6 Fase 1 penilaian lingkungan dan penanggulangan
6.3 Periode Pascapembangunan
6.3.2 Pengelolaan Sampah dan Pengerukan
114. Proyek JUFMP akan mensyaratkan standar yang tinggi untuk pengelolaan sampah yang terkait dengan jangka waktu pengerukan dan jangka waktu pemeliharaan 6 bulan yang mengiringinya. Sementara tanggung jawab-tanggung jawab tertentu berada pada Kontraktor, hal ini juga melibatkan koordinasi dan kerjasama dengan "pemilik" jalan air terkait/PIU, Dinas Kebersihan Pemerintah DKI Jakarta, dan masyarakat.
115. Berlanjutnya penimbunan sedimen di jalan-jalan air tidak dapat dihindari pascapengerukan JUFMP, karena akan terus ada pengiriman sedimen dan tingkat yang sangat rendah dari jalan-jalan air membatasi pembersihan diri untuk semua jangka waktu kecuali jangka waktu dengan aliran deras. Akan tetapi, praktik sebelumnya (sebelum pengerukan JUFMP) terkait dengan masuknya sampah secara signifikan yang mengurangi kapasitas aliran diharapkan akan jauh berkurang sebagai hasil dari proyek tersebut, meskipun tidak dapat sepenuhnya dicegah. Sehingga pengerukan pemeliharaan secara terus menerus perlu untuk dilakukan. 116. "Pemilik" terkait dari masing-masing jalan air akan bertanggung jawab untuk memantau penumpukan sedimen/profil jalan air dan hubungannya dengan kapasitas aliran. Waktu untuk pengerukan pemeliharaan akan diseimbangkan antara tidak membiarkan situasi memburuk dengan tahap banjir yang meningkat secara signifikan dan tidak melakukan pengerukan dengan sangat sering dan tidak ekonomis. Sehingga pengerukan pemeliharaan akan dilakukan dalam skala yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengerukan JUFMP, baik dari segi jumlah material yang akan diangkat serta area yang akan dikeruk untuk kontrak-kontrak pemeliharaan di masa mendatang. Oleh karena itu, meskipun dampak-dampak yang serupa dengan pengerukan JUFMP akan mungkin terjadi, ukuran dampak-dampak tersebut akan jauh lebih kecil. Penanggulangan dan pemantauan juga akan serupa keadaannya, dengan belajar dari pengalaman JUFMP dan kembali dengan fokus pada mengintegrasikan kegiatan-kegiatan operasional melalui konsultasi dengan masyarakat.
117. Tanggung jawab JUFMP tidak akan dibebankan sampai melewati periode pascapembangunan, meskipun dengan menyediakan sebuah model kerja kepada para pemangku kepentingan jangka panjang yang relevan untuk jangka waktu konstruksi selama sekitar 2 tahun, terdapat kemungkinan bahwa akan ada
36
perbaikan-perbaikan jangka panjang dalam pengelolaan sampah dan pekerjaan-pekerjaan pengerukan pemeliharaan di area-area proyek.
37
Lampiran 1 Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Kontraktor Pengelolaan lingkungan dan sosial (ESM) dianggap penting oleh para pengusul proyek (PMU/PIU). Proyek ini telah menjalani proses AMDAL Indonesia maupun penilaian Bank Dunia. Dalam kaitannya dengan ESM, Kontraktor harus mematuhi:
AMDAL JUFMP terkait yang disetujui untuk lokasi-lokasi pengerukan.
Setiap "Laporan Tambahan" atau laporan serupa yang diberikan sebagai bagian dari dokumen tender/penawaran.
Semua persyaratan sosial dan lingkungan yang ada dalam
dokumen-dokumen Kontrak.
Semua undang-undang, peraturan, dan kebijakan yang terkait, tentang masalah-masalah lingkungan dan sosial di Jakarta.
Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social
Management Plan/ESMP) Kontraktor. Lampiran ini merinci persyaratan untuk
dua jenis ESMP Kontraktor:
o ESMP Kontraktor Pendahuluan, yang harus disusun dan diserahkan sebagai bagian dari penawaran/Tender.
o ESMP Kontraktor Terperinci, yang harus disusun dan diserahkan bersama dengan Rencana Kerja Kontraktor Terperinci dalam jangka waktu yang ditentukan dalam dokumen-dokumen Kontrak (secara nominal 30 hari setelah Pemberian Kontrak).
o Kedua ESMP ini pada dasarnya mencakup aspek-aspek yang sama, perbedaan utamanya adalah pada jumlah rinciannya. Kecuali apabila ditentukan lain, istilah "ESMP Kontraktor" termasuk ESMP Pendahuluan maupun ESMP Terperinci..
Berikut ini merupakan hal-hal yang mengidentifikasi persyaratan minimum untuk "Rencana-Rencana ESM Kontraktor” yang sesuai.
Perpanjangan tanggung jawab. Apabila istilah "Kontraktor" digunakan di bawah ini, istilah tersebut mengacu kepada (para) Kontraktor utama dan semua subkontraktor, sub-subkontraktor, dan lain-lain. Terlepas dari pengaturan subkontraktor apapun yang dibuat, Kontraktor akan tetap bertanggung jawab sepenuhnya kepada Prinsipal untuk pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan sosial yang baik. Selanjutnya, ketika mengajukan para subkontraktor baik dalam penawaran atau selama pelaksanaan Kontrak kepada Konsultan Pengawasan, Kontraktor harus memberikan bukti tertulis dan ditandatangani sebagai bukti bahwa (para) subkontraktor telah mengetahui persyaratan pengaturan-pengaturan lingkungan dan sosial.
Dokumen-dokumen tender harus menunjukkan:
Persyaratan untuk penawar untuk menyusun sebuah "Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Kontraktor Pendahuluan" (ESMP) bersaamaan dengan "Rencana Kerja Pendahuluan" sebagai bagian dari proses tender. Persyaratan untuk kontraktor pemenang untuk menyusun "ESMP Kontraktor
Terperinci" sebagai bagian dari Rencana Kerja Terperinci yang harus diserahkan dalam jangka waktu satu bulan sejak Pemberian Tender dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawasan.
Pada bagian pengalaman Perusahaan dalam Penawaran Teknis, informasi berikut ini harus disertakan:
o Kebijakan-kebijakan perusahaan terkait dengan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta kesehatan dan keselamatan kerja
38
o Arsip-arsip tentang pelaksanaan kebijakan-kebijakan, termasuk setiap audit eksternal/independen atas pelaksanaan tersebut.
o Salinan dari setiap penghargaan atau pengakuan lain untuk kinerja yang "baik"/"istimewa" terkait dengan pelaksanaan aktual atas pengelolaan sosial atau lingkungan dan pemantauan atas kontrak-kontrak pembangunan dalam jangka waktu 5 tahun sebelumnya.
o Sebuah pernyataan yang ditandatangani yang menyebutkan setiap denda yang ditimbulkan dalam jangka waktu 5 tahun sebelumnya yang terkait dengan masalah-masalah lingkungan dan/atau sosial dan/atau
kesehatan kerja. Prinsipal mempertahankan hak untuk
mendiskualifikasi setiap organisasi yang telah terbukti memalsukan pernyataan seperti itu.
o Contoh-contoh Pembangunan rencana-rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan, sosial, dan keselamatan yang telah dikembangkan secara khusus oleh organisasi.
seseorang yang dicalonkan oleh Kontraktor harus memiliki kualifikasi khusus dan pengalaman praktis dalam menerapkan ESM di Kontrak-Kontrak Pembangunan yang serupa. Orang tersebut dapat merupakan seorang individu yang dicalonkan dengan tanggung jawab 100% untuk ESM atau dengan cara lain, tugas ESM dapat dibagi bersama dengan tugas-tugas lain (seperti keselamatan) dengan ketentuan bahwa sekurang-kurangnya 50% dari waktunya disediakan untuk kegiatan-kegiatan ESM. Penentuan skor harus dilakukan sebagaimana yang ditunjukkan dalam bagian tentang penentuan staf.
