• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Program Studi

3.1.1 Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Program Studi

Bagian ini berisi uraian struktur organisasi dan tata kerja unit Pengelola Program Studi yang memperlihatkan kedudukan dan tata hubungan antara program studi yang diusulkan dan unsur-unsur yang ada di unit pengelola program studi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

WAKIL DEKAN

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER

BAGIAN ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN

BAGIAN ADMINISTRASI UMUM SATUAN PENJAMINAN MUTU

PROGRAM STUDI

STRUKTUR ORGANISASI FAKULTAS SAIN DAN TEKNOLOGI

DEKAN SENAT FAKULTAS

GUGUS PENJAMINAN MUTU FAKULTAS : GARUS KOMANDO : GARUS KOORDINASI KETERANGAN : PERPUSTAKAAN DAN LABORATORIUM

Gambar 2. Struktur Organisasi Fakultas Sain Dan Teknologi

Struktur Organisasi Fakultas Sain dan Teknologi diwujudkan dalam satu bentuk struktur organisasi menggambarkan garis-garis komando dan koordinasi antara Dekan, Wakil Dekan, Senat Fakultas, Gugus Penjaminan Mutu Fakultas, Satuan Penjaminan Mutu Prodi, Ketua Program Studi, Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Bagian Tata Usaha / Kepegawaian, serta Unit yang lain. Struktur Organisasi ini dibentuk dengan satu tujuan, satu harapan untuk mewujudkan pencapaian dari Visi UPPS, Misi UPPS dan Tujuan UPPS dapat terwujud.

Visi UPPS

Menjadi Program Studi Ilmu Komputer Yang Unggul Dalam Pembentukan Dan Pengembangan SDM Dalam Bidang Informasi Teknologi Dan Komunikasi Serta Menghasilkan Lulusan Profesional Berjiwa Entrepreneur Pada Tahun 2045.

Misi UPPS

1. Mengembangkan dalam meningkatkan mutu dan kualitas tenaga akademik serta mahasiswanya maupun lulusannya dalam pendidikan dan penelitian yang mendukung pengembangan program studi ilmu komputer dalam bidang informasi teknologi dan komunikasi.

26

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

2. Meningkatkan kerjasama pendidikan dan penelitian dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi dalam negeri, serta Mempersiapkan lulusan yang siap bersaing dalam bidang penelitian Ilmu Komputer dan mencetak tenaga tenaga professional yang siap kerja serta siap untuk menjadi Entrepreneur dalam dunia jasa maupun industri.

3. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Mengupayakan program studi Ilmu Komputer sebagai pusat penelitian, pelatihan dan pengembangan jasa dalam Bidang Informasi Teknologi Dan Komunikasi dengan tata kelola yang baik dalam rangka mendukung terbentuknya Universitas Yang Berdaya Saing Global.

Tujuan UPPS

1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem komputer khususnya dalam bidang pemrograman dan sistem jaringan serta menguasai analisa strategi pengelolaan manajemen informasi dan teknologi di bidang yang dikuasainya tersebut.

2. Menghasilkan karya-karya ilmiah bidang pemrograman dan sistem jaringan di tingkat regional dan nasional.

3. Menghasilkan konstribusi keilmuan dan teknologi bidang pemrograman dan sistem jaringan kepada masyarakat Indonesia.

Tugas dan Tanggung Jawab

Struktur Organisasi dan tata kelola kerja unit Pengelola Program Studi Ilmu Komputer dapat dilihat pada Gambar 2. Organisasi terdiri dari:

1. Dekan

Tugas dan Fungsi Dekan

a) Menjalankan kebijakan akademik dan standar mutu pendidikan yang ditetapkan oleh UNPARI di tingkat Fakultas.

b) Menyusun rencana kegiatan tingkat fakultas.

c) Bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan, kepegawaian, dan administrasi umum.

d) Mengkoordinasikan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat fakultas.

e) Melakukan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran di tingkat fakultas.

f) Mengembangkan hubungan baik dan kerja sama dengan pemangku kepentingan.

g) Menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada Rektor UNPARI

2. Senat Fakultas

Senat Fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di Fakultas. Senat Fakultas mempunyai tugas pokok sebagai berikut:

27

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

a) Mengusulkan rumusan arah kebijakan akademik dan pengembangan Fakultas baik dalam penyelenggaraan program pendidikan, program penelitian, dan pengabdian masyarakat.

b) Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan pengembangan kecakapan serta kepribadian Sivitas Akademika. c) Mengusulkan rumusan norma dan tolok ukur dalam penyelenggaraan

Fakultas.

d) Mengusulkan rumusan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan pada Fakultas. e) Memberikan pertimbangan persetujuan atas rencana anggaran

pendapatan dan belanja Fakultas yang diajukan oleh pimpinan Fakultas.

f) Mengevaluasi pertanggungjawaban pimpinan Fakultas atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.

g) Memberikan pertimbangan kepada Rektor berkenaan dengan calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Dekan.

h) Memberikan pertimbangan kepada Fakultas berkenaan jabatan struktur dalam organisasi di Fakultas.

i) Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kurikulum yang akan diberlakukan.

j) Memberikan pertimbangan dan rekomendasi mengenai evaluasi kinerja di Fakultas.

k) Memberikan pertimbangan atas hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan kelembagaan seperti pembentukan, perubahan, dan penutupan program studi dan fakultas.

l) Menyusun dan menegakkan kode etik dan norma yang berlaku bagi Sivitas Akademika.

m) Memberikan pertimbangan kepada Rektor berkenaan dengan kenaikan pangkat Dosen dan gelar kehormatan.

n) Memberikan pertimbangan atas perumusan dan evaluasi pelaksanaan program-program di Fakultas yang diusulkan Program studi.

3. Wakil Dekan

Wakil Dekan bertanggung jawab kepada Dekan. Tugas dan fungsi Wakil Dekan sebagai berikut:

a) membantu Dekan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat di tingkat fakultas

b) membantu Dekan dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan administrasi umum di tingkat fakultas

c) membantu Dekan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan mahasiswa dibidang minat, bakat dan penalaran, dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa di tingkat fakultas.

28

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

4. Gugus Penjamin Mutu Fakultas

Gugus Penjamin Mutu Fakultas dipimpin oleh kepala. Kepala gugus penjamin mutu memiliki tugas sebagai berikut:

a) Menerapkan SPMI secara berkesinambungan, konsisten, efisien, dan akuntabel.

b) Memfasilitasi dan mendapingi Program Studi dalam mempersiapkan dokumen untuk akreditasi.

c) Mengelola data dan informasi yang relevan untuk peningkatan mutu fakultas.

d) Menyusun, memberikan dan merekomendasikan kepada Dekan tentang penjaminan dan peningkatan mutu dalam aspek Tridharma Perguruan Tinggi, manajemen keuangan, sumber daya manusia, kemahasiswaan, dan alumni.

e) Melakukan koordinasi dengan Sivitas Akademika dalam pelaksanaan SPMI.

f) Melaksanakan audit internal di lingkungan fakultas dan bertanggung jawab atas keterlaksanaan SPMI di fakultas.

5. Program Studi

Program Studi dipimpin oleh Ketua. Tugas dan fungsi Ketua Program Studi sebagai berikut:

a) Menjalankan kebijakan akademik dan standar mutu pendidikan yang ditetapkan oleh UNPARI.

b) Menyusun rencana kegiatan atau program kerja program studi. c) Bertanggungjawab dalam pengelolaan keuangan program studi. d) Mengkoordinasikan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat

program studi.

e) Melaksanakan pengembangan, monitoring, dan evaluasi kegiatan di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.

f) Menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada Dekan.

