• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORI

GAMBARAN UMUM

4.2 Pengembangan Fasilitas di Objek Wisata Sicike-cike

Objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike ini sangat minim fasilitas dan kurangnya perhatian dari dinas terkait Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ada beberapa fasilitas yang sangat diperlukan di objek wisata ini gunanya untuk menarik daya tarik witawan untuk berkunjung ke objek wisata ini.

Untuk masuk ke objek wisata ini tidak ada pungutan retribusi yang dilakukan oleh dinas terkait, hal ini merupakan satu hal yang harus dipertimbangkan oleh dinas terkait untuk menjaga kebersihan objek wisata.

Retribusi dapat berbentuk uang kebersihan atau pun tiket masuk untuk memasuki objek wisata ini.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) juga sudah memiliki pos jika ingin masuk ke objek wisata Sicike-cike ini, namun ada beberapa hal yang harus dibuat oleh dinas terkait guna untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuat peraturan, memberi arahan, memperbanyak pengawasan, menambah petunjuk, memberi arahan untuk sopan di objek wisata dan membuat arahan untuk tidak merusak lingkungan.

Hal yang harus diperlukan untuk menjaga hal yang tidak di inginkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) harus memberikan sosialisasi dan arahan kepada wisatawan yang mau berkunjung ke objek wisata ini. Karena di objek wisata ini, selain dari pemandangan yang indah, danau yang indah, air

terjun yang indah, terdapat juga jenis-jenis tanaman yang harus dilindungi seperti bunga Arnold Reflesia, bunga Anggrek, dan kantong semar. Untuk itu perlu diperbanyak sosialisasi dan arahan kepada para pengunjung untuk menjaga hal hal yang tidak di inginkan yang merusak ekosistem objek Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike ini.

Objek wisata ini juga mempunyai danau yang memiliki kedalaman sekitar kurang lebih 200 M menurut masyarakat setempat, oleh karena itu ada juga hal yang harus dijaga para dinas terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi di lokasi objek wisata ini. Karena biasanya para pengunjung maupun wisatawan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Kekayaan alam yang dimiliki objek wisata ini juga hal yang harus dijaga Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) karena para pengunjung banyak yang tidak mengetahui mana tumbuhan yang di lindungi dan dinas terkait juga perlu melakukan edukasi. Sosialisasi dan Edukasi juga perlu dilakukan dinas terkait kepada para wisatawan maupun para masyarakat setempat untuk menjaga kekayaan alam yang dimiliki objek wisata ini.

Sedangkan untuk fasilitas kamar mandi yang layak juga harus diadakan para dinas terkait berhubung objek wisata ini masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat dan merupakan sejarah marga suku Pak-pak. Oleh sebab itu kamar mandi merupakan salah satu fasilitas yang sangat diperlukan di objek wisata ini untuk menjaga kebersihan dan etika para pengunjung agar tidak membuang air kecil dan besar di sembarang tempat dan tentunya untuk menjaga kenyamanan para wisatawan luar dan lokal yang berkunjung ke objek wisata ini.

Warung juga sangat diperlukan diobjek wisata ini karena objek wisata ini lumayan jauh dari daerah pemukiman dan hanya dapat dilalui dengan jalan kaki.

Tentunya warung ini juga bisa sebagai pelengkap hal-hal yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Warung ini juga harus dapat menyediakan seperti makanan ringan, minuman, mie rebus, mie goreng disamping itu juga berguna untuk menambah kepuasan para pengunjung dan dapat menikmati objek wisata tersebut.

Pondok-pondok kecil adalah hal yang harus di pertimbangkan di sekitar objek wisata ini juga sangat penting bagi para wisatawan dan dapat menarik daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata ini. Pondok kecil ini juga dapat digunakan para wisatawan untuk beristirahat sejenak, menikmati objek wisata, tempat berteduh, tempat manggang-manggang, tempat menyimpan barang dan tentu juga menambah kenyamanan para pengunjung.