Proposal keuangan harus mencakup biaya-biaya yang terkait dengan ESM untuk Kontrak Pembangunan sebagai berikut:
o Biaya-biaya yang terkait dengan penyusunan "ESMP Kontraktor" harus dimasukkan sebagai bagian dari setiap pembayaran yang diidentifikasi terkait dengan penyusunan Rencana Kerja Kontraktor.
o Pos-pos "lingkungan dan sosial" khusus lainnya yang disebutkan dalam Jadwal Biaya
o Tanpa pembatasan, biaya-biaya harga satuan harus mencakup semua biaya ESM lain yang terkait dengan pelaksanaan "ESMP Kontraktor" tersebut, Area-Area Pembangunan Sementara, biaya staf ESM, setiap denda atau beban yang dikenakan oleh otoritas pemerintah, menanggapi keluhan-keluhan dari masyarakat, dan apabila diperlukan, memperbaiki pelanggaran-pelanggaran terhadap praktik ESM yang baik dan/atau "ESMP Kontraktor” yang telah disetujui.
Isu-isu lingkungan dan sosial
Isu-isu lingkungan dan sosial yang sering kali saling terkait yang menjadi tanggung jawab langsung Kontraktor dijelaskan berikut ini. Aspek-aspek tersebut juga harus dibaca dalam hubungannya dengan AMDAL-AMDAL, Laporan-Laporan Tambahan, dan lain-lain:
Interaksi masyarakat
Isu ini adalah suatu isu yang umum tetapi menyeluruh, yang terkait dengan aspek-aspek seperti kebisingan dan getaran, lalu lintas, bau tidak sedap/bau busuk, penampilan/keindahan, kebersihan tempat kerja, "tumpahan" sedimen kerukan ke jalan-jalan dan tempat-tempat umum, keselamatan umum, perpindahan fisik yang telah diidentifikasi sebagai isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat. Informasi
39
lebih lanjut tentang masalah-masalah yang diangkat selama konsultasi masyarakat sampai saat ini tersedia dari Prinsipal. Tujuan-tujuan spesifik/persyaratan kinerja ditetapkan dalam isu-isu lain yang mengiringi. Para penawar didorong untuk mengidentifikasi aspek-aspek lain apa saja yang mungkin mereka bahas atau lakukan untuk lebih meminimalkan "gangguan masyarakat" yang merugikan. Selain itu, Peserta Tender dan Kontraktor wajib mengidentifikasi dalam "ESMP Kontraktor" bagaimana mereka akan berpartisipasi dalam pengaturan-pengaturan penyelesaian pengaduan/sengketa masyarakat untuk proyek tersebut. Selanjutnya:
Penawar didorong untuk terlibat dalam proses konsultasi masyarakat selama dilakukannya tender untuk memastikan bahwa apa yang diusulkan dalam ESMP Kontraktor Pendahuluan sejalan dengan kepentingan-kepentingan masyarakat setempat. Proses ini dilakukan atas biaya penawar tersebut. Pada saat diberikannya Kontrak, Kontraktor pemenang diharuskan untuk
terlibat dalam sebuah proses konsultasi masyarakat sebagai bagian dari pengembangan Rencana Kerja Terperinci dan ESMP Terperinci oleh Kontraktor tersebut. Sebuah pos lini dalam jadwal biaya memungkinkan untuk diadakannya suatu pertemuan masyarakat terkait dengan proses ini.
Selama pelaksanaan Kontrak, Kontraktor diharuskan untuk terlibat dalam pertemuan-pertemuan masyarakat lebih lanjut, dengan pos lini dalam Kontrak untuk memungkinkan dilakukannya hal tersebut.
