SETTING, PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Setting Penelitian
2. Pengembangan Standar Mutu Proses MINU Pucang Sidoarjo
174
kompeten dalam pengoperasian IT di era digital tanpa mengesampingkan kemampuan dalam membaca al-Qurʾān dengan tartīl.
2. Pengembangan Standar Mutu Proses MINU Pucang Sidoarjo
MINU Pucang Sidoarjo dalam pengembangan Standar Proses menerapkan pembelajaran tuntas (mastery learning) dengan sistem ketuntasan klasikal dan individual. Ketuntasan klasikal yang dimaksud adalah jika pembelajaran yang dilakukan mencapai 80% ketuntasan dari keseluruhan peserta didik. Sedangkan ketuntasan individual pencapaian KD yang diajarkan belum mencapai 80%. Instrumen yang digunakan untuk mengukur ketuntasan tersebut dengan menggunakan umpan balik berupa tes lisan atau paper and pencil test.81
Tindakan yang dilakukan pendidikan jika ketuntasan klasikal tercapai adalah dengan melanjutkan pembelajaran pada Kompetensi Dasar berikutnya, namun jika belum tercapai, pendidik memiliki kewajiban untuk mengulangi KD tersebut pada proses pembelajaran. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Nurul Laili, Selaku Wakil Kepala Madrasah seperti di bawah ini;
Proses Pembelajaran di MINU Pucang Sidoarjo ini dilakukan secara klasikal dengan penerapan pembelajaran tuntas. Peserta didik tidak dibebankan Pekerjaan Rumah (PR) karena jam belajar madrasah mulai pagi sampai dengan sore hari (full day). Jadi peserta didik pulang dari madrasah tidak memiliki beban untuk mengerjakan PR. Untuk peserta didik yang belum tuntas secara klasikal akan dilakukan pembelajaran ulang pada KD tersebut. Sedangkan bila sudah tercapai akan dilanjutkan pembelajaran pada KD selanjutnya. Ketuntasan klasikal maupun individual dapat diketahui dari catatan pendidik pada rencana tindak lanjut yang terlampir dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Peserta didik yang nilainya di bawah Ketuntasan Kriteria Minimal (KKM) akan diberikan tambahan jam remedial teaching. Sedangkan pada ranah KKM dan di atas akan diberikan pemantapan dan pengayaan.82
81
Dokumen rencana tindak lanjut dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran MINU Pucang Sidoarjo Tahun 2018/2019
82
175
Pada paparan wawancara di atas, didapatkan informasi bahwa MINU Pucang Sidoarjo tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi peserta didiknya disebabkan madrasah ini menempatkan sistem full day school dengan pembelajaran tuntas. Bagi peserta didik yang mengalami ketertinggalan pembelajaran madrasah memiliki kebijakan berupa remedial teaching, dan pemantapan dan pengayaan bagi peserta didik pada ranah KKM dan di atas KKM.
Muatan mata pelajaran yang diajarkan di MINU Pucang Sidoarjo adalah muatan kurikulum nasional Kemenag dan Kemendikbud serta kurikulum Cambridge dan IB untuk kurikulum Internasionalnya. Pada kurikulum nasional terdapat 4 (empat) kompetensi yang harus di capai peserta didik di antaranya: kompetensi sikap spiritual (KI 1), kompetensi sikap sosial (KI 2), kompetensi pengetahuan (KI 3) dan kompetensi keterampilan (KI 4), dengan pendekatan pembelajaran problem based learning, discovery Inquiry dan project based
learning. Sedangkan untuk kurikulum Internasional madrasah ini menggunakan
pembelajaran science inquiry pada mata pelajaran sains dan mengedepankan
skill untuk mata pelajaran bahasa Inggris serta (problem solving) pemecahan
masalah untuk mata pelajaran matematika. Hal seperti yang disampaikan oleh Syamsuhari, Selaku Penjamin Mutu madrasah sebagai berikut:
MINU Pucang Sidoarjo ini menuntut pendidiknya untuk menjadi pembelajar yang smart. Pembelajar smart adalah cepat dan tanggap dalam melakukan perubahan-perubahan yang terjadi dan dapat membuat inovasi-inovasi pembelajaran. Selain itu pendidik harus energik dalam mengikuti regulasi madrasah yang sudah ditetapkan seperti dalam hal kebijakan kurikulum. Karena kurikulum madrasah ini menggunakan kurikulum nasional K13 dan Internasional, maka pendidik harus dapat mengikuti aturan pada kurikulum K13 di antaranya pencapaian KI 1 (Sikap spiritual), KI 2 (Sikap sosial), KI 3 (Pengetahuan) dan KI 4 (Keterampilan) serta dengan pendekatan pemecahan masalah, penyelidikan dan penyidikan,
176
serta ketrampilan dalam hal berbahasa untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.83
Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa pendidikan MINU Pucang Sidoarjo dituntut untuk selalu menjadi pembelajar yang tanggap akan perubahan-perubahan dalam pendidikan khususnya dalam kebijakan kurikulum dan proses pembelajaran. Kompetensi pendidik harus terus ditingkatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualifikasi akademik supaya dapat mengikuti perubahan yang terjadi di dunia pendidikan. Sejak tahun 2013 perubahan kurikulum terjadi beberapa kali di antaranya kurikulum 2013 atau dengan nama K13, kurikulum 2013 edisi revisi 2017 dengan pendekatan
scientific dan kurikulum 2013 edisi revisi 2018 dengan pendekatan pembelajaran problem based learning, discovery inquiry dan project based learning.
