2. Analisis SWOT
5.3. PENGEMBANGAN STRATEGI UMUM
Strategi utama (grand strategy) Tenun Ikat Troso adalah agresif. Untuk mengaplikasikan gran strategi diperlukan stategi umum yang akan menentukan arah dan program bidang pengembangan usaha Tenun Ikat Troso Kabupaten Jepara diperoleh dengan menggunakan matriks SWOT, seperti yang disajikan pada tabel di bawah ini.
Studi Analisis Rantai Nilai Komoditas Tenun Ikat Kabupaten Jepara V - 17
Tabel 5.3 Matrik Interpolasi SWOT Tenun Ikat Troso Kabupaten Jepara
Kekuatan Kelemahan
Lokasi sesuai dengan RTR Kabupaten Jepara
Kapasitas produksi mampu menghasilkan 7.500 m perbulan
Penggunaan teknologi ATBM (investasi yng relatif rebdah
Penggunaaan kualitas bahan baku terbaik
Jenis dan variasi produk spesifik yaitu kain sutera dan kain katun.
Kebutuhan modal kerja sebagian besar menggunakan dari asing (hutang) hanya sebagian kecil dari simpanan hasil produksi (modal sendiri).
biaya operasional cukup besar struktur modal menggunakan pinjaman.
Jangka waktu penagihan piutang 2-3 bulan
Bahan baku diantaranya 30% dilakukan secara tunai dan 70% dilakukan secara tidak tunai dengan jangka waktu pembayaran 3 sampai 6 bulan
Harga jual di tingkat pelaku bervariasi mulai dari Rp. 30.000 sampai dengan Rp.1.500.000 /m. Di daerah pemasaran (Bali, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan NTB) mencapai 300%
Pelaku hanya keuntungan 10% dari harga pokok produksi
Tenaga yang bekerja umumnya lulusan SD hingga SLTP dan kebanyakan usia produktif, namun memiliki keterampilan dan kemauan tinggi.
Tenaga kerja berasal dari Desa Troso, Pemalang dan Desa Tetangga.
Hasil produksi untuk sutera 7.500 m per bulan (pelaku dalam kategori besar 2.500 m dan pelaku dalam kategori kecil 5.000 m), katun 3.520 m per bulan (pelaku dalam kategori besar 1.500 m dan pelaku dalam klasifikasi kecil 2.020 m) dan polyester 8.000 m perbulan
Biaya bahan baku cenderung meningkat karena di datangkan dari luar negeri (Cina Dan India)
Pembalian bahan baku sebagian besar di beli dari importir Kota Surabaya, hanya sebagian kecil di beli di Jepara dan dilakukan pembelian secara individual
Beberapa pelaku menetapkan harga sendiri, namun tetap menggunakan acuan harga jual yang sudah ada.
Dikemas sesuai kebutuhan pembeli/perantara tanpa labeling dan bersedia tidak menyebutkan asal tenun Ikat Troso
disalurkan kepasar secara individu,
Kegiatan promosi salah satunya dilakukan dengan ikut menyertakan di stan-stan promosi pada saat pameran dan juga dibantu oleh Pemkab. Jepara melalui website
Peluang STRETEGI KEKUATAN –PELUANG STRETAGI KELEMAHAN –PELUANG
Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jepara sebesar 5,44% (2011) sedangkan untuk Jawa Tengah sebesar 6%.
Adanya dukungan masyarakat terdahap kegiatan tenun ikat troso.. Jumlah unit usaha sejumlah 253 unit, dengan tenaga kerja sejumlah 30 sampai 70 orang perunit usaha
Gaya hidup masyarakat akan konsumsi hasil olahan industri tenun ikat troso cukup mendukung pelestarian budaya bangsa, khususnya bagi masyarakat diluar Kabupaten Jepara.
