• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.10 Pengembangan

Dalam bukunya J. Winardi, 2016, menjelaskan bahwa Pengembangan dalam teori manajemen organisasi didefinisikan sebagai pengembangan keorganisasian yang meliputi serangkaian tindakan manajemen puncak suatu organisasi, dengan partisipasi para anggota keorganisasian, guna melaksanakan proses perubahan dan pengembangan dalam organisasi yang bersangkutan, hingga dari kondisi yang sedang berlaku sekarang, melalui proses yang berlangsung dalam waktu, dapat dilaksanakan aneka macam perubahan, hingga pada akhirnya dicapai kondisi yang lebih memuaskan dan lebih sesuai dengan tuntutan lingkungan.

Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas Anoraga, 2007:66. Jika hal ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan

untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skala menengah bahkan menjadi sebuah usaha besar. Maka dari itu, dibutuhkan suatu pengembangan dalam memperluaskan dan mempertahankan bisnis tersebut agar dapat berjalan dengan baik.

Untuk melaksanakan pengembangan bisnis dibutuhkan dukungan dari berbagai aspek seperti bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, SDM, teknologi dan lain-lain.

Pada penelitian ini aspek pengembangan yang diteliti adalah aspek teknologi dengan sejumlah proses yang pada umumnya bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan peluang UMKM di Kota Medan dari sistem pembayaran QRIS.

2.2 Penelititan Terdahulu

Berikut penelitian-penelitian sebelumnya terkait penelitian ini:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

No Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

No Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

No Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

No Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

No Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

Pengembangan UMKM Kota Medan

Pemahaman

Kemanfaatan

Kemudahan

Ekspektasi Pendapatan

Hambatan No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian Variabel Metode Analisis

Hasil Penelitian

pihak luar 5. Persepsi

hambatan

2.3 Kerangka Konseptual Penelitian

Gambar 2.3 Kerangka Konseptual

Konsep dalam penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Model tersebut menyatakan bahwa jika sistem mudah digunakan dan bermanfaat bagi pengguna, maka pengguna sistem cenderung menggunakan sistem tersebut. TAM didasarkan pada Rational Action Theory (TRA) yang diajukan oleh

Fishbein dan Ajzen pada tahun 1975. Di TAM, penerimaan pengguna bergantung pada dua faktor utama, yaitu persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan.

Menurut TAM, utilitas yang dirasakan dan kemudahan penggunaan teknologi akan mempengaruhi niat untuk menggunakan teknologi tersebut. Niat ini kemudian memengaruhi penggunaan teknologi yang sebenarnya. Manfaat yang dirasakan dan kemudahan penggunaan teknologi telah muncul sebagai variabel penting yang mempengaruhi penggunaan teknologi (Davis, 1989).

Penelitian ini bertujuan untuk membangun model berbasis Technology Acceptance Model (TAM) untuk mempelajari dampak penggunaan sistem

pembayaran QRIS terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, menengah di Kota Medan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis mencoba menggunakan beberapa poin kunci dalam model TAM menurut Cabanillas, Fernández, & Leiva, (2014), seperti kemudahan dalam penggunaan (ease of use) dan kemanfaatan (usefulness).

Ekspektasi pendapatan juga akan digunakan sebagai salah satu variabel yang menurut Adhitama (2014: 27) merupakan harapan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Dengan ekspektasi tersebut pelaku UMKM akan berusaha untuk meningkatkan penjualannya dengan mengikuti trend penggunaan sistem pembayaran teranyar seperti QRIS agar penjualan dapat mengalami peningkatan yang signifikan.

Bersamaan dengan hal itu akan digunakan pula variabel pada salah satu penelitian terdahulu (Setiawan, 2020) mengenai QRIS Di Mata UMKM : Eksplorasi Persepsi Dan Intensi UMKM Menggunakan QRIS menemukan bahwa intensi UMKM untuk

menggunakan QRIS dibentuk oleh persepsi tentang kegunaan, kemudahan, pemahaman tentang QRIS. Di sisi lain, pengaruh hambatan yang semakin besar akan menurunkan intensi UMKM untuk menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran.

