• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Struktur Organisasi Pelaksana BPK

Dalam dokumen BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (Halaman 119-122)

Agenda Pembangunan Nasional dan Strategi Pemeriksaan Renstra 2020-2024

Strategi 6 – Mengoptimalkan Pengelolaan Sumber Daya dan Kerja Sama dengan

C. Kerangka Kelembagaan

2. Pengembangan Struktur Organisasi Pelaksana BPK

Untuk memastikan keterterapan tugas dan fungsi organisasi Pelaksana BPK ditetapkanlah Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Pelaksana BPK berdasarkan Peraturan BPK. OTK Pelaksana BPK yang berlaku ditetapkan dengan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelaksana BPK. Penyempurnaan OTK Pelaksana BPK yang berkelanjutan perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas organisasi pada fungsi Sekretariat Jenderal, unit pelaksana tugas pemeriksaan, unit pelaksana tugas penunjang,

yang mana hal tersebut berkaitan erat dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK.

Dalam proses pemeriksaan, dikenal siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemeriksaan. Partisipasi aktif dari berbagai unit pelaksana BPK diperlukan dalam siklus pemeriksaan. Selanjutnya, pengembangan kapasitas atas unit pelaksana BPK harus selalu dilakukan dan ditingkatkan untuk mendukung sinergi dan kolaborasi dalam siklus pemeriksaan.

Pengembangan kapasitas akan diarahkan kepada:

a. Penguatan Fungsi Sekretariat Jenderal Sekretariat Jenderal sebagai salah satu unsur Pelaksana BPK memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan dan koordinasi atas dukungan ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

101

administrasi serta sumber daya untuk kelancaran tugas dan fungsi BPK serta Pelaksana BPK lainnya.

Fungsi tersebut tercermin dalam unit kerja yang dimilikinya, antara lain: (i) Biro Sekretariat Pimpinan (Biro Setpim), (ii) Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja sama Internasional, (iii) Biro SDM, (iv) Biro Keuangan, (v) Biro Teknologi Informasi (Biro TI), dan (vi) Biro Umum.

Penambahan peran dan tugas dari beberapa Biro perlu diselaraskan dengan kepentingan BPK.

Keselarasan tersebut tercermin dari strategi 6, yaitu mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan kerja sama dengan pemangku kepentingan.

b. Penguatan Fungsi Unit Pelaksana Tugas Pemeriksaan

Unit pelaksana tugas pemeriksaan dalam hal ini adalah Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) dan Perwakilan yang memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara pada entitas pemeriksaan yang menjadi lingkup tugasnya.

Pengembangan organisasi akan disesuaikan dengan kebutuhan entitas pemeriksaan yang menjadi lingkup tugas BPK. Dalam menjalankan tugas pemeriksaan, penguatan atas sinergi dan kolaborasi perlu dilakukan dengan unit pelaksana Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara VI menerima penyerahan laporan keuangan Unaudited Tahun Anggaran 2019 pada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

RENCANA STRATEGIS BPK 2020-2024

102

lainnya terutama dalam koordinasi atas sumber daya, perencanaan sampai dengan pelaporan, serta mutu pemeriksaan.

Peningkatan kualitas SDM pemeriksaan menjadi prioritas sehingga perlu terjalin komunikasi yang efektif antara unit pelaksana tugas pemeriksaan d e n g a n u n i t p e l a k s a n a t u g a s p e n u n j a n g dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pertimbangan dari Sekretariat Jenderal juga mendapat perhatian dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier dari Pemeriksa.

c. Penguatan Fungsi Unit Pelaksana Tugas Penunjang

Unit pelaksana tugas penunjang dalam Pelaksana BPK adalah Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN), Inspektorat Utama (Itama), Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pe m e r i ks a a n Ke u a n g a n Ne g a ra ( D i t a m a Revbang), dan Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara (Ditama Binbangkum). Pengembangan kapasitas atas tata kelola, organisasi dan SDM akan disesuaikan dengan kebijakan internal BPK yang tertuang dalam Arah Kebijakan I Peningkatan Sinergi dan Kolaborasi dalam Pemeriksaan dan Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Secara Berkelanjutan. Titik berat pengembangan kapasitas dilakukan berdasarkan kewenangan yang ada di dalam ketentuan OTK. Berikut adalah kewenangan yang dimiliki masing-masing unit pelaksana tugas penunjang.