Kemudahan dalam mendapatkan kredit saat ini banyak diberikan oleh lembaga keuangan baik itu dari pemerintah maupun swasta
Daya beli konsumen akan komoditas tenun ikat cukup khususnya untuk masyarakat diluar Kabupaten Jepara cukup tinggi. Sebagai bahan
Memanfaatkan dukungan dan komitmen dari pemerintah dengan membina hubungan baik dan mengadakan kerjasama dengan pemerintah daerah (baik dinas kopperindang, pariwisata maupun dinas instansi lainnya).
Memanfaatkan keahlian penenun dengan membuka kursus penenunt yang dapat menjamin lulusannya menjadi penenun profesional dan berkualitas.
Meningkatkan citra perusahaan dengan cara promosi yang memanfaatkan perkembangan IT.
Memperluas link kerjasama maupun bisnis dengan daerah lain (mencari pasar potensial).
Memanfaatkan pola konsumtif masyarakat dengan membuat berbagai macam inovasi dalam produk.
Mengadakan kerjasama dengan pemerintah dan institusi perguruan tinggi, dan kaum bisnis untuk menyelenggarakan suatu festival budaya dan adat Jepara dengan mengangkat tema Industri Tenun Ikat Troso Jepara yang melibatkan Tokoh adat agar budaya dan adat tetap melekat di tengah masyarakat.
Meningkatkan kualitas produk, lebih berkreasi dalam warna, pola dan corak serta motif produk (misalnya mengupayakan berbagai usaha untuk
Lakukan berbagai upaya dalam perbaikan kualitas SDM dengan cara penanaman hubungan yang penuh kekeluargaan dengan memberikan pengertian antar sesama dan membuat suatu sistem reward and punishment agar SDM lebih termotivasi untuk bekerja.
Memanfaatkan dukungan pemerintah untuk dapat memberikan pembinaan yang baik dari segi mental maupun kualitas.
Lakukan inovasi dalam produk, diferensiasi produk dan modifikasi produk, sehingga produk lebih bervariasi dan tersedia untuk segala segmen konsumen.
Melakukan berbagai upaya dalam hal penambahan modal (seperti usaha dalam pembuatan proposal bisnis pada lembaga-lembaga keuangan bank/non bank seperti BUMN, dll)
Memanfaatkan IpTek maupun kondisi telekomunikasi untuk memperluas pemasaran produk.
Melindungi produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen dengan mendaftarkan produk (hal ini terkait dengan merek dan hak paten).
Memperbaiki hubungan antar sesama industri terkait (cluster industry) demi
Studi Analisis Rantai Nilai Komoditas Tenun Ikat Kabupaten Jepara V - 18
seragam PNS
Dukungan dari pemerintah Pemkab Jepara maupun non Pemkab. Jepara dalam mewajibkan penggunaan seragan PNS
Dukungan pemerintah baik untuk peningkatan sumber daya manusia maupun bantuan modal bahkan promosi
membuat temun menjadi lebih ringan, perpaduan warna lebih menarik, tidak kaku, dan nyaman dipakai
Membuat business plan untuk memperluas usaha (ekspansi) dengan membuka cabang baru di daerah lain.
kepentingan mutu produk.
Membentuk komunitas industri agar dapat lebih memudahkan penyediaan bahan baku (tergabung dalam suatu kelompok tertentu).
Mengupayakan pembentukan suatu komunitas atau wadah komunikasi bisnis yang dikelola oleh seorang yang profesional dan kompeten di bidangnya dalam bidang industri agar dapat menjadi wadah dalam hal konsultasi bisnis.
Ancaman STRETEGI KEKUATAN –ANCAMAN STRETEGI KELEMAHAN –ANCAMAN
Tingkat inflasi di kab Jepara sebesar 3,64% lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi Nasional yaitu sebesar 3,79 persen dan Jawa Tengah
sebesar 2,68 persen.
Tingkat UMR pengrajin tenun troso dibawah UMR untuk tenaga kerja pendukung sedangkan tenaga kerja inti di atas UMR
Harga bahan baku cenderung mengalami kenaikan yang signifikan mengingat bahan baku pokok tidak dihasilkan dari dalam wilayah lokal Kabupaten Jepara.
