• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN KHUSUS

3.4 Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit

Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3 (Keselamatan danKesehatan Kerja)bertanggung jawab terhadap pengelolaan seluruh limbah rumah sakit, keamanan dan keselamatan baik untuk pasien maupun anggota rumah sakit lain seperti petugas kesehatan, karyawan, dan lain-lain. Instalasi kesehatan lingkungan bertugas mengelola limbah padat maupun cair yang berasal dari seluruh kegiatan yang dilakukan di rumah sakit.

3.4.1 Limbah Padat

Limbah padat RSAB Harapan Kita merupakan limbah rumah sakit yang berbentuk padat berasal dari seluruh kegiatan di rumah sakit. Pengelolaan limbah

padat dilakukan setiap hari oleh petugas kebersihan dan dipisahkan berdasarkan limbah padat medis, non medis, dan domestik. Limbah padat dari setiap ruangan dikumpulkan dalam satu kantong plastik dengan warna yang sesuai dengan jenis limbahnya.

Sumber limbah padat medis RSAB Harapan Kita berasal dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah kontainer bertekanan dan limbah kandungan logam berat tinggi. Limbah padat medis ditampung dalam wadah yang berbeda berdasarkan kategori limbah yang dihasilkan. Wadah yang digunakan terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan tertutup dengan dilapisi kantong plastik yang berbeda warna. Untuk kategori limbah infeksius patologi dan anatomi menggunakan kantong plastik berwarna kuning, limbah sitotoksis menggunakan kantong plastik kuning yang diberi label bertuliskan ―limbah sitotoksis‖ dan logo, limbah kimia dan farmasi dengan kantong plastik warna kuning yang diberi label dan logo dan limbah radioaktif dengan kantong plastik warna merah, sedangkan untuk limbah benda tajam ditampung dalam satu wadah yang anti bocor, anti tusuk, dan tidak mudah untuk dibuka sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak dapat membukanya dan dilapisi dengan kantong plastik berwarna kuning.

Tahap selanjutnya adalah tahap pengolahan limbah medis padat, seluruh limbah medis padat yang dihasilkan akan dibakar dengan menggunakan insenerator. Pengolahan limbah menggunakan insenarator secara mandiri tidak dilakukan oleh pihak RSAB Harapan Kita karena tidak memenuhi syarat jarak antara mesin insenarator dengan pemukiman penduduk, dimana seharusnya jarak minimum antara insenerator dengan pemukiman penduduk adalah 50 m. Oleh karena itu, pengolahan limbah medis padat dilimpahkan pada pihak ke dua yaitu PT. Arah yang mengangkut limbah medis padat seminggu tiga kali.

Limbah padat non medis RSAB Harapan Kita ditampung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang selanjutnya limbah akan diangkut ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta setiap harinya.

Limbah cair berasal dari semua kegiatan rumah sakit kecuali kegiatan yang bersumber dari instalasi gizi, kantin dan gedung asrama. Sistem pengelolaan air limbah cair di RSAB Harapan Kita menggunakan metode STP (Sewage Treatmen Plant). Berikut adalah proses pengelolaan limbah cair :

a. Grit Chamber

Air limbah yang berasal dari sewage pertama kali akan masuk ke bak Grit Chamber. Di bak ini terjadi proses penyaringan. Air limbah di grit chamber akan disaring pertama kali di screen kasar, screen tersebut menyaring sampah-sampah ukuran besar, sampah yang masih terbawa dari screen kasar akan dicacah menggunakan communitor, selanjutnya sampah yang masih lolos akan disaring kembali menggunakan screen halus.

b. Aeration tank (Bak Aerasi)

Air yang berasal dari grit chamber akan mengalir ke bak aerasi. Di bak aerasi ini disuplai oksigen dengan menggunakan mesin blower, fungsi O2 yang dihasilkan adalah untuk metabolisme bakteri aerob, bakteri tersebut digunakan untuk memecah polutan yang terkandung dalam air limbah tersebut, sehingga di bak ini terjadi penurunan kadar pencemaran oleh bakteri aerob dan di bakaerasi terjadi penurunan BOD, COD dan Amoniak.

c. Sedimentation tank

Air limbah dari aeration tank akan mengalir ke sedimentation tank, di bakini lumpur yang terkandung dalam air limbah akan diendapkan. Pada sedimentation tank terjadi pembentukan flok yang kemudian akan disatukan oleh mesin scrapper. Flok-flok yang terbentuk akan diangkat secara manual. Lalu air limbah akan menuju distribution tank menggunakan air lift.

d. Distribution box

Pada bak distribusi air limbah akan dipecah, air yang tidak mengandung lumpur akan mengalir ke bak penampungan akhir, sedangkan air yang masih mengandung lumpur akan mengalir ke stabilitation tank.

e. Stabilitation tank

Stabilitation tank berfungsi sebagai tempat untuk pembibitan bakteri. Air limbah dari stabilitation tank akan mengalir secara overflow ke aeration tank.