1. Badiklat PKN

Badiklat PKN memiliki kewenangan dalam pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi pemeriksa keuangan negara bagi Pelaksana BPK maupun pihak di luar BPK, dan akreditasi

unit penyelenggara pendidikan dan pelatihan di bidang pemeriksaan keuangan negara.

Ke s e l a ra s a n a t a s p e n g e m b a n g a n S D M menjadi prioritas utama. Pengembangan SDM dilakukan kepada Pemeriksa dan seluruh pegawai BPK pada Unit Pelaksana Tugas Penunjang lainnya. Pengembangan SDM juga dilakukan terhadap pejabat/pemeriksa di luar lingkungan BPK apabila yang bersangkutan d i b e r i ke w e n a n g a n o l e h B P K s e b a g a i Pelaksana BPK. Dukungan pengembangan atas tata kelola, organisasi dan SDM pada Badiklat PKN akan diselaraskan dengan Strategi 4, yaitu mewujudkan pusat unggulan pendidikan dan pelatihan pemeriksaan keuangan negara.

2. Itama

I t a m a m e m i l i k i ke w e n a n g a n d a l a m pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh unsur Pelaksana BPK. Tugas pengawasan mencakup: (i) pemerolehan keyakinan mutu atas kinerja pemeriksaan;

(ii) pemeriksaan internal dan pemerolehan keyakinan mutu atas kinerja kelembagaan; dan (iii) evaluasi atas sistem kendali kecurangan, p e n e g a ka n i n t e g r i t a s d a n d u k u n g a n pengawasan. Dukungan pengembangan atas tata kelola, organisasi dan SDM pada Itama akan diselaraskan dengan strategi 3, yaitu meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap pemeriksaan keuangan negara.

3. Ditama Revbang

Ditama Revbang memiliki kewenangan d a l a m m e r u m u s k a n p e r e n c a n a a n strategis dan manajemen kinerja, evaluasi pelaporan pemeriksaan, serta penelitian dan pengembangan. Perencanaan strategis melahirkan kebijakan BPK di bidang kelembagaan dan pemeriksaan. Dalam perumusan atas kebijakan BPK tersebut, ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

103

1) Berdasarkan golongan/ruang jabatan:

Tabel 3. Jumlah SDM Berdasarkan Golongan/Ruang Jabatan (dalam orang)

No Unit Kerja Kantor Pusat I II III IV

1 Sekretariat Jenderal 3 116 622 75

2 Staf Ahli 5

3 Badiklat PKN 21 110 24

4 Itama 0 4 59 29

5 Ditama Revbang 0 2 121 33

6 Ditama Binbangkum 0 2 61 10

7 AKN, Auditorat Utama Investigasi (AUI), BPK Perwakilan 0 249 4.530 793

Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan 3 394 5.503 969

Ditama Revbang tidak dapat berjalan sendiri, peran dan partisipasi aktif satuan kerja lain sangat diperlukan. Hal tersebut dalam rangka untuk merancang target kinerja yang akan dicapai dan juga langkah-langkah strategis pencapaiannya. Kemudian dalam kebijakan pemeriksaan BPK, diharapkan b a h w a ke b i j a ka n p e m e r i k s a a n y a n g dihasilkan adalah berdasarkan data dan informasi baik yang dimiliki unit pelaksana tugas pemeriksaan maupun hasil kajian dari unit penelitian dan pengembangan ataupun hasil dari evaluasi pelaporan hasil pemeriksaan. Dukungan pengembangan atas tata kelola, organisasi dan SDM pada Ditama Revbang akan diselaraskan dengan Strategi 1, yaitu meningkatkan kapabilitas organisasi pemeriksaan yang modern dan dinamis.

4. Ditama Binbangkum

Ditama Binbangkum memiliki kewenangan dalam pemberian konsultasi hukum, bantuan hukum, pelayanan informasi hukum, legislasi, penelitian dan pengembangan hukum, serta

kepaniteraan dalam penyelesaian kerugian negara/daerah. Dukungan pengembangan atas tata kelola, organisasi dan SDM pada Ditama Binbangkum akan diselaraskan dengan Strategi 5, yaitu menguatkan regulasi dan aspek hukum pemeriksaan keuangan negara serta penyelesaian ganti kerugian negara.

Dalam dokumen BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (Halaman 119-122)