Area-area pembangunan sementara
Gambar-gambar desain jelas menentukan batas-batas dari pekerjaan-pekerjaan permanen yang terutama terkait dengan kanal/saluran air (atau waduk), dan apabila diperlukan, pekerjaan-pekerjaan pembuatan tanggul; di beberapa lokasi, struktur-struktur seperti pompa, gerbang, dan lain-lain juga disertakan. Sebagaimana dinyatakan di tempat lain, Kontraktor wajib menentukan area-area tersebut melalui rencana survei terperinci sebelum dilakukannya setiap aktivitas lainnya di lokasi. Setiap area permanen tersebut juga dapat digunakan untuk tujuan-tujuan yang terkait dengan pembangunan, dengan ketentuan bahwa pengaman-pengaman lingkungan dan sosial yang diperlukan telah diimplementasikan.
Diperkirakan bahwa Kontraktor mungkin ingin atau perlu menggunakan area tambahan untuk tujuan-tujuan sementara seperti, termasuk tetapi tidak terbatas pada, lapangan penyimpanan, kantor dan lapangan pembangunan, dan lain-lain. Area tersebut harus ditentukan sebagai "Area-area pembangunan sementara”. Tanggung jawab untuk menentukan "Area Sementara" berada pada kontraktor Peserta Tender, dan merupakan bagian dari "Rencana ESM Kontraktor" dalam hal penentuan yang jelas atas area-area dan waktu serta durasi yang diperkirakan untuk penggunaan setiap lokasi. Pemilihan area-area harus mempertimbangkan faktor-faktor sosial dan lingkungan dan "ESMP " harus menentukan pengelolaan lingkungan dan sosial spesifik terkait dengan setiap Area Sementara.
Kebisingan dan getaran
Isu kebisingan dan getaran telah diangkat selama dilaksanakannya berbagai kegiatan konsultasi masyarakat sebagai "isu yang menarik.” Pengukuran-pengukuran sebagai bagian dari AMDAL menunjukkan bahwa kebisingan dan getaran tidak selalu memenuhi standar setempat. Diketahui pula bahwa standar-standar tidak selalu memperhitungkan situasi-situasi yang peka budaya seperti waktu sembahyang.
40
Kontraktor Peserta Tender wajib menyebutkan dalam "ESMP " rincian tentang cara Kontraktor mengelola dan memantau kebisingan dan getaran di lokasi. Biaya-biaya yang terkait dengan, misalnya, generator-generator dengan kebisingan rendah, atau penahan-penahan kebisingan harus dianggap sebagai bagian dari peralatan normal dan/atau biaya-biaya penetapan lokasi.
Ahli Teknik, Prinsipal, atau pihak-pihak lainnya atas biaya mereka sendiri dapat melakukan pemantauan kebisingan dan/atau getaran pada setiap saat selama pelaksanaan Kontrak tanpa harus memberitahu Kontraktor terlebih dahulu bahwa pengukuran-pengukuran tersebut akan dilakukan. Jika menurut pendapat Ahli Teknik, baik berdasarkan pengukuran-pengukuran maupun keluhan-keluhan yang dapat dibenarkan dari masyarakat dan/atau otoritas, terjadi kebisingan atau getaran yang berlebihan, Ahli Teknik dapat memerintahkan Kontraktor untuk mematuhi standar yang relevan dan dengan komitmen-komitmen yang dibuat dalam "ESMP " tanpa adanya pembayaran yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan kepatuhan. Lalu lintas
AMDAL dan komentar dari masyarakat telah menunjukkan lalu lintas sebagai isu dalam kaitannya dengan:
Kemacetan
Sumber emisi udara
Sebagai pengangkut material hasil kerukan, sumber potensi tumpahan (lihat selanjutnya)
Kerusakan jalan.
Semua Lalu Lintas Kontraktor wajib (tanpa biaya tambahan pada Kontrak) mematuhi semua peraturan dan persyaratan yang terkait dengan lalu lintas, termasuk tetapi tidak terbatas pada pembatasan waktu operasi, marka, dan kepemilikan sertifikat-sertifikat uji emisi yang berlaku.
Peserta Tender harus menyusun sebuah Rencana Pengelolaan Lalu Lintas Pendahuluan yang mempertimbangkan aspek yang disebutkan dalam AMDAL dan Laporan Tambahan. Perlu ditekankan bahwa Rencana ini membahas isu-isu sosial serta isu-isu yang lebih standar seperti ukuran truk, rute-rute, dan lain-lain.
