BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Pada bagian pembahasan temuan ini, peneliti akan menjelaskan dan mendeskripsikan data-data yang dihasilkan dari proses pengumpulan data terkait dengan fokus masalah yang ditetapkan.
1. Langkah Pengelolaan Risiko Pembiayaan Mikro Di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2.
Berdasarkan temuan yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan analisis penilaian karakter berbasis personality ini dilakukan untuk meminimalisir risiko sehingga kerugian yang diperoleh pihak bank mengalami kemerosotan. Dimana dalam melakukan analisis penilaian karakter untuk mengelola risiko yakni dilakukan dengan identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemantauan risiko dan pengendalian risiko.
Berdasarkan temuan tersebut sesuai dengan teori Veithzal Rivai yang mengungkapkan bahwa dalam proses pengelolaan risiko terdapat beberapa tahap-tahap yang dilakukan dengan identifikasi risiko, pengukuran, pemantauan dan pengendalian.
a. Identifikasi risiko,
Berdasarkan temuan yang didapatkan oleh peneliti di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 dalam mengidentifikasi risiko, bank biasanya mendapat informasi terkait usaha nasabah. Salah satunya yaitu usaha yang masih belum stabil tapi sudah mendapat pembiayaan dari pihak bank. Hal tersebut menjadi suatu proses bank untuk melihat dan terus mengawasi bagaimana usaha tersebut. Selain itu, bank juga menganalisa apakah pembiayaan tersebut berada ditangan nasabah yang sesuai dengan pengajuan diawal.setelah langkah ini selesai barulah pihak Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 Melakukan analisis terhadap kemungkinan timbulnya risiko biasanya kami melihat dari usahanya nasabah dan bagaimana nasabah tersebut mengelola usahanya. Pihak bank melakukan analisis secara proaktif, tanpa menunggu timbulnya risiko yang berlebihan sehingga pihak bank tidak mengalami kerugian.
Hal ini sesuai dengan teori dari Veithzal Rivai yang mengungkapkan untuk mengidentifikasi seluruh jenis risiko yang melekat pada setiap aktivitas fungsional yang berpotensi merugikan bank, meliputi:
1) Mendapatkan seluruh informasi risiko semua sumber yang mencakup semua aktfitas fungsional dan operasional bank.
2) Melakukan analisa terhadap kemungkinan timbulnya risiko.
3) Melakukan analisa secara proaktif, tanpa menunggu timbulnya risiko yang berlebihan.100
b. Pengukuran risiko
Berdasarkan temuan yang didapatkan oleh peneliti di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 untuk mengukur risiko itu pihak bank melakukan pemberian stimulan dengan memberikan tambahan modal kerja nasabah dimana nasabah tersebut termasuk nasabah yang masih bisa dibina. Hal tersebut juga tidak diberikan secara cuma-cuma untuk dananya. Pasti dari pihak bank/pegawai micro staff menganalisa kembali sebelum diberikan suntikan dana ke nasabah. Menganalisanya biasanya dengan melihat usaha nasabah dan melihat risiko usaha tersebut hal ini dilakukan untuk dilakukannya evaluasi secara berkala terhadap kesesuain asumsi, sumber data dan prosedur yang digunakan untuk mengukur risiko. Lalu pihak bank juga akan melakukan pengukuran risiko dengan penyempurnaan terhadap system pengukuran risiko apabila terdapat perubahan kegiatan usaha, produk, transaksi dan faktor risiko yang bersifat material
Hal ini sesuai dengan teori dari Veithzal Rivai yang mengungkapkan bahwa dimana alam melakukan pengukuran risiko, pihak bank harus memahami secara jelas yang mengaitkan dengan jenis, skala, kemampuan sistem pengumpulan data dan memahami
100 Veithzal Rivai, Sofyan Basir; Sarwono Sudarto; Arifiandy Permata Veithzal, Commercial Bank Management: Manajemen Perbank an Dari Teori Ke Prak tik , 566.
keterbatasan hasil akhir dari sitem pengukuran risiko. Pengukuran risiko yang meliputi:
1) Penilaian dengan berkelanjutan pada kegiatan sumber serta pelaksanaan untuk pengukuran masalah
2) Penyempurnaan akan sistem pengukuran juga terjadi pada berbagai kegiatan usaha yang sifatnya materi.