6. Unsur Pelaksana Adminstrasi Akademik

Pelaksana Administrasi pada Fakultas terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK). Pelaksana Adminstrasi dipimpin oleh Kepala Bagian yang memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut: a) Melaksanakan pengelolaan administrasi akademik yang berkaitan

dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi

b) Melaksanakan pengelolaan data pendidikan tinggi sebagai laporan rutin kepada Dekan, LLDIKTI, dan Kemenristekdikti.

7. Unsur Pelaksana Adminstrasi Umum

Pelaksana Administrasi pada Bagian Administrasi Umum (BAU). Pelaksana Adminstrasi Umum dipimpin oleh Kepala Bagian yang memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:

29

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

a) Melaksanakan pengelolaan administrasi Umum untuk mendukung kegiatan akademik dalam mendukung kegiatan belajar mengajar serta yang berkaitan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi

b) Melaksanakan pengelolaan data sarana dan prasarana, kepegawaian, keuangan dan persuratan sebagai laporan rutin kepada Dekan.

8. Unsur Pelaksana Perpustakaan dan Laboratorium

Pelaksana Perpustakaan dan Laboratorium dipimpin oleh Kepala Bagian yang memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:

a) Melaksanakan pengelolaan memberikan layanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

b) Menyediakan dan mengolah bahan pustaka.

c) Memberikan layanan dan pendayagunaan bahan pustaka. d) Memelihara bahan pustaka.

e) Melakukan layanan referensi.

f) Melakukan urusan tata usaha perpustakaan.

g) Melaksanakan pengelolaan data perpustakaan sebagai laporan rutin kepada Dekan.

Pelaksana Laboratorium komputer mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyimpan data dan informasi serta

memberikan layanan untuk program-program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

a) Mengumpulkan dan mengolah data dan informasi. b) Menyajikan dan menyimpan data dan informasi. c) Melakukan urusan tata usaha pusat komputer.

a) Melaksanakan pengelolaan data Laboratorium sebagai laporan rutin kepada Dekan.

3.1.2 Perwujudan Good Governance dan Lima Pilar Tata Pamong

Bagian ini berisi uraian perwujudan good governance dan lima pilar tata pamong yang mampu menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan, dan berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil pada unit penyelenggara program studi yang diusulkan.

30

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

Program Studi Ilmu Komputer berupaya mewujudkan good governance dan lima pilar tata pamong yang mampu menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan, dan keberhasilan strategi yang digunakan. Sistem dan pelaksanaan tata pamong di program studi untuk membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil, dilaksanakan berdasarkan dimensi mutu adalah sebagai berikut:

Kredibel

Kredibel adalah kepantasan atau kelayakan seseorang dalam menduduki sebuah jabatan Ketua Program Studi sehingga dapat dipercaya oleh yang dipimpinnya. Untuk menjamin kredibilitas dan tingkat kepercayaan sivitas akademika terhadap Ketua Program Studi, maka Ketua Program Studi dipilih oleh seluruh dosen program studi melalui rapat pemilihan. Ketua Program Studi Ilmu Komputer dipilih berdasarkan kompetensi, kemampuan psikologis, integritas, kepemimpinan dan kredibilitas yang bersangkutan dan dapat diterima oleh sivitas akademika Program Studi Ilmu Komputer. Tata cara pemilihan Ketua Program Studi Ilmu Komputer merujuk kepada Surat Keputusan tentang Tata Cara Pengangkatan Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium Universitas PGRI Silampari. Selanjutnya aturan tersebut disosialisasikan pada sivitas akademika pada Program Studi Ilmu Komputer.

Transparan

Transparan adalah suatu pola kepemimpinan yang mengedepankan keterbukaan dalam menjalankan roda organisasi. Ketua Program Studi mengelola program studi secara terbuka. Setiap penyelesaian, pengambilan keputusan ataupun kebijakan yang terkait dengan masalah akademik dilakukan secara transparan melalui musyawarah yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Ilmu Komputer. Ketua Program Studi bertanggung jawab dalam keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan berperan aktif dalam melakukan proses monitoring pada pelaksanaan ketetapan. Melakukan pelaporan dan konsultasi dengan Dekan dilakukan secara rutin setiap semester.

