1.7 Hasil Analisa
1.7.6 Pengembangan Lahan Kawasan Perkotaan Kendal
Merupakan lahan yang diperuntukkan sebagai cadangan pangan wilayah untuk kemandirian pangan. Di Kabupaten Kendal, sebesar 22.666 Ha lahan ditetapkan sebagai lahan LP2B dari luasan total lahan sawah baku sebesar 26.085 Ha. Selisih luas sawah baku yang tidak ditetapkan sebagai LP2B adalah sebesar 3.419 Ha. Untuk Kawasan Perkotaan Kendal, total luasan LP2B adalah seluas 6.128 Ha.
Tabel 16 Luasan LP2B Pada Kawasan Perkotaan Kendal
Kecamatan Luas (ha) LP2B Persentase LP2B Persentase Lahan Terbangun Eksisting
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, 2017
Berdasarkan data di atas, masing-masing kecamatan pada Kawasan Perkotaan Kendal umumnya memiliki persentas LP2B yang cukup besar. Rata-rata luasan LP2B pada masing-masing kecamatan adalah sekitar 20 persen. Jika dibandingkan dengan lahan terbangun eksisting, pada saat ini pemanfaatan lahan pada Kawasan Perkotaan Kendal bahkan lebih didominasi oleh lahan LP2B. Jika dikalkulasikan antara jumlah LP2B dan lahan terbangun eksisting, lahan yang masih dapat dimanfaatkan pada kawasan perkotaan kendal rata-rata masih di atas 50 persen dari total luasan wilayahnya.
Tabel 17 Luasan LP2B dan Kebutuhan LP2B Pada Kawasan Perkotaan Kendal Kecamatan Luas Kecamatan Kaliwungu 835.75 771.00 453.65 Kurang dari target LP2B (317.35) Kecamatan Brangsong 1,387.50 1,215.00 1,087.86 Kurang dari target LP2B (127.14) Kecamatan Pegandon 852.00 744.00 845.80 Lebih dari target LP2B 101.80 Kecamatan Ngampel 1,215.00 1,061.00 1,210.58 Lebih dari target LP2B 149.58 Kecamatan Patebon 1,422.99 1,138.39 1,420.33 Lebih dari target LP2B 281.94 Kota Kendal 1,359.81 1,200.00 1,110.44 Kurang dari target LP2B (89.56)
Sumber : hasil analisis 2017
Gambar 13 Peta Penggunaan Lahan wilayah perkotaan
Terdapat tiga kecamatan yang termasuk ke dalam Kawasan Perkotaan Kendal telah sesuai/lebih dari target LP2B yang ditetapkan oleh pihak kabupaten, sementara tiga lainnya masih kurang dari target yang ditetapkan. Meskipun beberapa kecamatan telah melebihi target LP2B yang ditetapkan, namun lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilindungi dan dilarang dialihfungsikan. Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum atau terjadi bencana.
Kawasan Rawan Bencana
Wilayah perkotaan Kendal memiliki kerawanan terhadap bencana banjir karena posisi geografis wilayahnya yang berada di sekitar garis pantai. Bagian wilayah perkotaan yang rawan terhadap bencana banjir tersebut meliputi Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Patebon, Brangsong hingga Kecamatan Ngampel.
Pertimbangan terhadap kondisi rawan bencana pada kawasan Perkotaan Kendal akan mempengaruhi alokasi aktivitasnya. Meskipun demikian, konsep perencanaan kawasan Perkotaan Kendal tidak akan terlalu dibatasi oleh kerawanan bencana pada wilayahnya. Dengan memperhatikan konsep penanggulangan bencana pada praktek pelaksanaannya. Karena dengan menerapkan konsep tersebut pemanfaatan lahan secara optimal dapat diterapkan pada Kawasan Perkotaan Kendal.
Gambar 14 peta rawan bencana Banjir Wilayah pekrotaan Kendal
Rencana Jaringan Transportasi
Di dalam dokumen Rencana Tata Ruang Kabupaten Kendal Tahun 2014, terdapat beberapa rencana telah disusun terkait dengan fasilitas transportasi. Pada Kawasan Perkotaan Kendal, pemerintah mencanangkan adanya jaringan kereta api komuter, yang akan menghubungkan Kawasan Perkotaan Kendal dengan beberapa wilayah lain seperti Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Tegal. Selain itu juga direncanakan jalur kereta api khusus yang akan menghubungkan kawasan industri pada Kawasan Perkotaan Kendal dengan Kota Semarang.
Rencana stasiun juga akan dikembangkan di Kecamatan Pegandon, sebagai pusat transit dari jaringan rel yang akan dikembangkan.