3) Memantau risiko dengan melakukan pemantauan serta evaluasi dalam mengukur risiko.
4) Pengendalian masalah, melakukan pertimbangan dan manfaat dari biaya yang dikeluarkkan atau kerugiaan yang didapatkan.
Pengendalian risiko juga diartikan sebagai proses mengendalikan dan meminimalisir risiko yang dihadapi.101
c. Pengendalian risiko
Berdasarkan temuan yang didapatkan oleh peneliti di Bank Ssyariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 pengendalian resiko seperti melakukan pendekatan kembali kepada nasabah.
Caranya dengan berbicara atau berkomunikasi secara mendalam kepada nasabah. Hal ini dilakukan untuk Melakukan pertimbangan dan manfaat dari biaya yang dikeluarkkan sehingga saluran pembiayaan benar digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjadi gagal bayar.
101 Veithzal Rivai, Sofyan Basir; Sarwono Sudarto; Arifiandy Permata Veithzal, Commercial Bank Management: Manajemen Perbank an Dari Teori Ke Prak tik , 555-557.
Hal ini sesuai dengan teori dari Veithzal Rivai yang mengungkapkan bahwa dalam melakukan pengendalian risiko dengan pertimbangan dan manfaat dari biaya yang dikeluarkkan atau kerugiaan yang didapatkan. Pengendalian risiko juga diartikan sebagai proses mengendalikan dan meminimalisir risiko yang dihadapi.
Berdasarkan temuan yang di dapatkan oleh peneliti di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 menggunakan BI Checking yang dilakukan dalam menilai karakter nasabah secara personality untuk melihat apakah reputasi nasabah terhadap pinjamannya apakah berjalan dengan lancar atau bermasalah.. selain itu dengan kegiatan wawancara tentunya untuk mendapat informasi dengan percakapan langsung antara pihak bank dengan nasabah.
Pertanyaan yang biasanya diajukan untuk nasabah yaitu tujuan mengajukan pembiayaan tersebut, bagaimana kondisi dan jenis usaha yang sudah dijalankan, bagaimana perkembangan usaha yang sudah berjalan, dan ada berapa usaha yang sudah dijalankan.
Dari hasil tersebut, pihak bank akan mendapatkan informasi yang diberikan nasabah yang dapat dilihat dari segi kejujuran, keyakinan dan kemampuan nasabah dalam melunasi pembiayaan hingga lunas. Selain itu dengan pengecekkan dengan supplier untuk melihat bagaimana ketepatan pembayaran calon nasabah itu dengan mengecek ke suppliernya nasabah. Lalu dengan Pemeriksaan On The
Spot (OTS), pemeriksaan setempat dilakukan oleh Micro Staff dan Branch Manager dengan melihat secara langsung bagaimana jenis usaha nasabah, kesesuaian data nasabah yang diberikan ke pihak bank. Sehingga dari hasil tersebut dapat menentukan layak tidaknya nasabah diberi pembiayaan dengan berbagai pertimbangan.102
Dari hasil pengelolaan risiko tersebut, prosedur pengelolaan risiko yang dilakukan oleh Santio Marito Lubis hanya dilakukan dengan meninjau informasi mengenai calon nasabah serta menangani nasabah dengan membantunya untuk segera memperoleh penggantian di perusahaan asuransi dengan melakukan restrukturisasi pada nasabah. 103
2. Penilaian Karakter Berbasis Personality Pada Nasabah Dalam Pengelolaan Risiko Pembiayaan Mikro Di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2.