Bidang akademik kegiatan koordinasi ini di antaranya terkait dengan penyusunan kalender akademik, jadwal pelaksanaan tugas akhir, evaluasi studi mahasiswa, dan aspek-aspek akademik lain.

Bidang administrasi dan keuangan dikoordinasikan dengan bagian administrasi umum, sedangkan di bidang yang terkait dengan kemahasiswaan dikoordinasikan dengan bagian kemahasiswaan.

Transparansi penyelenggaraan kegiatan Program Studi Ilmu Komputer juga tercermin dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan yang bersifat terbuka bagi seluruh sivitas akademika mulai dari proses kebijakan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pengendaliannya serta

31

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

mudah diakses bagi pihak yang membutuhkan informasi. Contoh-contoh transparansi pada Program Studi Ilmu Komputer di antaranya adalah menyusun program kerja dan anggaran kepada lembaga, pembagian tugas dosen sesuai bidang keahlian, pengumuman nilai, pengumuman beasiswa, pengumuman kegiatan kemahasiswaan, penilaian kinerja dosen, dan pengumuman rekrutmen dosen.

Dalam pemberian nilai akhir pada mahasiswa, dosen juga menerapkan sistem yang transparan sehingga mahasiswa dapat menghitung nilai yang akan diperoleh sesuai dengan bobot masing masing komponen penilaian (tugas, UTS, UAS dan Praktikum) sesuai dengan kontrak perkuliahan. Penilaian diumumkan secara terbuka dan mahasiswa diberi kesempatan untuk mengklarifikasi nilai yang didapat. Aspek transparansi juga terus ditingkatkan dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi (TI) misalnya memberikan informasi akademik dan non akademik di website Program Studi.

Akuntabel

Secara umum, akuntabilitas dalam tata pamong dapat diartikan sebagai adanya pertanggungjawaban terhadap publik setiap tindakan, produk, keputusan atau kebijakan yang ditandai oleh adanya kewajiban untuk memberitahukan, melaporkan, atau menjelaskan setiap kebijakan yang diambil. Sistem kepemimpinan Program Studi Ilmu Komputer meliputi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta garis koordinasi. Sistem pengambilan keputusan dan kebijakan dilakukan secara demokratis, terkoordinasi, dan transparan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana akademik yang dapat menumbuhkan rasa memiliki, serta keterlibatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan program studi.

Proses diskusi antar berbagai elemen yang terkait langsung terus dilakukan secara menyeluruh dalam proses pengambilan keputusan. Proses ini dilakukan secara sistematik untuk membangun suasana akademik yang menjamin kredibilitas dalam pengambilan keputusan. Salah satu contoh nyata antara lain dalam penyusunan kurikulum, proses penyusunan rencana kerja tahunan, perencanaan anggaran dan berbagai pengambilan keputusan.

Dalam proses penyusunan kurikulum, setiap elemen stakeholders diberi kesempatan berkontribusi untuk pencapaian mutu kurikulum yang baik. Proses diskusi dilakukan secara terus menerus ditingkat program studi. Setiap stakeholders, khususnya dosen, secara langsung dapat mengikuti proses penyusunan kurikulum secara terbuka. Kepentingan-kepentingan stakeholders dipertimbangkan dalam proses penyusunan sehingga memenuhi asas keadilan dalam hal pencapaian kompetensi, terpenuhinya tuntutan pendidikan nasional, visi dan misi Universitas PGRI Silampari dan Program Studi Ilmu Komputer.

32

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

Manajemen keuangan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sehingga dalam perencanaan anggaran dan implementasinya melibatkan unsur Program Studi Ilmu Komputer. Dalam setiap agenda pembahasan rencana kerja dan anggaran, usulan disusun dari program studi dan selanjutnya dibahas dalam tingkat institusi untuk dipergunakan sebagai ketetapan anggaran yang tertuang dalam RAPBS Universitas PGRI Silampari.