Berfungsi sebagai tempat untuk pembibitan bakteri. Air limbah dari stabilitation tank akan mengalir secara overflow ke aeration tank.

f. Sand filter

Air limbah yang berasal dari bak penampungan akhir akan dipompa menuju sand filter. Polutan yang terkandung dalam air limbah akan disaring menggunakan pasir silika.

g. Carbon filter

Air yang sudah disaring dengan sand filter selanjutnya dialirkan ke carbon filter. Disini air juga akan disaring kembali, tujuan penyaringan ini adalah untuk menghilangkan warna dan bau yang terkandung dalam air limbah tersebut, air limbah kemudian akan mengalir ke outlet.

BAB 4 PEMBAHASAN

RSAB Harapan Kita merupakan rumah sakit tipe A karena merupakan rumah sakit rujukan anak dan bunda yang mempunyai fasilitas pelayanan medik spesialistik dan subspesialitik luas serta berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan. Instalasi farmasi adalah tempat pengelolaan perbekalan farmasi serta memberikan pelayanan kefarmasian dalam penggunaan obat dan alat kesehatan. Instalasi farmasi rumah sakit berada di bawah pimpinan seorang apoteker dan dibantu oleh beberapa orang apoteker yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kompeten secara profesional. Instalasi farmasi di RSAB Harapan Kita dipimpin oleh seorang apoteker dengan dibantu oleh tiga apoteker pengelola urusan yaitu Pengelola Urusan Fasilitas dan Sumber Daya Manusia, Pengelola Urusan Pelayanan Farmasi dan Pengelola Urusan Produksi Sediaan Farmasi. Masing-masing pengelola urusan dibantu oleh ketua tim. Untuk Pengelola Urusan Fasilitas dan Sumber Daya Manusia dibantu oleh ketua tim perencanaan, ketua tim gudang terminal, dan ketua tim administrasi dan pelaporan. Pengelola urusan Pelayanan Farmasi dibantu oleh ketua tim depo farmasi 1 (utama) dan depo farmasi 4 atau Poli Terpadu Anak Sehat (POTAS), ketua tim depo farmasi 2 atau Unit Gawat Darurat (UGD) dan depo farmasi 3 (anyelir/kebidanan), ketua tim depo farmasi 5 (rawat inap anak), serta depo farmasi 6 (rawat inap bunda). Pengelola Urusan Produksi Sediaan Farmasi dibantu oleh ketua tim produksi sediaan farmasi. Instalasi Farmasi RSAB Harapan Kita juga terdapat apoteker fungsional yang menjalankan pekerjaan pelayanan kefarmasian. Tenaga teknis kefarmasian di RSAB yang membantu apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian antara lain asisten apoteker lulusan SMF, sarjana farmasi, dan ahli madya farmasi. Di instalasi farmasi RSAB Harapan Kita ini juga terdapat juru racik yang membantu pekerjaan tenaga teknis kefarmasian.

Fasilitas yang dimiliki oleh Instalasi Farmasi RSAB Harapan Kita untuk melakukan pekerjaan kefarmasian antara lain ruang kantor, ruang produksi

sediaan farmasi, ruang penyimpanan (gudang terminal farmasi), ruang distribusi/ pelayanan, ruang konsultasi, ruang informasi obat dan ruang arsip dokumen. Ruang produksi yang digunakan hanya untuk sediaan non steril saja. Untuk ruang produksi sediaan steril masih dalam proses perbaikan. Gudang terminal farmasi digunakan untuk menyimpang persediaan farmasi sebelum didistribusikan ke ruang pelayanan atau depo-depo farmasi. Ruang distribusi yaitu ruang dilakukan pelayanan kefarmasian yang terdiri dari enam depo farmasi.

Kegiatan yang dilakukan oleh Instalasi Farmasi RSAB Harapan Kita yaitu pengelolaan perbekalan farmasi dan pelayanan farmasi (farmasi klinik). Pengelolaan perbekalan farmasi meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, produksi, penyimpanan, dispensing, pendistribusian, administrasi dan pelaporan perbekalan farmasi.

Dokumen terkait