Berdasarkan temuan yang dilaksanakan oleh peneliti pihak Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 dalam melakukan analisis pada penilaian karakter berbasis personal untu mengurangi resiko pembiayaan di awali dengan kegiatan memperhatikan karakter nasabah dengan mendeskripsikan sifat dan personality calon nasabah. Bank melaksanakan analisis kepada karakter calon debitur dengan harapan
102 Ismail, Perbank an Syari’ah, 121.
103 Santio Marito Lubis, “Analisis Penilaian Character, Capital, Capacity, Condition Of Economy (5C) Dan Syariah (1S) Dalam Meminimalisir Resiko Pembiayaan Pada PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Padangsidimpuan” (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan, 2021), 102.
agar memahami agar calon debitur memiliki harapan agar menebus kewajiban membayar pinjamannya sampai lunas di mana karakter yang paling diperhatikan oleh Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 yakni terkait dengan amanah dan privasi seseorang yang sama pentingnya dalam menyalurkan pinjaman pada lembaga atau personal dengan pinjaman tersebut untuk memenuhi kewajiban biasanya mendapatkan nilai penting dalam menilai karakter untuk keperluan kredit selanjutnya.
Berdasarkan temuan tersebut sesuai dengan teori Supriyono dalam karyanya Buku Pintar Perbankan berpendapat bahwa penilaian karakter terkait nasabah yang harus memiliki itikad baik dan komitmen tinggi dalam mengambil semua kewajiban relevan dengan kesepakatan yang sudat disetujui bersama bank ataupun nasabah.104
Dapat peneliti simpulkan bahwa berdasarkan temuan pentingnya analisis karakter personality nasabah untuk meminimalisir risiko merupakan suatu hal yang berpengaruh terhadap kelancaran nasabah dalam memenuhi kewajibannya kepada pihak bank. Meskipun latar belakang nasabah dari segi ekonomi dikatakan mampu untuk melunasi kewajibannya, namun hal tersebut tidak menjamin lancarnya pembiayaan jika tidak ada itikad baik dari nasabah untuk berusaha melunasinya. Oleh karena itu, Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 mengutamakan karakter calon nasabahnya. Karakter juga merupakan
104 Maryanto Supriyono, Buk u Pintar Perbank an, 16.
data pribadi nasabah yang dilihat melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan BI Checking dan lainnya. Sedangkan dari peneliti sebelumnya oleh Dian Huriyah, dalam menilai karakter nasabah hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut yang diperoleh dari pihak lain maupun lembaga keuangan tanpa melihat dari BI Checking atau SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). 105
Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 menilai karakter yakni terkait kepercayaan dan tingkah laku, apakah calon nasabah bisa di percaya atau tidak. Kepercayaan menjadi dasar keyakinan bahwa nasabah memiliki sikap yang baik, watak yang baik, sifat-sifat positif yang baik serta sikap yang menunjukkan kerjasama dan tidak melakukan pertentangan sehingga kegiatan angsuran pembiayaan yang diberikan tidak mengalami gagal bayar. Ketika nasabah sudah diberikan suatu pembiayaan, nasabah harus mempunyai rasa tanggung jawab dalam mengelola pembiayaannya sehingga pihak lembaga yang memberikan suatu pembiayaan dapat memenuhi kemantapan untuk memberikan pembiayaannya.
Sesuai dengan teori Alwisol yang mengatakan bahwa Personality atau kepribadian adalah mencakup keseluruhan fikiran, perasaan, dan tingkah laku, kesadaran ataupun ketidak sadaran. Ketika ingin mengembangkan kepribadian, seseorang harus berusaha
105 Dian Huriyah, “Analisis Penilaian Karakter Dalam Penyaluran Pembiayaan Murabahah Pada KSPPS BMT Al Fatayat Payakumbuh” (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2018), 68.
mempertahankan kesatuan dan harmoni antar semua elemen kehidupan.
Personality berkaitan dengan persetujuan pihak lembaga keuangan dalam menghimpun dana dan menyalurkannya kembali ke masyarakat.
Penilaian karakter berbasis kepribadian ini meliputi kepribadian yang merujuk kepada sifat umum seseorang melalui pikiran untuk melakukan suatu kegiatan dan perasaan yang akan berpengaruh pada tingkah lakunya. 106
Berdasarkan temuan yang dilakukan peneliti kegiatan dalam analisis karakter berbasis personality dilakukan ketika tahap survey lapangan oleh pihak Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2. Survey yang dilakukan tentunya dengan prinsip kehati-hatian yang dilakukan. Micro Staff harus lebih teliti dan cermat dalam menganalisis pembiayaan. Penilaian karakter tentu sanagat penting karena jika nasabah tidak mempunyai sifat yang baik maka pihak bank juga tidak memberi pembiayaan karena hal tersebut dapat menghambat lancarnya pembiayaan.
