HASIL DAN PEMBAHASAN
E. Pengembangan Karir Dalam Pelaksanaan Promosi Jabatan Di Sekretariat Kabupaten Luwu Utara
Pengembangan karir pegawai dapat dilihat di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara sebagai pertumbuhan kemampuan yang terjadi jauh melampaui apa-apa yang dituntut dalam suatu pekerjaan kebutuhan pengembangan yang spesifik dapat di identifikasi oleh perencanaan sumber daya manusia. Saat ini, lebih banyak pekerjaan memiliki karakteristik dari pekerjaan yang berpahaman (knowledge work). Orang-orang dalam pekerjaan macam ini harus menggabungkan penguasaan dan pengalaman teknis dengan kemampuan untuk bekerja dalam kelompok bersaing para pegawai lainnya, membina hubungan dengan para pegawai lainnya, dan menganalisis latihan praktik dari manajemen secara meningkat.
Promosi Jabatan adalah proses kegiatan pemindahan pegawai/karyawan, dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi serta diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang lebih tinggi dari jabatan yang diduduki sebelumnya. Ada beberapa syarat yang harus diketahui oleh para pejabat karir yang mengalami promosi jabatan antara lain :
1. Pengalaman
Pengalaman pejabat karir adalah jejak karir yang telah dilalui oleh pejabat karir selama bekerja di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara. Pengalaman ini merupakan acuan untuk melakukan rotasi dan dianggap mampu memimpin jabatan yang sudah di amanahkan. Promosi pejabat karir di sekretariat pemerintahan Kabupaten Luwu Utara berdasarkan pengalaman sebagai berikut :
Tabel 1.3 : Promosi pejabat Karir Berdasarkan pengalaman di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara
Pengalaman Karir Jabatan Baru
Kasi. Pengawasan pada Bidang
Kec. Malangke Barat Kab. Luwu Utara
Sekretaris Kecamatan Masamba Kab. Luwu Utara
Kasubag Protokol pada Bagian Humas dan Protokol Kab. Luwu Utara
Sekretaris badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa dan kelurahan kab. Luwu utara Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara belum berdasarkan
pengalaman karir. Promosi jabatan yang dialami oleh kasubag kependudukan, agraria dan kerjasama pada bagian pemerintahan umum Setda Kabupaten Luwu Utara kurang berdasarkan dengan pengalaman karirnya.
Bila dikaitkan dengan peraturan pemerintah nomor 13 Tahun 2002 tentang pengangkatan jabatan struktural dan UU No 43 Tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian pasal 17 ayat 2 tentang pengangkatan pegawai dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan, maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi diarahkan pada pengetahuan, keterampilan serta sikap dan perilaku pegawai itu sendiri.
Profesionalisme yang sesuai dengan kompetensi prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan dalam jabatan merupkan tolak ukur dalam melakukan promosi. Namun realitas di lapangan yakni yang terjadi di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara berbeda dengan aturan dan mekanisme yang diatur dalam UU No 13 tahun 2002 tersebut. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan bapak A.R menyatakan bahwa.
“ dalam pelaksanaan promosi secara keseluruhan di PEMDA Kabupaten Luwu Utara kita lihat pengalaman yang dimiliki oleh pegawai, pengalaman biasanya dari pejabat yang sudah lama bekerja dan biasa juga dilihat dari kompetensi dan perestasi pegawai. Setalah kita melihat secara keseluruhan dari profesionalisme pegawai, pretasi pegawai dan pengalaman kerjanya dan itulah yang menjadi bahan kita untuk melakukan promosi. Promosi jabatan juga kita mengambil dari Pegawai Negri
Sipil yang telah bersyarat secara administrative”(Wawancara 19 Desember 2013).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat digambarkan bahwa promosi pegawai dilihat dari pengalam kerja pegawai dan profesionalisme pegawai serta pretasi pegawai hal ini sesuai dengan syarat pengangkatan jabatan struktural pegawai yaitu berstatus Pegawai Negeri Sipil, Serendah-rendahnya memiliki pangkat satu tingkat dibawah jenjang pangkat yang ditentukan, Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan, Semua unsur penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun terakhir, Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan, Sehat jasmani dan rohani.
Selain persyaratan tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian perlu memperhatikan faktor Senioritas dalam kepangkatan, Usia, Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Jabatan, Pengalaman.