Kontraktor harus menyusun sebuah Rencana Pengelolaan Lalu Lintas terperinci untuk Kontrak dan memperoleh persetujuan dari Konsultan Pengawasan dan kemudian dari otoritas yang terkait. Rencana Pengelolaan Lalu Lintas akan menjadi bagian dari Rencana Kerja Kontraktor Terperinci dan metode-metode yang diusulkan ESMP untuk meminimalkan potensi dampak-dampak lalu lintas yang merugikan. Biaya-biaya yang terkait dengan penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lalu Lintas dibuat ke dalam biaya-biaya satuan yang terkait dengan pengangkutan material hasil kerukan dan pengangkutan sampah, sesuai keadaan. Bau tidak sedap/bau busuk
AMDAL dan komentar dari masyarakat telah mengidentifikasi bau sebagai isu yang berkaitan dengan bau-bau yang timbul (terutama) dari material yang baru dikeruk. Peserta Tender dan Kontraktor wajib mengidentifikasi dalam "ESMP " metode-metode yang diusulkan untuk meminimalkan bau, bersama dengan standar kinerja
41
yang dapat diukur untuk kepatuhan oleh Konsultan Pengawasan. Biaya-biaya yang terkait dengan kegiatan-kegiatan operasional seperti material penutup, membatasi periode paparan, dan lain-lain, serta pengawasan yang diprakarsai Kontraktor harus dibuat ke dalam biaya-biaya satuan.
Penampilan/keindahan
Mengingat bahwa pengerukan dan kegiatan-kegiatan operasional yang terkait sebagian besar berada di area-area perkotaan dengan bangunan dan berpenghuni, Peserta Tender dan Kontraktor harus menyebutkan secara spesifik metode yang diusulkan untuk mengurangi setiap penurunan penampilan dan keindahan dalam "Rencana ESM ". Ingat bahwa hal ini juga dapat berinteraksi dengan isu-isu keselamatan umum.
Kualitas air
Meskipun diakui bahwa kualitas air di wilayah proyek tersebut buruk, AMDAL dan masyarakat berharap bahwa proyek tersebut tidak akan menyebabkan memburuknya kualitas air secara signifikan. Penyebab-penyebab potensial pemburukan lebih lanjut dapat muncul dari satu atau lebih hal berikut ini: pengeringan sedimen kerukan sebelum diangkut, tumpahnya bahan bakar, minyak, dan pelumas, sanitasi yang tidak benar, kendaraan yang tidak ditangani, dan air cucian di lokasi masuk ke saluran air, gangguan sampah yang mengapung di permukaan, gangguan sedimen berlebihan pada saat masih di bawah air.
Kontraktor Peserta Tender wajib mengidentifikasi dalam "ESMP " metode-metode yang diusulkan untuk melindungi kualitas air. Biaya-biaya yang terkait dengan kegiatan-kegiatan persiapan dan operasional termasuk setiap pemantauan yang diprakarsai Kontraktor akan dibuat ke dalam biaya-biaya satuan.
Konsultan Pengawasan (atas nama pengusul proyek), BPLHD DKI, atau pihak-pihak lainnya atas biaya mereka sendiri dapat melakukan pemantauan kualitas air pada setiap saat selama pelaksanaan Kontrak tanpa harus memberitahu Kontraktor terlebih dahulu bahwa pengukuran-pengukuran tersebut akan dilakukan. Jika menurut pendapat Ahli Teknik, baik berdasarkan pengukuran-pengukuran maupun keluhan-keluhan yang dapat dibenarkan dari masyarakat dan/atau otoritas, terjadi pencemaran air secara berlebihan, maka Konsultan Pengawasan dapat memerintahkan Kontraktor untuk mematuhi standar yang relevan dan dengan komoitmen-komitmen yang dibuat dalam "ESMP " tanpa adanya pembayaran yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan kepatuhan tersebut.