Berdasarkan temuan yang di dapatkan oleh peneliti di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2, kendala yang dihadapi dalam melakukan analisis penilaian karakter berbasis personality pada nasabah pembiayaan mikro yaitu:
a. Kurangnya Tracking
Berdasarkan temuan yang di dapatkan oleh peneliti di Bank
106 Alwisol, Psik ologi Kepribadian, Edisi Revisi, 39.
Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 pihak Micro Staff dalam mendapatkan informasi terhadap calon nasabah kurang lengkap mengenai calon nasabahnya dilingkungan sekitar. Kurangnya Tracking pada nasabah membuat pihak bank kurang mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar. Pihak bank terutama Micro Staff hanya mengandalkan informasi dari calon nasabahnya saja. Meskipun sudah melakukan survey lapangan, namun tidak semua informasi itu benar. Nasabah yang tidak jujur tentang usahanya, ataupun yang bersangkutan dengan nasabah dapat mempengaruhi kebijakan bank untuk melakukan pembiayaan. Hal tu terjadi jika petugas bank kurang lihai dalam menilai saat survey dan kurang adanya komunikasi dengan penduduk sekitar tentang keabsahan usaha calon nasabah. Apakah usaha tersebut milik sendiri atau tidak. Kejadian seperti ini masih sering dilakukan nasabah dalam melaporkan hasil usahanya terhadap pihak bank. Seperti yang sudah terjadi di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2, ada salah satu contoh nasabah namanya Pak Amin. Sebelum pihak bank melakukan survey, Pak Amin memberikan informasi terkait usahanya sebagai pemilik meubel alumunium. Ketika pembiayaan tersebut sudah diberikan, ternyata pihak bank (Micro Staff) mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa usaha tersebut bukan milik Pak Amin, namun pemilik usaha meubel tersebut adalah Pak Budi. Dari kejadian tersebut, bahwa karakter nasabah sudah tidak baik karena tidak
memberikan informasi secara benar dan jujur dari karakter secara personality. 107
b. Side Streaming
Berdasarkan temuan yang di dapatkan oleh peneliti di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 yaitu nasabah tidak menggunakan dana tersebut sesuai yang sudah disepakati. Hal ini terjadi karena calon nasabah tidak menggunakan dana pembiayaan yang sudah dicairkan pihak bank sesuai dengan kebutuhan calon nasabah. Kejadian itu sudah bisa diketahui bagaimana karakter nasabah dalam menggunakan pembiayaan. Sudah bisa dilihat bahwa karakter nasabah tidak baik, baik dari segi kejujuran, tanggung jawab, serta amanah yang sudah diberikan oleh pihak. Ada salah satu contoh nasabah yang bernama Pak Ma’adi. Beliau mengajukan pembiayaan mikro Rp. 30.000.000,00 dengan tujuan modal kerja jual beli sepeda motor. Namun ketika pembiayaan tersebut sudah dicairkan, Pak Ma’adi tidak menggunakan dana tersebut sesuai tujuan awal pengajuan di bank. Pak Ma’adi menggunakan dana tersebut untuk renovasi garasi mobil. Dari penjelasan tersebut menyimpulkan bahwa terjadi penyalahgunaan dana oleh nasabah. Nasabah yang seperti itu sudah menunjukkan karakter yang tidak kooperatif. 108
