HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Pengelolaan Panen Tanaman Horenso di Chuoh Engei
Kegiatan panen di Perusahaan Chuoh Engei dilakukan 1-2 kali dalam satu minggu dengan tempat yang berbeda sesuai pada jadwal pemanenan horenso.
Perusahaan mempunyai penetapan panen dengan perhitungan kalender seperti pada lampiran 4. Perhitungan kalender yaitu perkiraan panen dengan cara menghitung umur tanaman sejak penanaman di lahan. Penetapan panen dengan menggunakan
44
perhitungan kalender hanya dapat ditetapkan minggu panen yaitu 30-35 HST, sedangkan untuk penetapan hari panen dilakukan secara visual yaitu melihat tingkat ukuran tanaman dan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.
Pemanenan Horenso di Chuoh Engei dilakukan pada hari setiap hari senin dan rabu atau dapat berubah sesuai dengan kondisi yang ada, waktu panen dilakukan pada pagi hari hingga menjelang siang yaitu pukul 08.30-10.00 lalu dilanjutkan pada pukul 10.15-12.00, akan tetapi waktu panen dilakukan kondisional, jika hingga siang hari kegiatan belum selesai, maka penambahan waktu panen dibutuhkan dengan memundurkan jam istirahat siang. Peralatan yang digunakan untuk kegiatan panen horenso yaitu pisau khusus panen horenso, sarung tangan, keranjang panen, meja packing dengan berbagai alat yang dibutuhkan untuk pengemasan antara lain plastik kemasan, timbangan elektrik, wadah untuk mempermudah proses pemasukan horenso kedalam kemasan, kardus untuk meletakkan horenso yang siap di kirim. Pemanenan dilakukan dengan memotong pangkal batang tanaman dengan menyisakan batang 1cm. Pemotongan tanaman dari tanah dilakukan dua atau tiga orang dan sisanya melakukan sortasi tanaman sesuai kriteria sortasi. Tanaman horenso yang dipanen sekitar 26-28 cm agar tanaman tetap segar sampai tangan konsumen, apabila tanaman terlalu tinggi, akan keluar dari kemasan dan menyebabkan tanaman rusak.
45
Gambar 14. Kegiatan Pemanenan Horenso di Rumah Kaca
Kegiatan pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu dilakukan secara bersama-sama seperti pada Gambar 14 sesuai dengan kriteria panen yang baik dan cara lainnya dilakukan pengambilan tanaman hanya satu-dua orang kemudian dikemas dalam ruang packing dengan standar mutu yang sedikit berbeda, daun tanaman yang telah berlubang karna hama ulat tetap dikemas dengan berat bersih yang sama namun harganya lebih murah dan dikirim langsung ke pasar Kanona.
Tamanan yang dipanen secara bersama-sama biasanya akan dikirim ke supermarket sehingga standar mutu harus diperhatikan. Ketika proses pemanenan, atap rumah kaca diberikan jaring paranet untuk mengurangi cahaya matahari masuk agar sayuran tetap segar setelah diambil dari akarnya. Peningkatan dan penurunan produksi dapat dipengaruhi oleh teknik budidaya dan kondisi lahan tanam. Pada musim cenderung dingin, produksi meningkat dan sebaliknya suhu cenderung panas produksi
46
mengalami penurunan. Pucak produksi panen horenso terjadi pada bulan Agustus hingga Desember karena faktor alam yang mendukung karena masuk dalam musim cenderung dingin.
Berdasarkan data pada data hasil panen di perusahaan Chuoh Engei menunjukkan bahwa daya tumbuh dari horenso yang dibudidayakan tergolong tinggi.
