• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER PADA MATERI POKOK UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN

Danang Trisaksono, Sukarmin Abstrak

Telah dilakukan penelitian pengembangan untuk mengetahui kelayakan media interaktif berbasis komputer yang dikembangkan pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran. Kelayakan media ditinjau dari respon guru terhadap kesesuaian materi yang diajarkan dengan media, kejelasan dalam menyajikan konsep, tampilan gambar, animasi sebagai ilustrasi dalam media dan respon siswa terhadap tampilan media, kemudahan pengoperasian media, ketertarikan terhadap media, kemudahan dalam memahami materi pelajaran yang didukung dari hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Sasaran dari penelitian ini adalah media interaktif berbasis komputer pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran dengan responden guru sains dan siswa. Penelitian ini mengacu pada model 4-D (four-D models) dan hanya dibatasi pada tiga tahap, yaitu: 1) tahap pendefinisian (define) yang terdiri dari analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan spesifikasi tujuan pembelajaran; 2) tahap perencanaan (design) yang terdiri dari penyusunan naskah dan desain awal media komputer; 3) tahap pengembangan (develop) yang terdiri dari telaah oleh dosen dan guru serta uji coba terbatas kepada tiga guru sains dan sepuluh siswa SMP Negeri 2 Gedangan Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Media interaktif yang dikembangkan telah memenuhi indikator sebagai berikut: 1) respon guru sains terhadap media dengan rata-rata penilaian sebesar 90%; 2) respon siswa terhadap media dengan rata-rata penilaian sebesar 81,62%.

Kata Kunci: Kelayakan media, Media interaktif berbasis komputer, Unsur, senyawa dan campuran.

Pendahuluan

Seiring semakin canggihnya dunia teknologi mikroelektronika, peran komputer dalam dunia pendidikan tidak dapat diabaikan begitu saja. Komputer diharapkan tidak hanya digunakan sebagai sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran karena proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menghafal pengetahuan. Dengan perangkat lunak suatu informasi atau materi dapat dibuat seinteraktif mungkin sehingga siswa dapat menjadi “aktif” bermain-main dengan informasi. Hal lain yang menarik lagi adalah perangkat lunak untuk pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa. Hal ini memungkinkan siswa untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki (Suntoro, 2001).

Kurikulum sains disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan sains secara rasional. Diharapkan pendidikan sains ini dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Salah satu ilmu yang dipelajari dalam pendidikan sains adalah ilmu kimia. Ilmu kimia merupakan salah satu cabang Ilmu

Pengetahuan Alam (IPA) yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Pada hakekatnya ilmu ini mempelajari tentang materi dan energi yang menyertainya.

Unsur, senyawa dan campuran merupakan salah satu materi pokok ilmu kimia yang ada di dalam pendidikan sains. Kompetensi dasar yang ingin dicapai dalam materi pokok ini adalah siswa dapat membedakan sifat unsur, senyawa dan campuran.

Pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam mempelajari materi pokok ini adalah lebih mengenalkan siswa pada lingkungan sekitar. Media yang berisikan teori yang diselingi dengan contoh-contoh yang mampu divisualkan diharapkan mampu membantu siswa dalam memahami materi, mengingat siswa masih berada dalam masa transisi dari tahap konkrit ke formal (teori perkembangan kognitif).

Pengajar tidak hanya perlu secara terus menerus memperbaruhi penguasaan materi yang akan diajarkan tapi juga dituntut untuk mampu menyampaikan materi.

Pengajar juga dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia yang tidak menutup kemungkinan fasilitas-fasilitas tersebut sesuai dengan perkembangan jaman.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1) bagaimanakah kelayakan media interaktif berbasis komputer yang dikembangkan pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran dilihat dari respon guru, 2) bagaimanakah kelayakan media interaktif berbasis komputer yang dikembangkan pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran dilihat dari respon siswa.

Sasaran Penelitian

Sasaran dari penelitian ini adalah media interaktif berbasis komputer pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran yang dikemas dalam bentuk uraian materi dan latihan soal-soal, sedangkan yang bertindak sebagai responden adalah tiga guru sains dan sepuluh siswa SMPN 2 Gedangan Sidoarjo.

Rancangan Penelitian

Media pembelajaran dengan materi pokok unsur, senyawa dan campuran ini diujicobakan secara terbatas pada satu kelompok kecil. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi pada model pengembangan perangkat pembelajaran menurut Thiagarajan, S.Semmel,P.P, dan Semmel, M.I (dalam Ibrahim, M, 2001) yaitu model 4-D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Define (pendefinisian), Design (desain), Develop (pengembangan), Disseminate (diseminasi).