107 Tio Rachmahadi, diwawancarai oleh penulis, Banyuwangi, 03 November 2022.
108 Observasi di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2, 3 November 2022.
106
BAB V PENUTUP
Sesuai dengan hasil analisis yang dilakukan peneliti terkait dengan Analisis Penilaian Karakter Berbasis Personality Pada Nasabah Dalam Pengelolaan Risiko Pembiayaan Mikro Di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 dapat disimpulkan sebagai berikut:
A. Kesimpulan
1. Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 melakukan analisis pada penilaian karakter berbasis personality pada nasabah dalam pengelolaan risiko pembiayaan mikro bertujuan untuk mengurangi risiko pembiayaan, dimana kegiatannya diawali dengan memperhatikan karakter nasabah secara personal dengan melihat keprcayaan dan tanggung jawab calon nasabah. Pengelolaan risiko pembiayaan mikro yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 dengan melakukan maintenance terhadap nasabah. Selain itu, dala mengelola risiko yang terjadi, bank melihat kembali kondisi usaha nasabah dan melakukan pengecekan dengan supplier.
Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 melakukan analisis karakter personality dengan metode wawancara, melakukan check on the spot dan melakukan BI Checking atau SLIK (sistem layanan informasi keuangan) serta pengecekan dengan supplier. Prinsip dasar yang perlu dilakukan sebelum memutuskan permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah dikenal dengan prinsip 5C (character,
capacity, capital, collateral dan condition of economy). Namun pihak Bank Syariah KCP Banyuwangi Rogojampi 2 dalam menilai nasabah menggunakan analisis Character, Capital, dan Collateral.
2. Dalam melakukan analisis penilaian penilaian karakter berbasis personality pada nasabah pembiayaan mikro di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 terdapat kendala yang dihadapi oleh pihak Bank yakni kurangnya Tracking dan Side Streaming. Tracking adalah suatu proses kegiatan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar calon nasabah. Tracking dilakukan untuk mendapatkan seluruh informasi yang belum di ketahui dalam menilai calon nasabah terutama dalam menilai karakter secara personality. Side streaming adalah penyalahgunaan dana yang sudah dicairkan oleh pihak bank kepada nasabah yang tidak digunakan sesuau tujuan awal pengajuan pembiayaan. Side streaming sering terjadi pada nasabah pembiayaan terutama pada pembiayaan mikro.
B. Saran
1. Dalam melaksanakan analisis penilaian karakter berbasis personality pada nasabah dalam pengelolaan risiko pembiayaan mikro harus lebih menerapkan tracking. Tracking harus dilakukan agar informasi yang didapatkan tidak hanya dari nasabah, namun dari masyarakat lingkungan sekitar. Selain itu, untuk memahami dan mempertimbangkan kembali sebelum memberikan pembiayaan.
2. Bagi Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 dapat mengembangkan keahlian dan metode identifikasi karakter personality nasabah yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas dari analisis karakter itu sendiri dan menjalin lebih banyak lagi hubungan baik dengan bank lain maupun lembaga keuangan lainnya.
109
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Sri Ayu. “Analisis Penilaian Karakter Nasabah, Jaminan, Dan Kelayakan Usaha Dalam Pemberian Pembiayaan” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. 2018.
Ali , Zainudin. Hukum Perbankan Syariah. Jakarta : Sinar Grafika Offset. 2008 Anoraga. Manajemen Bisnis, Edisi Kedua. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.
Aulia, Rhey Wiky, Dkk. “Analisis Perhitungan Dan Mekanis e Pengajuan Pembiayaan Pada Akad Murabahah,” Jurnal Ekonomi Islam 10, no. 2 (Juni, 2019)
Damayanti, Laila. “Penerapan Prinsip 5C Dalam Pemberian Pembiayaan Mikro Untuk Meminimalisir Pembiayaan Bermasalah” Skripsi Institut Agama Islam (IAIN) Metro. 2020.
Dewan Syariah Nasional, Fatwa Dewan Syariah Nasional, No. 04/DSN-MUI/IV/2000.
Dona, Rahma. “Mekanisme Pembiayaan Mikro Dengan Akad Murabahah Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Batusangkar. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar” 2019.
Famela, Nur. “Analisis Prosedur Pembiayaan Murabahah Mikro IB 25 Kepada Usaha Mikro Kecil Menengah Pada Bank Syariah Indonesia KCP Mojokerto Pada Masa Pandemi Covid-19” Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. 2021.
https://ir.bankbsi.co.id/corporate_history.html (Diakses pada tanggal 10 November 2022).
