• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam kehidupan manusia, peran alam tidak perlu dipertanyakan lagi nilai pentingnya. Namun seiring kemajuan peradaban manusia, kerusakan alam justru semakin menjadi. Bahkan era reformasi yang ditujukan untuk perbaikan, ternyata malah menjadi era perusakan terhadap alam yang tidak terkendali. Evoria reformasi dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung mempercepat degradasi sumber daya alam. Demikian pula halnya dengan kebijakan pengembangan ekonomi yang kurang memperhatikan kepentingan sosial dan ekologis. Walaupun tidak dapat dikatakan dalam kondisi prima, ekosistem kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung masih cukup utuh dan layak untuk mendapat perlindungan yang lebih baik lagi.

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang serius dan terstruktur, maka lambat laun kawasan ini juga akan mengalami kerusakan yang cukup parah. Potensi bentang alam karst di kawasan ini bernilai ekonomi tinggi jika dimanfaatkan untuk kepentingan penyediaan bahan tambang Marmer serta bahan baku pembuatan semen. Selain itu juga terdapat potensi tambang Batu Bara (walaupun tidak banyak) di dalam kawasan ini. Demikian pula halnya dengan potensi keanekaragaman hayati di dalamnya yang mempunyai nilai jual cukup tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat domestik dan manca negara.

Hal tersebut merupakan ancaman yang sangat serius terhadap kelestarian ekosistem kawasan Bantimurung Bulusaraung. Potensi kawasan yang begitu

menggiurkan untuk kepentingan peningkatan perekonomian dengan mengeksploitasi sumber daya yang ada, memerlukan upaya-upaya secara serius untuk penanganannya dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara faktor ekonomi, sosial dan ekologis. Dukungan dari berbagai pihak harus tetap dan terus dipupuk agar dapat membendung ancaman kerusakan kawasan. Disinilah peran-peran masyarakat di sekitar kawasan taman nasional menjadi sangat signifikan dan merupakan salah satu kunci keberhasilan perlindungan dan pelestarian kawasan. Sebuah peran yang bisa merupakan dukungan atau bahkan sebaliknya, sebagai ancaman atas kelestarian kawasan.

Sebagai taman nasional definitif baru, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung masih menjadi perdebatan pro-kontra bagi sebagian besar masyarakat di sekitarnya yang secara pasti menjadi penerima ekses terbesar dari penunjukan ini. Dukungan dan kepedulian masyarakat lokal terhadap upaya konservasi kawasan merupakan hal yang sangat diperlukan bagi terwujudnya kelestarian ekosistem dan fungsi kawasan. Untuk tetap menggalang dukungan dari masyarakat, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah adanya suatu bentuk kompensasi atas pembatasan akses masyarakat untuk memanfaatkan secara langsung barang produktif yang selama ini disediakan oleh alam di dalam kawasan taman nasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pembinaan diversifikasi bentuk usaha ekonomi masyarakat. Bentuk usaha ekonomi ini diupayakan untuk tidak berbenturan dengan kepentingan perlindungan dan pelestarian kawasan, sehingga masyarakat dapat berinteraksi secara positif dengan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Memang tidak mudah untuk mewujudkan hal tersebut. Dibutuhkan waktu, tenaga, pemikiran ekstra dan biaya yang tidak sedikit untuk itu. Luasan kawasan dan jumlah populasi masyarakat yang ada di dalam dan sekitar kawasan akan menjadi faktor pembatas. Apabila akan dilakukan secara keseluruhan dalam waktu yang bersamaan, maka upaya ini hanya akan menjadi mimpi yang sulit untuk direalisasikan menjadi sebuah kenyataan. Oleh karenanya, upaya tersebut harus dilakukan secara bertahap dari desa satu ke desa yang lainnya dengan mempertimbangkan tingkat prioritasnya.

Penggalian alternatif kegiatan usaha yang lebih produktif secara ekonomi dan ramah lingkungan adalah salah satu strategi untuk mengurangi gangguan kawasan taman nasional. Pengembangan kapasitas dan keterampilan masyarakat desa di berbagai bidang, baik pengembangan alternatif usaha lain maupun peningkatan kesadaran dan pengetahuan konservasi merupakan strategi implementasinya di lapangan. Melalui pengembangan usaha perekonomian masyarakat, diharapkan akan terbentuk masyarakat yang mandiri dan sejahtera secara sosial ekonomi yang mampu

menjadi pendukung bahkan lebih jauh lagi sebagai pioneer kelestarian kawasan konservasi di sekitarnya.

Tujuan akhir (goal) dari upaya pengembangan usaha ekonomi masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung ini adalah mewujudkan “Masyarakat Desa yang Mandiri Ekonominya dan Peduli Konservasi yang Dapat Menjamin Hutan Lestari”. Tujuan antara yang diharapkan dapat mewujudkan goal tersebut adalah : (1) Mengembangkan jenis-jenis usaha ekonomi lokal produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian alam; (2) Menumbuhkan budaya bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan terciptanya kader-kader di kampung tepi kawasan konservasi yang mampu mengapresiasi dan menjaga kelestarian lingkungan alam sekitarnya; (3) Membangun kesepahaman pengelolaan dan perencanaan bersama mengenai pembangunan desa yang berwawasan lingkungan; serta (4) Meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat sekitar kawasan konservasi, terutama pada generasi muda sebagai tumpuan harapan bangsa di masa depan.

Pengembangan usaha ekonomi masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung akan melibatkan sumber daya desa secara keseluruhan, dengan sasaran utama yaitu : (1) Pemerintah setempat, terutama aparat pemerintahan di tingkat desa selaku salah satu penentu kebijakan; (2) Para tokoh masyarakat di desa bersangkutan sebagai suri teladan masyarakat; (3) Para pelaku perekonomian desa, terutama penangkap kupu-kupu, pengolah aren, petani kemiri, penjual cindera mata, dan lain-lain; (4) Para pemuda desa sebagai penggerak, pengemban dan penentu arah gerak peradaban dan budaya di masa yang akan datang; (5) Para pelajar di tingkat dasar guna menanamkan secara dini pemahaman dan kecintaan terhadap lingkungan; serta (6) Aparat pemerintah terkait, para akademisi, LSM dan kalangan swasta guna memfasilitasi dan memperlancar proses pencapaian tujuan.

Pengembangan usaha ekonomi masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung diharapkan akan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui usaha ekonomi produktif yang mampu bersaing, yang baik secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada menurunnya ketergantungan masyarakat dan tekanan terhadap kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Pada akhirnya, diharapkan akan tercipta suatu kondisi dimana kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung akan terlindungi secara lestari dengan dukungan penuh dari masyarakat yang mantap perekonomiannya, dan kawasan dapat berfungsi sebagai penopang kehidupan secara luas.