bani Hasyim yang didirikan oleh H. Aji Said Abbas. Yayasan Bani Hasyim bergerak pada bidang pendidikan dan sosial. Yayasan Bani Hasyim mengelola masjid, klinik, indoor, serta lembaga pendidikan yang diberi nama Masjidil ‘ilm Bani Hasyim, yang meliputi : TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu SMP Islam Bani Haysim.
Lembaga SMP Islam Bani Hasyim berdiri pada tahun 2010 yang sebelumnya sudah mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) pada tahun 1999 dan Sekolah Dasar (SD) yaitu pada tahun 2000
SMP Islam Bani Hasyim Singosari mendukung pembentukann dan pengembangan peradaban Islami yang lebih baik serta maju. Diwujudkan dengan upaya membentuk manusia memiliki bekal keimanan dan ketakwaan, ilmu pengetahuan serta teknologi melalui proses pendidikan yang berkualitas. mewujudkan santri yang mampu bertindak dan ikut mengajak dalam kebaikan melalui karsa, cipta dan karya bernilai uswatun hasanah.
3. Visi dan Misi SMP Islam Bani Hasyim3
Kurikulum dikembangkan secara berkesinambungan yang menggambarkan suatu rangkaian kemampuan yang bertahap,
2Dokumentasi SMP Islam Bani Hasyim, Tata Usaha, 10-04-2019
berkelanjutan, dan konsisten seiring dengan perkembangan psikologis santri dengan mendasarkan pada:
a. Iman dan taqwa yaitu menjadikan manusia yang beriman kepada Allah adalah kepastian setiap muslim, dengan mewujudkan kesalehan pribadi untuk menuju ketenangan dan kedamaian pribadi/salam dengan mengingat Allah/dzikir (Abdullah)
b. Akhlaqul Karimah Madaniyah yaitu ketaqwaan sebagai kualitas keimanan kepada Allah, ketika terimplementasi dalam kehidupan sosial masyarakat (khalifatullah) dengan merencanakan mewujudkan sebuah tatanan sosial yang beradab akhlaqul karimah.
c. ‘Ilm-Ulil Albab yaitu menggabungkan fungsi Abdullah dengan melaksanakan keimanan secara baik karena berpikir, sekaligus fungsi khalifatullah yang progresif untuk memajukan umat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Mewujudkan insan Indonesia yang cerdas spiritual (olah hati), cerdas emosional dan sosial (olah rasa), cerdas intelektual (olah fikir), dan cerdas kinestetis (olah raga). Insan yang memiliki keunggulan pengetahuan, keterampilan dan karya dan membangun individu-individu yang gandrung akan keunggulan, bersemangat juang tinggi, mandiri, pantang menyerah, pembangun dan pembina jejaring, bersahabat dengan perubahan, inovatif dan menjadi agen perubahan, produktif, sadar mutu, berorientasi global, pembelajar sepanjang hayat. Sesuai dengan tujuan Pendidikan Indonesia.
Berlandaskan penjelasan di atas disusunlah dalam bentuk visi, misi dan tujuan, sebagai berikut:
Visi : Insya Allah mewujudkan Insan Ulil Albab
Misi : Mewujudkan lulusan Masjidil ‘Ilm sebagai manusia yang memiliki: a. Kemandirian : menumbuhkan jiwa mandiri santri yang kritis dan
kreatif dalam perilaku kehidupan sehari-hari dalam beramal, beribadah, dan bermanfaat bagi lingkungan alam semesta dan dunia.
b. Berkesadaran : menumbuhkembangkan nila-nilai keilmuan dan
keikhlasan dalam berTauhid pada diri santri serta lingkungannya dalam ruang kebangsaan dan kesemestaan.
c. Menggerakkan : mewujudkan santri yang mampu bertindak dan ikut
mengajak dalam kebaikan melalui karsa, cipta, dan karya bernilai uswatun hasanah dalam kehidupan sehari-hari pada lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dunia dan alam semesta
4. Tujuan Masjidil ‘ILM Bani Hasyim4
Adapun tujuan dari SMP Islam Bani Hasyim, sebagai berikut:
a. Mewujudkan santri yang memiliki kesadaran dan kecintaan kepada Allah SWT, berjiwa tauhid yang kuat, seimbang antara dzikir, fikir dan amal shalih
b. Mewujudkan santri yang mampu membawa kemaslahatan dan kemanfaatan bagi diri, keluarga, masyarakat serta seluruh alam semesta.
c. Mewujudkan santri yang memiliki kecintaan kepada tanah air, bangsa,
dan negara dalam kerangka Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.
d. Mewujudkan santri yang sehat, kuat terbiasa hidup bersih. Bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Serta berani menjadi pelopor yang berbudaya dan berwawasan lingkungan.
