• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.2 Hasil Analisis Deskriptif

4.1.2.3 Pengelolaan Investasi

Market timing ability adalah kemampuan manajer investasi meramalkan pasar dalam situasi naik atau turun. Jika seorang manajer investasi mempunyai kemampuan strategi market timing ability dalam mengelola reksadana maka nilai aktiva bersih (NAB) akan mengalami kenaikan. Dalam melihat apakah manajer

investasi dari perusahaan tersebut mempunyai kemampuan market timing ability atau tidak bisa digunakan dua model untuk menganalisis yaitu: (1) model Henriksson dan Merton dan (2) Treynor dan Mazuy.

1. Model Henriksson dan Merton

Henrikson dan Merton memperkenalkan metode yang paling sederhana dan menyatakan bahwa beta portofolio yang tinggi diharapkan pada pasar dengan kondisi kinerja baik dan beta kecil pada pasar kinerja lainnya (Manurung, 2008: 188). Manajer investasi dikatakan memiliki kemampuan market timing ability apabila jika nilai γ positif, dan sebaliknya jika nilai γ negatif maka manajer investasi tidak memiliki kemampuan market timing ability (Evi, 2011: 40).

Tabel 4.3

Data Model Henrisksson dan Merton Perusahaan

Market Timing Ability

2011 2012 2013 2014 2015

Panin Dana Maksima

-2,119 2,412 -0,155 0,656 5,387 Panin Dana Prima

3,293 5,822 -0,133 0,813 5,396 Batavia Dana Saham

1,044 1,045 -0,167 0,826 0,457 Trim Kapital

4,398 6,777 -0,252 0,340 8,843 Grow-2 Prosper

2,732 4,717 0,807 -0,507 3,058 First State Dividend

Yield Fund 4,290 7,611 -0,252 1,163 7,209 Reksadana Millenium Equity 3,002 5,493 0,722 -0,424 1,567 Maybank GMT Dana Ekuitas 0,635 9,269 -0,378 1,197 6,736 Rencana Cerdas -1,132 0,079 -0,444 0,362 7,499

Pada tahun 2011 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Maksima dan Rencana Cerdas. Karena dua perusahaan tersebut memiliki nilai ϒ negatif. Sedangkan perusahaan yang mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Prima, Batavia Dana Saham, Trim Kapital, Grow 2 Prosper, First State Dividend Yield Fund, Reksadana Millenium Equity, dan Maybank GMT Dana Ekuitas. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi rata-rata pada tahun 2011 perusahaan mempunyai kemampuan market timing ability. Pada tahun 2012 sembilan perusahaan dalam sampel penelitian ini mempunyai kemampuan market timing ability karena perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif.

Pada tahun 2013 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Batavia Dana Saham, Trim Kapital, First State Dividend Yield Fund, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki nilai ϒ negatif. Sedangkan perusahaan yang memiliki kemampuan market timing ability adalah perusahaan Grow-2 Prosper dan Reksadana Millenium Equity. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi pada tahun 2013 rata-rata perusahaan tidak mempunyai kemampuan market timing ability.

Pada tahun 2014 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Grow-2 Prosper dan Reksadana Millenium Equity. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ negatif. Sedangkan

perusahaan yang memiliki kemampuan market timing ability adalah Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Batavia Dana Saham, Trim Kapital, First State Dividend Yield Fund, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi pada tahun 2014 rata-rata perusahaan mempunyai kemampuan market timing ability. Pada tahun 2015 sembilan perusahaan dalam sampel penelitian ini mempunyai kemampuan market timing ability karena perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif.

2. Model Treynor dan Mazuy

Treynor dan Mazuy memperkenalkan metode regresi untuk melihat kemampuan market timing ability (Manurung, 2008: 188). Menurut Treynor dan Mazuy (1966) bahwa ketika nilai (γ) atau market timing ability positif berarti menunjukan adanya kemampuan market timing ability, maka hal ini mengindikasikan bahwa manajer investasi menghasilkan excess return portfolio reksadana yang lebih besar dibandingkan dengan excess return market (Evi, 2011: 40).

Tabel 4.4

Data Model Treynor dan Mazuy Perusahaan

Market Timing Ability

2011 2012 2013 2014 2015 Panin Dana Maksima

1,095 -0,416 -0,155 0,67 2,059 Panin Dana Prima

-0,643 -0,677 -0,133 0,829 2,136 Batavia Dana Saham 1,629 1,282 -0,167 0,839

-0,882 Trim Kapital 1,672 -0,039 -0,252 0,348 1,476 Grow-2 Prosper -0,869 -1,476 0,748 -0,518 1,990 First State Dividend Yield

Fund -0,606 -0,297 -0,231 1,098 1,227

Reksadana Millenium Equity

-0,79 0,558 0,722 -0,424 0,261 Maybank GMT Dana Ekuitas

-0,408 0,641 -1,427 1,204 0,738 Rencana Cerdas

-1,879 0,782 -0,444 0,368 1,531

Sumber: Data diolah peneliti (2016)

Pada tahun 2011 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Prima, Grow-2 Prosper, First State Dividend Yield Fund, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki nilai ϒ negatif. Sedangkan perusahaan yang mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Maksima, Batavia Dana Saham, Trim Kapital, Reksadana Millenium Equity. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi rata-rata pada tahun 2011 perusahaan tidak mempunyai kemampuan market timing ability.

Pada tahun 2012 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Trim Kapital, Grow-2 Prosper, First State Dividend Yield Fund.

Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki nilai ϒ negatif. Sedangkan Perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan market timing ability adalah perusahaan Batavia Dana Saham, Reksadana Millenium Equity, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi pada tahun 2012 rata-rata perusahaan mempunyai kemampuan market timing ability.

Pada tahun 2013 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Batavia Dana Saham, Trim Kapital, First State Dividend Yield Fund, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki nilai ϒ negatif. Sedangkan perusahaan yang memiliki kemampuan market timing ability adalah perusahaan Grow-2 Prosper dan Reksadana Millenium Equity. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi pada tahun 2013 rata-rata perusahaan tidak mempunyai kemampuan market timing ability.

Pada tahun 2014 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Grow-2 Prosper dan Reksadana Millenium Equity. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ negatif. Sedangkan perusahaan yang memiliki kemampuan market timing ability adalah Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Batavia Dana Saham, Trim Kapital, First State Dividend Yield Fund, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi pada tahun 2014 rata-rata perusahaan mempunyai kemampuan market timing ability.

Pada tahun 2015 perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan market timing ability adalah perusahaan Batavia Dana Saham. Perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ negatif. Sedangkan perusahaan yang memiliki kemampuan market timing ability adalah Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Trim Kapital, Grow-Prosper, First State Dividend Yield Fund, Reksadana Millenium Equity, Maybank GMT Dana Ekuitas dan Rencana Cerdas. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai nilai ϒ positif. Jadi pada tahun 2015 rata-rata perusahaan mempunyai kemampuan market timing ability.

Dokumen terkait