Huriyah, Dian. “Analisis Penilaian Karakter Dalam Penyaluran Pembiayaan Murabahah Pada KSPPS BMT AL FATAYA Payakumbuh” Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. 2018.
Ilyas, Rahmat. “Konsep Pembiayaan dalam Perbankan Syariah”, Jurnal Penelitian, Vol. 9, No. 1, 2015.
Ismail. Perbankan Syari’ah. Jakarta : Kencana Pernada Media Group. 2011.
Karim, Adiwarman. Bank Islam Analisis Fiqih Dan Keuangan. Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada, 2006.
Kasmir. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013.
Kulsum, Umi, Dkk. “Penyertaan Akad Wakalah Pada Pembiayaan Murabahah (Studi Di BNI Syariah Cabang Kendari)”, Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam 1, no.1 (Juni, 2016).
Latega, Irsal. “Analisis Manajemen Resiko Kredit Terhadap Pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK) PadaBank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang”
Universitas Muhammadiyah Makassar.
Latifah, Umi. “Manajemen Risiko Pembiayaan Mikro (Studi Kasus Di BRI Syariah KCP Metro)” (Skripsi, IAIN Metro, 2018).
Lestari, Hidayah Tri. “Analisis Karakter Calon Nasabah Pembiayaan Studi Pada BSI KCP Ponorogo” (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
2021).
Mahmudah, Rifatul. “Mitigasi Risiko Pembiayaan Cicil Emas Dengan Menggunakan Akad Murabahah Di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Ajibarang ” (Skripsi, Institut Agama Islam Purwokerto. 2018).
Makassar, Ahmad Yani. (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar. 2018).
Maksudin, Pendidikan Karakter Non- Dikotomik, (Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2013).
Mandiri Syariah, “Tugas Pokok Pegawai Bank Syariah”, di akses dari https://www.mandirisyariah.co.id. (pada tanggal 10 November 2022).
Miles, Matthew B. Dan A. Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Model-Model Baru, Terj. Tjetcep Rohidi. Jakarta: Ui-Press. 2014
Moloeng, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2018.
Muhammad. Teknik Penghitungan Bagi Hasil dan Profit Margin Pada Bank Syariah. Yogyakarta: UII Press. 2004.
Mulyani Sri. Analisis Manajemen Pembiayaan Pada Bank Syariah (Studi Kasus Pada PT. Bank Syari’ah Mandiri, Tbk). AN-NISBAH Jurnal Perbankan Syariah, IAIN Sunan Kalijogo Malang Vol. 1. 2020.
Mulyani, Sri. “Analisis Manajemen Pembiayaan Pada Bank Syariah (Studi Kasus Pada PT. Bank Syari’ah Mandiri, Tbk), Jurnal Perbankan Syariah An-Nisbah, Volume 1, Nomor 2. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang. 2020.
R. Usman. Aspek-Aspek Hukum Perbankan Di Indonesia. Cetakan Pertama.. PT Citra Aditya Bakti. 2002.
Ridwan. Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil. Cetakan Pertama,. Yogyakarta: Uii Press. 2004.
Rivai ,Veithzal. Sofyan Basir; Sarwono Sudarto; Arifiandy Permata Veithzal.
Commercial Bank Management: Manajemen Perbankan Dari Teori Ke Praktik, Edisi 1, Cetakan 1. Jakarta: Rajawali Pers. 2013.
Rustam, Bambang Rianto. Manajemen Risiko Perbankan Syariah Di Indonesia.
Jakarta : Salemba Empat. 2013.
Santio Lubis, Marito. “Analisis Penilaian Karakter, Capital, Kapasitas, Condition Of Economy Dan Syariah Dalam Meminimalisir Resiko Pembiayaan Pada PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Padangsidimpuan” Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan. 2022.
Silvia Mega. “Implementasi Mitigasi Risiko Pembiayaan OTO IB Hasanah Pada Bank BNI Syariah KCP.Serang”. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. 2021.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2008.
Supriyono, Maryanto. Buku Pintar Perbankan. CV Andi Offset : Yogyakarta.