Sanitasi tempat kerja
Peserta Tender dan Kontraktor wajib menyebutkan dalam "ESMP " fasilitas-fasilitas sanitasi yang diusulkan dan praktik-praktik yang akan dilakukan di seluruh Area Pembangunan Sementara dan permanen. Biaya yang terkait dengan kegiatan persiapan dan operasional akan dibuat ke dalam biaya-biaya satuan.
"Tumpahan" sedimen kerukan ke jalan-jalan dan tempat-tempat umum
Berdasarkan kegiatan-kegiatan operasional sebelumnya, masyarakat telah menyatakan kekhawatiran mengenai tumpahan material hasil kerukan dari truk-truk pengangkutan ke jalan-jalan yang mengarah ke lokasi pembuangan di Ancol. AMDAL menyebutkan faktor ini secara khusus, dan RPL/RKL yang telah disetujui mensyaratkan agar langkah-langkah dilakukan untuk mencegah tumpahan secara
42
efektif, serta dibuatnya sebuah program pemantauan untuk memastikan bahwa tumpahan tidak terjadi. Apabila tumpahan terjadi, prosedur-prosedur harus sudah disiapkan untuk memungkinkan dilakukannya pembersihan tumpahan tersebut secara cepat. Telah diketahui bahwa terdapat berbagai metode untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Sebagai tambahan untuk persyaratan tersebut, terdapat syarat-syarat lingkungan khusus terkait dengan lokasi reklamasi/pembuangan Ancol, termasuk syarat bahwa semua kendaraan yang meninggalkan lokasi wajib melewati fasilitas pencucian kendaraan. Karena terdapat beberapa kontraktor yang menggunakan lokasi Ancol, fasilitas pencucian kendaraan bersama harus dibangun dan dioperasikan oleh entitas pengelola CDF Ancol di mana masing-masing Kontraktor diwajibkan untuk mengarahkan semua kendaraannya melalui fasilitas ini. Tidak akan ada biaya untuk penggunaan fasilitas tersebut, namun tidak akan ada klaim untuk setiap keterlambatan disebabkan penggunaan fasilitas tersebut. Apabila Kontraktor berkeinginan untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas khusus untuk penggunaan sendiri oleh Kontraktor tersebut, rencana-rencana dan rincian-rincian harus diberikan kepada Ahli Teknik untuk memperoleh persetujuan. Tidak ada pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk tindakan independen oleh Kontraktor tersebut.
Kontraktor Peserta Tender wajib menyebutkan dalam "ESMP " metode-metode yang diusulkan untuk mencegah terjadinya setiap tumpahan, pemantauan sendiri oleh Kontraktor, dan prosedur-prosedur yang akan digunakan untuk memungkinkan dilakukannya pembersihan secara cepat atas setiap tumpahan yang terjadi, baik yang diidentifikasi oleh Kontraktor atau oleh Ahli Teknik . Biaya-biaya yang terkait dengan hal tersebut harus dibuat ke dalam biaya-biaya satuan
Tanpa mengabaikan paragraf sebelumnya, Konsultan Pengawasan dapat memerintahkan Kontraktor untuk melakukan prosedur-prosedur pembersihan tambahan atau alternatif apabila terjadi tumpahan yang signifikan dan/atau sering dan/atau menyebabkan kerugian bagi masyarakat setempat. Tidak ada biaya tambahan yang akan dibayarkan kepada Kontraktor untuk prosedur-prosedur pembersihan tambahan atau alternatif tersebut. Selain itu, apabila Kontraktor tidak melakukan prosedur-prosedur tersebut secara tepat waktu sebagaimana diperintahkan oleh Ahli Teknik, Konsultan Pengawasan atas kebijaksanaannya sendiri dapat memanggil pihak lain untuk melakukan pembersihan tersebut, dan biayanya akan sepenuhnya dibebankan kepada Kontraktor.