Evaluasi kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dilakukan secara periodik dengan melibatkan ketua program studi dan sekretaris Program Studi Ilmu Komputer (dalam hal ini sebagai gugus penjaminan mutu). Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk mendorong peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Dukungan terhadap pencapaian mutu dilakukan dengan memberikan dorongan dan pengarahan untuk pencapaian kinerja yang optimal. Pemberian reward dan punishment serta penerapan aturan dilakukan secara bijak berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh gugus penjamin mutu. Setiap pelanggaran aturan akan dikenakan teguran atau sanksi sesuai aturan kepegawaian dengan mempertimbangkan tingkat pelanggaran serta dilanjutkan dengan pembinaan kepada yang bersangkutan. Teguran dan sanksi tersebut diberikan dalam konteks pengembangan tanggung jawab dan kompetensi. Reward diberikan kepada sivitas akademika yang berjasa dan atau berprestasi.

Bertanggung Jawab

Pengelolaan program studi juga harus menunjukkan rasa tanggung jawab, baik tanggung jawab terhadap lembaga maupun tanggung jawab terhadap individu yang terlibat dalam proses pengelolaan program studi. Ketua program studi harus selalu menunjukkan konsistensi dalam penerapan segala aturan dan SOP yang berlaku. Ketua program studi merupakan unit terkecil yang juga memiliki tanggung jawab terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Untuk aspek pengajaran, Ketua program studi memiliki tanggung jawab terkait penentuan dosen pengampu mata kuliah dan penentuan dosen pembimbing yang diputuskan melalui rapat dosen home base. Terkait penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Ketua program studi senantiasa menyebarluaskan informasi penelitian dan pengabdian masyarakat kepada dosen-dosen di lingkup Program Studi Ilmu Komputer. Selanjutnya, dosen dalam pelaksanaan pengajaran harus senantiasa dilandasi asas tanggung jawab. Misalnya, ketika memberi tugas kepada mahasiswa terkait pelaksanaan perkuliahan, salah satu tanggung jawab dosen adalah mengembalikan dan memberikan feedback terhadap pekerjaan mahasiswa agar mahasiswa mengetahui kelemahan dan kekurangan mereka sehingga memudahkan mereka untuk melakukan perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang.

33

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh ketua program studi dalam pengelolaan program studi selalu disampaikan kepada dosen dan pimpinan diatasnya. Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap sivitas akademika, ketua program studi selalu menyampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan melalui rapat di program studi minimal sekali dalam satu semester. Demikian juga ketua program studi harus melaporkan seluruh kegiatan yang telah dan atau belum dilakukan di tingkat program studi kepada Dekan melalui rapat pimpinan minimal sekali dalam satu semester. Selanjutnya, tanggung jawab juga terkait pada pelaksanaan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Misalnya, ketua program studi ditunjuk sebagai anggota tim penyusun sejumlah dokumen akademik seperti (a) panduan penulisan skripsi (b) revisi panduan akademik dan (c) revisi dokumen sistem penjaminan mutu internal.

Bukti tanggung jawab ketua program studi dapat dilihat dari kehadiran dan partisipasinya dalam setiap rapat pembahasan dokumen-dokumen tersebut. Demikian pula halnya dengan tanggung jawab dosen home base yang senantiasa menghadiri rapat-rapat yang diadakan pada tingkat program studi, termasuk rapat pengisian borang. Semua ini merupakan contoh pelaksanaan tanggung jawab, baik oleh ketua program studi maupun oleh dosen Program Studi Ilmu Komputer. Dengan demikian tanggung jawab program studi sangat erat kaitannya dengan akuntabilitas dan transparansi.

Adil

Program Studi Ilmu Komputer melaksanakan sistem tata pamong yang adil. Hal ini dapat dilihat dari perlakuan yang sama terhadap semua dosen dan tenaga kependidikan dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan karir dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensinya. Contoh dalam pembagian mata kuliah, penentuan dosen pembimbing tugas akhir, dan penugasan-penugasan lain yang terkait dengan peningkatan manajemen di program studi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecemburuan dan terjadinya ketimpangan/ kesenjangan tugas dan beban kerja masing-masing dosen. Ketua program studi dalam menjalankan tugasnya senantiasa bersifat adil, baik terhadap dosen maupun terhadap mahasiswa sehingga tercipta suasana akademis yang harmonis.

