• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

BETAWI (PBB) SETU BABAKAN DAN PENGEMBANGANNYA

C. Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

Sesuai Perda No

.

3 tahun 2005 menetapkan Perkampungan Budaya Betawi berlokasi di Kelurahan Srengseng Sawah

.

Secara administratif, Kawasan Setu Babakan merupakan bagian dari wilayah Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administratif Jakarta Selatan dengan luas kurang lebih 289 ha yang dihuni oleh penduduk sebanyak 5

.

863 jiwa

.

Salah satu kewenangan Pemda Propinsi, dalam hal ini Propinsi DKI Jakarta, adalah menyelenggarakan penataan ruang kawasan strategis propinsi

.

Penetapan ruang didasarkan pada pengaruhnya terhadap kedaulatan Negara, pertahanan, keamanan, ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan, termasuk kawasan

yang ditetapkan sebagai warisan dunia

.

Master Plan Perkampungan Budaya Betawi 2000-2010 (Dinas Tata Kota Pemda DKI Jakarta, 2001: IV-1 – IV-8) menetapkan konsep-konsep pengembangan lingkungan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) supaya dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi dan budaya

.

Secara garis besar konsep tersebut dijabarkan ke dalam 2 (dua) kerangka besar:

Gambar 6

.

Master Plan Zonasi PBB Setu Babakan

Sumber : Database Indra Sutisna 1

.

Lingkungan Alam/Zona Dinamis

Zona dinamis adalah zona atau wilayah dalam kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) yang merupakan lingkungan alami (apa adanya) atau bukan merupakansuatu zona yang sengaja direncanakan untuk menunjang kawasan PBB

.

Terdiri dari Zona kampung, yaitu tempat pertumbuhan dinamis dari kebudayaan Betawi yang mampu mempertahankan nilai-nilai budaya Betawi yang paling berharga dari

masyarakat itu

.

Kemudian Zona Fasilitas Penunjang, adalah areal yang memiliki fasilitas penunjang untuk kegiatan penduduk seperti sekolah, masjid, dll

.

2. Lingkungan Buatan/Zona Statis

Sementara Zona Statis meliputi zona kesenian yaitu areal yangmemuat dan menampung kesenian Betawi seperti tari, drama, musik; zona sejarah atau areal yang memuat dan menampung budaya Betawi; zona wisata agro yaitu areal yang berada dalam kawasan PBB baik berupa lahan kosong yang dimiliki oleh warga setempat maupun lahan yang dibebaskan oleh pemerintah; zona wisata air yaitu memanfaatkan setu yang berada di kawasan dan dilengkapi dengan perahu-perahu air; dan zona wisata industri yaitu yang memanfaatkan kawasan sekeliling setu maupun rumah adat untuk berjualan baik makanan, minuman maupun

souvenir khas Betawi

.

Kawasan ini merupakan suatu zona dalam kawasan PBB yang sengaja direncanakan guna menunjang kawasan PBB tersebut

.

Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan menjadi program unggulan dari gubernur ke gubernur berikutnya

.

Pengembangan budaya tradisi betawi menjadi strategi politik digunakan secara strategis para calom pemimpin DKI Jakarta untuk menarik minat pemilih. Pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo, dirancang pembangunan lebih luas dan modern

.

Pembangunan fisik dan intrastruktur hingga saat ini masih terus dilakukan. Saat ini dalam perencanaannya terdapat tiga zona yang sedang dikembangkan, yaitu :

a) Zona A

Luas Zona A diperkirakan sekitar 3,2 ha dimana akan dikembangkan Rumah Kebaya (pusat informasi), Pembinaan kuliner khas Betawi, museum sejarah, pusat pendidikan dan pelatohan seni budaya, rumah adat dan Youth hostel

.

Gambar 7

.

Peta Perencanaan Zona A

Sumber : Database Indra Sutisna

Beberapa titik di Zona A masih menjadi milik masyarakat setempat dan belum dibebaskan, yaitu total sekitar 7000 m2

.

Tampak dari penggambarannya Zona merupakan “embiro baru” bagi kelangsungan

Perkampungan Budaya Betawi dimasa yang akan datang

.