Sesuai dengan hasil pengamatan peneliti di lapangan bahwa promosi pegawai yang dilaksanakan di Sekretariat Pemerintahan Kabupten Luwu Utara belum sesuai dengan pengalaman yang dimiliki hal ini dapat dilihat pada tabel 1.1 di atas menunjukan bahwa promosi yang dilakukan kepada Kasubag Protocol Bagian Humas dan Protocol Setda Kabupaten Luwu Utara tidak sesuai dengan pengalamannya pada jabatan sebelumnya yaitu menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Hal ini tidak sesuai dengan pengalamannya dalam menempati posisi yang ditempati pada jabatan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan bapak AR bahwa :
“ promoasi yang dilakukan terkadang kurang sesuai dengan peraturan yang berlaku, pertimbangan dalam pelaksanaan promosi itu karena ada kedekatan pada pejabat pemerintah yaitu Bupati sehingga biasanya ke SEKDA untuk melakukan promosi pada orang tertentu karena kedekatannya dengan Bupati”(Wawancara 19 Desember 2013).
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukan bahwa terkadang promosi dilakukan tidak sesuai dengan pengalaman orang tersebut namun karena kedekatanya dengan pejabat tertentu yakni Bupati atau pejabat yang lebih tinggi sehingga orang tersebut mendapat jatah promosi pegawai untuk menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya.
2. Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat)
Diklat kepemimpinan yang selanjutnya disebut diklatpim dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural.
Pendidikan dan pelatihan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural disamping syarat lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dan selektif dan harus di ikuti atas dasar penugasan. Oleh karenanya bukan merupakan fasilitas yang bersifat terbuka dan dapat diminta sebagai hak. Keikutsertaan dalam diklat tersebut menjadi salah satu persyaratan bagi pengangkatan dalam jabatan struktural tertentu. Karena jabatan pada dasarnya bukan merupakan sesuatu yang dapat diminta atau dituntut, melainkan merupakan penugasan, maka
keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan bukan pula hal yang dapat diminta atau dituntut.
Sesuai dengan amanah peraturan pemerintah No 13 tahun 2001 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No 100 Tahun 2000 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan struktural pasal 7 menyatakan bahwa :
a. Pegawai Negeri Sipil yang akan atau telah menduduki jabatan struktural harus mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan sesuai dengan kompetensi yang di tetapkan untuk jabatan tersebut.
b. Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi persyaratan kompetensi jabatan struktural tertentu dapat diberikan sertfikat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh instansi pembina dan instansi pengendali serta dianggap telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang di persyaratkan untuk jabatan tersebut.
Hasil temuan penulis di lapangan menunjukan promosi pegawai di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara berdasarkan pertimbangan pendidikan dan pelatihan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1.4 : Promosi Pegawai berdasarkan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara
Pangkat
Sumber : BKDD Kab. Luwu Utara 2013
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa promosi jabatan melalui pelatihan atau diklat di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Promosi jabatan yang dialami oleh penata bagian Adm. Kemasyarakatan dan Kesra Sekretariat
Daerah Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara berjabatan struktural eselon III mengalami promosi dari jabatan sebelumnya yaitu Sekretaris Dinas Pendidikaan Kabupaten Luwu Uatra. Demikian juga dialami oleh Kasubag. Pendayagunaan Aparatur dan Perpustakaan pada Bagian Ortala Setda Kab. Luwu Utara yang berjabatan struktural eselon IV di promosi dari jabatan sebelumnya yaitu staf pada bagian humas dan protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Utara.
Bila dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2002 Tentang pendidikan dan pelatihan jabatan pegawai negeri sipil pasal 9 dan 10 yang menyatakan bahwa diklat kepemimpinan yang selanjutnya disebut diklatpim dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural diklatpim kepemimpinan terdiri dari :
a. Diklatpim tingkat IV adalah diklatpim untuk jabatan struktural eselon IV
b. Diklatpim tingkat III adalah diklatpim untuk jabatan struktural eselon III
c. Diklatpim tingkat II adalah diklatpim untuk jabatan struktural eselon II
d. Diklatpim tingkat I adalah diklatpim untuk jabatan struktural eselon I Sesuai dengan hasil wawancara dengan bapak AK menyatakan bahwa :
“kalau kita melaksanakan promosi banyak hal yang perlu di pertimbangkan, itu sesuai dengan PP No 101 tahun 2002 tentang
pendidikan dan pelatihan, menempati pangkat Pembina itu harus golongan III dan seterusnya dan yang umunya sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan pegawai pada jabatan tertentu baru bisa di promosikan contonya setelah pegawai mengikuti diklat IV untuk eselon V dan memenuhi persyaratan yang lain maka dia layak di promosikan”(Wawancara 19 Desember 2013).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat menujukan bahwa promosi pegawai dengan pertimbangan pendidikan dan pelatihan di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara sudah sesuai dengan prosedur yaitu promosi jabatan yang dilihat dari lulusan diklatpim sesuai dengan eselon dan jabatan.