Objek wisata ini yang lumayan jauh dari pemukiman warga setempat dan lokasi objek wisata ini yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki membuat para wisatawan yang membawa kendaraan pribadi mobil maupun sepeda motor menjadi berhati-hati dan cemas. Hal ini di kaitkan karena jarak tempat parkir ke lokasi objek wisata harus memarkirkan kendaraan nya di perumahan warga setempat. Untuk itu dinas terkait kedepan nya perlu mempertimbangkan lahan parkir yang aman bagi para wisatawan yang berkunjung. Dengan pengembangan fasilitas di objek wisata tentu akan menambah daya tarik wisatawan dan kenyamanan wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike ini.

Fasilitas yang mendukung wisatawan luar negeri maupun lokal, untuk menambah daya tarik wisatawan luar negeri maupun lokal, sangat diperlukan

beberapa fasilitas agar tempat wisata alam itu dapat dikatakan sebagai tempat wisata alam yang baik adalah sebagai berikut :

1. Toilet bersih.

2. Tempat santai yang nyaman.

3. Ruang hijau yang sesuai.

4. Tempat makan yang bersih 5. Akses jalan yang bagus.

6. Toko oleh-oleh dan souvenir.

7. Tempat menginap yang nyaman.

8. Tempat parkir yang memadai.

9. Mushola yang bersih.

10. Angkutan umum yang memadai.

11. Aturan yang jelas dan tegas.

12. Tempat sampah yang memadai.

13. Petugas keamanan.

14. Instruktur / pemandu.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari kertas karya ini adalah:

Objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike sangat minim fasilitas menjadikan para wisatawan luar dan wisatawan lokal kurang tertarik dengan objek wisata ini. Kamar mandi yang kurang memadai di objek wisata menjadikan para wisatawan kurang nyaman dan fasilitas ini tentunya sangat berguna untuk menjaga kebersihan dan etika para pengunjung agar tidak buang air kecil/besar dengan sembarangan, apalagi objek wisata ini masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat.

Pondok kecil yang masih hanya ada satu disamping danau Sicike-cike membuat para pengunjung yang berkunjung berdesakan mencari tempat berteduh, tempat beristirahat, dan tempat menikmati objek wisata ini. Hal ini perlu dipertimbangkan oleh dinas terkait untuk ke depan nya.

Warung yang seharusnya ada di objek wisata ini karena jarak tempuh yang lumayan jauh dari daerah pemukiman dan hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dari Desa Lae Hole II ke objek wisata. Tentu para pengunjung juga memerlukan beberapa makanan ringan, atau pun minuman ringan untuk melepas dahaga para pengunjung.

Lahan parkir yang belum ada dan juga hal yang harus diperhatikan oleh dinas terkait karena jarak yang lumayan jauh dari objek wisata membuat para pengunjung cemas dengan kendaraan yang diparkir kan di daerah pemukiman

warga. Hal ini perlu diperhatikan agar para pengunjung merasa nyaman meninggalkan kendaraan nya di lahan parkir yang disediakan oleh warga setempat maupun dinas terkait.

5.2 Saran

Dalam penulisan kertas karya ini penulis memberikan saran sebagai berikut:

Penulis berharap dinas terkait yang mengelola objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike ini bekerja sama dengan masyarakat setempat maupun dengan Dinas Pariwisata atau Pemerintah Daerah untuk meningkatkan fasiltas wisata. Peningkatan tesebut meliputi pemahaman standart operasional penggunaan fasilitas wisatawan dan penambahan fasilitas wisata.

Penulis menyarankan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), masyarakat sekitar, pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, BASARNAS, agar bekerja sama dan selalu memberikan solusi maupun edukasi kepada masyarakat setempat dan para pengunjung agar tetap menjaga kelestarian lingkungan, kebersihan, etika dan tata krama saat berkunjung di objek wisata karena objek wisata Sicike-cike ini.

Banyaknya instansi-instansi yang harus ikut menjaga, melestarikan, mempromosikan, meningkatkan objek wisata Sicike-cike ini agar objek wisata ini bisa menjadi salah satu objek wisata yang paling unggul di Kabupaten Dairi.

Instansi terkait juga harus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar dan para pengunjung tentang kekayaan alam Sicike-cike ini agar saling menjaga, saling melestarikan kekayaan alam yang di miliki objek wisata ini.

Dokumen terkait