Keselamatan umum
Proyek ini memiliki potensi isu-isu keselamatan umum yang signifikan, area-area pembangunan berada di dalam wilayah perkotaan yang berpenduduk padat, kegiatan-kegiatan operasional melibatkan mesin-mesin berat dan pergerakan material dan peralatan serta banyak kegiatan operasional akan dilakukan pada malam hari. Peserta Tender dan Kontraktor wajib menyebutkan dalam "ESMP " metode-metode yang diusulkan untuk menjaga keselamatan masyarakat. Biaya-biaya yang terkait akan dibuat ke dalam Biaya-biaya-Biaya-biaya satuan.
Tanpa mengabaikan paragraf sebelumnya, Konsultan Pengawasan dapat memerintahkan Kontraktor untuk melakukan langkah-langkah keselamatan tambahan apabila terjadi situasi yang tidak aman. Tidak ada biaya tambahan yang
43
akan dibayarkan kepada Kontraktor untuk langkah-langkah keamanan tambahan tersebut. Selain itu, apabila Kontraktor tidak melakukan prosedur-prosedur tersebut secara tepat waktu sebagaimana diperintahkan oleh Konsultan Pengawasan, Konsultan Pengawasan atas kebijaksanaannya sendiri dapat memanggil pihak lain
untuk melaksanakan langkah-langkah keamanan tambahan dan/atau
memerintahkan kegiatan-kegiatan operasional pengerukan dan pengangkutan untuk dihentikan, dan biayanya akan sepenuhnya dibebankan kepada Kontraktor dan Kontraktor tidak berhak melakukan klaim apa pun dari penghentian paksa kegiatan-kegiatan operasional tersebut.
Pengaduan umum dan penyelesaian sengketa
Suatu persyaratan penting dari Prinsipal dan dari para penyandang dana proyek (Bank Dunia) adalah bahwa harus terdapat mekanisme pengaduan masyarakat dan penyelesaian sengketa yang sesuai. JUFMP keseluruhan akan telah menetapkan mekanisme pengaduan masyarakat terkait dengan proyek pada saat penandatanganan Kontrak Pembangunan, khususnya terkait dengan pemukiman kembali dan ganti rugi untuk "area-area permanen" proyek, dan juga terkait dengan memungkinkan masyarakat setempat untuk menyampaikan komentar-komentar, termasuk keluhan-keluhan, tentang kegiatan-kegiatan terkait proyek agar menjadi perhatian dari instansi dan otoritas setempat. Sebagian besar dari komentar-komentar/keluhan-keluhan tersebut telah dan diharapkan untuk terus berkaitan dengan isu-isu lingkungan dan sosial.
Terkait dengan pemukiman kembali dan ganti rugi sebagaimana dibahas sebelumnya, Kontraktor:
Tidak akan memiliki keterlibatan sama sekali terkait dengan area-area kerja "permanen"
Akan memiliki keterlibatan penuh terkait dengan "Area-Area Pembangunan Sementara”
Peserta Tender dan Kontraktor wajib menyebutkan dalam "ESMP " metode-metode dan pengaturan-pengaturan yang diusulkan untuk penanganan pengaduan masyarakat dan penyelesaian sengketa untuk isu lingkungan dan sosial (selain pemukiman kembali dan ganti rugi). Tersedia berbagai pilihan untuk Kontraktor seperti:
"ketergantungan sepenuhnya terhadap mekanisme-mekanisme pengaduan masyarakat dan penyelesaian sengketa lainnya terkait dengan proyek", bekerja bersama
"mekanisme pengaduan masyarakat dan penyelesaian sengketa dari Kontraktor yang sepenuhnya independen".
Dalam memutuskan pendekatan mana yang akan digunakan, harus dipahami dengan jelas bahwa Prinsipal, melalui Konsultan Pengawasan, diwajibkan dan berkomitmen untuk mempertimbangkan semua komentar (dan keluhan) yang dibuat dengan mekanisme-mekansime pengaduan masyarakat dan penyelesaian sengketa terkait dengan proyek secara keseluruhan. Pendekatan apa pun yang digunakan, semua biaya terkait Kontraktor untuk persiapan dan pemeliharaan akan menjadi bagian dari tarif satuan untuk proyek tersebut.
Lapangan kerja setempat
Bersamaan dengan proyek yang diusulkan, masyarakat setempat telah menyatakan