UU Perlindungan konsumen yang memihak pada konsumen, khususnya adanya tuntutan ramah lingkungan akan limbah yang dihasilkan
Jumlah pemasok relatif sedikit ( India dan China),
Jenis bahan konveksi yang ada sebagai barang pengganti yang ada di Kabupaten Jepara bahkan di daerah pemasaran cukup kuat
pelaku usaha tenun ikat di Desa Troso cukup banyak (252 pelaku) klasifikasi besar 24 dan kecil 227, pelaku bergerak secara individual dalam melakukan aktivitasnya
pesatnya perkembangan teknologi konveksi, batik dengan mesin dan cetak
cepatnya perkembangan teknologi penghasil tenun tidak dengan manual dan berbasis computer
Perkembangan barang subtitusi dengan fungsi yang sama produk terdapat di Kabupaten Jepara dan non Jepara, namun proses pengolahan yang berbeda (dengan mesin
Melakukan kerja sama dalam suatu wadah badan usaha, untuk menghindari perang harga di dalam pelaku tenun. Sehingga keuntungan lebih dari 10%.
Peningkatan efisiensi dan efektifitas perusahaan dalam menjalankan kegiatannya serta menciptakan inovasi-inovasi dan Tenun Ikat Troso sehingga diharapkan dapat menciptakan keunggulan bersaing.
Memberikan suatu pembinaan mental dan pengertian secara personal terhadap generasi penerus akan pentingnya kelanjutan usaha dalam keluarga yang menggambarkan peluang bisnis yang menguntungkan di masa yang akan datang.
Mengajak pemerintah untuk bekerjasama dalam pengembilan kebijakan mengendalikan masuknya barang-barang impor yang merusak pasar dalam negeri/lokal (ekspansi Cina).
Memperbarui hak paten danmendaftarkan lagi produk yang belum memiliki merek dan hak paten (mengatasi masalah HaKI).
Melakukan inovasi produk dengan mengikuti selera konsumen agar dapat menyesuaikan diri dengan modernisasi (seperti membuat produk menjadi lebih Tenun Ikat Troso dan inovatif.
Lebih mengunggulkan dan menonjolkan kekuatan budaya dan kecintaan akan pekerjaan dalam proses pembuatan produk agar “ikatan tradisional yang unik dan penuh dengan ciri khas Jepara” dapat menjadi produk unggulan yang memiliki keunggulan bersaing dalam menghadapi inovasi produk asing.
Pembelian bahan baku dilakukan secara kolektif, sehingga didapat biaya per kg bahan baku lebih murah
Melakukan proses produksi dengan skala ekonomi dengan cara bekerja sama dengan pelaku tenun yang sama kecilnya sehinga tercapai low cost
Meningkatkan dan memperbaiki kualitas SDM yang ada saat ini dengan membina hubungan yang baik dengan karyawan agar tercipta loyalitas karyawan dan terbina hubungan yang penuh dengan unsur kekeluargaan.
Melakukan berbagai uapaya dengan pendekatan personal dan emosional untuk mengatasi masalah regenerasi.
Melakukan strategi pengembangan produk.
Mengupayakan perubahan dalam peralihan teknologi dengan mengadopsi teknologi yang baru berkembang dalam dunia perindustrian.
Mengupayakan keunggulan produk dengan membuat produk menjadi produk yang ramah lingkungan, memiliki perpaduan warna yang unik dan diminati konsumen serta nyaman untuk dipakai.
Mengelola manajemen perusahaan dengan baik secara profesional dan meninggalkan sistem manajemen tradisional.
Memperbaiki sistematika pembayaran dengan tidak memperbolehkan sistem hutang terjadi lagi sehingga tidak menghambat kelangsungan usaha.
Studi Analisis Rantai Nilai Komoditas Tenun Ikat Kabupaten Jepara V - 19