2011
Turmudi, Muhammad. Pembiayaan Mikro BRI Syariah: Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan UMKM oleh BRI Syariah Cabang Kendari, Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam, Vol 2, No 2, Tahun 2017.
Umam, Khaerul. Manajemen Perbankan Syari’ah, Bandung: CV Mustika Setia.
2013.
Yumanita, Diana. Bank Syariah : Gambaran Umum. (Jakarta: Ascarya, 2005).
Yunus, J.L. Manajemen Bank Syariah Mikro. Cetakan Pertama.. Malang: Uin-Mal Ang Press (Anggota Ikapi. 2009.
Yusuf, M. “Analisis Karakter Nasabah Dalam Meminimalisir Resiko Pembiayaan Murabahah. Skripsi. Program Gelar Ahli Madya Perbankan Syariah”
UIN Walisongo. Semarang. 2015.
Zulkifli, Sunarto. Panduan Praktis Perbankan Syariah, Ed. Luthfi Yansyah, Ii.
Jakarta: Zikrul Hakim.2007.
MATRIK PENELITIAN
JUDUL VARIAB EL SUB VARIAB EL INDIKATOR SUMBER DATA METODE PENELITIAN
RUMUS AN MASALAH
Analisis Penilaian Karakter Berbasis Personality Pada Nasabah Dalam Pengelolaan
Risiko
Pembiayaan Mikro Di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi
Rogojampi 2
1. Pengelolaan Risiko Pembiayaan Mikro
Identifikasi risiko
Pengukuran risiko
Pemantauan risiko
1) Mendapatkan seluruh informasi risiko semua sumber.
2) Melakukan analisas terhadap kemungkinan timbulnya risiko 3) Melakukan analisas
secara proaktif, tanpa menunggu timbulnya rsiko yang berlebihan 1) evaluasi secara
berkala terhadap keseuiana asumsi, sumber data dan prosedur.
2) penyempurnaan terhadap system pengukuran risiko.
Melakukan pemantauan dengan evaluasi
1. Informan:
a. Branch Manager Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 b. micro staff c. 2 Nasabah
Yang bersangkutan 2. Dokumentasi
Kepustakaan (Literatur Terkait)
1. Pendekatan Kualitatif 2. Jenis Penelitian:
Field research 3. Lokasi: Bank
Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2 4. Teknik
Pengumpulan Data:
a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi.
5. Teknik Analisis Data:
a. Pengumpulan data
b. penyajian data c. menarik
kesimpulan/veri fikasi
6. Keabsahan data : Trangulasi sumber
1.Bagaimana
Pengelolaan risiko pembiayaan mikro di
Bank Syariah
Indonesia KCP Banyuwangi
Rogojampi 2?
2. Bagaimana penilaian karakter berbasis personality dan kendala dalam menilai karakter berbasis personality dalam pengelolaan risiko pembiayaan mikro di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2?
2. Penilaian Karakter Berbasis Personality
Pengendalian risiko
Kepribadian
Melakukan pertimbangan dan manfaat dari biaya yang dikeluarkkan
a) Tingkah laku b) Watak c) Fikiran d) Perasaan e) Kesatuan dan
harmoni antar elemen kehidupan.
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Pramesti Ayu IslaminingDyah NIM : E20191174
Prodi/Jurusan : Perbankan Syariah/ Ekonomi dan Bisnis Islam Alamat : Jl.Pendidikan No.51 Gg.III, Desa Duduk Sampeyan
RT.10/RW.06, Kec. Duduk Sampeyan, Kab. Gresik
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Analisis Penilaian Karakter Berbasis Personality Pada Nasabah Dalam Pengelolaan Risiko Pembiayaan Mikro Di Bank Syariah Indonesia KCP Banyuwangi Rogojampi 2”. Adalah benar-benar hasil karya saya kecuali kutipan-kutipan yang disebut sumbernya.
Apabila terdapat kesalahan di dalamnya, maka sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab saya.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dan dapat digunakan sebagaimana semestinya.
Jember , 29 Desember 2022
Pramesti Ayu I.D NIM. E20191174