2.4 Hipotesis

H1 : Pemahaman penggunaan sistem pembayaran QRIS berpengaruh terhadap pengembangan UMKM Kota Medan

H2 : Kemanfaatan penggunaan sistem pembayaran QRIS berpengaruh terhadap pengembangan UMKM Kota Medan

H3 : Kemudahan penggunaan sistem pembayaran QRIS berpengaruh terhadap pengembangan UMKM Kota Medan

H4 : Ekspektasi pendapatan penggunaan sistem pembayaran QRIS berpengaruh terhadap pengembangan UMKM Kota Medan

H5 : Hambatan penggunaan sistem pembayaran QRIS berpengaruh terhadap pengembangan UMKM Kota Medan

29 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis atau Desain atau rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.

Menurut Sugiyono (2017: 80) Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Di mana variabel bebas (variabel independen) dalam penelitian ini adalah penggunaan sistem pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang terdiri dari Pemahaman, Kemanfaatan, Kemudahan, Ekspektasi Pendapatan dan Hambatan, sedangkan variabel terikat (variabel dependen) adalah pengembangan UMKM di Kota Medan.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di wilayah Kota Medan pada bulan Juni 2021 sampai September 2021.

3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2017). Populasi dalam penelitian ini adalah populasi yang tidak diketahui jumlahnya yaitu UMKM yang menggunakan sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Kota Medan.

3.2.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2017).

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik penentu sampel dengan berbagai pertimbangan

tertentu. Dimana sampel ditentukan atas dasar telah memenuhi kriteria tertentu yaitu:

1. Sampel / Responden memiliki hasil penjualan tahunan sesuai ketentuan pada UU No. 20 tahun 2008 yaitu :

• Usaha Mikro : Maksimal Rp. 300 Juta

• Usaha Kecil : Rp. 300 Juta – Rp. 2,5 Milyar

• Usaha Menengah : Rp. 2,5 Milyar – Rp. 50 Milyar

2. Sampel / responden memiliki dan menggunakan sistem pembayaran elektronik berbasis server dengan kode QRIS.

3. Sampel / responden telah menggunakan sistem pembayaran QRIS pada bisnis/usaha yang dijalankan minimal 1 bulan.

Ukuran populasi dalam penelitian ini tidak diketahui jumlahnya dengan pasti, maka besar sampel yang digunakan menurut Purba (Sujarweni, 2015:155) menggunakan rumus sebagai berikut:

𝒏 = 𝒁𝟐 𝟒(𝒎𝒐𝒆)𝟐 Keterangan :

n = Jumlah sampel

Z = 1.96 skor pada tingkat signifikansi tertentu (derajat keyakinan 95%)

Moe = Margin of error (tingkat kesalahan maksimum/mungkin terjadi adalah 10%) Melalui rumus di atas, maka jumlah sampel yang diambil adalah :

𝑛 = 1,962 4 (0,1)2 𝑛 = 96,04

Jadi, jumlah sampel yang diambil adalah 96.04 yang dibulatkan menjadi 100 orang sehingga pada penelitian ini setidaknya harus mengambil data dari sampel sekurang-kurangnya sejumlah 100 Responden.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Studi kepustakaan, merupakan informasi yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi yang relevan dengan penelitian, seperti buku ilmiah, laporan penelitian, karya ilmiah, makalah, dan sumber informasi lain dalam bentuk cetak maupun elektronik.

2. Kuesioner / Angket, merupakan teknik pengumpulan data yang membutuhkan jawaban responden dengan memberikan rangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis (Sugiyono, 2017).

Data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari sejumlah kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah UMKM Pengguna QRIS di Kota Medan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan menggunakan skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang dengan fenomena sosial. Dengan skala likert kemudian faktor-faktor yang diukur dijabarkan menjadi indikator pertanyaan. Balasan Setiap item instrumen yang menggunakan skala likert memiliki sikap dari sangat positif menjadi sangat negatif yang kemudian jawabannya akan dinilai. Dan instrumen penelitian menggunakan skala likert dapat dilakukan dengan checklist atau formulir pilihan ganda. Kemudian data diringkas menggunakan skala Likert yang menggunakan data interval.