Selain mengembangkan transportasi berbasis rel, akses transportasi pada Kawasan Perkotaan Kendal juga akan ditunjang dengan akses berupa jalan bebas hambatan (TOL). Jalan tol yang melewati wilayah Kabupaten Kendal direncanakan juga terdapat simpang susun/ interchange, dua diantaranya akan melalui wilayah Perkotaan Kendal, yakni Kecamatan Kota Kendal dan Kecamatan Kaliwungu. Dengan rencana tersebut, kawasan Perkotaan Kendal akan memiliki akses yang lebih baik dengan aktivitas penunjang lainnya. Dalam konsep perencanaan yang akan dikembangkan, salah satu perhatian berkaitan dengan rencana pengembangan jalan Tol adalah interfensi terhadap aktivitas pada lokasi di sekitar gerbang Tol. Aktivitas di sekitaran gerbang Tol akan ditingkatkan untuk mengimbangi volume aktivitas dari gerbang Tol pada Kawasan Perkotaan Kendal.
Untuk rute trayek angkutan umum pada Kawasan Perkotaan Kendal pada dasarnya telah terlayani secara keseluruhan. Pola jalur trayek pelayanan angkutan umum pada kawasan perkotaan Kendal menyebar dari bagian utara hingga ke selatan kawasan. Simpul-simpul trayek pada kawasan perkotaan Kendal tersebar pada Kecamatan Patebon dan Kecamatan Kendal. Kedua kecamatan memiliki rute trayek yang paling banyak jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya.
Layanan angkutan umum pada Kawasan Perkotaan Kendal terlihat belum memiliki pola yang kompak. Beberapa trayek tampak masih terputus pada satu jaringan dan tidak tertutup. Pola pelayanan angkutan umum juga belum ditetapkan. Belum diketahui mana angkutan transportasi utama dan pengumpan. Hal tersebut perlu diperhatikan, agar ke depannya skala pelayanan transportasi umum pada Kabupaten Kendal dapat maksimal.
Gambar 15Peta Rute Trayek Transportasi & Peta Rencana Transportasi Kawasan Perkotaan Kendal
Rencana Kebutuhan Ruang
Kebutuhan ruang adalah salah satu metode untuk mengetahui alokasi ruang yang optimal untuk menampung aktivitas manusia dengan standar tertentu. Alokasi kebutuhan ruang pada wilayah Perkotaan Kendal ini akan berkaitan erat dengan peramalan jumlah penduduk yang telah diperhitungkan di awal. Setelah menghitung pertumbuhan penduduk yang akan terjadi, alokasi untuk ruang hunian penduduk dapat diukur.
Beberapa asumsi yang digunakan adalah :
1. Asumsi untuk jumlah anggota keluarga yang digunakan adalah 5 orang (ayah, ibu dan tiga orang anak)
2. Luas lantai ideal yang diasumsikan adalah sebesar 51m2. Luas ini didapatkan dari perhitungan Acuan dari Data Arsitek, Neufert, Ernst, Jilid I-II
3. Asumsi koefisien dasar bangunan 50%. Nilai ini dianggap nilai KDB paling minimal pada suatu kawasan.
Tabel 18 Kebutuhan Ruang Permukiman Kawasan Perkotaan Kecamatan Luas (ha) Prediksi
20th Jumlah
KK Kebutuhan Kav.
2020 (m2) Kebutuhan Kav.
2020 (Ha)
Kaliwungu 4773 80378 16076 1607560 160,756
Brangsong 3454 56963 11393 1139260 113,926
Pegandon 3112 39130,8 7826 782616 78,2616
Ngampel 3388 32975 6595 659500 65,95
Patebon 4430 58308 11662 1166160 116,616
Kendal 2749 64901 12980 1298020 129,802
Kekompakan Kawasan
Hasil penilaian terhadap kekompakan kawasan Perkotaan Kendal menunjukkan bahwa Kecamatan Kendal dan Kecamatan Patebon memiliki tingkat kekompakan yang paling tinggi, jika dibandingkan dengan empat kecamatan lainnya. Kekompakan pada Kecamatan Kendal sangat ditunjang oleh pusat-pusat aktivitas skala kabupaten yang terpusat pada wilayahnya. Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Brangsong termasuk ke dalam kelas kekompakan sedang. Wilayah yang termasuk ke dalam tingkat kekompakan sedang akan cenderung berkembang, karena memiliki potensi yang cukup besar untuk hal tersebut. Dua kecamatan lainnya termasuk ke dalam tingkat kekompakan rendah.
Di dalam konsep perencanaan yang akan dikembangkan pada Kawasan Perkotaan Kendal, wilayah dengan tingkat kekompakan yang termasuk ke dalam kategori tinggi, akan cenderung dipertahankan. Wilayah yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan adalah wilayah dengan tingkat kekompakan sedang dan rendah. Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong akan memiliki potensi terbesar untuk dikembangkan. Ditunjang dengan adanya rencana pengembangan aktivitas industri pada Kecamatan Kaliwungu yang akan semakin mendorong perkembangan fasilitas pada wilayahnya. Sementara untuk wilayah dengan tingkat kekompakan rendah akan ditingkatkan menjadi kawasan dengan kekompakan sedang.
L A M P I R A N
1.7.2 Keragaman Penggunaan Lahan (Mixed Land Used)
Berikut adalah Peta Penggunaan Lahan yang dirinci perkecamatan :