F. Sistematika Pembahasan
1. Pengelolaan Psikis
PAI Sasaran peneliti ini mengelola kelas untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran 3 Leni Susilowati pada
tahun 2015 Manajemen Kelas dalam
Pembelajaran Tematik Integratif di Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malang Peneliti membahas manajemen kelas dalam pembelajaran tematik integrative Peneliti fokus membahas karakter peserta didik, beberapa metode yang digunakan Sasaran penelitian ini membahas pengelolaan kelas dalam pelajaran tematik di BSS Malang. G. Definisi Istilah
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang arah penelitian skripsi ini, ada baiknya peneliti terlebih dahulu menjelaskan kata kunci yang terdapat dalam pembahasan ini:
1. Pengelolaan Psikis merupakan upaya pengaturan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Pengelolaan Fisik merupakan upaya melengkapi fasilitas yang ada dalam kelas.
Pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna pada siswa.
H. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah dan pemahaman secara menyeluruh tentang skripsi ini, maka sistematika laporan dan pembahasannya disusun sebagai berikut:
Bab pertama, merupakan bab pendahuluan, dalam bab ini peneliti membahas berbagai gambaran singkat untuk mencapai tujuan penulisan yang meliputi: konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian, ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, penegasan istilah dan sistematika pembahasan.
Bab kedua, merupakan bab kajian pustaka, pada bab ini membahas tentang pengertian strategi pengelolaan kelas, strategi pengelolaan siswa dan kelas, faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kelas dan pembelajran tematik di kelas.
Bab ketiga, merupakan bab metode penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran penelitian, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan temuan dan tahap-tahap penelitian.
Bab keempat, merupakan bab paparan data penelitian yang meliputi latar belakang objek penelitian yang membahas sejarah berdirinya sekolah,
visi dan misi sekolah, profil sekolah, keadaan guru, keadaan siswa, data sarana dan prasarana, paparan hasil penelitian yang membahas pengelolaan psikis, pengelolaan fisik, faktor pendukung dan penghambat pengelolaan kelas.
Bab kelima merupakan bab pembahasan hasil penelitian, yang membahas pengelolaan psikis, pengelolaan fisik, serta faktor pendukung dan penghambat pengelolaan kelas yang dilaksanakan dalam pembelajaran tematik.
Bab keenam sebagai merupakan kesimpulan dari seluruh rangkaian pembahasan, baik dalam bab pertama, kedua, ketiga maupun keempat sehingga pada bab keenam ini berisikan kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran yang bersifat konstruktif agar semua upaya yang pernah dilakukan serta segala hasil yang telah dicapai bisa ditingkatkan lagi kepada arah yang lebih baik.
13
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengelolaan Kelas
1. Pengelolaan Psikis
Manajemen yang baik menduduki tempat yang sangat menentukan di dalam struktur dan artikulasi sistem pendidikan. Manajemen sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Sekolah merupakan salah satu figur dari lembaga pendidikan yang tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan manajemen pendidikan dalam proses pendidikan, apalagi untuk konteks kesiswaan atau biasa disebut psikis, perlu ada pengelolaan siswa yang biasa disebut sebagai manajemen kesiswaan.
Manajemen kesiswaan adalah merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan siswa,.9 Jadi, jelaslah yang diatur adalah siswanya. Sedangkan Ary Gunawan mendefinisikan manajemen kesiswaan sebagai seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses
9 Soebagio Admodiwiro, manajemen pendidikan Indonesia (Jakarta: PT. Arda Dizya Jaya, 2000), hlm.05
belajar mengajar secara efektif dan efisien mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah.10
Bahkan, ada yang mendefinisikan manajemen kesiswaan adalah suatu keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerja sama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan pengelolaan kesiswaan yaitu mengatur kegiatan-kegiatan dalam bidang kesiswaan agar dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur, tercapai apa yang menjadi tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.11
Dari penjelasan tersebut terlihat bahwa manajemen kesiswaan adalah suatu usaha untuk melakukan pengelolaan siswa mulai dari siswa masuk sampai dengan keluar, bahkan pelayanan siswa demi kelangsungan dan peningkatan mutu sehingga lembaga pendidikan tersebut dapat berjalan dengan teratur, terarah, dan terkontrol dengan baik. Tanpa adanya usaha perbaikan dan pengelolaan dari lembaga pendidikan, sulut kiranya dapat menghasilja sumber daya yang mempunyai potrensi yang tinggi dan berdaya guna yaitu peserta didik (siswa).