Dalam penulisan penelitian kali ini, penulis akan menggunakan skala likert berbebentuk checklist dengan bobot skor sebagai berikut :

Tabel 3.1 Skala Likert

Pilihan Jawaban Arti Jawaban Skor

SS Sangat Setuju 5

S Setuju 4

CS Cukup Setuju 3

TS Tidak Setuju 2

STS Sangat Tidak Setuju 1

3.4 Definisi Operasional

Menurut Sugiono (2017) definisi operasional adalah segala sesuatu dalam bentuk yang harus ditentukan oleh peneliti untuk memperoleh informasi tentangnya dan kemudian menarik kesimpulan.

Terdapat 6 (enam) variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang terbagi menjadi 2 jenis variabel dan masing - masing memiliki definisi operasional dan indikator tersendiri.

1. Variabel Bebas (independent)

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan atau munculnya suatu variabel dependen (Sugiono, 2011).

Variabel independent dalam penelitian ini yaitu : X1 : Pemahaman

X2 : Kemanfaatan X3 : Kemudahan

X4 : Ekspektasi Pendapatan X5 : Hambatan

2. Variabel Terikat (dependent)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau merupakan hasil dari variabel bebas (Sugiyono, 2011).

Variabel independent dalam penelitian ini yaitu Pengembangan UMKM di Kota Medan (Y).

Tabel 3.2

Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Indikator

Pemahaman

1. Pengguna paham apa itu sistem pembayaran QRIS.

2. Pengguna mengetahui cara penggunaan sistem pembayaran

2. Meningkatkan efektivitas.

3. Membuat Pekerjaan lebih mudah.

4. Menambah Produktifitas.

Kemudahan (X3)

Tingkat kemudahan penggunaan teknologi

1. Mudah mahir dalam menggunakan teknologi tersebut.

2. Teknologi yang digunakan sangat mudah dipelajari.

3. Teknologi yang digunakan sangat mudah untuk dioperasikan.

1. Harapan peningkatan jumlah pembeli.

2. Harapan Mendapatkan penghasilan lebih dari sebelum menggunakan QRIS.

Hambatan (X5)

Sesuatu hal yang dapat menghambat kemajuan atau pencapaian.

1. Kondisi jaringan internet.

2. Beban biaya transaksi.

3. Batasan limit transaksi.

Pengembangan

1. Pertumbuhan produksi 2. Pertumbuhan penjualan 3. Pertumbuhan pendapatan 4. pertumbuhan laba

Variabel Definisi Indikator Kota Medan dari sistem

pembayaran QRIS.

3.5 Analisis Data

3.5.1 Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas bertujuan untuk mengukur valid tidaknya kuesioner (Ghozali, 2011). Menurutnya, pembuktian uji validitas diperoleh dengan cara mengkorelasikan skor individu setiap pernyataan dengan skor total variabel. Jika korelasi antara masing-masing variabel dengan keseluruhan variabel kurang dari taraf signifikansi 0,01 atau 0,05 maka variabel tersebut dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator variabel atau struktur. Untuk menganalisis reliabilitas, pertama lakukan pengukuran, kemudian bandingkan hasilnya dengan pertanyaan lain, atau gunakan SPSS (yaitu uji Cronbach Alpha (α)) untuk mengukur korelasi antara jawaban pertanyaan. Jika nilai Cronbach Alpha suatu struktur atau variabel > 0.6 maka struktur atau variabel tersebut dianggap reliabel (Ghozali, 2011).

3.5.2 Analisis Regresi Liner Berganda

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang terdiri dari

Pemahaman (X1), Kemanfaatan (X2), Kemudahan (X3), Ekspektasi Pendapatan (X4) dan Hambatan (X5) terhadap pengembangan UMKM di Kota Medan (Y). Model persamaan Regresi Linier Berganda yang digunakan dengan formula sebagai berikut.

Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + ei

Dimana :

Y = Pengembangan UMKM Kota Medan X1 = Pemahaman

X2 = Kemanfaatan X3 = Kemudahan

X4 = Ekspektasi Pendapatan X5 = Hambatan

b0 = Konstanta

b1-b5 = Koefisien Regresi ei = Error Term

3.5.3 Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda perlu dilakukan pengujian asumsi klasik sebagai persyaratan dalam analisis agar model regresi dapat menjadi alat estimasi yang tidak bias. Uji asumsi klasik meliputi:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali, 2018). Uji normalitas data bertujuan untuk mendeteksi distribusi data dalam satu variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data distribusi normal. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (Ghozali, 2018). Untuk mendeteksi multikolinieritas pada suatu model dapat dilihat jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) ≥ 10 atau nilai Tolerance ≤ 0,10.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas (Ghozali, 2018). Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan analisis grafik melalui grafik Scatterplot yaitu titik-titik menyebar secara acak di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y (Ghozali, 2018). Melalui

analisis statistik dilakukan dengan uji Glejser, dengan kriteria probabilitas signifikansinya sebesar > 0,05 maka suatu data dikatakan terbebas dari penyimpangan heteroskedastisitas (Ghozali, 2018).

3.5.4 Uji Hipotesis

a. Uji Parsial (Uji t)

Uji signifikan atau uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen (X1, X2, X3, dan...) terhadap variabel dependen (Y) secara individual (parsial) dengan asumsi bahwa variabel yang lain tetap atau konstan (Gujarati, 2009).

Adapun langkah-langkah dalam uji t adalah : 1) Merumuskan hipotesis

Ho : βi ≤ 0 (Variabel independen tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependen)

Ha : βi > 0 (Variabel independen berpengaruh secara positif signifikan terhadap variabel dependen)

Dengan derajat kebebasan (degree of freedom) yaitu : df = n-k, di mana n adalah jumlah sampel dan k adalah konstanta.

2) Menentukan kriteria pengujian

Penelitian ini menggunakan uji satu sisi kanan dengan taraf signifikan (level of significant) α 5% dan daerah penolakannya berada di sisi kanan kurva yang luasnya α.

a) Bila probabilitas t-statistik > 0,05, maka Ho didukung, artinya tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

b) Bila probabilitas t-statistk < 0,05, maka Ho tidak didukung, artinya ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

b. Uji Simultan (Uji F)

Uji signifikan atau uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan variabel independen (X1, X2, dan...) terhadap variabel dependen (Y) (Gujarati, 2009).

Adapun langkah-langkah dalam uji F adalah : 1) Merumuskan hipotesis

Ho : βi = 0 (Variabel independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen)

Ha : βi ≠ 0 (Variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen)

2) Menentukan kriteria pengujian

Penelitian ini menggunakan uji satu sisi kanan dengan taraf signifikan (level of significant) α 5% dan daerah penolakannya berada di sisi kanan kurva yang luasnya α.

a) Bila probabilitas F-statistik > 0,05 maka Ho didukung, artinya tidak ada pengaruh secara simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

b) Bila probabilitas F-statistk < 0,05 maka Ho tidak didukung, artinya ada pengaruh secara simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen dalam menerangkan secara komprehensif terhadap variabel dependen serta pengaruhnya secara parsial. Nilai koefisien determinasi (R2) mempunyai range antara 0-1. Semakin besar R2 mengindikasikan semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

41 BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini merupakan hasil analisis penelitian dan pembahasan mengenai

“Pengaruh Penggunaan Sistem Pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) Terhadap Pengembangan UMKM Kota Medan”. Pembahasan hasil penelitian ini dimulai dari Uji validitas, karakteristik responden, analisis deskriptif (deskripsi variabel penelitian) dan kemudian dilanjutkan dengan pengujian hipotesis.

Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada responden penelitian, yaitu UMKM di Kota Medan. Dalam penelitian ini disebarkan 100 kuesioner pada 100 responden. Kuesioner yang dikembalikan sebanyak 100 eksemplar, sehingga respon rate-nya sebanyak 100,0%. Kuesioner yang terjawab lengkap dan layak dianalisis

dalam penelitian ini sebanyak 100 kuesioner.

Rincian perolehan kuesioner dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi data. Setelah data terkumpul, kemudian data diedit (editing), diberi kode (coding), dan ditabulasikan (tabulating). Untuk selanjutnya dianalisis dengan bantuan program statistik komputer SPSS for Windows.