Contoh keadilan terhadap mahasiswa dapat dilihat pada proses pemberian nilai kepada mahasiswa yang didasarkan pada penilaian yang secara obyektif. Mahasiswa yang merasa tidak memperoleh nilai seperti yang diharapkan (merasa tidak memperoleh keadilan terkait pemberian nilai) diberi kesempatan untuk mengajukan pengaduan paling lambat satu minggu setelah nilai tersebut diumumkan. Dalam hal ini, dosen mata kuliah tersebut wajib memperlihatkan nilai/skor yang diperoleh mahasiswa pada setiap komponen penilaian seperti UTS, Praktik, UAS, dan tugas dengan menyertakan bukti pekerjaan mahasiswa yang bersangkutan sebagai pertimbangan terhadap nilai yang telah diberikan sehingga mahasiswa

34

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

merasa telah mendapatkan keadilan terkait nilai yang diberikan oleh dosen. Dengan demikian, aspek keadilan pada proses pengelolaan jurusan/program studi terkait dengan pemberlakuan aturan dan perlakuan yang sama tanpa terkecuali, baik aturan bagi dosen maupun aturan bagi mahasiswa.

Contoh keadilan juga dapat dilihat dari pemberian penghargaan dan sanksi diberlakukan kepada seluruh sivitas akademika Universitas PGRI Silampari melalui peraturan yang berpedoman pada kode etik dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Sebagai contoh penghargaan dosen yang berprestasi diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S3 dan diberikan bantuan biaya yang besarnya disesuaikan dengan anggaran Universitas PGRI Silampari. Setiap pelanggaran kode etik akan mendapatkan sanksi dari lembaga, sanksi dapat berupa teguran, peringatan tertulis, penundaan pemberian hak dosen, pemberhentian dengan hormat atau pemberhentian dengan tidak hormat. Sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang melanggar kode etik, antara lain: teguran, peringatan keras, skorsing dalam jangka waktu tertentu atau dikeluarkan dari Universitas PGRI Silampari.

3.2 Sistem Penjaminan Mutu Internal

Bagian ini berisi uraian mengenai keterlaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berdasarkan keberadaan 5 (lima) aspek, yaitu:

1. dokumen legal pembentukan unsur pelaksana penjaminan mutu; 2. ketersediaan dokumen mutu: kebijakan SPMI, manual SPMI, standar

SPMI, dan formulir SPMI;

3. terlaksananya siklus penjaminan mutu (siklus PPEPP);

4. bukti sahih efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu (jika ada); dan 5. memiliki external benchmarking dalam peningkatan mutu (jika ada).

1. Organisasi Mutu

Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di Universitas PGRI Silampari (UNPARI) sejalan dengan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan institusi pendidikan tinggi untuk berupaya melaksanakan peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Implementasi SPMI berpedoman pada Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat Organisasi mutu tentang pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggi.

35

Instrumen Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi Program Studi ILMU KOMPUTER – Program Sarjana pada UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

Penyelenggara Pendidikan Akademik

Gambar 3. STRUKTUR ORGANISASI LEMBAGA PENJAMIN MUTU

Pelaksanaan dan implementasi sistem penjaminan mutu merupakan aspek penentu untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Universitas PGRI Silampari (UNPARI) dikoordinir oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Implementasi SPMI di UNPARI bertujuan untuk menjamin terwujudnya visi dan misi UNPARI (Menjadi Universitas yang berdaya saing global dan menghasilkan lulusan profesional berjiwa entrepreneur pada tahun 2045), mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan (stakeholders) tentang penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan, mewujudkan semua pelayanan pendidikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,

Dokumen terkait