Berdasarkan pengakuan dari bapak RA yang mengalami promosi Staf pada Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Luwu Utara ke jabatan barunya sebagai Kasubag. Pendayagunaan Aparatur dan Perpustakaan pada Bagian Ortala Setda Kab. Luwu Utara menyatakan bahwa :
“ promosi saya dari jabatan sebelumnya sebagai Staf pada Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Luwu Utara ke Kasubag.
Pendayagunaan Aparatur dan Perpustakaan pada Bagian Ortala Setda Kab. Luwu Utara ini karena saya telah mengikuti Diklat jabatan sehingga saya layak di promosikan”(Wawancara 19 Desember 2013).
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukan bahwa promosi jabatan yang di alami oleh bapak RA dengan pangkat penata muda tingkat I golongan IIIb telah mengkuti diklat IV dan layak di promosikan ke jabatan yang lebih tinggi satu tingkat ke jabatan sebelumnya.
3. Senioritas
Promosi atau kenaikan jabatan dapat diberikan berdasarkan pada masa kerja pegawai. Sistem promosi demikian dikenal sebagai sistem promosi senioritas (seniority), yang berarti bahwa dalam pelaksanaan program promosi masa kerja lebih diutamakan sebagai bahan pertimbangan. Dengan sistem ini pegawai yang memiliki masa kerja paling lama mendapat prioritas untuk memperoleh promosi. Promosi ini berarti pegawai yang memiliki masa kerja paling lama adalah orang yang berhak di promosikan. Adapun alasan-alasan organisasi melaksanakan promosi berdasarkan senioritas yaitu selain sebagai penghargaan atas jasa dan loyalitas pegawai yang bersangkutan juga ada anggapan bahwa pegawai senior memiliki pengalaman yang lebih baik.
Promosi pegawai berdasarkan senioritas di sekretariat pemerintahan Kabupaten Luwu Utara dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1.5: Promosi Pegawai Berdasarkan Senioritas di Sekretariat
Pemerintahan Luwu Utara.
Pembina Tk.I
Sumber: BKDD Kab. Luwu Utara Tahun 2013
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa promosi jabatan di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara sudah sesuai dengan prinsip senioritas dan lama masa kerja pegawai Promosi jabatan yang di alami oleh Kepala LPSE Kab. Luwu Utara ke jabatan barunya sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kab. Luwu Utara yaitu dari berpangkat dan golongan Pembina Tingkat I golongan IVb eselon II dengan masa kerja pegawai sejak tahun 1995. Begitupun promosi pegawai eselon III yang di alami oleh Kepala Bagian Adm.
Kemasyarakatan dan Kesra Setda. Kab. Luwu Utara dari jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Luwu Utara dengan pangkat dan golongan Pembina TK I (IV/b) dengan masa kerja 24 tahun dari masa kerja sejak 1989.
Hal ini didukung dengan hasil wawancara dengan bapak MS BKDD mentatakan bahwa :
“senioritas itu memang dipertimbangkan dalam promosi jabatan, karena kami melihat masa kerja pegawai bersangkutan, kalau mereka bersyarat untuk dipromosikan ya harus dipertimbangkan pula, karena pengalaman pegawai dengan masa kerja yang lebih
dari 17 tahun sampai 20 tahun lebih, itu tidak diragukan lagi pengabdiannya”(Wawancara 20 Desember 2013).
Berdasarkan hasil wawancara di atas promosi pegawai dengan pertimbangan masa kerja juga dilakukan di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara, dengan mempertimbangkan lamanya masa kerja sebagai PNS di Kabupaten Luwu Utara seperti promosi yang dialami oleh Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Kab. Luwu Utara di promosikan ke Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Daerah Kab. Luwu Utara dengan masa kerja salama 27 tahun sejak menjadi PNS di Kabupaten Luwu Utara.
Jadi, kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis bahwa promosi pegawai berdasarkan senioritas masih berlaku di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara, meskipun memiliki kelemahan yaitu pegawai yang paling senior belum tentu merupakan pegawai yang paling produktif.