Penanaman dan kondisi lingkungan di dalam rumah kaca menjadi salah satu faktor penentu kualitas hasil panen pada horenso. Menurut Suhardiyanto (2009) hama dan penyakit serta kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban dan cahaya dapat dikendalikan agar mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman sehingga pertumbuhan horenso menjadi optimal. Kehilangan hasil panen dapat terjadi selama proses kegiatan budidaya berlangsung dan mempengaruhi pada perolehan hasil panen. Sebab dari kehilangan hasil panen horenso yang tertinggi diperusahaan yaitu pertumbuhan tanaman tidak sempurna dikarenakan jamur akibat kondisi lahan yang tidak mendukung. Selain itu, kehilangan hasil panen dapat disebabkan oleh patahnya tanaman karena kesalahan panen pekerja saat di lapan
5.3 Pengelolaan Pascapanen Tanaman Horenso di Chuoh Engei
Pengelolaan pascapanen bertujuan untuk menyalurkan produk kepada konsumen dengan kualitas yang terjaga (Nyangjage et.al., 2005). Persaingan perdagangan produk segar hortikultura semakin ketat sehingga produsen dituntut untuk mendistribusikan produk kepada konsumen sesegera mungkin dengan mutu dan kandungan nutrisi yang ada didalamnya agar dapat dikonsumsi secara maksimal
47
(Ditjen, 2013). Kegiatan pascapanen meliputi penyortiran dan penyeleksian kualitas, penimbangan berat bersih dalam kemasan plastik, pengemasan, kemudian tahapan terakhir adalah pengangkutan dalam kendaraan distribusi yang didalamnya terdapat pengatur suhu menjadi sejuk agar horenso tetap segar karena jika terpapar suhu panas, sayuran akan cepat layu. Selain itu, setelah hasil panen sudah selesai, kemudian dilakukan pembersihan lahan rumah kaca dari tanaman horenso yang telah dipanen.
5.3.1 Sortasi
Sortasi merupakan salah satu kegiatan pascapanen yang umum dilakukan yang bertujuan agar memisahkan tanaman berdasarkan tingkat kerusakan baik karena cacat mekanis ataupun karena bekas serangan hama atau penyakit. Pada kegiatan sortasi, penentuan mutu hasil panen biasanya didasarkan pada kebersihan produk, ukuran, bobot, warna, bentuk, kematangan, kesegaran, ada atau tidaknya serangan hama atau kerusakan akibat penyakit. Sortasi dilakukan secara manual dengan melakukan pembuangan daun muda pada tanaman, melihat kualitas berdasarkan standar perusahaan yang terdapat pada Tabel 4.
Tabel 4. Kriteria Sortasi Horenso Perusahaan Chuoh Engei
Kriteria Baik (good) Tidak baik (not good)
Ukuran Panjang tangkai hingga ke daun 26-28 cm
Panjang tangkai hingga kedaun <26cm
>28 cm
Warna Hijau Segar Hijau bintik putih, kuning, hitam
Penyakit Tidak ada hama dan jamur Ada hama dan jamur
Daun Tidak berlubang dan tidak berbintik Berlubang dan berbintik Sumber: Pengamatan & hasil wawancara
48
Sayuran yang telah dipanen kemudian diletakkan pada keranjang panen dan disusun rapih untuk mempermudah proses penimbangan dan pengemasan. Hal ini dilakukan berdasarkan parameter kualitas yang sudah ditetapkan oleh perusahaan seperti panjang tangkai hingga ujung daun, tingkat kerusakan baik yang disebabkan oleh patogen, hama, serangga maupun kerusakan mekanis saat proses pemotongan tanaman dari akar, bentuk daun yang tidak normal, warna daun serta banyaknya daun dalam satu tanaman. Kegiatan penyortiran dilakukan satu persatu dengan menghilangkan daun yang masih kecil, menguning, serta daun dan batang yang rusak untuk menghindari adanya bakteri, kemudian tanaman ditimbang dan dikemas.
5.3.2 Penimbangan dan Pengemasan
Kegiatan pascapanen setelah sortasi adalah penimbangan dan pengemasan dengan tujuan untuk menghindari dan melindungi tanaman dari kerusakan fisik yang terjadi selama perjalanan maupun penyimpanan (Syadah, 2012). Penimbangan dilakukan dengan timbangan digital dan wadah agar memudahkan horenso dimasukan dalam kemasan plastik dan menekan kerusakan fisik akibat proses penimbangan dan pengemasan. Pengemasan dilakukan untuk meminimalisir kerusakan karna akan dikirim melalui beberapa tahap pengiriman, sehingga perlu diperhatikan untuk memperpanjang umur tanaman. Horenso dikemas dalam plastik kemas tanpa di tutup rapat atau dibiarkan terbuka, kemudian dimasukan dalam kemasan kardus sebagai kemasan sekunder.
49
Gambar 15. Kegiatan Penimbangan dan Pengemasan
Penyimpanan merupakan proses selanjutnya setelah pengemasan dilakukan, horenso yang telah dikemas dan telah dimasukkan dalam kardus kemudian dimasukkan ke dalam mobil distribusi yang dilengkapi dengan pengaturan suhu agar horenso tetap segar dalam proses pengiriman. Berat bersih dalam satu kemasan berkisar antara 180-200 gram tergantung besar kecilnya pertumbuhan horenso dan biasanya berat bersih 180 g untuk pengiriman ke pasar kanona dan 200 gr untuk pengiriman ke pasar besar yang wilayah kirimnya lebih luas. Penetapan harga tiap masa panen mengalami fluktuasi yang berkisar antara 120-140 yen. Pengemasan dilakukan dua kali yaitu secara satuan menggunakan plastik kemasan kemudian disusun rapih dalam kardus sebanyak 20 kemasan plastik. Tahapan selanjutnya yaitu meletakkan kardus yang telah diberi identitas berat bersih dan banyaknya kantung kemasan didalamnya serta tanggal panen, kemudian hasil panen di angkut
50
menggunakan alat pengangkut roda satu dengan cara kerja didorong menggunakan tangan kemudian diletakkan dan dimasukan ke dalam mobil angkut.
5.3.3 Pembersihan Lahan rumah kaca
Kegiatan pembersihan lahan rumah kaca dilakukan setelah kegiatan pemanenan horenso telah selesai, tujuan kegiatan ini untuk mempersiapkan lahan yang akan digunakan penanaman horenso selanjutnya. Kegiatan ini yaitu melakukan pembersihan dan membuang semua benda yang berada di lahan secara manual.
Kegitan ini memerlukan alat kerja untuk mempermudah kegiatan pembersihan yaitu garpu daun, pacul kecil dengan gagang panjang, dan gerobak dorong untuk mengangkut sisa tanaman yang tidak digunakan dan akan dibuang.
Gambar 16. Kegiatan Pembersihan Lahan Rumah Kaca
51
Pembersihan dilakukan secara bergotong-royong agar dapat selesai dengan cepat. Tenaga kerja melakukan pekerjaan secara kondisional sehingga selain membersihkan lahan, pekerja lain yang telah selesai melakukan pemanenan, membantu kegiatan pengemasan horenso, memberi identitas pada kardus pengemas, dan meletakkan horenso siap kirim kedalam mobil pengirim. Selain itu, ada pula yang bertugas melepas jaring paranet pada atas rumah kaca yang berfungsi untuk meredam panas cahaya matahari pada proses pemanenan dilakukan, kemudian jaring paranet disimpan untuk digunakan kegiatan pemanenan selanjutnya.
Penanganan pascapanen horenso merupakan suatu kegiatan yang memberikan beberapa perlakuan terhadap horenso setelah dipanen hingga sampai pada tangan konsumen, tujuan dari penanganan pascapanen yaitu untuk menjaga agar kualitas tanaman yang diterima oleh konsumen tetap baik. Kegiatan pascapanen dilakukan secara manual meliputi penyeleksian kualitas (sortasi). Kriteria standar mutu horenso di perusahaan Chuoh Engei ditetapkan berdasarkan kriteria perusahaan. Kriteria panen utama horenso yaitu tidak terdapatnya penyakit dan jamur serta panjang tanaman minimum. Setelah kegiatan panen selesai, rumah kaca diberi perlakuan yaitu sanitasi lahan guna penanaman horenso selanjutnya.