Hal yang paling urgen pada manajemen kesiswaan adalah tujuan yang hendak di capai. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai
10 Ary Gunawan, administrasi sekolah; administrasi pendidikan mikro (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hlm.9
11 Tim dosen jurusan administrasi pendidikan FIP IKIP Malang, Administrasi Pendidikan (malang; IKIP Malang, 1989), hlm.89
kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, teratur serta dapat mencapai tujuan pendididkan sekolah.
a. Pengelolaan Aktivitas Siswa
Para kepala sekolah, tenaga pengajar, dan tenaga professional lainnya harus menyadari bahwa titik pusat tujuan sekolah adalah menyediakan program pendidikan yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan, pribadi, dan kebutuhan kemasyarakatan serta kepentingan individu bagi peserta didik. Oleh sebab itu, para peserta didik harus dilibatkan secara aktif dan tetap, tidak hanya di dalam proses belajar mengajar, tetapi juga di dalam kegiatan sekolah.
Pembinaan atau pengelolaan aktivitas siswa dalam hal ini diartikan sebagai usaha atau kegiatan memberikan bimbingan, arahan, pemantapan, peningkatan terhadap pola pikir, sikap mental, perilaku serta minat, bakat, dan keterampilan para peserta didik melalui program ekstrakulikuler dalam mendukung keberhasilan program kulikuler.
b. Ruang Lingkup Pengelolaan Psikis
Ruang lingkup pengelolaan psikis menurut Johanna Kasin Lemlech adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan Kurikulum yang lengkap mulai dari rumusan, tujuan, bahan ajar, sampai evaluasi. Tanpa perencanaan usaha penataan kelas tidak sebaik yang diharapkan.
b. Pengorganisasian proses belajar-mengajar dan sumber belajar sehingga serasi dan bermakna kegiatan guru dan murid diatur, sehingga terjadi interaksi yang responsive. Penataan sumber belajar akan selalu berkaitan dengan pengorganisasian proses belajar mengajar.
c. Penataan lingkungan yang bernafaskan pokok bahasan menjadi usaha guru dalam menata kelas agar kelas merangsang dan penuh dorongan untuk memunculkan proses belajar yang efektif dan efisien.12
Sedangkan menurut Udin Saifuddin, bahwa ruang lingkup pengelolaan siswa terdiri atas kegiatan akademik berupa perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Selain itu juga berupa kegiatan administrative yang mencakup kegiatan prosedural dan organisasional, seperti penataan ruangan, pengelompokkan siswa dan tugas, penegakan disiplin kelas, pengadaan tes dan menilainya, iklim kelas, pengorganisasian kelas, penataan kelas dan pelaporan.13
c. Tujuan kegiatan peserta didik menurut McKnow, seperti yang dikutip oleh Richard Gorton, adalah sebagai berikut.14
12
Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan, OP.cip, hlm 113
13 Ibid
14 Richard A Gorton, School Administration: Challenge and Opportunity for Leadership (American: WM.C. Brown Company Publisher, 1976), hlm.321
1. Membantu semua peserta didik belajar bagaimana menggunakan waktu luang mereka secara lebih bijaksana.
2. Membantu peserta didik meningkatkan dan memanfaatkan secara konstruktif bakat-bakat dan ketrampilan unik yang mereka miliki.
3. Membantu semua peserta didik mengembangkanminat dan bakat dan ketrampilan kreatif baru.
4. Membantu semua peserta didik mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap nilai kegiatan rekreatif.
5. Membantu semua peserta didik meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam fungsinya sebagai pemimpin dan/atau anggota kelompok.
6. Membantu semua peserta didik mengembangkan sikap yang lebih realistis dan positif terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
7. Membantu semua peserta didik mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap sekolah, sebagai hasil partisipasi dalam program kegiatan peserta didik.
Pengelolaan peserta didik mempunyai nilai strategis di samping sebagai faktor penentu keberhasilan Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan, sasarannya adalah peserta didik yang usianya 6-18 tahun, suatu tingkat perkembangan usia peserta didik, ketika secara psikis dan fisik peserta didik sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan,
suatu periode usia yang ditandai dengan kondisi kejiwaan yang tidak stabil, agresivitas yang tinggi, dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan.
Oleh sebab itu, pengelolaan peserta didik usia sekolah yang di dalamnya mengandung berbagai nilai perlu dilaksanakan secara berstruktur dan berkelanjutan. Nilai-nilai yang ada dalam pengelolaan tersebut, seperti meningkatkan mutu gizi, perilaku kehidupan beragama dan berperilaku terpuji, penanaman rasa cinta tanah air, disiplin dan kemandirian, peningkatan daya hidup bermasyarakat, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Nilai-nilai tersebut perlu dikembangkan dalam pengelolaan atau pembinaan peserta didik secara terstruktur dan terkoordinasi dengan baik. Dalam pengelolaan siswa ini penting di bahas tentang hak dan kewajiban siswa. Pengelolaan siswa dalam arti sempit, yang selanjutnya disebut pengelolaan kelas. Pengelolaan siswa dalam arti luas, yaitu pengelolaan siswa termasuk juga urusan di luar kegiatan belajar-mengajar.