Analisis Siswa

Analisis Tugas Analisis Konsep Define

Perumusan Tujuan pembelajaran

Penyusunan Naskah

Design Desain Awal Media Komputer

Telaah Media Komputer (Ahli Media)

Analisis Hasil Telaah I

Revisi I

Telaah Media Komputer (Guru sains)

Analisis Hasil Telaah II Develop

Revisi II

Validasi (Guru sains) Uji coba terbatas (siswa)

Analisis Hasil Validasi dan Uji coba Terbatas

Laporan

DIAGRAM MODEL 4-D (IBRAHIM, M, 2001)

1. Tahap pendefinisian (Define)

Tujuan tahap ini adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Tahap ini dilakukan analisis tujuan dari materi pokok yang akan dikembangkan perangkatnya, ada 4 tahap yaitu analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembelajaran.

a. Analisis siswa

Analisis ini dilakukan dengan memperlihatkan ciri, kemampuan, dan pengalaman siswa. Analisis ini meliputi karakteristik siswa antara lain:

kemampuan akademik, usia, keterampilan psikomotor, dan sebagainya.

b. Analisis tugas

Analisis ini dilakukan dengan me-rinci isi mata pelajaran dari media yang akan dikembangkan dalam bentuk garis besar. Analisis ini mencakup struktur isi.

c. Analisis konsep

Dalam tahap ini dilakukan pengidentifikasian konsep-konsep utama yang akan diajarkan. Hasil analisis konsep ini berupa peta konsep.

d. Perumusan tujuan pembelajaran

Dalam tahap ini dilakukan pengkonversian hasil analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan pembelajaran khusus. Tujuan ini selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan media.

2. Tahap desain (Design)

Pada tahap ini dilakukan perancangan media pembelajaran. menyusun naskah dan mendesain media pembelajaran yang bersifat interaktif. Langkah-langkah yang dilakukan adalah:

a. Menyusun naskah yang akan disajikan ke dalam media interaktif berbasis komputer.

b. Memasukkan naskah yang berupa materi pokok dan soal-soal evaluasi ke dalam media berbasis komputer dengan menggunakan perangkat lunak macromedia flash MX 2004.

3. Tahap pengembangan (Develop)

Tahap pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari ahli media dan guru. Tahap ini meliputi:

a. Telaah media komputer (oleh ahli media)

Media yang sudah rancang kemudian ditelaah oleh ahli media. Data hasil telaah media digunakan untuk mendapatkan saran dan masukan dari ahli media.

b. Analisis dan revisi I

Analisis dan revisi dilakukan sesuai dengan saran dan masukan dari penelaah I.

c. Telaah media komputer (oleh guru sains)

Media yang sudah mendapatkan revisi dari penelaah I kemudian ditelaah lagi oleh guru sains sains SMPN 1 Jogoroto Jombang. Data hasil telaah media digunakan untuk mendapatkan saran dan masukan dari guru sains.

d. Analisis dan revisi II

Analisis dan revisi dilakukan sesuai dengan saran dan masukan dari penelaah II.

e. Validasi media (oleh guru) dan Uji coba terbatas (oleh siswa)

Media yang telah mendapatkan revisi dari penelaah II kemudian divalidasi oleh tiga guru sains dan diujicobakan pada kelompok kecil yang terdiri dari sepuluh siswa. Tiga guru sains dan sepuluh siswa berasal dari SMPN 2 Gedangan Sidoarjo.

f. Analisis hasil validasi, uji coba terbatas dan laporan

Data hasil validasi dan uji coba kemudian dianalisis dan diperoleh hasil kelayakan media.

Pencapaian Kelayakan Media Interaktif Berbasis Komputer

Indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui kelayakan media berbasis komputer pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran antara lain:

1. Respon guru sains terhadap kesesuaian materi yang diajarkan dengan media, kejelasan dalam menyajikan konsep, tampilan gambar dan animasi sebagai ilustrasi dalam media. Media dikatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran jika rata-rata penilaian guru sains terhadap media sebesar > 61% (Riduwan, 2005).

2. Respon siswa terhadap tampilan media, kemudahan dalam pengoperasian media dan ketertarikan terhadap media (didukung oleh aktivitas siswa yang positif selama menggunakan media), kemudahan dalam memahami materi pembelajaran yang ada dalam media (didukung oleh hasil belajar siswa dengan menggunakan media).

Media dikatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran jika rata-rata penilaian siswa terhadap media sebesar > 61% (Riduwan, 2005).