Namun karena jasa dan masa kerja sehingga layak dipromosikan.
4. Pangkat dan Golongan
Promosi pegawai berdasarkan pangkat dan golongan Pegawai Negeri Sipil/PNS mengacu pada peraturan pemerintah No 100 tahun 2000 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan struktural. PP No 41 tahun 2007 organisasi perangkat daerah Bab VII bagian kedua tentang Eselon Jabatan Perangkat Daerah. Penemapatan Posisi jabatan struktural harus bedasarkan pangkat dan golongan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah. promosi pegawai berdasarkan pangkat dan
golongan di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1.6 : Promosi pegawai berdasarkan Pangkat dan Golongan di Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Utara.
Pangkat dan golongan
Jabatan lama Jabatan baru
Penata Muda Daya Alam Setda Kab. Luwu Utara
Penata (III/c) Kasi. Pemberdayaan Masyarakat Sumber: BKDD Kab. Luwu Utara 2013
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa pelaksanan promosi di Sekretaariat Kabupaten Luwu Utara telah memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan struktural. Promosi Kasubag Adm. Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup pada Bagian Adm. Sumber Daya Alam
Setda Kab. Luwu Utara dari Kepala Seksi Pelayanan Umum Kantor Lurah Kappuna Kec. Masamba Kab. Luwu Utara. Promosi Kasi. Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan pada Kantor Camat Masamba Kab. Luwu Utara ke Kasubag Ketentaraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat pada Bagian Adm. Pemerintahan Umum Setda Kab. Luwu Utara serta promosi yang di alami oleh Kasubid. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa dan Kelurahan pada Bidang Usaha Ekonomi Desa dan Kelurahan BPMPDK Kab. Luwu Utara ke jabatan barunya sebagai Kasubag. Protokol pada Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Luwu Utara.
Sesuai dengan Perka BKN No 12 tahun 2011 menyatakan bahwa syarat jabatan untuk jabatan struktural berdasarkan pangkat dan golongan ruang minimal yang di persyaratkan untuk menduduki suatu jabatan. Hal ini telah di jalankan di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara yaitu kepala sub bagian di promosi dari jabatan lebih rendah di bawahnya satu tingkat. Seperti tabel di atas dapat menunjukan bahwa promosi yang dilakukan oleh pangkat dan golongan penata dan penata muda menduduki posisi jabatan sebagai kepala sub bagian (Kasubag).
Amanah PP no 7 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah bab VIII staf ahli pasal 37 ayat 1 menyatakan bahwa staf ahli gubernur merupakan jabatan struktural eselon IIa dan staf ahli Bupati/Walikota merupakan jabatan struktural eselon IIb maka sesuai dengan hasil penlitian di lapangan menemukan bahwa pegawai dengan pangkat
Pembina TK. I golongan IV/b di promosikan kepala LPSE kabupaten Luwu Utara ke jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kab. Luwu Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak NR menyatakan bahwa :
“Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi pegawai, prestasinya dalam bekerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan misalnya pengalaman, senioritas serta kompetensi yang dimiliki tapi kalau di jabatan struktural itu yang paling di perhatikan adalah pangkat dan golongan pegawai yang bersangkutan”(Wawancara 20 Desember 2013).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat menunjukan bahwa promosi pegawai yang dilaksanakan di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara telah sesuai dengan pertimbangan pangkat dan golongan meskipun tidak semua pegawai yang di promosikan belum memenuhi kriteria itu misalnya promosi yang di alami oleh salah satu pegawai bereselon IVa pangkat dan golongan penata TK.I IIId dari Fungsional pada Dinas Kesehatan Kab. Luwu Utara ke jabatan barunya Kepala UPTD Puskesmas Mappedeceng Kec. Mappedeceng Kab. Luwu Utara hal ini tentu tidak sesuai dengan aturan yang berlaku pada PP no 47 tahun 2007 Bab VII pasal 34 ayat 4 menyatakan bahwa kepala kantor, kepala bagian, sekretaris pada dinas, badan dan inspektorat, kepala bidang dan inspektur pembantu, direktur rumah sakit umum daerah kelas C, direktur rumah sakit khusus daerah kelas B, wakil direktur rumah sakit
umum daerah kelas B, wakil direktur rumah sakit khusus daerah kelas A, dan kepala unit pelaksana teknis dinas dan badan merupakan jabatan struktural eselon IIIa.
F. Pengembangan Karir dalam pelaksanaan Rotasi jabatan di Sekretariat