Motto ”Jelajah Ilmu Menebar Amal” 5. Sarana dan Prasarana Pendidikan5
Agar tujuan pembelajaran tercapai, perlu daya dukung bersifat macro seperti kurikulum dan bersifat micro seperti sarana dan prasarana
pendidikan sebagai media dan sumber belajar yang meliputi a. Ruang kelas yang nyaman, luas, bersih dan rapi serta strategis b. Ruang belajar berbasis research, sebagai berikut:
1) Lab. Sains Sosial 2) Lab. Sains Alam 3) Lab. Matematika 4) Lab. Komputer 5) Ruang Multimedia 6) Lab. BTQ
7) Lab. PAI
8) Dapur Kreasi "Oemah Prigel" 9) Lab. Catur
c. Area bermain Out Door 1) Area out Bond 2) Play Ground 3) Stadion Sepak Bola d. Area bermain In Door
1) In Door Stadium e. Perpustakaan
1) Perpustakaan Pusat 2) Perpustakaan Kelas
f. Ruang Binbingan Konseling (BK) g. Kolam Renang
h. Pembelajaran berbasis pro lingkungan, meliputi: 1) Green House
2) Kolam Ikan
i. Ruang Ekstrakurikuler j. Masjid
k. UKS dan Klinik kesehatan l. Kantin dan koperasi sekolah m. Meeting room (Ruang rapat)
6. Kondisi Guru PAI SMP Islam Bani Hasyim6
Tenaga kependidikan yang di sekolah dibagi menjadi dua komponen, yaitu tenaga edukatif dan tenaga administratif. Tenaga edukatif adalah
guru yang bertugas mengajar, mendidik dan membimbing diswa di kelas. Sedangkan guru administratif adalah guru yang mengurusi bidang administrasi yang berkaitan dengan kebutuhan siswa, pegawai dan perlengkapan sekolah. Oleh karenya membutuhkan tenaga yang profesional. termasuk dalam bidang pembinaan keagamaan bagi siswa. Berikut data guru PAI yang berada di SMP Islam Bani Hasyim, yaitu:
Tabel 4.1
Data Guru PAI di SMP Islam Bani Hasyim Singosari Tahun Ajaran 2019-2020 N o Nama Guru Pendidika n Tugas
Mengajar Tugas Tambahan
1 Darul Firmansyah, S.PdI SI Kelas VII Kelas VIII a. Pembina Program Kajian Keislaman b. Pembina Program ketundukan
2 Siti Nafisah, M.PdI S2 Kelas IX
a. Guru BTTQ (Baca Tulis dan Terjemah Al-Quran)
b. Pembina Program Keputrian Tabel di atas menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Bani Hasyim mengemban tugas mengajar dan sekaligus menjadi penanggung jawab kegiatan pembinaan religius dalam rangka menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa di SMP Islam Bani Hasyim. Sebagaimana yang disampaikan oleh guru PAI yaitu Bapak Darul Firmansyah sebagai berikut:
“Seorang guru tidak hanya memiliki tugas mengajar saja, ada peran penting seorang dalam membina dan mendidik siswanya, salah satunya
menjadi penanggung jawab program kegiatan maupun ekstrakurikuler keagamaan. Baik putra maupun putri”7
Dari paparan di atas menunjukkan bahwasanya tugas tambahan yang diemban guru PAI terkait pembinaan religius terhadap siswa, sangatlah berpengaruh untuk membentuk kesadaran spiritual siswa itu sendiri. Maka dari itu, sebaiknya guru PAI tidak hanya diberi tugas mengajar, melainkan diberi tugas tambahan berupa pembinaan religius melalui kegiatan bersifat keagamaan. Sehingga materi disampaikan guru PAI dapat dikawal sampai pada tahapan praktik. Disamping itu guru juga lebih diharapkan lebih maksimal dalam membimbing siswanya.
7. Kondisi Siswa SMP Islam Bani Hasyim8
Data siswa SMP Islam Bani Hasyim Singosari tahun pelajaran 2019-2020 sebagai berikut:
Tabel 4.2
Data Siswa di SMP Islam Bani Hasyim Singosari Malang tahun ajaran 2019-2020
Keadaan Siswa
Banyaknya Siswa
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
L P JML L P JML L P JML Awal Bulan 39 35 74 22 26 48 21 13 34 Keluar - - - - Masuk - - - - Akhir Bulan 74 48 34 Agama Islam 74 48 34
7Wawancara, Guru PAI SMP Islam Bani Hasyim, 17-07-2019
Katolik - - - -
Protestan - - - -
Hindu - - - -
Budha - - - -
Jumlah 74 48 34
Ada perubahan jumlah siswa masuk pada awal bulan dan akhir bulan, d diantaranya pindah sekolah karena mengikuti orang.
8. Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan9
Kegiatan tambahan diluar jam pelajaran sebagai pendukung kegiatan intrakurikuler yang diikuti siswa dalam rangka membina dan mengembangkan bakat dan minat, untuk memperkaya, memperluas wawasan tentang agama Islam dan pembentukan pribadi yang taat serta tunduk kepada Allah Subhanahu Wata’la.
Adapun ekstrakurikuler keagamaan yang ada di SMP Islam Bani Hasyim Singosari, antara lain:
a. Club Olimpiade PAI b. Dakwah
c. Sholawat Al-Banjari d. Seni Kaligrafi
e. Seni Tartil dan Tilawah f. Tahfidzul Quran