• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Pengembangan Karir Guru

Pengembangan karir merupakan aktivitas kepegawaian yang membantu

pegawai-pegawai merencanakan karir masa depan mereka di perusahaan agar

perusahaan dan pegawai bersangkutan dapat mengembangkan dirinya secara

maksimum. Salah satu cara mengembangkan karir pegawai adalah melalui

promosi, yakni perpindahan yang memperbesar wewenang dan tangung

jawab karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga

kewajiban, hak, status dan penghasilan semakin besar, dan menyebabkan

kepuasan kerja yang tinggi (Wicaksono, 2013). Handoko (2008: 123) menjelaskan

lebih detail mengenai definisi karir sebagai seluruh pekerjaan (jabatan) yang

ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Jalur karir adalah pola

pekerjaan-pekerjaan berurutan yang membentuk karir seseorang, sedangkan

pengembangan karir adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan

seseorang untuk mencapai suatu rencana karir.

Berdasarkan pengertian yang sudah dijelaskan tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa pengembangan karir adalah suatu perkembangan posisi

pekerjaan seorang karyawan sesuai dengan bidang keahliannya yang secara

44

penerimaan tanggung jawab yang lebih besar serta menimbulkan kepuasan secara

pribadi bagi karyawan.

Pengembangan karir untuk guru diatur dalam Undang-Undang No. 14

Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang standar

nasional pendidikan yang memiliki kewajiban untuk memfasilitasi guru untuk

dapat mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan. Serta sesuai dengan

Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi

Birokrasi No.16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya,

pengembangan profesi guru sebagai salah satu tugas tambahan selain kegiatan

pembelajaran dan tugas lainnya yang relevan dengan fungsi sekolah yang

diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru khususnya dalam

kenaikan pangkat jabatan / fungsional guru.

2.6.1 Manfaat Pengembangan Karir

Pengembangan karir merupakan kebutuhan penting bagi

karyawan-karyawan suatu instansi atau perusahaan, sehingga pemenuhan kebutuhan

mengenai pengembangan karir menjadi kewajiban perusahaan yang harus

dilaksanakan demi mencapai kepuasan karyawan dengan harapan adanya

peningkatan kapasitas kinerja di masa mendatang. Handoko (2008) menyatakan

bahwa terdapat beberapa manfaat yang didapatkan ketika perusahaan memberikan

fasilitas pengembangan karir bagi karyawannya. Manfaat yang didapatkan

diantaranya adalah seperti (1) mengembangkan para karyawan yang dapat

dipromosikan, (2) menurunkan perputaran karyawan, (3) mengungkap potensi

45

memuaskan kebutuhan karyawan, serta (7) membantu pelaksanaan

rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui.

2.6.2 Metode Pengembangan Karir

Di dalam pelaksanaan pengembangan karir, perlu diperhatikan beberapa

metode yang telah diterapkan oleh organisasi/perusahaan. Metode-metode ini

merupakan alur yang harus dipatuhi oleh karyawan dalam upaya pengembangan

karirnya. Hasibuan (2009), mengemukakan beberapa metode yang dipakai untuk

pengembangan karir seseorang berdasarkan kepada sasaran yang ingin dicapai

seperti berikut ini.

1. Sasaran pengembangan karir

a. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis mengerjakan

pekerjaan;

b. Meningkatkan keahlian dan kecakapan memimpin serta mengambil

keputusan atau managerial skill.

2. Metode pengembangan teridiri dari:

a. Metode latihan yang diberikan kepada para karyawan operasional;

b. Metode pendidikan yang diberikan kepada karyawan manajerial.

2.6.3 Faktor-faktor Pengembangan Karir

Pada dasarnya, pengembangan karir di dalam perusahaan atau organisasi

ditujukan sebagai penentu minat dari karyawan sehingga karyawan dapat memilih

dengan sendirinya jenis pengembangan karir yang ingin dijalaninya. Sehingga,

nantinya arah pengembangan karir yang telah diambil oleh karyawan tidak

46

kinerja dari karyawan karena telah memenuhi rasa kepuasan. Namun, terdapat

beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pengembangan karir

yang akan ditempuh oleh karyawan. Hasibuan (2009), memberikan beberapa

faktor yang patut diperhatikan bagi karyawan yang ingin mengembangkan

karirnya. Berikut ini uraian faktor-faktor tersebut.

1. Perlakuan yang adil dalam berkarir

Perlakuan yang adil hanya dapat diwujudkan apabila promosi didasarkan

pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional, dan diketahui

secara luas oleh para karyawan;

2. Kepedulian pada atasan langsung

Para karyawan pada umumnya menambahkan keterlibatan atasan langsung

dalam mengembangkan karir masing-masing. Atas bentuk kepedulian itu,

timbul umpan balik kepada karyawan mengenai potensi yang dapat

dikembangkan dan kelemahan yang perlu segera diatasi;

3. Informasi mengenai berbagai peluang promosi

Pada umumnya para karyawan menginginkan bahwa mereka mendapatkan

akses informasi mengenai promosi jabatan yang tidak diungkapkan;

4. Minat untuk dipromosikan

Pegembangan karir sangat dipengaruhi oleh minat, baik pada bidang

tertentu ataupun pada waktu-waktu tertentu;

5. Tingkat kepuasan

Setiap karyawan memiliki karakteristik tingkat kepuasan yang berbeda-beda

47 2.6.4 Indikator Pengembangan Karir

Beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai upaya pengembangan

karir antara lain adalah seperti yang diungkapkan oleh Handoko (2008:130)

sebagai berikut:

1. Perencanaan karir

Departemen personalia seharusnya memberikan kepada karyawan berbagai

informasi atau arahan dalam merencanakan karir. Departemen personalia

dapat mendorong perencanaan karir melalui penyediaan informasi tentang

berbagai alternatif jalur karir.

2. Pengembangan karir individu

Setiap pegawai harus menerima tanggung jawab atas perkembangan karir

atau kemajuan karir yang dialami. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup: 1)

prestasi kerja yang merupakan kegiatan paling penting untuk memajukan

karir, 2) exposure, berarti menjadi dikenal oleh orang-orang yang

memutuskan promosi, transfer, dan kesempatan-kesempatan karir lainnya,

dan 3) permintaan berhenti, diartikan apabila karyawan melihat kesempatan

karir yang lebih besar di tempat lain.

3. Pengembangan karir yang didukung oleh departemen SDM (Mentors)

Pengembangan karir pegawai tidak hanya tergantung pada pegawai tersebut

48 4. Peran umpan balik terhadap kinerja

Tanpa umpan balik yang menyangkut upaya-upaya pengembangan karir

maka relatif sulit bagi pegawai bertahun-tahun untuk persiapan yang kadang

dibutuhkan dalam mencapai tujuan-tujuan pengembangan karir.

Umpan balik didalam usaha pengembangan karir pegawai mempunyai

beberapa sasaran:

a) Untuk menjamin bahwa pegawai yang gagal menduduki suatu posisi dalam

rangka pengembangan karirnya masih tetap berharga dan akan

dipertimbangkan lagi untuk promosi diwaktu mendatang bila memang

mereka memenuhi syarat;

b) Untuk menjelaskan kepada pegawai yang gagal kenapa mereka tidak

terpilih;

c) Untuk mengidentifikasi apa tindakan-tindakan pengembangan karir spesifik

yang harus mereka laksanakan.