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dari uraian latar belakang diatas ada dua rumusan masalah, yaitu: 1) bagaimanakah kelayakan media interaktif berbasis komputer yang dikembangkan pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran dilihat dari respon guru, 2) bagaimanakah kelayakan media interaktif berbasis komputer yang dikembangkan pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran dilihat dari respon siswa.

Uji Coba terbatas terhadap media komputer dengan materi pokok unsur, senyawa dan campuran dilakukan kepada sepuluh siswa SMPN 2 Gedangan Sidoarjo.

Uji coba dilaksanakan di luar jam sekolah pada tanggal 11 November 2006 di laboratorium komputer SMPN 2 Gedangan Sidoarjo sedangkan untuk validasi media oleh guru sains dilaksanakan pada jam istirahat. Uji coba dilakukan selama + 1,5 jam.

Tahap-tahap yang dilakukan dalam uji coba adalah sebagai berikut:

1. Siswa mengerjakan soal sebagai pretest. Pretest dilakukan selama + 15 menit.

2. Siswa belajar dengan menggunakan media interaktif berbasis komputer. Tahap ini siswa diberi waktu selama + 1 jam dan selama siswa belajar dengan menggunakan media dilakukan pengamatan oleh observer.

3. Siswa mengerjakan soal sebagai postest. Postest dilakukan selama + 15 menit.

4. Siswa mengisi angket respon siswa.

Laboratorium komputer SMPN 2 Gedangan Sidoarjo memiliki 20 unit komputer dan 1 unit komputer digunakan sebagai server. Pengaturan letak dari 21 unit komputer tersebut adalah berbentuk setengah lingkaran. Uji coba terbatas ini menggunakan 10 unit komputer yang berarti setiap 1 siswa menggunakan 1 unit komputer.

Analisis hasil validasi dan uji coba terbatas adalah sebagai berikut:

1. Respon guru sains terhadap media interaktif berbasis komputer

Tabel 1

DATA RESPON GURU SAINS TERHADAP MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER terdapat pada media dengan kompetensi dasar dan indikator

93%

93%

Kesesuaian materi yang terdapat pada media dengan materi yang disampaikan oleh guru

93%

Kesesuaian soal yang terdapat pada media dengan

Sistematika penyajian materi 87%

Tampilan gambar dan video sebagai ilustrasi dalam media

Kesesuaian tampilan gambar sebagai ilustrasi yang relevan dengan materi

93%

Kesesuaian tampilan animasi 90%

sebagai ilustrasi yang relevan dengan materi

87%

Persentase rata-rata 90%

Analisis hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Kesesuaian materi yang diajarkan dengan media

Respon guru sains terhadap media pada variabel ini sebesar 93%.

Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat sekali, hal ini menunjukkan bahwa materi yang diajarkan dengan media sudah sangat sesuai.

b. Kesesuaian dalam menyajikan konsep

Respon guru sains terhadap media pada variabel ini sebesar 87%.

Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat sekali, hal ini menunjukkan bahwa konsep-konsep yang disajikan pada media sudah sangat sesuai.

c. Tampilan gambar dan video sebagai ilustrasi dalam media

Respon guru sains terhadap media pada variabel ini sebesar 90%.

Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat sekali, hal ini menunjukkan bahwa tampilan gambar dan video yang digunakan sebagai ilustrasi dalam media sudah sangat baik.

Dari ketiga variabel di atas diperoleh nilai rata-rata sebesar 90%.

Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat

sekali. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif berbasis komputer yang dibuat sudah sangat baik, yang berarti media tersebut layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

2. Respon siswa terhadap media interaktif berbasis komputer Tabel 2

DATA RESPON SISWA TERHADAP MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER

Bagaimana menurut anda tentang

kemudahan dalam membaca teks 88%

78.5%

Bagaimana menurut anda tentang tampilan background dalam media

84%

Bagaimana menurut anda tentang

suara/musik yang mengiringi 62%

Bagaimana menurut anda tentang kesesuaian letak teks, gambar, video

80%

Kemudahan dalam mengoperasikan media

Bagaimana menurut anda tentang kemudahan dalam pengoperasian

media 78% 78%

Ketertarikan terhadap media

Bagaimana menurut anda tentang penggunaan media dalam

menunjang semangat belajar materi unsur, senyawa dan campuran

86%

Bagaimana menurut anda tentang 86%

adanya batasan waktu dan skor pada soal evaluasi dalam

memotivasi untuk menjawab soal dengan tepat dan cepat

86%

Bagaimana menurut anda tentang kesesuaian tampilan gambar dalam menunjang materi

84%

84%

Bagaimana menurut anda tentang kesesuaian tampilan video dalam menunjang materi

84%

Bagaimana menurut anda tentang penggunaan media ini dalam menunjang pemahaman materi unsur, senyawa dan campuran

84%

Persentase rata-rata 81.62%

Analisis hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Tampilan media

Respon siswa terhadap media pada variabel ini sebesar 78.5%.

Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat, hal ini menunjukkan bahwa tampilan media sudah baik. Tampilan media yang baik juga didukung dari aktivitas siswa yang positif selama menggunakan media yaitu tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan karena kesulitan dalam membaca teks yang terdapat dalam media.

b. Kemudahan dalam mengoperasikan media

Respon siswa terhadap media pada variabel ini sebesar 78%. Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat, hal ini menunjukkan bahwa pengoperasian media yang dibuat sudah baik. Kemudahan dalam pengoperasian media juga didukung dari aktivitas siswa yang positif selama menggunakan media yaitu sebagian besar siswa tidak kesulitan dalam mengoperasikan media.

c. Ketertarikan terhadap media

Respon siswa terhadap media pada variabel ini sebesar 86%. Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat sekali, hal ini menunjukkan bahwa ketertarikan siswa terhadap media sangat baik.

Ketertarikan siswa terhadap media juga didukung dari aktivitas siswa yang positif selama menggunakan media yaitu sebagian besar siswa tidak bosan/jenuh selama belajar dengan menggunakan media.

d. Kemudahan dalam memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan media

Respon siswa terhadap media pada variabel ini sebesar 84%. Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat sekali, hal ini menunjukkan bahwa materi yang diajarkan dengan menggunakan media sangat mudah untuk dipahami. Kemudahan dalam memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan media juga didukung dari hasil belajar siswa yang tuntas selama belajar dengan menggunakan media.

Dari keempat variabel di atas diperoleh nilai rata-rata sebesar 81.62%.

Persentase tersebut jika diinterprestasikan terhadap skala likert adalah kuat sekali. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif berbasis komputer yang dibuat sudah sangat baik, yang berarti media tersebut layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap media yang dikembangkan dapat disimpulkan bahwa media interaktif berbasis komputer pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran karena telah tercapai indikator sebagai berikut:

1. Penilaian guru sains terhadap kesesuaian materi yang diajarkan dengan media, kejelasan dalam menyajikan konsep, tampilan gambar dan animasi sebagai ilustrasi dalam media dengan rata-rata penilaian sebesar 90%.

2. Penilaian siswa terhadap tampilan media, kemudahan dalam pengoperasian media dan ketertarikan terhadap media (didukung oleh aktivitas siswa yang positif selama menggunakan media), kemudahan dalam memahami materi pembelajaran yang ada

dalam media (didukung oleh hasil belajar siswa dengan menggunakan media) dengan rata-rata penilaian sebesar 81.62%.

Saran

1. Perlu dilakukan tahap diseminasi terhadap media interaktif berbasis komputer pada materi pokok unsur, senyawa dan campuran.

2. Perlu dibuat media interaktif berbasis komputer dengan materi yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2003. StandarKompetensi Mata Pelajaran Sains Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas.

Ibrahim, Muslimin. 2001. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menurut Jerold E. Kemp dan Thiagarajan. Surabaya: Faculty of Mathematics and Science State University of Surabaya.

Ibrahim, Nurdin. Pemanfaatan Tutorial Audio Interaktif Untuk Perataan Kualitas Hasil Belajar. Http://www.depdiknas.go.id. 12 Pebruari 2006.

Nur, Mohamad. 1998. Teori-Teori Perkembangan. Surabaya: Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Surabaya.

Pribadi, Benny A. 2004. Ketersediaan Dan Pemanfaatan Media Dan Teknologi Pembelajaran Di Perguruan Tinggi. Http://pk.ut.ac.id/jp/52sep04/52benny.htm.

12 Pebruari 2006.

Riduwan. 2003. Skala Pengukuran Variabel Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A. dan Rahardjito. 2005. Media Pendidikan:

Pengertian, Pengembangan dan pemanfaatannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Suntoro, Ahmad. 1991. Komputer Untuk Pendidikan.

Http:/www.bogor.net/idkf/idkf/microelectronics/komputer-untuk-pendidikan-1991.rtf. 12 Pebruari 2006.