Pada proses kegiatan belajar mengajar MINU Pucang Sidoarjo menggunakan pengantar bahasa Inggris dan bahan ajar berbahasa Inggris pada seluruh tingkatan kelas serta di pandu dua orang pendidik (team teaching). Pada proses pembelajaran tersebut, kedua guru secara bergantian mendampingi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran dengan memberikan pendampingan satu persatu bila terjadi kesulitan dalam memahami materi pelajaran.84 Secara terpisah Arina Hidayati, Selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum membenarkan tentang proses pembelajaran tersebut sebagai mana disampaikan di bawah ini.
Sebagai salah satu bukti bahwa MINU Pucang Sidoarjo mengadopsi dan adaptipkan kurikulum Internasional. Madrasah menggunakan kebijakan proses pembelajaran dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Awalnya perlu adaptasi peserta didik selama satu semester, maka dari itu setiap
83
Syamsuhari, Penjamin Mutu MINU Pucang Sidoarjo, Wawancara, Sidoarjo, 08 Januari 2019
84
177
kelas terdapat dua guru (team teaching) untuk mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran. Mereka saling bergantian dalam menjelaskan materi yang pada intinya mereka sudah membagi pekerjaan masing-masing sesuai dengan petunjuk dari madrasah. Bahan ajar yang digunakan peserta didik juga berbahasa Inggris kecuali mata pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Penjaskes, Seni budaya dan Aswaja.85
Penggunaan bahasa pengantar pembelajaran diuraikan pada undang-undang No. 20 tahun 2003, bahwa sekolah/madrasah boleh menggunakan bahasa Internasional, oleh karena itu untuk memantapkan penerapan kurikulum Internasional, MINU Pucang Sidoarjo menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan bahan ajar bahasa Inggris pada seluruh mata pelajaran kecuali yang sudah disebutkan peneliti di atas.
Pengembangan proses pembelajaran selanjutnya yang dilakukan MINU Pucang Sidoarjo adalah penerapan kurikulum 2013 edisi revisi 2018 yang memuat penguatan pendidikan karakter, budaya literasi, 5C (Critical Thinking,
Creative, Collaborative, Communicative dan Confident) serta Higher Order Thinking Skill (HOTS) sebagaimana dijelaskan oleh Nurul Laili, Selaku Wakil
Kepala Madrasah sebagai berikut:
Pada proses pembelajaran madrasah kami selalu mengikuti regulasi dari pemerintah, yakni penerapan kurikulum 2013 edisi revisi 2018, kami sudah menerapkan di madrasah. Proses pembelajaran harus mencakup penguatan pendidikan karakter religius, kemandirian, gotong royong, integritas dan nasionalis, budaya literasi dengan memberikan teori bacaan pada kegiatan pembelajaran dan proses berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, komunikasi dan percaya diri dalam mengutarakan pendapat serta soal-soal yang bertipe analisis, mengevaluasi dan mencipta/mengkreasi (HOTS). kami melatih peserta didik agar terbiasa melakukan analisis terhadap semua bentuk permasalahan yang dihadapi serta dapat menyelesaikannya.86
Dari penjelasan wakil kepala madrasah di atas dapat di ketahui bahwa madrasah ini berusaha mengawali penerapan perubahan pada kurikulum 2013,
85
Arina Hidayati, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Wawancara, Sidoarjo 23 Oktober 2018
86
178
muatan perubahan tersebut diimplementasikan pada proses pembelajaran di MINU Pucang Sidoarjo. Peserta didik juga diberikan materi proses berpikir tingkat tinggi dengan model analisis, evaluasi dan mencipta yang terdapat dalam teori taxonomi bloom pada ranah C4 sampai dengan C6.