4.1 Analisis Data

4.1.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Hasil Uji Validitas Instrumen

Berikut ini hasil pengujian validitas instrumen penelitian yang di dalam Tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Item-item Variabel Independen Indikator rxy r-tabel Sig Keterangan

X1.1 0,855 0,4438 0,000 Valid X1.2 0,749 0,4438 0,000 Valid X1.3 0,720 0,4438 0,000 Valid X2.1 0,829 0,4438 0,000 Valid X2.2 0,876 0,4438 0,000 Valid X2.3 0,861 0,4438 0,000 Valid X2.4 0,867 0,4438 0,000 Valid X3.1 0,716 0,4438 0,000 Valid X3.2 0,575 0,4438 0,008 Valid X3.3 0,856 0,4438 0,000 Valid X3.4 0,833 0,4438 0,000 Valid X4.1 0,904 0,4438 0,000 Valid X4.2 0,792 0,4438 0,000 Valid X4.3 0,935 0,4438 0,000 Valid X4.4 0,745 0,4438 0,000 Valid X5.1 0,674 0,4438 0,001 Valid

X5.2 0,714 0,4438 0,000 Valid X5.3 0,571 0,4438 0,009 Valid Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Dari Tabel 4.1 tersebut di atas dapat diketahui bahwa nilai rxy > r-tabel (0,4438) dan sig. < 0,05, sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item pertanyaan pada variabel Independen valid. Sedangkan uji validitas variabel Dependen dapat dilihat pada Tabel 4.2. berikut ini.

Tabel 4.2

Hasil Uji Validitas Item-item Variabel Dependen Indikator rxy r-tabel Sig. Keterangan

Y1.1 0,854 0,4438 0,000 Valid Y1.2 0,819 0,4438 0,000 Valid Y1.3 0,840 0,4438 0,000 Valid Y1.4 0,813 0,4438 0,000 Valid Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Dari Tabel 4.2 tersebut di atas dapat diketahui bahwa nilai rxy > r-tabel (0,4438) dan sig. < 0,05, sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item pertanyaan pada variabel Dependen adalah valid.

4.1.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Berikut ini hasil uji reliabilitas instrumen penelitian.

Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Nilai Kritis Keterangan

Variabel Independen 0,680 ≥ 0,60 Reliabel

Variabel Dependen 0,851 ≥ 0,60 Reliabel

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Dari Tabel 4.3 tersebut di atas dapat diketahui bahwa koefisien Cronbach's Alpha >

0,60, sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item pertanyaan pada variabel penelitian adalah reliabel.

4.2 Deskripsi Data Penelitian 4.2.1 Karateristik Responden

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100 reponden, maka dapat diidentifikasikan mengenai karakteristik responden sebagai berikut:

a. Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut :

Tabel 4.4

Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 80 80,0%

2 Perempuan 20 20,0%

Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah Laki-laki sebanyak 80 responden atau 80,0% dan Perempuan sebanyak 20 responden atau 20,0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar Kepemilikan UMKM di Kota medan yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini adalah Laki-laki.

b. Umur

Berdasarkan umur, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan pada tabel 4.5 sebagai berikut:

Tabel 4.5 Umur Responden

No Umur Jumlah Persentase

1 20-30 Tahun 9 9.0%

2 31-40 Tahun 18 18.0%

3 41-50 Tahun 35 35.0%

4 > 50 Tahun 38 38.0%

Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah kebanyakan berusia >50 tahun sebanyak 38 responden atau 38,0% dan sebagian kecil berusia 20-30 tahun sebanyak 9 responden atau 9.0%. Hal ini

menunjukkan bahwa dari segi umur kepemilikan UMKM di Kota Medan yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini berusia Tua.

c. Jenis Usaha

Berdasarkan jenis usaha, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6

Jenis Usaha Responden

No Jenis Usaha Jumlah Persentase

1 Jasa 4 4.0%

2 Dagang 19 19.0%

3 Kuliner 77 77.0%

Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian besar bergerak dalam bidang usaha Kuliner yaitu sebanyak 77 responden atau 77%, dan sebagian kecil bergerak dibidang jasa sebanga 4 responden atau 04,0%, sedangkan yang bergerak diusaha dagang sebanyak 19 responden atau 19,0%. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM pengguna QRIS di Kota medan paling banyak bergerak dalam Usaha Kuliner.