Sutopo, AH. 2002. Animasi Dengan Macromedia Flash Berikut ActionScript. Jakarta:

Salemba Infotex.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

DALAM BENTUK MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER UNTUK SMA Arifa Pranoto, Muchlis

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan bahan ajar kimia dalam bentuk media interaktif berbasis komputer pada materi pokok sifat koligatif larutan yang dikembangkan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran yang dikemukakan oleh Thiagarajan, yaitu model 4-D. Penelitian ini dibatasi pada tiga tahap penelitian yaitu pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar kimia dalam bentuk media interaktif berbasis komputer pada materi pokok sifat koligatif larutan yang dikembangkan, layak digunakan sebagai media pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari hasil penilaian media oleh guru kimia ditinjau dari format media diperoleh persentase kelayakan media sebesar 94,67%

(layak), ditinjau dari kejelasan konsep dan materi diperoleh persentase 88,34% (layak), dan ditinjau dari pengoperasian media diperoleh persentase 86,67% (layak). Sedangkan dari hasil penilaian media oleh siswa SMA ditinjau dari tampilan media diperoleh ppersentase kelayakan sebesar 87,5% (layak), ditinjau dari ketertarikan terhadap media diperoleh persentase 88% (layak), ditinjau dari kemudahan dalam memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan media diperoleh persentase 86% (layak), dan ditinjau dari kemudaha dalam mengoperasikan media diperoleh persentase 84% (layak).

Kata kunci: Pengembangan, bahan ajar, media interaktif berbasis komputer, Sifat Koligatif Larutan, kelayakan media

PENGANTAR

Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan, maka seorang guru diharapkan mampu meningkatkan pengalaman dan pengetahuannya sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Selama itu juga perlu ditingkatkan aspek pendidik dari mutu pengajarannya dalam hal ini proses mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar tidak terbatas pada pengenalan bahan pelajaran saja, tetapi dipengaruhi oleh komponen-komponen antara lain guru, siswa, model pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan, dan metode yang diberikan kepada siswa. Proses belajar-mengajar akan berjalan efektif apabila seluruh komponen yang terlibat dalam proses tersebut saling mendukung dan bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Pemahaman siswa terhadap materi akan lebih optimal apabila siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, melainkan siswa dituntut lebih aktif dalam hal melatih ulang sendiri kemampuannya. Hal ini dapat dilakukan apabila terdapat suatu media pembelajaran yang mampu memberikan unsur menarik dan menantang bagi siswa sehingga pesan atau informasi dapat tersampaikan dengan baik. Ada beberapa hal yang menyatakan bahwa penggunaan media dipandang perlu untuk digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah, diantaranya: (1) Penggunaan media dapat menjadikan suasana pembelajaran lebih menarik perhatian siswa, dan meningkatkan semangat belajar siswa, (2) Metode pengajaran akan lebih variatif dan inovatif dengan tampilan animasi dan suara yang disesuaikan dengan materi ajar, sehingga siswa tidak

cepat bosan dan merasa enjoy dalam kegiatan belajar mengajar, (3) Dengan kreativitas dan keterampilannya, seorang guru dapat menyajikan materi ajar dengan jelas makna yang terkandung dalam materi tersebut, sehingga siswa dapat menguasai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang sering dikenal adalah komputer. Komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar secara mandiri, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Pemanfaatan komputer sebagai media dan teknologi pembelajaran tidak hanya terbatas pada perangkat kerja saja (hard ware) tetapi juga perangkat lunaknya (soft ware). Salah satu soft ware yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran adalah macro media flash dengan segala keunggulannya.

Pengembangan media ini difokuskan pada materi pokok sifat koligatif larutan, karena dalam materi sifat koligatif larutan, siswa dituntut untuk memahami isi materi serta berpikir konkrit dalam aplikasinya di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dibutuhkan tampilan-tampilan gambar atau animasi yang tepat dan sesuai dengan materi ajar agar memudahkan siswa untuk mendalami isi materi dan mengurangi pemikiran siswa yang bersifat abstrak. Kelayakan media pembelajaran ini merupakan suatu bentuk gambaran tentang layak atau pantas dari media tersebut yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Media dapat dikatakan layak apabila penilaian dari guru kimia, dan siswa terhadap media pembelajaran mengenai format media, kejelasan konsep dan materi, serta pengoperasian media mencapai skor persentase ≥61%.

RANCANGAN

Sasaran dari penelitian ini adalah bahan ajar kimia dalam bentuk media interaktif berbasis komputer untuk SMA pada materi pokok sifat koligatif larutan yang ditampilkan dalam bentuk uraian materi, dan soal-soal latihan. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran yang dikemukakan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (dalam Muslimin Ibrahim, 2001) yaitu model 4-D, yang terdiri 4 tahap pengembangan yaitu Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait