• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PERSAMPAHAN WILAYAH PERKOTAAN

Matrik Kebutuhan Program Pengembangan PPLP Sub sektor Air Limbah Kab. Nias Utara

I. PENGEMBANGAN PERSAMPAHAN WILAYAH PERKOTAAN

172

Tabel 7.4. 13. Kebutuhan Pengembangan Persampahan Jangka Menengah Kab. Nias Utara

No. Sasaran Penduduk Satuan

Kondisi Eksisting Kondisi Eksisting (Perkiraan) Tahun Proyeksi 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Laju Pertumbuhan Penduduk % 0,83 0,99 0,99 0,99 0,99 0,99 2016,00

Rata rata anggota rumah tangga KK 4,87 4,87 4,87 4,87 4,87 4,87 4,87

Wilayah Perkotaan Kepadatan Rendah Hingga Sedang

Jumlah Penduduk jiwa 20.659 20.831 21.050 21.272 21.497 21.725 21.956

Jumlah Rumah Tangga KK 4.242 4.277 4.322 4.368 4.414 4.461 4.508

Wilayah Perdesaan

Jumlah Penduduk jiwa 113.238 114.182 115.322 116.478 117.650 118.837 120.040

Jumlah Rumah Tangga KK 23.252 23.446 23.680 23.918 24.158 24.402 24.649

Total Kab. Nias Utara jiwa 133.897 135.013 136.372 137.750 139.146 140.562 141.996

KK 27.494 27.723 28.003 28.285 28.572 28.863 29.157

Sasaran Pelayanan Persampahan dan Kebutuhan Penanganan Persampahan Kab. Nias Utara

No Kebutuhan Penanganan Persampahan Satuan

Kondisi Eksisting Kondisi Eksisting (Perkiraan) Tahun Proyeksi 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

a. Rata-rata Timbulan Sampah Penduduk Perkotaan/IKK (2,25 l/jiwa/hr) m3 46,48 46,87 47,36 47,86 48,37 48,88 49,40 b. Rata-rata Timbulan Sampah Penduduk Perdesaan (1,5 l/jiwa/hr) m3 169,86 171,27 172,98 174,72 176,47 178,26 180,06

Total Timbulan Sampah Penduduk Kab. Padang Lawas Utara

(m3/jiwa/hr) m3 216,34 218,14 220,35 222,58 224,84 227,14 229,46

I. PENGEMBANGAN PERSAMPAHAN WILAYAH PERKOTAAN

1 a. Rencana Pelayanan Persampahan dgn Penanganan Tidak Langsung

(indirect)

1. Cakupan Penanganan Penduduk Wilayah Perkotaan Kepadatan Sedang % 5,00 15,00 30,00 45,00 60,00 80,00 100,00 2. Sasaran Timbulan sampah yang akan ditangani :

V

II

173

▪ Penanganan Timbulan Sampah (per-jiwa/hari) m3 2,32 7,03 14,21 21,54 29,02 39,10 49,40

▪ Timbulan Sampah Rumah Tangga (per-KK/hari) m3 11,32 34,24 69,20 104,89 141,33 190,44 240,58

▪ Jumlah Rumah Tangga Terlayani kk 212 642 1.297 1.966 2.648 3.569 4.508

2 Kebutuhan Prasarana Penanganan Persampahan

1. Pewadahan

▪ Tong sampah individual (@kap. 40 ltr/1kk) * unit - - - -

▪ Tong Sampah Komunal (@kap. 240 ltr/6 kk) unit 39 119 240 364 491 661 835

2. Pengumpulan

▪ Bak Sampah Kecil Komunal (@kap. 2 m3/200KK) unit 5 14 29 44 59 79 100

▪ TPS Biasa & Kontainer (@kap. 6 m3/500KK) unit 1 2 3 5 7 9 11

3. Alat Angkut (Tidak Langsung)

▪ Gerobak Sampah bersekat/Motor Sampah bersekat (@kap. 1 m3/hr/xx

rit) unit 3 8 16 25 34 45 57

▪ Pick up sampah (@kap. 4 m3/hr/xx rit) unit 1 3 6 9 13 17 21

3 Sampah Wilayah Perkotaan yang Belum Terlayani atau Dikelola Mandiri

▪ Jumlah Volume Sampah m3 44,16 39,84 33,15 26,32 19,35 9,78 -

▪ Jumlah Penduduk Belum Terlayani jiwa 22.079 19.920 16.577 13.162 9.674 4.888 -

▪ Jumlah Rumah Tangga Belum Terlayani KK 4.534 4.090 3.404 2.703 1.986 1.004 - II. PENGEMBANGAN PERSAMPAHAN WILAYAH PERDESAAN

1 a. Rencana Pelayanan Persampahan dgn Penanganan Tidak Langsung

(indirect)

1. Cakupan Penanganan Penduduk Perdesaan % 5,00 15,00 25,00 40,00 55,00 75,00 100,00

2. Sasaran Timbulan sampah yang akan ditangani :

▪ Penanganan Timbulan Sampah (per-jiwa/hari) m3 8,49 25,69 43,25 69,89 97,06 133,69 180,06

▪ Timbulan Sampah Rumah Tangga Perdesaan (per-KK/hari) m3 41,36 125,11 210,61 340,35 472,69 651,08 876,89

▪ Jumlah Rumah Tangga Terlayani KK 1.163 3.517 5.920 9.567 13.287 18.301 24.649

2 Kebutuhan Prasarana Penanganan Persampahan

1. Pewadahan

▪ Tong sampah individual (@kap. 40 ltr/1kk) * unit - - - -

▪ Keranjang sampah komposter (TAKAKURA) (@kap. 150 ltr/20 kk) unit - 100 168 272 377 520 700 Alokasi Keranjang sampah komposter (TAKAKURA) untuk 96,15%

pddk petani unit - - 162 261 363 500 673

V

II

174

▪ Bak Sampah Kecil Komunal (@kap. 2 m3/200KK) unit - 13 22 35 49 68 91

▪ TPS Biasa & Kontainer (@kap. 6 m3/500KK) unit - - - -

3. Alat Angkut (Langsung)

▪ Dump truck (@kap. 6 m3/hr/xx rit) unit - 2 4 6 9 12 16

3 Sampah Wilayah Perdesaan yang Belum Terlayani atau Dikelola Mandiri

▪ Jumlah Volume Sampah m3 161,36 145,58 129,74 104,83 79,41 44,56 -

▪ Jumlah Penduduk Belum Terlayani jiwa 107.576 97.055 86.492 69.887 52.942 29.709 -

▪ Jumlah Rumah Tangga Belum Terlayani KK 22.090 19.929 17.760 14.351 10.871 6.100 - III. PELAYANAN PERSAMPAHAN NON DOMESTIK (KOMERSIAL)

1 a. Rencana Pelayanan Sampah Perkotaan dan IKK dgn Penanganan

Langsung % 10,00 20,00 40,00 50,00 65,00 90,00 100,00

Timbulan Sampah Non domestik yang akan ditangani

▪ Timbulan sampah Pasar umum/pasar desa: 6 m3/hr m3 33,60 67,20 134,40 168,00 218,40 302,40 336,00

▪ Timbulan sampah Toko Besar dan Menengah: 0,0025 m3/hr m3 0,02 0,05 0,09 0,12 0,15 0,21 0,23

▪ Timbulan sampah Kedai/warung : 0,003 m3/hr m3 0,21 0,42 0,83 1,04 1,35 1,87 2,08

▪ Timbulan sampah Rumah Makan/Restoran: 0,75 m3/hr m3 5,25 10,50 21,00 26,25 34,13 47,25 52,50

b. Total Timbulan Sampah Non domestik (m3/hari) m3 39,08 78,16 156,32 195,41 254,03 351,73 390,81

2 Kebutuhan Prasarana Sampah Non domestik

▪ Tong Sampah Pinggir Jalan 3R (@kap. 120 ltr/3 KK/unit) unit 1 1 3 3 4 6 7

▪ TPS Pasar: TPS biasa & Kontainer (1 Kontainer x @6 m3) unit 6 11 22 28 36 50 56 IV. PENGEMBANGAN PERSAMPAHAN BERBASIS MASYARAKAT/3R

1 a. Rencana Penanganan sampah berbasis masyarakat/3R

▪ Volume sampah domestik yang akan diolah m3 44,16 39,84 33,15 26,32 19,35 9,78 0,00

▪ Volume sampah non domestik yang akan diolah m3 39,08 78,16 156,32 195,41 254,03 351,73 390,81 Rencana Penanganan sampah berbasis masyarakat/3R **⁾ % 0,00 0,00 10,00 12,00 15,00 20,00 30,00

Total Timbulan Sampah yang Belum Terlayani/dikelola mandiri m3 - - 18,95 26,61 41,01 72,30 117,24

▪ Volume sampah organik terpilah yang diolah (efisiensi pemilahan tingkat

TPS: 40%) m3 - - 7,58 10,64 16,40 28,92 46,90

▪ Volume sampah plastik terpilah yang diolah : 7% m3 - - 0,61 0,85 1,31 2,31 3,75

▪ Volume sampah kertas terpilah yang diolah : 8% m3 - - 0,04 0,06 0,09 0,16 0,26

2 Kebutuhan Prasarana Pengolahan Sampah

▪ TPST 3R Sampah Organik/UDPK (luas 200 m2 : 200 rumah), @ Kap. 10

V

II

175

▪ TPST 3R TPST 3R Sampah Plastik (luas 200 m2 : 200 rumah), @ Kap. 10

ton/hari unit - - 0 0 0 0 0

▪ TPST 3R Sampah Kertas (luas 200 m2 : 200 rumah), @ Kap. 10 ton/hari unit - - 0 0 0 0 0

3 Jumlah Penduduk terlayani TPST 3R jiwa 22.079 19.920 16.577 13.162 9.674 4.888 -

▪ Jumlah Rumah Tangga terlayani TPST 3R KK 4.534 4.090 3.404 2.703 1.986 1.004 -

Keterangan

: * Disediakan swadaya

** Asumsi rencana Acuan standar :

a. persentase timbulan sampah organik menurut sumber wilayah :

Wilayah Perkotaan Ibukota kabupaten dan Kws Kumuh: 0% organik (dibakar/dikubur) Wilayah Perdesaan Ibukota kecamatan (IKK): 40% organik (dibakar/dikubur) Wilayah Perdesan bukan IKK: 70% organik (dibakar/dikubur)

b. volume timbulan sampah/jiwa/hr:

Timbulan sampah

Standar Vol. Sampah

(liter)

Satuan Standar Vol.

Sampah (m3) Satuan

Rata-rata Berat Sampah

(kg)

Satuan Rata-rata Berat

Sampah (ton) Satuan Timbulan sampah penduduk Ibukota kabupaten (rmh permanen): 2,25 l/jiwa/hari 0,00225 m3/org/hr 0,40 kg/org/hr

Timbulan sampah penduduk perdesaan IKK (rmh permanen dan semi

permanen): 2,00 l/jiwa/hari 0,00200 m3/org/hr 0,35 kg/org/hr Timbulan sampah penduduk perdesaan (rmh non permanen): 1,50 l/jiwa/hari 0,00150 m3/org/hr 0,30 kg/org/hr Timbulan sampah toko sedang/ruko: 2,50 l/petugas/hari 0,00250 m3/org/hr 1,50 kg/org/hr Timbulan sampah toko kecil: 3,00 l/petugas/hari 0,00300 m3/org/hr 3,50 kg/org/hr

Timbulan sampah pasar: 6 m3/hr

sampah 1 m3 1.000 kg 0,2 ton

c. kapasitas dan volume alat pengumpul/pengangkut sampah:

Jenis Alat Pengangkut Kapasitas Alat Kapasitas Satuan Ritasi / hari Intensitas / minggu Vol. Intensitas Volume alat / hari / m3 Volume alat / hari / ton Tong Sampah Pinggir Jalan 120 l/unit/3 KK 0 0

Tong Sampah Komunal Berpilah 240 l/unit/6 KK 0 0

1 Gerobak Sampah/Motor Sampah: 1,5 m3/unit 2 6 1,17 4,20 0,8

1 Pick up sampah : 4 m3/unit 2 6 1,17 11,20 2,2

1 Truk sampah (Dump truk) : 6 m3/unit 3 6 1,17 25,20 5,0 1 Truk sampah (Amroll truck): 6 m3/unit 2 6 1,17 16,80 3,4 Faktor pemadatan tempat sampah dan alat : 1,2

V

II

176

Matrik Kebutuhan Sarana dan Prasarana Pelayanan Persampahan Kab. Nias Utara

No. Kebutuhan Sarana dan Prasarana Persampahan Satuan

Kondisi Eksisting Kondisi Eksisting (Perkiraan) Tahun Proyeksi 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

A. Penanganan Sampah dari Sumbernya dan TPS

1. Jumlah Timbulan Sampah Domestik yang ditangani m3 10,82 32,72 38,51 64,82 85,08 100,49 112,22 2. Jumlah Timbulan Sampah Non domestik yang ditangani m3 39,08 78,16 156,32 195,41 254,03 351,73 390,81 3. Total Timbulan Sampah Domestik dan Non domestik yg ditangani m3 49,90 110,88 194,83 260,22 339,10 452,22 503,03

4. Jumlah Rumah Tangga Terlayani KK 1.375 4.159 7.217 11.533 15.935 21.870 29.157

B. Kebutuhan Sarana dan Prasarana Pelayanan Persampahan

1. Kebutuhan Tong sampah individual (@kap. 40 ltr) * unit - - - -

2. Kebutuhan Tong Sampah Komunal Berpilah (@kap. 240 ltr) unit 39 80 121 163 206 292 337

3. KebutuhanTong Sampah Pinggir Jalan 3R (@kap. 120 ltr/3 KK) unit 1 1 3 3 4 6 7

4. Keranjang Sampah Komposter (TAKAKURA) (@kap. 150 ltr/20KK) unit - - 162 100 263 237 437

5. Kebutuhan TPS Biasa (@kap. 6 m3/500KK) unit 2 2 2 3 3 2 6

6. Kebutuhan TPS Pasar: TPS biasa & 1 Kontainer unit 6 11 11 17 8 25 22

7. Kebutuhan Unit Transfer Depo III (2 Kontainer x @6 m3) unit - - 6 8 4 13 11

8. Kebutuhan Gerobak Sampah/Motor Sampah (@ kap. 1,5 m3) unit 5 3 8 13 9 15 20

9. Kebutuhan Pick up sampah (@kap. 4 m3) unit 1 3 3 3 3 4 4

10. Kebutuhan Dump truck (@kap. 6 m3) unit 4 2 2 2 5 5 7

11. Kebutuhan Amroll truck (@kap. 6m3) unit 0 0 0 0 0 0 0

C. Kebutuhan Pengurangan Sampah Perkotaan Dari Sumbernya

1.TPST 3R Sampah Organik/UDPK (luas 200 m2 : 200 rumah), @ Kap. 10

ton/hari m3 0 0 1 0 1 1 3

2. TPST 3R TPST 3R Sampah Plastik (luas 200 m2 : 200 rumah), @ Kap.

10 ton/hari m3 0 0 0 0 0 0 0

3.TPST 3R Sampah Kertas (luas 200 m2 : 200 rumah), @ Kap. 10 ton/hari m3 0 0 0 0 0 0 0 Keterangan

: *⁾ Disediakan swadaya

V

II

177

Matrik Kebutuhan Pengembangan Sarana dan Prasarana TPA Kab. Nias Utara

No. Kebutuhan Sarana dan Prasarana TPA Satuan

Kondisi Eksisting Kondisi Eksisting (Perkiraan) Tahun Proyeksi 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

A Penanganan Sampah Akhir (TPA)

a. Jumlah Residu Sampah Domestik yang akan ditangani m3/hr 206 185 182 158 140 127 117 b. Jumlah Residu Sampah Non domestik yang akan ditangani m3/hr 39 78 141 172 216 281 274

Total Jumlah Residu Sampah Kab. Nias Utara yang akan ditangani m3/hr 245 264 323 330 356 408 391

ton 195 391 703 860 1.080 1.407 1.368

B Kebutuhan Pengembangan TPA

1. Rencana Tingkat Pengolahan Sampah di TPA*⁾ % 35,00 40,00 45,00 50,00 55,00 60,00 65,00 2.a. Jumlah Sisa Residu Sampah Yang Ditimbun di TPA (m3/hr) m3 86 105 145 165 196 245 254

ton 428 527 726 824 978 1.224 1.270

b. Jumlah Rumah Tangga Terlayani Sampah di TPA KK 21.101 19.037 18.669 16.197 14.350 13.002 12.037

3. Kebutuhan luas TPA Kab/kota (ha/tahun)**⁾ ha 0,13 0,17 0,23 0,53 0,95 1,60 2,10

4. Kebutuhan Fasilitas Operasional Peningkatan TPA:

a. Bulldozer unit - - 1 - - 1

b. Excavator unit - - - 1 - - 1

c. Land Compactor unit - - - - 1 - -

d. Loader unit - - - 1 - - 1

e. Dumptruck unit - - 1 - 1 - 1

Keterangan

: *⁾ Datab SSK dan asumsi rencana jangka menengah **⁾ Perbandingan tinggi akhir timbunan 20 m s/d 25 m

Sumber : Analisis 2017

V

II

178

C. Analisis Rencana Pengembangan Sub Sektor Drainase Lingkungan

V

II

179

Tabel 7.4. 14. Kriteria Teknis Pengelolaan Drainase Di Kabupatan Nias Utara

Sub sektor Drainase Lingkungan

No. Penyebab Genangan Kondisi Lingkungan Opsi Teknologi

1 Air Balik akibat Muka Air Banjir di Sungai

Bila elevasi lahan dibawah MAB Q.5 tahun atau genangan terjadi sekali atau lebih dalam 5 tahun.

Sister polder dengan kolam retensi dgn atau tanpa stasiun pompa. Bila elevasi lahan sama dengan Muka Air Banjir (MAB) Q.5 tahun atau

tidak terjadi genangan banjir 5 tahunan tetapi terjadi genangan pada banjir lebih dari 5 tahunan.

Pintu Air

Bila elevasi lahan diatas MAB atau tidak pernah terjadi banjir. Gravitasi 2 Air Balik akibat Pasang Surut Bila elevasi lahan dibawah MSL (Mean Sea Level) – Muka Air Laut

Rata-rata atau terjadi genangan setiap hari.

kolam retensi dengan atau tanpa stasiun pompa.

Bila elevasi lahan antara MSL dan HWL atau genangan terjadi setiap bulan purnama.

Pintu Air Bila elevasi Lahan diatas HWL (High Water Level) – Muka Air Pasang

Tertinggi atau tidak pernah terjadi genangan.

Gravitasi

No. Penyebab Genangan Indikasi Penanganan Yang Diperlukan

I. Sistem Makro (Banjir kiriman dan pasang surut) – Sungai, Laut, Danau dsb.

(a). Limpasan/overtopping • Peninggian Tanggul; pembangunan parapet, pelebaran sungai; normalisasi sungai; pengurangan debit puncak banjir yang masuk kedalam sungai dengan pembangunan waduk, pembangunan kanal banjir, dsb.

(Tupoksi SDA)

(b). Air Balik/backwater • Pembangunan & rehabilitasi Pintu air, Kolam Retensi, Stasiun Pompa, dsb.

II. Sistem Mikro (Hujan Lokal) – Sal. Primer, Sal. Sekunder dan Sal. Tersier

(a). Sistem tidak baik • Perbaikan sistem secara menyeluruh, Sistem Saluran/aliran, Kolam Retensi, Sistem Polder, Stasiun Pompa, dsb.

(b). Kapasitas Infrastruktur tidak mencukupi

(a). Sistem tidak baik

• Pengerukan Sedimen

• Menghilangkan hambatan-hambatan saluran.

• Menampung aliran permukaan (sementara) dengan membangun kolam tandon/retensi, Long Storage, Waduk dsb.

VII - 180

7.4.4. Usulan Kebutuhan Program dan Kegiatan Pengembangan PLP

Kabupaten Nias Utara

7.4.4.1. Program-Program Strategis Sektor PLP

Program-program strategis Sektor PLP merupakan arahan kebijakan secara berdasarkan Renstra Ditjen Cipta Karya 2015-2019 yang secara umum diselenggarakan melalui dua jenis kegiatan utama yaitu kegiatan fisik dan non fisik. Sebagai target dalam sasaran strategis nasional DJCK 2015-2019 pembangunan dan pengembangan permukiman.

Target pembangunan sanitasi hingga thun 2019 adalah terpenuhinya akses pelayanan sanitasi sebesar 100% melalui program-program strategis infrastruktur bidang PLP. Target program serta strategi kegiatan bidang PLP sebagimana dijelaskan pada gambar bagan berikut:

TARGET PEMBANGUNAN SANITASI

Sumber : Satker Randal Provinsi Sumatera Utara, 2017 dan Renstra DJCK 2015-2019

VII - 181

Sumber : Satker Randal Provinsi Sumatera Utara, 2017 dan Renstra DJCK 2015-2019

Gambar 7.4. 5. Strategi Pencapaian Akses Universal Sanitasi

A. Program KegiatanNon Fisik

Program-program Non fisik dilakasakan dalam rangka untuk mendukung pelaksanaan kegiatan fisik infrastruktur PLP. Bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan adalah pengaturan, pembinaan dan pengawasan bidang PLP.

1) Pengaturan, dengan dukungan kegiatan-kegiatan nonfisik yaitu:  Penyusunan Rancangan Peraturan dan NSPK Bidang PLP  Pendampingan Penyusunan Ranperda Bidang PLP

2) Pembinaan, dengan dukungan kegiatan-kegiatan nonfisik yaitu:  Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah Bidang PLP

 Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Kemitraan Bidang PLP  Penguatan Kelembagaan Bidang PLP

 Pendampingan penyusunan dokumen perencanaan strategis bidang PLP

 Pendampingan penyusunan Master Plan Bidang PLP  Pendampingan penyusunan DED Bidang PLP

 Pendampingan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) 3) Pengawasan, dengan dukungan kegiatan nonfisik yaitu:

VII - 182

B. Program Kegiatan Fisik Infrastruktur

Program kegiatan fisik infrastruktur PLP merupakan bentuk stimulus awal dalam rangka mendorong pemda untuk melaksanakan pembangunan bidang sanitas secara mandiri. Kegiatan-kegiatan fisik infrastruktur PLP dapat

dilaksanakan berdasarkan usulan RPIJM dengan mengacu kepada dokumen perencanaan yang dibuat daerah (Dokumen SSK).

Tabel 7.4. 15. Program Kegiatan Fisik Infrastruktur Jenis Infrastruktur Prioritas Renstra Dit. PLPP

A. Infrastruktur Air Limbah

Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Terpusat

Pembangunan infrastruktur skala regional

Pembangunan dilaksanakan untuk melayani 2 atau lebih kab/kota

Terdapat kesepakatan kerjasama dan pembiayaan antar kab/kota terkait

Diutamakan di lokasi yang provinsinya sudah siap dengan kelembagaan /institusi pengelola IPAL regional

Diutamakan untuk lokasi yang sudah siap dengan perencanaan berupa MP dan DED

Pembangunan infrastruktur skala kota

Pembangunan dilaksanakan di kab/kota baru serta pengembangan jaringan untuk kab/kota eksisting

Pembangunan baru diutamakan untuk kab/kota yang sudah siap dengan perencanaan berupa MP dan DED

Pengembangan IPAL Terpusat skala kota eksisting diarahkan pada pengembangan jaringan perpipaan dan penambahan SR

Pembangunan infrastruktur skala kawasan

Pembangunan diutamakan di kawasan kumuh perkotaan

Pembangunan diprioritaskan untuk kab/kota yang siap dengan MP dan DED, lahan dan belum belum memiliki IPAL Terpusat skala kota dan sesuai dengan rekomendasi teknis

Pembangunan infrastruktur skala komunal

Pembangunan diprioritaskan untuk kab/kota dengan capaian akses sanitasi rendah (di bawah 50% akses) dengan target 5-10 lokasi selama 5 tahun di setiap kab/kota

Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat (IPLT)

Pembangunan diprioritaskan untuk kab/kota yang belum memiliki IPLT dengan cakupan akses sanitasi layaknya lebih dari 50% jumlah penduduk

Kegiatan rehabilitasi diprioritaskan untuk kab/kota eksisting yang berminat difasilitasi kegiatan bantek layanan lumpur tinja terjadwal baik

VII - 183 Infrastruktur Tempat

Pemrosesan Akhir Sampah

Pembangunan baru diprioritaskan untuk kab/kota yang sudah siap dengan perencanaan berupa MP dan DED

Pembangunan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan tambahan luasan TPA untuk menghindari idle capacity. Kebutuhan luasan minimal TPA yang dibangun melalui dana APBN adalah 1 Ha.

Peningkatan kapasitas/rehabilitasi diprioritaskan untuk kab/kota yang umur pakai TPAnya sudah melebih waktu rencana

Untuk TPA Regional, diutamakan dibangun di lokasi yang sudah memiliki kesepakatan kerjasama & pembiayaan antar kab/kota yang akan dilayani

Untuk TPA Regional, diutamakan di lokasi yang provinsinya sudah siap dengan kelembagaan/institusi pengelola

Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R

Diutamakan pada lokasi (desa/kelurahan) rawan sanitasi berdasarkan SSK dan kawasan kumuh perkotaan

Infrastruktur Fasilitas Pengolahan Sementara Sampah

Pembangunan Infrastruktur Fasilitas Pengolahan Sementara Sampah (ITF) diutamakan untuk kota besar dan atau metropolitan

C. Infrastruktur Drainase Lingkungan Infrastruktur Drainase

Lingkungan

Pembangunan drainase lingkungan diutamakan untuk menangani genangan di kawasan strategis permukiman

Diutamakan untuk kab/kota yang sudah siap dengan perencanaan berupa MP dan DED

D. Pendampingan Penyususna Dokumen Perencanaan Pendampingan

penyusunan ranperda

Diutamakan bagi kab/kota yang sudah memiliki infrastruktur air limbah, persampahan, drainase lingkungan

Menyampaikan peminatan untuk difasilitasi

Diutamakan bagi kab/kota yang memiliki institusi pengelola sanitasi

Pendampingan

penguatan kelembagaan

Diutamakan bagi kab/kota yang sudah memiliki infrastruktur air limbah, persampahan, drainase lingkungan

Menyampaikan peminatan untuk difasilitasi

Diutamakan bagi kab/kota yang memiliki institusi pengelola sanitasi

Pendampingan pelaksanaan LLTT

Diutamakan bagi kab/kota yang sudah memiliki IPLT

Menyampaikan peminatan untuk didampingi LLTT

Pendampingan

penyusunan MP dan DED

Diutamakan bagi kab/kota strategis nasional

Hasil-hasil pelaksanaan kegiatanan PLP berupa infrastruktur fisik harus dikelola sesuai pedoman dan kriteria yang telah ditetapkan oleh Kemeterian PUPR/CK dengan konsep penjelasan dapat dilihat pada gambar bagan berikut:

VII - 184 A. Konsep Pengelolaan Air Limbah

VII - 185 C. Konsep Pengelolaan Drainase

Pembagian kewenangan penanganan kegiatan drainase dalam lingkup Kementerian PUPR dapat diilustrasikan melalui gambar berikut:

VII - 186

7.4.4.2. Prioritas Penanganan Jangka Menengah

Berdasarkan hasil-hasil analisis dan identifikasi kebutuhan program yang telah dibahas sebelunya, selanjutnya dapat ditentukan program-program pengembangan dan pembangunan guna pencapaian sasaran program Sektor PLP di Kabupaten Nias Utara. Mengingat kebutuhan program tersebut dibatasi oleh waktu perencanaan (jangka menengah) dan kemampuan pendanaan pemerintah daerah maka penyusunan kebutuhan pogram kegiatan PLP disusun dalam jangka masa perencanaan selama 5 (lima) tahun (Rencana Jangka Menengah) yang dimulai dari tahun 2017 hingga tahin 2021 sebagai masa prioritas utama penanganan pogram kegiatan PLP. Sasaran Program Prioritas Jangka Menengah Sektor PLP Kabupaten Nias Utara sebagaimana ditabulasikan pada tabel berikut:

A. Sub Sektor Air Limbah

Tabel 7.4. 16. Sasaran Program Prioritas Jangka Menengah Sektor PPLP Subsektor Air Limbah Kabupaten Nias Utara

No Uraian Satuan Kebutuhan Pengembangan Ket. Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V A. Peraturan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman

1 Penyusunan Rancangan Peraturan dan Standar Pedoman Kriteria Bidang Pengembangna PLP

NSPK 1

Dokumen terkait