Jika dilihat lebih setail seperti gambar dibawah ini merupakan skema proyek pemerintah meskipun dalam teknisnya menjadi tanggung jawab Unit Pengelola Kawasan

.

Gambar 8

.

Site Plan Zona A

Sumber : Database Indra Sutisna

Site plan tersebut meliputi detail-detail penempatan ruang-ruang bangunan yang menggambarkan Betawi baik pesisir, tengah, kota, maupun Betawi pinggir

.

Rumah kebaya berada paling depan rumah kebaya difungsikan untuk pusat informasi, kantor UPK, dan ruangan-ruangan kedinasan

.

Wisma Betawi letaknya ada di samping kiri rumah kebaya dan wisma Betawi ini belum terbangun

.

Pusat pendidikan dan pelatihan seni budaya terletak di samping kanan rumah kebaya, hingga berlangsungnya penelitian gedung tersebut belum terbangun

.

Museum sejarah dan purbakala juga belum rampung proses pembangunannya, tetapi museum ini dibangun untuk kebutuhan kesejarahan Betawi

.

gedung kesenian dan serbaguna dibangun untuk keperluan wisatawan yang ingin menggunakan fasilitas gedung untuk acara-acara tertentu

.

Gambar 9

.

Denah Amphitheater

Sumber : Database Indra Sutisna

Zona amphitheater merupakan zona yang dipersiapkan untuk kebutuhan pertunjukan seni budaya, baik lenong,tari, gambang kromong dan lain sebagainya

.

Nantinya zona pertunjukkan ini akan menggantikan panggung teater terbuka yang ada di sekitar forum jibang

.

Dapat dikatakan bahwa zona ini merupakan salah satu ruh yang dingin dikembangkan, bahwa aka nada pertunjukkan rutin yang digelar setiap hari minggu maupun untuk keperluan acara-acara tertentu

.

Disekitar teater ini di bangun rumah-rumah adat yang difungsikan untuk properti pertunjukan yang meliputi, rumah adat gudang digunakan untuk ruang musik/sound system, rumah kebaya digunakan untuk ruang rias wanita, rumah adat joglo digunakan untuk ruang rias laki-laki, rumah adat bapang digunakan untuk ruang monitor, rumah adat pesisir

digunakan untuk ruang persiapan, dan rumah adat pesisir pulai seribu digunakan untuk gudang properti

.

b) Zona B

Gambar 10

.

Site Plan Zona B

Sumber : Database Indra Sutisna

Zona B merupakan zona yang nantinya akan dikembangkan kuliner nusantara, mulai dari kuliner Betawi beserta kuliner nusantara lainnya

.

Arena seluas 3700 m2 ini diperuntukkan bagi penampungan para pedagang kuliner yang diperkirakan dapat menampung 200 PKL

.

Pengembangan zona kuliner ini juga merupakan solusi atas permasalahan kumuhnya penataan PKL yang saat ini berada di sekitar pinggiran setu

.

Hal tersebut dikarenakan adanya pedagang yang menempati pinggiran setu dianggap menganggu pemandangan setu, dan untuk konservasi lingkungan hal tersebut dikhawatirkan akan merusak kualitas air setu dan peresapan air disekitar PKL berada

.

c) Zona C

Gambar 11

.

Site Plan Zona C

Sumber : Database Indra Sutisna

Sementara Zona C dengan luas 2,8 ha akan dikembangkan sebagai resort di atas danau dan nantinya akan disewakan kepada pengunjung

.

Pengelola membangun dermaga yang akan difungsikan sebagai pintu masuk, 22 unit resort untuk disewakan, plaza dan information center, convention hall, restoran, penjualan souvenir

.

Pihak pengelola membayangkan zona C ini merupakan zona yang akan merepresentasikan kehidupan Betawi, karena dalam perencanaannya nantinya akan benar-benar dikondisikan kehidupan tradisional Betawi mulai dari pembuatan kuliner has, batik Betawi maupun acara-acara adat maupun keagamaan bernuansa Betawi

.

Hingga saat ini pembangunan masih dalam tahap pemadatan tanah, karena lokasinya dibangun di atas setu

.