d. Pendapatan Usaha Tahunan

Berdasarkan Pendapatan Usaha Tahunan, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan pada tabel 4.7 sebagai berikut:

Tabel 4.7

Pendapatan Usaha Tahunan Responden

No Pendapatan Jumlah Persentase

1 Maksimal Rp. 300 Juta 81 81.0%

2 Rp. 300 Juta – Rp. 2,5 Milyar 19 19.0%

Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian berpenghasilan Maksimal Rp.300,000,000 (Tiga ratus Juta Rupiah) yaitu sebanyak 81 usaha atau 81,0% dan 19 usaha atau 19,0%

berpenghasilan Rp. 300 Juta-Rp. 2,5 Milyar. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM di Kota medan paling banyak didominasi oleh usaha mikro.

e. Mitra Penjualan Digital Usaha

Berdasarkan mitra penjualan digital usaha, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan pada tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8

Mitra Penjualan Digital Usaha Responden No Mitra Jumlah Persentase

1 Grab 22 22.0

2 Gojek 1 1.0

3 Grab dan Gojek 44 44.0

4 Tidak Bermitra 33 33.0 Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.8 dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian bermitra dengan Grab dan Gojek sebanyak 44 responden atau 44,0%. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM di Kota medan paling banyak bermitra dengan Gojek dan Grab.

f. Lama Usaha Menggunakan QRIS

Berdasarkan Lama Usaha Menggunakan QRIS, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan pada tabel 4.9 sebagai berikut:

Tabel 4.9

Laba Usaha Menggunakan QRIS

No Lama Menggunakan Jumlah Persentase

1 1 – 6 Bulan 7 7.0

2 6 – 12 Bulan 9 9.0

3 Lebih dari 12 Bulan 84 84.0

Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.9 dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian telah menggunakan sistem pembayaran QRIS lebih dari 12 Bulan.

Hal ini menunjukkan bahwa UMKM di Kota medan sebagian besar telah menggunakan QRIS Lebih dari 1 Tahun.

g. Pendapatan dari QRIS dalam 1 Bulan

Berdasarkan Pendapatan dari QRIS dalam 1 Bulan, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan pada tabel 4.10 sebagai berikut:

Tabel 4.10

Pendapatan dari QRIS dalam 1 Bulan

No Pendapatan Jumlah Persentase

1 < Rp 1.000.000 39 39.0

2 Rp 1.000.001 – Rp 2.000.000 50 50.0 3 Rp 2.000.001 – Rp 3.000.000 7 7.0 4 Rp 3.000.001 – Rp 4.000.000 1 1.0

5 > Rp 4.000.000 3 3.0

Total 100 100,0%

Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian mengumpulkan pendapatan dari penggunaan QRIS dalam 1 Bulan Rp 1.000.001 – Rp 2.000.000 yaitu sebanyak 50 responden atau 50,0%. Hal ini menunjukkan bahwa ssstem pembayaran dengan QRIS dapat menjadi alternatif pembayaran yang menghasilkan dan membantu UMKM di Kota Medan.

4.3 Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, jawaban dari responden telah direkapitulasi kemudian dianalisis untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) terhadap pengembangan

UMKM Kota Medan. Ansalisis data ini melalui dua tahap, yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Adapun kategori dari masing-masing interval adalah sebagai berikut :

Tabel 4.11 Interval Skala

Interval Keterangan

1,00 s/d 1,79 Sangat Buruk

1,80 s/d 2,59 Buruk

2,60 s/d 3,39 Cukup Baik

3,40 s/d 4,19 Baik

4,20 s/d 5,00 Sangat Baik Sumber : Data Primer Diolah, 2021.

4.3.1 Variabel Pemahaman (X1)

Berikut ini penilaian responden terhadap Pemahaman : Tabel 4.12

Penilaian Responden terhadap Pemahaman

No. Item Variabel Mean Kategoris

1. Saya memahami sistem pembayaran dengan

QRIS 4,15 Baik

2. Saya memahami cara penggunaan sistem

pembayaran QRIS untuk bertransaksi 4,71 Sangat Baik

pembayaran QRIS untuk bertransaksi 4,71 Sangat Baik

Dokumen terkait