Setu diperluas untuk tetap menjaga kualitas air dan ikan yang hidup didalamnya

.

Gambar 12

.

Ilustrasi Bangunan di Zona C

Sumber : Database Indra Sutisna

Ilustrasi tersebut merupakan penggambaran yang nantinya akan terbangun di zona C, dimana nuansa perkampungan budaya Betawi akan dimunculkan

.

Persiapan lahan untuk pembangunan juga terus dilakukan, hingga diperkirakan waktu yang diperlukan untuk membangun zona C ini paling tidak 5 tahun ke depan

.

Progress zona C ini belum terlihat, karena pembangunan baru difokuskan untuk zona A dan B

.

Secara keseluruhan zonasi tersebut dibangun untuk tujuan representasi Betawi di Jakarta

.

Program percepatan terus dilakukan agar pembangunan segera rampung pada tahun 2020

.

Beberapa Tujuan dan sasaran Perkampungan Budaya Betawi (PBB) yang menjadi cita-cita pengelola bersama masyarakat Betawi yaitu membina dan melindungi nilai-nilai budaya Betawi, menciptakan dan

menumbuhkembangkan nilai-nilai seni budaya Betawi, menata dan memanfaatkan potensi lingkungan fisik yang bernuansa Betawi, juga mengendalikan pemanfaatan lingkungan fisik dan non fisik untuk mempertahankan ciri khas Betawi

.

Sementara itu, ada beberapa point yang menjadi sasaran Perkampungan Budaya Betawi (PBB) yaitu tumbuh dan berkembangnya kesadaran masyarakat komunitas budaya Betawi sebagai upaya untuk mempertahankan kelestarian PBB, terbina dan terlindunginya sistem nilai, norma dan kegiatan budaya Betawi, dimanfaatkannya potensi lingkungan guna kepentingan peningkatan kesejahteraan sosial, dan juga terkendalinya pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan

.

PBB menggunakan konsep tradisional pengembangan kawasan, yakni pembangunan berwawasan lingkungan, yang artinya seluruh bangunan di dalam PBB harus menampilkan citra tradisional Betawi, namun juga menggambarkan suatu perkembangan yang mengacu pada konsep lingkungan

.

Berikut tahap-tahap pengembangan Setu Babakan 15 tahun ke depan

.

Tabel 5

.

Tahap-Tahap Pengembangan Setu Babakan 15 Tahun ke Depan

ASPEK

Tahap

Pembentukan Tahap Transisi Tahap Maturity

2011-2012 2013-2018 >2018

Pengelolaan

Tim Pengelola Telah terbentuk

Tim pengelola dan masih banyak pekerjaan yang matrix

.

Pengelola sudah mulai bekerja sesuai dengan spesialisasinya

.

Pengelola telah mencapai profesionalisme

.

Karyawan Masih menggunakan karyawan yang sudah ada

.

Sudah mulai menambah karyawan sesuai kebutuhan Jumlah karyawan sudah sesuai dengan kebutuhan

.

Masyarakat mulai

menginformasikan kepada

masyarakat

.

paham terhadap rencana ini dan mulai berpartisipasi dalam eksekusi pengembangan Setu Babakan

.

sudah ikut berpartisipasi dan mendukung bisnis pariwisata Setu Babakan

.

Sponsor Tim pengelola

membuat proposal pengembangan dan mencari instansi-instansi dan perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk pengembangan Setu Babakan

.

Pengelola mulai mendapatkan dana ataupun materi yang dibutuhkan dalam pengembangan Setu Babakan dan masih

terus mencari sponsor untuk pengembangan selanjutnya

.

Sponsor terus bertambah sehingga pembangunan terus berjalan dan pengelola menjaga hubungan baik dengan pihak sponsor dan terus mencari sponsor lainnya demi pembangunan Setu Babakan yang berkelanjutan

.

Media partner Tim pengelola

membuat proposal dan mulai mencari media partner

untuk lebih

memperkenalkan Setu Babakan

.

Media partner telah mulai bertambah sehingga calon pengunjung lebih sadar terhadap Setu Babakan

.

Menjalin hubungan yang baik dengan pihak media partner

.

PRODUK